Gadis Bar-Bar Tuan Muda Pendiam

Gadis Bar-Bar Tuan Muda Pendiam
membantu


__ADS_3

.


.


.


Kinanti terus saja mencari Kartu Tabungannya dan ATMnya dengan air mata berlinang, Kenan hanya berdiri diam memperhatikan sekitar Kamar Kinanti.


"sepertinya Orang ini tau kalau kamu punya banyak uang." kata Kenan dengan serius.


"siapa?? aku tidak punya teman curhat atau apapun Ken, bagaimana caraku membiayai Uang semester adikku kalau buku tabunganku hilang? hiks.. hiks.!" Kinanti terus saja mengusap air matanya yang menumpuk di mata indahnya.


"apa disini ada CCTV?" tanya Kenan.


Kinanti menggeleng, "ini Gedung tidak terurus, ada CCTV tapi tidak aktif."


Kenan melihat Kinanti masih menangis hal itu membuatnya kesal sebab Kenan memang diajarkan tidak pernah membuat Mama atau adik perempuannya menangis.


"sudah jangan menangis. !" kata Kenan dengan malas.


"bagaimana aku tidak menangis Ken?? uangku hilang." isak tangis Kinanti yang sesegukan.


Kenan melangkah mendekati Kinan lalu menggendong Kinanti yang meraung meminta dilepaskan.


"lepas Ken..! aku akan mencarinya lagi, mungkin aku salah letak." pinta Kinanti dengan nada tersendat-sendat dan sesegukan.


"aku akan meminta seseorang untuk mencari asetmu." jawab Kenan dengan wajah datarnya tidak memperdulikan Kinanti yang menangis histeris.


Kenan membawa Kinanti ke Kamarnya, Kinanti berusaha untuk melepaskan diri dari Kenan seperti seorang Gadis yang tidak terima di tawan.


"lepas Ken..! aku mau carii..? Kenn." pekik Kinanti meraung-raung dengan jeritan khasnya.


Kinanti memang menyukai Kenan tapi Ia tentu lebih memikirkan uang dibanding rasa suka nya, Kinanti sudah bertahun-tahun menabung lalu tiba-tiba hilang dan itu membuat Kinanti marah serta tidak terima.


Kenan menghela nafas lalu memukul tengkuk Kinanti yang langsung tak sadarkan diri, Kenan menggendong Kinanti dan meletakkan Kinanti di Kasurnya lalu menyelimutinya.


Kenan mengambil Ponselnya dan menghubungi seseorang menceritakan masalah Kinanti, "cari pelakunya..!" titah Kenan.


panggilan pun terputus lalu Kenan melihat ke arah Kinanti, Kenan bukan kejam tapi hari sudah larut malam tapi Kinanti masih sibuk mencari buku tabungannya yang jelas sudah hilang.


Kenan tidur di Sofa membiarkan utusannya melakukan tugas yang diberikan Kenan.


.


pagi-pagi,


Kinanti terbangun memegang leher belakangnya yang terasa pegal.

__ADS_1


"akhh..? sakitnya." gumam Kinanti mengelus leher belakangnya mencoba berpikir dari mana datangnya rasa sakit itu hingga tiba-tiba mata Kinanti membelalak lebar.


"buku tabunganku." gumam Kinanti segera turun dari Ranjangnya dan berlari seperti Orang kesetanan keluar dari Rumah Kenan.


Kenan yang sudah duduk menghubungi seseorang pun melihat Kinanti yang berlari secepat kilat, Kenan menyunggingkan senyum tipisnya.


"kenapa diam?" tanya seseorang ditelfon Kenan.


"peliharaanku kabur." jawab Kenan dengan senyuman.


di sebut Peliharaan tentu yang menelfon Kenan penasaran sebab selama ini Kenan tidak punya peliharaan, dan entah kenapa bisa dirasakan kalau Peliharaan Kenan adalah seorang Gadis bukan binatang walaupun Kenan sebut Peliharaan yang identik ke Hewan.


Kenan malas menanggapi pertanyaan adiknya langsung mematikan panggilannya secara sepihak saja, ternyata yang menghubungi Kenan adalah adik laki-lakinya.


.


Kinanti masih sibuk mencari-cari buku tabungan dan ATM nya yang memang selalu ditinggal oleh Kinanti, Kinanti melakukan itu supaya uangnya tetap aman tapi tidak disangka hal seperti ini menimpa nya.


"Pak?? aku tidak bisa datang hari ini ya? aku kehilangan sesuatu yang sangat penting." izin Kinanti pada Molen lewat panggilan telfon.


