
.
.
.
Kinanti tidak berani memandang Kenan sebab Ia tidak mau ketahuan oleh Kenan karna perasaannya.
"tapi sayangnya aku bisa membiayai hidupku sendiri." jawab Kenan mengusap kepala Kinanti.
Kinanti seketika menatap Kenan dan mereka berpandangan cukup lama.
"kau itu perempuan..! takdirmu itu dinafkahi bukan menafkahi." kata Kenan.
jantung Kinanti berdebar semakin kuat saja, "ka--kamu mau menafkahiku?"
pertanyaan Kinanti yang tiba-tiba itu membuat Kenan menghela nafas.
"aku bisa menyuci, memasak, membenarkan kipas angin, membenarkan AC, mengurus mu nanti, aku juga mau mengandung anakmu dan membesarkannya dengan penuh Cinta asalkan kamu Papanya."
Kenan tentu pusing mendengarnya lalu menekan kepala Kinanti, "kau ini tidak berniat menikahi Pria yang kau Cintai hah? kenapa menikahi Pria miskin sepertiku?"
Kinanti tersenyum, "justru karna kamu miskin aku mau Ken."
"kalau aku kaya?" tanya Kenan.
"aku akan mundur, setau aku Pria kaya itu hanya menyukai Perempuan yang seksi, karir bagus seperti menantu Keluarga Maldev..?"
Kinan lagi-lagi menyinggung keluarga Maldev pun tersentak.
"kenapa kau selalu menyebut Keluarga Maldev?" tanya Kenan.
"diamlah..? aku menyebut mereka karna memang benar, mereka punya menantu sangat luar biasa mana mungkin aku masuk kriteria menantu idaman mereka." gerutu Kinanti.
"tidak semua yang kau pikirkan itu benar." kata Kenan berdiri dengan wajah datar lalu melenggang pergi.
Kinanti termangu Kenan berubah seperti itu, "kenapa wajahnya datar lagi? bukankah tadi raut wajahnya masih baik-baik saja."
Kinanti menggaruk kepalanya yang tidak gatal lalu berdiri meluruskan kakinya yang disentuh tangan ajaib Kenan.
"kenapa tangannya hebat sekali ya? apa karna dia seorang anggota agen khusus?" gumam Kinanti.
Kenan berada di Ruangan gantinya, "kenapa aku kesal?" gumam Kenan menggeleng kepalanya.
Kenan bukan tipe Orang yang memasukkan hati kata-kata Orang lain tapi mengapa ucapan Kinanti bisa mengguncang pemikirannya.
Kenan terkekeh seketika mengingat kata-kata Kinanti yang dengan percaya dirinya mengatakan kalau Kinanti akan membiayai hidupnya.
__ADS_1
"menarik." gumam Kenan tersenyum begitu tampan sambil menggeleng kepalanya.
Kenan bahkan tidak sadar dengan tingkahnya sendiri seperti seorang Pria kasmaran, Kenan memang tertarik dengan Kinanti yang berbeda dari perempuan manapun.
Perempuan lain hanya ingin menumpang ketenaran, kepopuleran, nama, Uang Kenan saja tapi hanya Kinanti satu-satunya perempuan yang menawarkan Jaminan kehidupan terhadap Kenan, Kenan merasa Kinanti adalah Gadis yang unik maka nya Ia bisa tertawa saat Kinanti dengan gampangnya mengatakan hal itu.
.
Kinanti ditatap oleh para murid-muridnya sambil menggoda Kinanti.
"jangan bicara apa-apa, bisa kita mulai latihannya?" tanya Kinanti dengan serius membuat semua Murid Kinanti terdiam dan menurut saja.
jika Kinanti memasang wajah serius maka hati Kinanti sedang tidak baik tentu tidak boleh di usik oleh siapapun.
.
sepulang Kerja,
"Ken?? kenapa dengan mereka?" tanya Kinanti menunjuk banyaknya Orang didepan Gerbang tempat tinggalnya dengan Kenan.
"aku rasa mereka mencariku." jawab Kenan tenang.
Kinanti menatap tajam mereka semua, "tenang saja Ken..! aku akan melindungimu."
Kenan melirik Kinanti yang tampak begitu serius lalu segera turun dari Motor Kenan mendekati kumpulan Orang itu, Kenan menyunggingkan senyum tipisnya.
"ngapain kalian disini?" tanya Kinanti tiba-tiba.
"kau memang punya hubungan dengan pembunuh itu ya?" kata seseorang yang berjalan dengan sombong ternyata dia adalah Linggo.
"sebenarnya siapa pacarmu itu Kinan? kenapa dia bisa menghancurkan kami?" tanya Dikky disamping Linggo.
