Gadis Bar-Bar Tuan Muda Pendiam

Gadis Bar-Bar Tuan Muda Pendiam
ucapan saja


__ADS_3

.


.


.


Kenan mendekati Kinanti lalu berjongkok didepan Kinanti yang sedang menunduk sehingga pandangan mereka begitu dekat.


"makin berdarah, sepertinya kau besok harus istirahat." kata Kenan dengan wajah seriusnya.


Kinanti mengangguk seperti menikmati pemandangan dekat didepannya, Kenan memegang kaki Kinanti yang langsung meringis memegang bahu Kenan dan meremasnya kuat.


Kenan melirik bahunya yang diremas kuat oleh Kinanti langsung tau kalau Kaki Kinanti benar-benar semakin buruk.


Kenan menggendong Kinanti yang langsung melingkarkan tangannya dileher Kenan, Kenan membawa Kinanti ke Rumah Sakit tempat Kevin Magang, awalnya Kinanti berusaha merayu Kenan supaya tidak membawanya ke Rumah Sakit tempat adiknya Magang tapi kehendak Kenan lebih keras dari batu.


"Kakak??" Kevin berlari mendekati Kenan yang sedang menggendong Kinanti tengah menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.


"Kevin? kakak tidak sengaja." rengek Kinanti.


Kevin melihat wajah datar Kenan, "ada apa ini bang?" tanya Kevin khawatir.


"dia sok preman berkelahi padahal kakinya sedang sakit jadi dipukul kayu." jawab Kenan.


Kinanti membekap mulut Kenan lalu tertawa canggung, Kevin melihat situasi mereka yang cukup intim pun hanya bisa diam tanpa mengeluarkan kata-kata makian.


menurut Kevin July tingkah Kenan sekarang itu adalah sikap lelaki yang sebenarnya, melaporkan kesalahan Kinanti padanya langsung tanpa terlihat seperti seorang Penjilat restu Keluarga.


"ikut ke Ruanganku Bang..!" ajak Kevin dibalas anggukan oleh Kenan.


Kinanti menatap kesal Kenan yang seperti bocah mengadu pada Orang terdekatnya.


Kenan menurunkan Kinanti di brankar sementara Kevin mengambil pisau tanpa ragu menggunting celana panjang Kinanti yang menggerutu memegang lengan Kevin, Kenan melenggang pergi tanpa berniat membantu permasalahan Kinanti dengan Kevin.


"Kevinn??" rengek Kinanti yang tidak mau Kevin menggunting celananya sampai ke pinggang yang otomatis celananya tidak bisa di gunakan lagi.


alhasil Kevin menggunting celana Kinanti sampai batas Paha, Kinanti memaksa Kevin untuk menjahit celananya dengan benang bedah karna Kinanti malu paha nya terlihat jelas apalagi didepan Kenan padahal di Amerika Kinanti selalu memakai celana pendek.


"tidak usah cerewet kak..? untung aja aku tidak menggunting Celana kakak, kenapa bisa berkelahi lagi? kalau Abang Kenan tidak membawa kesini pasti kakak tidak akan beritau aku kan?" kata Kevin dengan nada kesal.


"lagian mana ada kain di jahit pakai benang bedah, tidak usah mengkhayal kak." sambung Kevin lagi.


Kinanti memanyunkan bibirnya lalu meminta maaf pada adiknya yang lebih feminim tapi sangat posesif, sejak dulu Kevin benci Kinanti berkelahi tapi keadaan menjadi lebih baik saat Kakaknya menjadi seorang Bodyguard sehingga Kevin mengajukan syarat kalau Kinanti tidak boleh cedera apalagi sampai gagal menjadi petarung (beladiri) yang merupakan impian Kinanti.


jika Kinanti gagal maka Kevin juga memilih mundur dari Kuliah Kedokterannya walaupun Ia sudah mencapai puncak, rasa bersalah Kevin sebagai Pria benar-benar tidak bisa terima jika kakak kebanggaannya selama ini terluka.

__ADS_1


"adekkk?" rengek Kinanti.


Kevin diam saja lalu Kinanti menemukan ide dan mengatakan kalau Ia berkelahi karna Fika datang ke Tempat kerjanya juga menunjukkan luka bekas heels Fika ke Kevin yang marah langsung memukul brankar Kinanti.


"iya kan dek? kakak awalnya udah sembuh tapi karna heels Fika yang tajam itu jadi kakak jalannya sedikit pincang lalu dipukul oleh Orang yang benci sama kakak dengan balok." kata Kinanti mendramatis supaya Kevin tidak marah padanya tapi pada Fika.


