
.
.
.
Kinanti malah makin gugup di goda oleh Keluarga hebat itu, prasangka nya selama ini hanyalah bualan konyol yang tidak ada bukti.
Kinanti mulai menyesali diri selalu berpikir kalau Keluarga Maldev pilih-pilih menantu, kini Kenan tengah berbicara dengan An, Carrina, Rovert, Kanze dan Xabara.
di taman belakang Maldev,
"Kakak ipar?" panggil Ketty.
Sysy terkekeh sementara Kinanti hanya menunduk sungguh malu, wajahnya sangatlah merah.
"kenapa aku tidak menyadarinya lebih cepat? kenapa Kenan langsung bawa aku tanpa persiapan? aku sangat malu dengan penampilanku sekarang, seharusnya aku berdandan biar tidak kelihatan kampungan dan miskin." batin Kinanti.
"Kak? apa yang kakak suka dari Kulkas diam itu?" tanya Ketty.
Kinanti menautkan kedua alisnya memberanikan diri menatap Ketty, "si--siapa?"
"siapa lagi kalau bukan Abang Kenan?" Sysy memutar kedua bola matanya dengan malas.
Kinanti menggaruk kepalanya yang tidak gatal, "kakak su--sudah lama mencoba untuk move-on saat Kanze bilang Viora si dewi Action mengejar Ken." cicit Kinanti.
Sysy dan Ketty saling melihat satu sama lain.
"Viora itu rubah betina Kak." sungut Sysy.
"hmm..! kenapa percaya dengan Rubah betina? dia itu hanya bersandiwara, hidupnya penuh dengan drama kepalsuan entah bagaimana abang bertemu dengannya kalau dia tau abang Kenan adalah Putra Penguasa??ckk..! aku tidak jamin apa yang akan terjadi kak." Ketty.
"pesona bang Kenan sangat mengerikan tapi perempuan mana yang tahan di diamkan oleh Abang Kenan, dia hanya Kulkas diam yang menyebalkan." Sysy seperti heran mengapa Kinanti mau bersama Kenan yang punya sifat seperti itu.
Kinanti hanya diam mendengar celotehan kakak adik yang terlihat sangat menawan itu dimata Kinan, selain super cantik juga sangat modis walau tidak banyak perhiasan melekat di tubuh kedua Gadis menawan itu saja sudah memancarkan kecantikan alami yang jelas bisa memikat Pria manapun dikemudian hari.
"kakak jangan minder dengan perempuan seperti itu ya?" pinta Sysy serius.
"Eh? a--aku juga bukan perempuan yang baik, ak--aku jahat." kata Kinanti tergagap.
Sysy dan Ketty terkekeh lalu meminta Kinanti untuk tidak terlalu tegang berbicara dengan mereka berdua karna kedepannya akan terus bertemu.
"kenapa jadi bicara hal itu sih?" sungut Ketty.
"belum dijawab, ahaha..!" tawa Sysy melihat wajah kesal Ketty.
__ADS_1
Ketty menggunakan segala tingkah imutnya menggoda Kinanti yang bisa-bisanya tergoda oleh sikap imut Ketty didukung oleh Sysy, Kinanti menjadi lebih tenang berbicara dengan kedua adik perempuan Kenan yang ramah juga manis itu berbeda sekali dengan Kenan yang diam juga tidak ada romantisnya.
"Ehhh?? Kenan sangat Romantis, perbuatannya Romantis." batin Kinan.
"kenapa tiba-tiba wajah kakak merona?" tanya Ketty dengan polos mendekati wajah Kinanti dan melihat rona merah itu.
Sysy memukul lengan Ketty yang mengaduh sambil menatap kesal Sysy.
"apa kamu lupa? dia itu calonnya abang Kulkasmu, sudah jelas kakak ipar memikirkan abang Kenan." kata Sysy dengan kekehan.
"ooh..! wajah kak Kinan lucu." kata Ketty beralasan.
.
Kenan disidang terbuka oleh Keluarganya.
"kamu serius Kenan? pernikahan bukan sesuatu yang bisa kamu mainkan." kata An serius.
Kenan menatap datar saja An, "aku tidak bermain-main Pa."
"Yang? kenapa bicara begitu sih? aku suka loh sama Kinan." Carrina memukul lengan suaminya yang bertanya seperti itu pada Kenan.
"apa yang kamu berikan pada gadismu?" tanya Rovert.
"kalian temui saja Ibunya." pinta Kenan.
Kenan memijit pelipisnya, "masalahnya Ibu itu hanya minta jaminan kebahagiaan dan menjaga Putrinya saja."
