
.
.
.
Kenan duduk dimeja makan,
Kanze menatap heran Kenan yang begitu santainya duduk disana tanpa mengenakan baju bagian atasnya.
"kenapa berdiri saja? ayo duduk.!" pinta Kinanti pada Kanze.
"Kanze..! panggil aku Kanze Kak." balas Kanze membuat Kinanti tersenyum.
"baiklah Kan...! ayo duduk..??" ajak Kinanti.
"Kan?" beo Kanze mendekati meja makan dan duduk disamping Kenan.
Kinanti tertawa kecil, "kamu boleh panggil aku Kak Kin." balas Kinanti.
"Ken?" panggil Kinanti.
Kenan hanya menatap sekilas saja lalu mengambil sendok dan makan dengan tenang, Kanze pun ikut-ikutan melihat Kenan makan dengan tenang seolah makanan itu enak ternyata memang benar.
Kinanti memandang intens wajah Kenan dan Kanze bergantian, "wajah kalian benar-benar tampan..! aku penasaran rupa kedua Orangtua kalian kok bisa anaknya setampan ini?" oceh Kinanti.
Kanze melihat ke arah Kenan yang diam saja lalu Kanze hanya tersenyum kecil menanggapinya.
"adik perempuanmu pasti cantik-cantik kan Ken?" tanya Kinanti.
"tidak juga." jawab Kenan.
Kinanti memicing curiga sebab Ia tidak percaya penilaian Kenan, Kinanti yang secantik ini saja dibilang jelek oleh Kenan jadi kategori cantik menurut Kenan itu secantik apa? Kinanti belum pernah mendengar pujian dari bibir Kenan untuk perempuan manapun selama Kinanti didekat Kenan.
"Kan?? kamu bagaimana? apa kakak-kakak perempuanmu cantik?" tanya Kinanti sumringah.
"tentu saja..? Kedua Orangtua kami Cantik dan Tampan jelaslah anak-anaknya punya Gen yang bagus." jawab Kanze.
Kinanti tersenyum lebar, "lihatlah abangmu ini, dia mengatakan adik perempuannya jelek bahkan Aku saja dibilang jelek olehnya..? kami perempuan memang tidak mau dipuji terlalu berlebihan tapi juga tidak terima dijatuhkan..? enak aja aku dibilang jelek udah jelas secantik ini."
Kanze menyemburkan tawanya, "kak belum lihat ya kategori perempuan yang mengejar abangku? sekelas Viora, dia juga tergila-gila sama abangku."
"Vi---Viora?" beo Kinanti melebarkan matanya.
"iya..? Viora." jawab Kanze.
"haha..! tidak mungkin Viora yang ternama itu kan? Artis Internasional?" tawa canggung Kinanti.
__ADS_1
Kinanti melihat Kanze yang terlihat serius dan Kenan yang cuek saja, "jadi benar?? Viora itu?"
Kanze menganggukkan kepalanya, "yap..?!"
Kinanti menjatuhkan rahangnya yang selebar-lebarnya memandang Kenan seakan tidak percaya, "Ken?? kok bisa Viora mengejarmu?" tanya Kinanti.
Kenan mengangkat bahunya seolah tidak peduli.
"aku ngefans berat sama Viora, dia selalu bermain adegan Action dalam film-filmnya." kata Kinanti dengan takjub.
Kenan dan Kanze saling pandang melirik satu sama lain.
"terkadang apa yang terlihat di layar belum tentu sama dengan yang dibelakang layar, dia memakai peran pengganti." kata Kanze.
Kinanti tersentak mendengarnya, "a--apa??" kaget Kinanti tidak menyangka hal itu bisa terjadi.
"apa itu bisa? siapa yang mau jadi peran pengganti? lagian adegannya terlihat sungguhan." bela Kinanti.
Kanze terkekeh sedangkan Kenan diam saja.
"apa kakak memang sepolos ini?" tanya Kanze dengan nada meledek.
Kinanti menggeleng kepalanya tak terima disebut polos padahal Ia bukan sepolos yang dikatakan Kanze.
"kalau begitu Kakak bodoh..?" kata Kanze dengan senyuman tak berdosanya.
"bodoh..! masa iya langsung percaya kalau dia pemainnya, wanita gemulai seperti itu tidak akan bisa berkelahi hanya bisa bermake up saja." jelas Kanze dengan santai.
