
.
.
.
Kinanti menarik lengan Kenan melangkah menuju acara perebutan hadiah.
Maria terkejut melihat Kenan juga ikut andil tapi melihat ceria nya Kinanti dan wajah datar Kenan membuat Maria berpikir untuk diam saja.
"mari silahkann?!" pinta Maria memberi jalan pada pasangan kekasih yang mengikuti lomba.
semua tes telah dilakukan, dari cara menggendong, uji ketahanan tubuh Pria saat menggendong kekasihnya dengan 1 kaki saja, Kenan selalu menjadi yang pertama.
"Ken? aku bilang apa tadi?" tanya Kinanti dengan datar di gendongan Kenan.
"turunkan kakimu cepat..! kalau begini kamu sengaja mengincar Berlian itu ya? aku tidak mau." bisik Kinanti lalu memukul bahu Kenan.
Kenan mendengus, "aku tidak pernah kalah."
Kinanti melebarkan matanya, "bukan kalah Ken tapi mengalah..!" ralat Kinanti dengan geram.
"apapun itu." jawab Kenan.
Kinanti memukuli bahu Kenan supaya melepaskannya tapi dengan santainya Kenan tetap berdiri kokoh walau Kinanti tidak bisa tenang di gendongannya hingga kemenangan pun berada di tangan Kenan dan Kinanti.
.
Kenan melirik wajah kecut Kinanti yang tidak senang diberi hadiah berlian itu, Kenan berdecak sambil merebut kotak Berlian itu dari tangan Kinanti yang pasrah seolah Ia sedang berpikir Kenan hanya mementingkan diri sendiri saja.
diluar dugaan semua Orang,
Kenan mendatangi pasangan kekasih yang mendapat juara 3, "mau ganti?" tanya Kenan.
"Huaaahhhh!!" pekik semua Orang yang melihatnya.
Kinanti tersentak kaget seketika memutar pandangannya ke arah Kenan.
"b--benarkah Tuan?? yakin mau tukar? apa tidak rugi?" tanya si Perempuan merasa bingung.
Kenan mengambil 2 kotak Ponsel baru dipegang si Couple juara 3 lalu memberikan kotak berlian nya ke Perempuan itu dengan santainya Kenan pergi dan memberikan 2 Kotak Ponsel Mahal itu di tangan Kinanti.
hening,,
Kinanti menatap Kotak itu lalu memekik kegirangan spontan saja melompat memeluk Kenan, Kinanti melompat-lompat di tubuh Kenan sambil berteriak gemas.
"Terimakasih Ken..!" ucap Kinanti dengan gembira.
suara tepuk tangan meriah dari para penonton begitu meriah melihat betapa bahagia nya Kinanti di perhatikan oleh Kenan.
__ADS_1
Pasangan yang seharusnya Juara 3 dapat Ponsel mahal malah dapat Berlian yang 2 kali lipat lebih mahal, pasangan itu berterimakasih pada Kenan dan Kinanti sebab mereka jadi bisa membuat Rumah untuk dijadikan tempat tinggal.
Kenan diam saja mendengar perkataan pasangan itu yang bilang sempat ingin menjual Ponsel mahal itu dan mencari tambahan uang dari berbagai tempat (minjam) demi membuat Rumah tapi berkat Kenan dan Kinanti, pasangan itu tidak jadi minjam-minjam.
"sudah aku bilang kan Ken? setiap Orang itu punya kebutuhannya masing-masing, mereka butuh uang untuk Rumah sedangkan aku butuh Ponsel ini." celoteh Kinanti.
Kenan melirik Kinanti sekilas saja lalu membuang muka seolah malas membalas kata-kata Kinanti.
"dek?? kamu sangat beruntung memiliki Pria seperti dia." bisik Perempuan yang mengagumi Kenan bersama Kinanti merupakan pasangan serasi.
Kinanti tersenyum lebar dengan rona pipinya yang menggemaskan di goda oleh perempuan itu.
Maria mendekati Kenan yang sedang duduk tak jauh dari Kinanti, "Tuan? bisa bicara berdua?" tanya Maria.
Kenan pun bangkit dari duduknya tanpa meminta izin pada Kinanti sebab Kenan kan memang tidak punya hubungan apapun dengan Kinanti, semua hanya sandiwara.
Kenan mengikuti Maria yang menuntunnya ke Ruangan tertutup.
"Tuan? apa anda sengaja menutupi identitas anda?" tanya Maria dengan sopan ketika berada di Ruangan tertutup itu.
"jangan bahas apapun dan jangan beritau siapapun." kata Kenan dengan serius seolah ancaman serius yang Ia berikan pada Maria.
"baik Tuan." jawab Maria.