"seorang Ibu hanya ingin Anaknya bahagia." gumam Kanze tiba-tiba dengan senyuman.
semua pun setuju dengan kata-kata Kanze tapi tetap saja Kinanti dibesarkan penuh Cinta oleh Ibunya, masa tidak ada bayaran untuk basa-basi supaya jasa ibunya ternilai walau tidak banyak tapi setidaknya menghargai perjuangan Ibu tunggal telah membesarkan anak selama ini.
.
hari itu juga Keluarga Kenan membeli segala perhiasan, menghias kotak berisi uang berjuta-juta untuk menemui Ibunya Kinanti ke esokan hari.
malam hari, dalam perjalanan pulang.
Kinanti melihat kearah Kenan serta menatapnya sedari tadi, Kenan menggenggam tangan Kinanti yang terkejut sendiri dengan sentuhan Kenan. Kinanti perlahan membalas tautan tangan Kenan sembari memperhatikan jemari tangan Kenan.
"kenapa? ada yang ingin ditanyakan?" tanya Kenan fokus dengan kendaraannya.
"Ken? apa kamu serius? kenapa Keluargamu tidak mencelaku berpakaian seperti ini?" tanya Kinanti.
Kenan bisa-bisanya terkekeh mendengar pertanyaan konyol Kinan, "apa Keluargaku seburuk itu?"
__ADS_1
Kinanti menggeleng-geleng, "mereka Keluarga kaya-raya seharusnya menilai calon menantu saat tiba di Mansion itu tapi mereka malah menyambutku dengan baik padahal penampilanku seperti upik abu."
Kenan mengulum senyum, "uang bisa memoles batu menjadi berlian Kinan, lagian Keluargaku tidak punya tipe menantu. asalkan aku suka maka mereka akan menyambutnya dengan suka-cita." jelas Kenan.
Kinanti memandang Kenan, "kamu suka padaku Ken?"
"kenapa bertanya? aku suka berciuman denganmu, bibirmu manis." jawab Kenan.
Kinanti melebarkan matanya, "a--apa?"
Kenan mengecup punggung tangan Kinanti, "maaf..! jujur jantungku berdebar saat kita bercium*n, kakiku lemas setelahnya, aku sangat egois, kalau aku suka maka tidak akan ada Pria lain yang boleh mengambil madu-ku."
"ma--madu?" beo Kinanti.
"bibirmu madu-ku." jawab Kenan mengusap kepala Kinanti lalu kembali memegang tangan Kinan.
Kinanti hanya mengerjab-ngerjab ditempat betapa manisnya Kenan padahal tidak memberi apapun hanya ucapan saja bisa membuat jantung Kinanti berdebar-debar tidak jelas.
Kinanti membuang muka dengan pipi merona, "Kinaaannn? kenapa jadi begini?" batin Kinan yang tidak bisa keluar dari jeratan pesona Kenan.
dimata Kinan saat ini sosok Kenan seperti Pria normal pada umumnya bukan Pria sedingin kulkas beku yang pendiam, Pria yang manis dalam bertutur kata juga bisa memikat hatinya.
"berhentilah bekerja.!" pinta Kenan membuat mata Kinanti melebar kaget beralih ke Kenan.
"a--apa?" tanya Kinanti kaget.
"aku bisa menafkahimu nanti, jika kamu mau sebuah tempat ahli beladiri aku bisa membuatkan Gedung khusus untukmu jadi Presdir, aku juga akan mengajarimu kemampuan beladiriku secara pribadi." jawab Kenan.
Kinanti terpaku, "K--Ken? kenapa kamu berubah begitu cepat? ak--aku tidak bisa percaya begitu saja."
Kenan menepikan kendaraannya dan beralih memandang Kinanti, "tidak percaya?"
"ka--kamu tau sendiri aku pernah dikhianati Pria kaya." jawab Kinanti gugup.
Kenan mengangguk, "baiklah..! aku akan buktikan aku berbeda."
Kinanti menganga, Ia tidak menyangka Kenan cepat mengalah padahal Kenan sendiri yang bilang kalau Kenan itu Egois tapi sekarang Kenan malah mudah mengalah, sempat Kinanti berpikir Kenan marah saat menepikan Mobilnya.
"tenagamu kuat tapi hatimu selembut kapas, kenapa mudah sekali terbang ditiup angin kecil seperti Pria itu hmm?" kata Kenan.
"apa maksudmu Ken? hatiku kapas?" tanya Kinanti dengan sorot mata kesal.
.
.
__ADS_1
.