Kinanti terdiam mencerna kata-kata Kanze yang memang benar adanya, bahkan Kinanti saja jarang perawatan wajah dan rambut saking sibuknya berkeringat berlatih, bagi Kinanti mandi adalah surganya Kinanti.
beruntung Kinanti punya wajah yang cantik dan rambut yang indah walau tanpa perawatan.
"terimakasih Kak." ucap Kanze lalu bangkit dan Keluar dari Rumah Kenan.
Kinanti melihat kunci Mobil yang ditinggalkan Kanze pun bertanya pada Kenan.
"itu mobilku." jawab Kenan tenang.
Kinanti terdiam saja lalu duduk dengan pandangan penuh tanya ke Kenan, Kinanti tidak heran lagi kalau Kenan punya Mobil karna Ia yakin gaji seorang Agen Rahasia sangat mahal.
Kenan berdecak, "apa?"
"Viora mengejarmu Ken? apa itu benar? aku fans beratnya loh." tanya Kinanti.
Kenan tidak menjawab tapi Kinanti tidak menyerah terus bertanya sampai Kenan masuk ke Kamarnya Kinanti hanya bisa berdiri didepan Pintu sambil mengomel-ngomel.
.
__ADS_1
"mau kemana Ken?" tanya Kinanti.
"bekerja." jawab Kenan.
Kinanti pun ingin bekerja tapi Kenan memaksa Kinanti untuk istirahat sebelum kaki Kinanti di potong sehingga tidak punya kaki lagi, mendengar perkataan Kenan tentu Kinanti sangat ngeri jadi memilih diam dan pasrah saja.
Kenan bukan pergi ke tempat kerja tapi malah pergi ke Cafe dan bertemu dengan Ebby datang bersama Bawn, ternyata di lampu merah tadi mereka melihat Kenan jadi mengikuti Kenan yang masuk ke Cafe.
"kau yang menghabisi rekan-rekanku?" tanya Ebby dengan serius.
"mereka yang menyerangku." jawab Kenan santai.
"apa kau tidak bisa melepaskan kami Hah?? kenapa kau juga menghabisi nyawa teman kami? kau benar-benar angkuh dan kejam." marah Bawn.
"kalau tidak tau apa-apa lebih baik kau diam saja." ucap Kenan dengan datar.
"lihat Ebby..! dia seperti ini siapa yang akan tahan?" tunjuk Bawn ke wajah Kenan dengan benci ke Kenan tapi berbicara dengan Ebby.
"keluar kau..! ikut kami..?" titah Ebby.
Ebby dan Bawn pun keluar dari Cafe itu sembari menunggu Kenan keluar sebab tidak mungkin mereka menyerang Kenan di dalam Cafe, yang ada mereka akan di tangkap polisi sementara Ebby maupun Bawn tidak punya koneksi kuat lagi untuk selamat dari jeratan hukum.
Kenan malah dengan santainya berlama-lama di Cafe itu sambil melihat layar Ponselnya mengenai Perusahaan An yang baik-baik saja.
Kenan melihat pesan masuk dari An memintanya untuk datang ke Perusahaan, Kenan menaikkan sebelah alisnya dan berharap tidak ada masalah apapun.
Kenan pun membayar semuanya di Cafe itu dan Keluar dari Cafe disambut dengan wajah merah Ebby dan Bawn.
"tadi aku suruh kau keluar kan? kenapa tidak keluar sejak tadi?" tanya Ebby dengan mata merah menyala.
"dasar angkuh..! kau memang pantas diberi hukuman." sahut Bawn.
Kenan berdecak lalu melenggang pergi di ikuti oleh Bawn dan Ebby yang berusaha menyerang Kenan, Kenan memutar tubuhnya lalu menendang Bawn sampai mengenai Ebby.
"dasar sampah..!" umpat Kenan lalu masuk ke Mobilnya yang baru diantar oleh Kanze.
Bawn membantu Ebby lalu membawa Ebby ke Motornya berusaha mengejar Mobil Kenan tapi ternyata mereka malah ketinggalan, pantas saja rekan-rekan mereka ingin balas dendam karna semua tindakan Kenan benar-benar tidak bisa di toleransi.
sejak dulu Bawn dan kawanannya sudah terbiasa bersikap angkuh serta berkuasa jadi ketika ada Orang miskin angkuh tentu melukai harga diri mereka sebagai orang terhormat.
.
Kenan melajukan kendaraannya dengan kecepatan tinggi menuju Perusahaan Keluarga Maldev.
.
.
__ADS_1
.