Kinanti sampai berbicara dengan nada gemetar tentu Molen khawatir dan meminta Kinanti untuk menenangkan diri selama beberapa hari.


setelah izin pada Molen segera Kinanti melakukan pencariannya lagi tapi tidak menemukan buku tabungannya, kamar Kinanti sudah seperti kapal pecah.


2 jam kemudian,


Kinanti menoleh ke Kenan yang berpakaian santai, Kenan menghela nafas melihat mata Kinanti yang sembab.


"apa kau baru saja diselingkuhi pacarmu?" ledek Kenan tapi Kinanti tidak punya waktu untuk tersinggung dengan ledekan Kenan.


Kenan melangkah mendekati Kinanti lalu menarik lengan Kinanti yang beralih ke Kenan, "sudah..!"


"Kenn??" isak tangis Kinanti lalu memeluk Kenan dengan erat dan menangis sesegukan di pelukan Kenan.


Kenan mengelus kepala Kinanti, "sudah..! jangan menangis lagi."


"Kenn?? aku sudah menabung beberapa tahun Ken, aku bekerja siang dan malam tapi kenapa hilang? aku tidak punya tabungan lagi Ken..? hiks.. hiks.. bagaimana nasib adikku? aku tidak mau dia berhenti kuliah kedokteran."


Kenan merasa sedih mendengar isakan tangis Kinanti yang terdengar pilu malah memikirkan kuliah Kevin bukan keinginan diri sendiri.


"ayo ikut aku..! aku sudah menemukan pelakunya." kata Kenan dengan serius.


Kinanti berhenti menangis langsung melepaskan pelukannya dengan Kenan dan menatap Kenan dengan mata nya basah juga sembab, Kenan mengusap pipi Kinanti sambil tersenyum tipis.


"ayo kita pergi..!" ajak Kenan dan Kinanti menahan lengan Kenan.


"serius Ken?? kamu menemukan pelakunya?" tanya Kinanti dengan sesegukan.

__ADS_1


Kenan mengangguk lalu membantu Kinanti berdiri tapi ternyata Kinanti tidak bisa berjalan saking lemasnya memikirkan beban hidupnya jika ia benar-benar kehilangan semua tabungan yang telah dikumpulkannya selama ini.


Kenan menggendong Kinanti yang melingkarkan tangannya di leher Kenan, Kinanti memandang wajah Kenan dengan matanya yang sembab itu lalu Kenan menatap Kinanti sekilas.


"Ken??!" panggil Kinanti dengan nada pelan.


"lupakan saja." kata Kenan seolah tau apa yang ingin Kinanti katakan dengan polosnya Kinanti mengangguk-ngangguk menuruti permintaan Kenan.


.


di Gedung Tua,


Kinanti keluar dari Mobil Kenan dan menatap pemandangan didepannya.


"Ken?? apa memang disini?" tanya Kinanti dengan serius ke Kenan yang baru saja keluar dari Mobil.


Kenan tidak menjawab hanya terus melangkah melewati Kinanti yang berlari kecil mengikuti Kenan memasuki Gedung itu, Kinanti berlari menyusul Kenan.


Kinanti melihat sekitar lalu memberanikan diri memegang baju belakang Kenan yang hanya melirik Kinanti sekilas saja lalu melanjutkan langkahnya.


"itu dia..?" Kenan.


Kinanti berpindah tempat demi melihat pelakunya betapa terkejutnya Kinanti melihat wanita yang sudah lama sekali tidak dilihat olehnya.


"Fika?" pekik Kinanti menunjuk wajah perempuan itu yang tidak sadarkan diri.


Kenan mengambil tas Fika lalu mengeluarkan isinya menjatuhkannya didepan Fika yang masih tidak sadarkan diri, Kinanti melihat buku tabungan dan ATM nya terjatuh bersamaan dengan barang-barang Fika.


Kinanti memungut Buku Tabungan dan ATMnya, "Kenn??"


"dia berencana pagi ini mau ke Bank untuk ganti Pin, beruntung aku menemukannya dengan cepat." kata Kenan.


Kinanti memeluk Buku tabungan dan ATMnya dengan lega lalu segera menyimpannya dibalik Bra nya semuat-muatnya sehingga Kenan segera membuang muka.


"perempuan mana yang menyimpan uang disana." decak Kenan.


"diamlah Ken..? tabungan ini lebih berharga dari nyawaku sendiri." kata Kinanti dengan serius.


Kenan tidak lagi berbicara seolah percaya alasan Kinanti itu, Kinanti menatap tajam Fika lalu mendekati Fika. Kinanti menampar wajah Fika yang tersadar seketika melihat sekeliling ternyata tangan dan kakinya sudah diikat di Kursi.


"ada apa kamu kesini Sepupu?? bukankah kau ada di Bogor?" tanya Kinanti dengan tatapan tajam.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2