"sekarang saya sudah tau alasannya dan untuk kedepannya saya tidak akan gegabah lagi." sambung Maria lagi.
Kenan mengangguk lalu pergi dari Ruangan itu tanpa mengatakan apa-apa lagi karna Kenan mau mengikuti Maria hanya untuk memberi peringatan, sedangkan Maria ingin memastikan kebenarannya dan tidak mau gegabah menutupi sesuatu tanpa izin Kenan.
.
Kinanti menggeleng setiap kali Kenan memintanya pulang hingga pembagian hadiah pun di lakukan namun Kinanti belum juga mau pulang, Kenan yang mulai kehilangan rasa sabarnya pun menarik lengan Kinanti untuk keluar Acara sementara Kinanti berusaha menolak.
"ckk!!" Kenan pun menggendong Kinanti seperti karung beras.
"Aahh..?? Kenn?? Kenan? acaranya belum selesai." pekik Kinanti memukul-mukul punggung Kenan sesekali memegang bahu Kenan dari belakang.
Kenan cuek saja malah pukulan Gadis bar-bar itu tidak terasa bagi Kenan, yang penting saat ini Kenan ingin pulang karna Ia memang tidak suka keramaian.
di dalam Mobil mewah yang Kenan naiki membawa Kinanti.
"Kenn?? kenapa kita cepat pulangnya?" tanya Kinanti dengan nada kesal.
"berisik..?!" ketus Kenan menampar pelan pipi Kinanti yang beralih ke arah lain supaya tidak melihatnya.
Kinanti berusaha melawan hingga Kenan melemparkan plastik berisi Ponsel baru yang Kinanti menangkan tadi.
"kenapa dua-duanya?" tanya Kinanti dengan mata memicing curiga.
"berikan pada adik cowokmu." jawab Kenan membuat mata Kinanti berbinar seketika lalu lupa amarahnya tadi pada Kenan.
__ADS_1
Kenan menautkan kedua alisnya, bisa-bisanya Kinanti tidak lagi marah hanya disumpal ponsel mahal.
.
sesampainya di depan Kos Kenan,
"kenapa kau masuk?" tanya Kenan dengan datar.
"aku mau melihat punggungmu !? cepat kita lihat." ajak Kinanti menarik lengan baju Kenan tanpa menyentuh kulit Kenan.
Kenan hanya menatap sekilas cara Kinanti memegangnya lalu menyunggingkan senyum tipisnya saja sampai tiba di Kamar Kenan, Kinanti melihat punggung Kenan lalu Kinanti tersenyum dan mengatakan kalau punggung Kenan sudah pulih.
Kinanti hendak keluar dari Kamar Kenan.
"tunggu..!" seru Kenan membuat Kinanti menghentikan langkah kakinya dan menoleh ke Kenan.
"kenapa?" tanya Kinanti.
Kenan mengeluarkan 1 amplop tebal dari laci lemarinya dan memberikannya ke Kinanti yang spontan saja memegang amplop itu supaya tidak terjatuh.
"apa ini?" tanya Kinanti sambil membuka isinya betapa terkejutnya Kinanti hingga amplop itu terjatuh dan uangnya berserakan.
"aku sudah beli Setrika Uap, lain kali bekerja lebih keras..!" kata Kenan berlalu menuju ranjangnya dan memainkan Ponselnya.
Kinanti terpaksa berjongkok memungut semua lembaran uang ratusan ribu berserakan karna keterkejutannya itu.
"Ken?? kamu serius?" tanya Kinanti memutar kepalanya ke arah Kenan.
"hmm." jawab Kenan.
"tidak terima penarikan apapun ya?" tanya Kinanti penuh makna.
Kenan melirik Kinan sekilas lalu kembali melakukan kesibukannya, Kinanti tersenyum lebar memungut semua Uang itu dan lari sambil memekik riang memeluk amplop berisi uang pemberian Kenan.
.
ke esokan harinya,
Kenan naik Motor tapi Kinanti izin naik taksi sebab Ia ingin mencari adiknya demi memberikan Ponsel baru hadiah tadi malam untuk adiknya.
"cepat naik..? nanti kau pergi sendiri dari sana." titah Kenan.
"tapi beda arah..!" jawab Kinanti tidak enak dengan kebaikan Kenan bahkan tadi Ia tak sempat memasak untuk Kenan.
"cepat..!" titah Kenan.
Kinanti pun segera naik ke Motor Kenan lalu melaju kencang dengan cepat Kinanti memeluk Kenan saking takutnya terjatuh kebelakang, walau Ia sering jatuh saat beladiri tapi yang menyambut dibawahnya matras sedangkan saat ini aspal tentu takut.
.
__ADS_1
.
.