
.
.
.
"mudah diterbang angin." jawab Kenan begitu santai bahkan tanpa beban.
Kinanti mendelik serta membuang muka saja terlalu menguras emosi membalas Kenan terlebih lagi Kenan itu Putra Penguasa.
"ke--kemana ini?" tanya Kinanti celingukan.
"ada seseorang yang mengawasi Gedung Kos-an kita, mungkin Orangnya Bawn." jawab Kenan.
ternyata Kenan tau tempat tinggal samarannya telah diawasi oleh Bawn.
Kinanti terdiam, "Mo--Mobilku belum diambil di Taman Hiburan Xabara." cicit Kinanti.
Kenan mengangguk, "Kanze sudah membawanya dan memberikan Mobilmu pada Kevin." jawab Kenan.
"ku--kuncinya?" tanya Kinanti terkejut.
Kenan menyunggingkan senyum tipisnya, "Kanze penjahat kelas atas, dia bisa memasuki Apartemen Orang walau tanpa sandi." jawab Kenan.
Kinanti melebarkan matanya, "P--Penjahat kelas atas?"
"hmm..?!" jawab Kenan.
Kinanti tidak lagi berbicara malah melindungi aset kembarnya membuat Kenan yang melirik sekilas terkekeh mengusap kepala Kinan.
"kamu lucu." kata Kenan dengan tawa kecilnya.
Kinanti mengerjab saja tanpa melihat Kenan sebab Ia sungguh malu apalagi ketika Kenan menjelaskan kalau Kinanti punya pikiran mesum.
"penjahat kelas atas tidak harus pelec*han." kata Kenan.
"ja--jadi apa?" tanya Kinanti.
"bunuh." jawab Kenan tenang dengan bibir melengkung keatas.
Kinanti sontak saja melindungi lehernya sambil sedikit menjauh dari Kenan, Kinanti memang seorang Bodyguard tapi Ia tidak pernah melakukan pemb*nuhan kecuali membuat babak belur saja.
"takut?" tanya Kenan.
"ti--tidak." jawab Kinanti semakin beringsut sedikit lebih jauh dari Kenan dan lebih menempelkan tubuhnya ke dinding pintu Mobil Kenan.
"selagi aku bersamamu tidak akan ada manusia yang bisa menyentil jari kelingkingmu." kata Kenan.
Kinanti lagi-lagi berdebar kencang, "Cu--Cukup Ken..? jangan melakukan hal itu lagi."
"apa?" tanya Kenan.
__ADS_1
"bicaramu kenapa begitu manis? jantungku mau lepas karnamu." jawab Kinanti dengan nada meninggi seketika Ia membekap mulutnya yang keceplosan.
Kenan terdiam sesaat lalu tertawa kecil melihat wajah memerah Kinanti yang keceplosan.
"aku tidak bisa membuat janji manis tapi aku akan meyakinkan diriku sendiri, aku tidak akan membuatmu menyesal menikahiku." kata Kenan serius.
Kinanti memejamkan matanya dengan pasrah jantungnya kembali berdebar kencang karna kata-kata Kinanti, sungguh hebat sekali lisan Kenan bisa membuat jantung Kinanti melompat-lompat.
Kenan membawa Kinanti ke Apartemennya, Kinanti mengekor saja dibelakang Kenan yang menarik lengannya memasuki Apartemennya.
"ingat sandi Apartemenku kan?" tanya Kenan.
Kinanti melihatnya pun mengangguk.
"Apartemen didepan itu akan menjadi milikmu, tapi hari ini tidur disini saja." kata Kenan melirik kebelakang.
Kinanti melebarkan matanya melihat kebelakang, "a--apa?"
"kenapa? mau Gedung ini?" tanya Kenan dan Kinanti geleng-geleng kepala.
"ti--tidak usah Ken, aku tidak butuh apapun." jawab Kinanti.
Kenan tersenyum lalu membawa Kinanti masuk ke Apartemennya dan mengantarkan Kenan ke Kamarnya sementara Kenan akan tidur di Kamar tamu.
"mandi dan tidurlah hari ini." kata Kenan mengusap kepala Kinanti dan Kenan pun berbalik pergi.
Kinanti memegang tangan Kenan yang hendak pergi, "ka--kamu mau kemana?"
"kamar tamu." jawab Kenan.
Kenan tersenyum miring, "tadi kamu diajak berkeliling oleh Sysy dan Ketty kan?"
Kinanti terdiam saja sambil melihat arah lain sambil melepaskan tangannya.
"aku tidak akan keluar..! tidurlah, anggap saja ini Rumahmu sendiri." kata Kenan mengusap pipi Kinanti seperti Pria Playboy saja.