"kali ini kami membawa Mafia kuat, kau tidak akan bisa mengalahkan mereka." kata Oji dengan seringai jahatnya.
Kinanti menghela nafas lalu menjelaskan kalau Kenan hanyalah Pria biasa yang kebetulan punya banyak teman dari kalangan atas maka nya Kenan bisa menghancurkan mereka semua.
"aku tidak peduli penjelasanmu." bentak Oji.
"dia pembunuh Fiki bahkan membunuh Papanya Fiki yang berada di Penjara." sambar Linggo juga.
"kami selalu bersama tapi dia yang memecahkan kami." sahut Dikky.
"kalian menderita amnesia ya? apa kalian tidak ingat siapa yang mengusik siapa hah?? Kenan sudah bilang untuk tidak mengusiknya kan? tapi kalian yang sok berkuasa berani mengusiknya." marah Kinanti.
"jal*ng ini berusaha melindungi brengs*k itu." kata Oji dengan benci.
Kinanti yang disebut jal*ng pun naik pitam langsung menendang mulut Oji yang mengeluarkan banyak darah seketika.
__ADS_1
"kau Gilaaa??" teriak Dikky dan Linggo.
"dia yang mengusikku duluan..? aku bukan seorang jal*ng..!" kata Kinanti dengan wajah serius memasang kuda-kudanya.
Kenan melangkah tenang mendekati Kinanti yang sedang bersiap-siap menyerang.
"apa yang kalian lakukan?? cepat habisi wanita jal*ng yang sok suci itu..!" teriak Oji dengan marah lalu meringis kesakitan memegang gigi depannya yang terasa mau lepas.
1 Mafia yang cukup kuat menyerang Kinanti bukan karna takut tapi mereka semua memang mengira Kinanti tidak sekuat bayangan mereka, bagi Para Mafia itu perempuan itu gunanya hanya diRanjang lebihnya tidak berguna.
Kenan memperhatikan gerak-gerik Kinanti menangkis serangan musuh walau kakinya baru saja sembuh tapi kelihatannya Kaki Kinanti tidak sakit saat berkelahi hal itu membuat Kenan merasa tertarik, Kinanti bisa menahan rasa sakit adalah hal yang mengagumkan dimiliki segelintir perempuan.
"hiyaaa..!" Kinanti berhasil menjatuhkan 1 Mafia yang paling meremehkannya itu.
"haah..! hanya Mafia rendahan, aku pikir kalian akan menyewa Mafia BlackMaster." Kata Kinanti merendahkan.
Linggo, Dikky merasa di remehkan pun mengajak kawanannya menjatuhkan Kinanti lalu merobek seluruh bajunya untuk di rekam dan disebarkan ke Sosmed supaya 1 Negara menyebut Kinanti Jal*ng.
Kenan menggeleng kepalanya seolah tau Kinanti sengaja membuat ketiga Pria itu membenci Kinanti padahal niat mereka ingin menghabisi Kenan.
Kenan pun turun tangan ketika Linggo dan kawanannya mengeroyok Kinanti hingga tiba-tiba Oji memukul kaki Kinanti dengan kayu seolah tau kaki Kinanti sedang sakit.
"aakkh..!" Kinanti memekik kuat.
Kenan menendang Linggo lalu berlari ke arah Kinanti yang menunduk kesakitan, Oji menyeringai jahat bersiap memukul kayu itu di kepala Kinanti dengan cepat Kenan menahan kayu itu sehingga Oji melihat ke Kenan.
"Kauu? ternyata hubungan kalian lebih serius dari perkiraan kami." kata Oji dengan sinis.
brakkhh.. buggh..
Kenan mengambil kayu itu dan memukulnya ke kepala Oji yang terlempar lalu kejang-kejang ditempat seperti seekor Ikan yang keluar dari air.
plak...!
Dikky menarik lengan baju Kinanti lalu menampar pipi Kinanti sampai terjatuh, Kenan yang benci kekerasan terhadap perempuan pun melempar kayu yang Ia gunakan untuk menghabisi Oji.
duugghh...!
Dikky langsung tersungkur dan darah segar mengalir di kepalanya memenuhi jalan.
"pembunuh..!" teriak Linggo melihat Dikky dan Oji dalam keadaan skarat.
Kenan mengambil pisau dari tangan Mafia yang Ia habisi dan melemparnya ke Linggo, Linggo hendak lari malah tertancap di leher belakangnya langsung terjatuh dalam kondisi mengenaskan.
melihat Tuan mereka mati membuat kawanan Mafia itu melarikan diri tapi yang telah meregang nyawa dihabisi Kenan ditinggalkan dan yang babak belur oleh Kinanti masih bisa lari dengan semua kekuatan mereka.
.
__ADS_1
.
.