"haissh..! kenapa sih dia selalu mengganggu kita kak?" tanya Kevin dengan kesal.


Kinanti mengangguk, "kakak juga kesal selalu saja kata-katanya sama kalau Omku masih hidup pasti akan menuruti permintaanku, kalau memang iya kenapa dia tidak minta saja sama Omnya itu." geram Kinanti dengan bibir mencibir mengejek Fika.


Kevin menarik nafas dalam-dalam lalu meminta kakaknya untuk Rontgen Kaki dan ternyata kaki Kinan tidak ada mengalami retak tulang, Kinanti bersyukur karna tidak ada luka dalam sedikitpun.


"kenapa bisa sembuh ya? padahal aku yakin kaki kakak masih butuh perawatan dalam." tanya Kevin terheran-heran.


Kinanti tersenyum lebar saja tanpa merespon kata-kata Kevin.


.


"Terimakasih bang." ucap Kevin ke Kenan yang sedang duduk memainkan Ponselnya.


"hmm." jawab Kenan seadanya.


"apa abang sudah makan malam?" tanya Kevin.


Kenan melihat jam tangannya lalu berdiri dari duduknya, "kalian makanlah berdua..! aku akan kembali."


"aku bukan orang yang pemaksa tapi aku tidak suka kakakku punya hutang budi pada siapapun, pertolongan abang mungkin menurut abang tidak berharga tapi dia itu Perempuan yang paling aku Cintai setelah Mamaku."


Kenan menyunggingkan senyum tipisnya, "baiklah." jawab Kenan tak lagi menolak ajakan Kevin.


.


Kinanti mendengar suara seseorang yang membuka pintu, "akhirnya kamu datang juga Kevin..! kamu kenapa lama banget sih dek?!" omel Kinanti.


Kinanti menautkan kedua alisnya tidak mendengar balasan apapun, "kenapa kamu diam dek? kamu saria...??" perkataan Kinanti tergantung ketika menoleh ternyata Kenan.


"Kenan?" gumam Kinanti tidak percaya.


"saria??" tanya Kenan.


Kinanti bukannya menjawab tapi malah celingukan kesana-kemari, "dimana Kevin?" tanya Kinanti.


"saria apa??" tanya Kenan dengan tatapan tajam.


Kinanti nyengir kuda, "sariawan."

__ADS_1


Kenan mendengus lalu mengulurkan tangannya dan Kinanti memandang cukup lama telapak tangan Kenan.


"mana??" tanya Kenan.


Kinanti melihat tangannya, "apa maumu Ken? bicara saja kenapa sih? aku tidak mengerti bahasa isyaratmu." omel Kinanti.


"ckk..! ponselmu." decak Kenan.


Kinanti ber oh ria lalu memberikan Ponselnya, betapa terkejutnya Kinanti melihat Kenan mengambil nomor ponselnya melalui barkode.


"simpan..?" titah Kenan sambil memberikan ponsel Kinanti.


Kinanti menyeringai lebar menyimpan nomor Ponsel Kenan, "lihat Ken..!!" pinta Kinanti bersandar di bahu Kenan.


Kenan melirik bahunya.


"apa yang kamu lihat Ken? lihat layar ponselku.!" pinta Kinanti pura-pura tidak tau apa yang menjadi tatapan Kenan.


Kenan beralih ke layar Ponsel Kenan dan sudut bibirnya terangkat.


"Calon Suami." kata Kenan.


"benar sekali, kamu juga harus buat namaku pendaftar calon Istri." jawab Kinanti.


Kenan terkekeh, Kinanti mendengarnya pun ikut tersenyum lalu berubah kesal seolah sedang memainkan drama nya sebagai perempuan polos yang tidak tau apa-apa Kenan tengah tersentil dengan ucapannya.


"aku antrian nomor berapa Ken?" tanya Kinanti melingkarkan tangannya di lengan Kenan.


"kau Gadis pertama yang mendapatkan Nomorku.! kau harus bangga dengan hal itu." kata Kenan menekan kepala Kinanti yang terkejut mendengarnya.


"kalau begitu tulis aku pendaftar calon istri nomor 1." pinta Kinanti.


Kenan dan Kinanti berbicara pun terlihat mesra hingga Kevin tiba serta menanyakan keadaan mereka yang terlihat aneh.


"kenapa kak?" tanya Kevin memicing curiga.


Kinanti tersenyum lebar lalu menjulurkan lidahnya ke Kevin.


"cepat berikan buku menu nya.!" titah Kinanti.


"aku yang bayar kak." pinta Kevin dan Kinanti mengangguk-ngangguk dengan senyuman.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2