Kenan pun berbalik pergi dari kamar Kinanti dan tak lupa menutup pintu Kamar Kinan, Kinan melihat sekeliling kamar Kenan yang begitu megah.
"haissh..! kenapa aku banyak bicara tentang Keluarga Maldev didepannya?" sesal Kinanti teringat semua ucapannya pada Kenan sebelum tau identitas Kenan.
Kinanti teringat lagi Maria pernah memanggil Kenan adalah Tuan Muda, pasti Maria tau siapa Kenan sebab tidak sembarang Orang kenal Kenan.
Kinanti tidur begitu nyenyak di Sofa Kamar Kenan, Kenan masuk ke Kamar Kinanti sekitar jam 12 malam hanya untuk melihat saja tapi malah menemukan Kinan tidur di sofa.
"kenapa dia tidur disana?" gumam Kenan mengerutkan keningnya tidak suka.
Kenan menggendong Kinanti dan memindahkan Kinan ke Ranjangnya, Kenan merapikan rambut Kinan yang terlelap.
Kenan duduk dipinggir Ranjang sambil menatap lama ekspresi Kinan saat tertidur jari telunjuk Kenan memegang batang hidung Kinanti, bulu mata Kinan yang panjang terakhir di bibir Kinanti.
"cup...!" entah sejak kapan bibir Kenan sudah mendarat di bibir Kinanti.
__ADS_1
"manis." bisik Kenan lalu mengusap bibir Kinan dengan lembut.
Kenan menyelimuti Kinanti dan berdiri sambil memasukkan tangannya kedalam saku celananya, sorot mata nya hanya tertuju pada Kinanti.
Kenan tidak tau perasaannya terhadap Kinan tapi jujur Ia sangat suka mencium bibir Kinan, debaran jantung Kenan itu terasa menggelitikinya sungguh Kenan suka perasaan asing itu. itu sebabnya Kenan langsung berani menikahi Kinan tanpa peduli bagaimana Perasaan Kinan padanya yang penting bibir milik Kinan itu harus menjadi miliknya.
perempuan jika diperlakukan dengan lembut jelas bisa membuat Perempuan itu bahagia walau tidak ada cinta, keinginannya dipenuhi, kebutuhannya juga dicukupkan dengan begitu hati Perempuan itu perlahan akan menjadi Cinta.
pagi-pagi,
Kinanti bangun dari tidurnya dan celingukan melihat sekeliling, "ini dimana? kenapa aku bisa disini?" gumam Kinanti melihat Ranjang Kenan.
Kinanti melihat banyak dres di sofa dengan hanger-hangernya bahkan bandrolnya pun terlihat jelas oleh Kinan.
"apa dia baru saja pulang belanja?" gumam Kinanti turun dari ranjangnya dan berlari ke arah Sofa.
Kinanti melihat Underware ukurannya membuat mata Kinanti melebar mengambil dalam*n itu tapi Ia semakin syok lagi harga dal*m*n yang dibeli Kenan.
"apa ini? kenapa dalam*n bisa semahal ini? apa Kenan belanja di Mal?" Kinan melihat sekeliling.
Kinanti merasa pusing membayangkan uang keluar Kenan tapi Ia segera menggeleng supaya sadar segera Kinan mencari Kenan malah tidak menemukan Kenan dimana-mana.
"dimana kamar tamunya?" gumam Kinan mencari Kenan dan menemukan sebuah Kamar yang terbuka.
Kinan memasuki tempat itu dan wajahnya merona seketika mendengar suara air dari kamar mandi, Ia segera berbalik dan lari.
Kinan membersihkan diri lalu memakai baju barunya.
"mau kemana?" tanya Kenan melihat Kinan terlihat rapi.
"Ken? aku mau bekerja." jawab Kinan.
"hari ini libur, kita ada pertemuan Keluarga di Restaurant." kata Kenan.
Kinan melebarkan matanya, "Kenapa libur terus? bagaimana gajiku?" tanya Kinan.
"aku bisa membayarmu." jawab Kenan membuat Kinanti malu.
"ti--tidak perlu." kata Kinan berjalan pergi.
"selangkah kamu keluar dari sini aku tidak bisa menjamin apapun." kata Kenan dengan raut wajah serius.
Kinanti mematung ditempat lalu Kenan mendekati Kinan dan berdiri dihadapan Kinan.
"Orang-orang Bawn sedang mengincarmu, berita kita berciuman di Tempat kerja sudah sampai padanya." ujar Kenan serius mengusap pipi Kinan.
Kinan mengerjabkan matanya, "a--aku?"
"tetaplah disini." pinta Kenan terpaksa Kinan mengangguk patuh.
.
__ADS_1
.
.