
.
.
.
Kinanti hanya memandang Kenan dengan senyuman ketika Pria keren itu mendekatinya bersama Kevin.
"siapa kak?" tanya Kevin ke Kinanti dengan nada berbisik pelan.
"calon Abang Iparmu." bisik Kinanti yang berterus terang.
Kevin melebarkan matanya lalu beralih menatap Kenan yang dikatakan sangat tampan, paras Kenan itu benar-benar bisa dinilai sempurna.
mata tajam Kenan, alis tebal yang hampir menyatu, rahang tegas, hidung yang begitu mancung belum lagi bibie yang merah nyaris seperti warna ceri, tinggi Kenan yang menjadi idaman semua wanita.
"apa kriteria mu jadi makin tinggi sejak putus dari Pria itu Kak?" tanya Kevin tidak percaya.
"apa kamu tidak kenal siapa kakakmu hmm?" bisik Kinanti dengan raut wajah percaya diri.
Kevin menaikkan sudut bibirnya dengan aneh ke Kinanti, "siapa yang mau sama gadis bar-bar seperti kakak? hanya pria gila saja yang menjadikan gadis bar-bar sebagai tipe ideal mereka, aku saja suka perempuan feminim kak." batin Kevin menggeleng kepalanya pelan.
Kenan tiba di hadapan Kinanti dan Kevin, "kalian tidak apa-apa?"
Kinanti tersenyum, "terimakasih teman..!" ucap Kinan dengan senang.
Kenan memandang datar Kinanti lalu beralih ke Kevin yang termangu saja melihat wajahnya dari jarak dekat.
"jika Abang Kaya pasti lebih bisa memikat wanita." kata Kevin tiba-tiba membuat Kinanti menendang tulang kering Kevin.
"ahh..!" Kevin mengaduh kesakitan sampai terjingkat-jingkat.
Kenan memiringkan wajahnya melihat situasi mereka berdua itu.
"jangan dengarkan adikku yang tidak waras ini Ken, dia bercita-cita aku harus menikah dengan Pria kaya." Kinanti menjelaskan.
Kenan tersenyum miring, "tapi kau?"
"tidak suka." jawab Kinanti sambil tersenyum.
"apa yang dia katakan memang benar, seharusnya kau menikah dengan Pria kaya demi kebaikanmu sendiri." kata Kenan entah kenapa Ia bisa banyak bicara dengan Kinanti.
__ADS_1
"lupakan saja..! kamu mau kemana Ken? kenapa kamu pakai baju mahal?" tanya Kinanti penasaran.
Kenan pun melihat ke pakaiannya, dalam hatinya Ia merutuk karna lupa statusnya adalah si Pria biasa yang menyamar.
Kenan tidak menjawab langsung pergi saja ke Motornya dan meninggalkan Kinanti yang tersenyum melambaikan tangannya ke Kenan sampai tidak terlihat.
Kinanti beralih ke Kevin yang sedang terduduk melihat Kakinya sendiri, "kenapa kamu berlebihan banget sih Vin?" tanya Kinanti dengan heran.
Kevin melotot tak terima, "Kakak juga kenapa menendang kakiku? sakit kak..!? sudah aku bilang kalau aku tidak suka kekerasan."
Kinanti cengar-cengir, "kalau tidak ada kekerasan maka hidupmu akan di injak-injak oleh kumpulan senior mu tadi."
Kevin mendengus sebal, "aku pulang saja." kata Kevin setengah merajuk.
Kinanti menahan Kevin sambil tersenyum cerah menarik adik Laki-laki semata wayangnya itu menuju Mobil taksi, tujuan Kinanti menaiki taksi itu demi memperlihatkan pada Kevin bahwa hidupnya setelah di khianati Pria itu kini sudah baik-baik saja, Kinanti juga tidak ingin Kevin merasa bersalah jika Kinanti irit biaya hanya karna nya.
.
di Kamar,
"Kak? bagaimana Pria tampan tadi?" tanya Kevin melihat Kinanti yang sibuk mengompres kakinya Kevin.
Kinanti memang bar-bar tapi Ia sangat menyayangi Mama dan Adik kandungnya, Kinanti rela melakukan apa saja demi membuat mereka hidup enak sebab saat Kinanti Kuliah Kevin sampai tidak jadi ingin melanjutkan Kuliah dan hal itu membuatnya merasa bersalah, Kinanti sudah kuliah semester 5 langsung berhenti dan memilih mendalami ilmu beladirinya serta memaksa adiknya mendaftar sekolah Kedokteran yang menjadi impian Kevin selama ini.
Kevin menggeleng kepalanya, "mulut bar-bar kakak juga tidak berubah, apa dia tau betapa bar-barnya tingkah kakak?"
"jangan beritau dia..! dia hanya menganggap kakak sebagai perempuan kuat yang setia kawan, sebagai teman saja Kakak bela apalagi jika dia nanti jadi Pacar kakak." kata Kinanti dengan bangga.
Kevin menegaskan kalau Ia tidak suka terong, Kevin masih normal dan sangat-sangat normal.
Kinanti hanya mendengus sebal tiba-tiba pintu Rumahnya diketuk oleh seseorang, Kinanti segera mendatangi Pintu nya dengan sumringah sampai-sampai Kevin merasa takut melihat perubahan Kinanti itu.
ceklek...!
Kinanti membuka pintu Rumahnya dan ternyata memang Kenan, "ada apa? apa sudah waktunya kamu makan?!"
Kenan memberikan rantang nasi yang dipegangnya.
"apa ini?" Kinanti merasa bingung dengan pemberian Kenan.
"ini perintah Mamaku, berbuat baik pada tetangga." kata Kenan melihat arah lain seolah tidak berani memandang Kinanti yang akan menertawai alasan tidak masuk akalnya itu.
__ADS_1
Kinanti sumringah menerima rantang nasi itu, "kebetulan aku memang sedang malas masak..!? Terimakasih, Ken." ucap Kinanti dengan senyuman.
Kenan melenggang pergi saja setelah memberikan titipan Mamanya, Kinanti terkikik memasuki Rumahnya memandang rantang nasi pemberian Mama nya Kenan.
"calon mertuaku yang baik." kata Kinanti.
"bicaramu seperti Mama nya telah memberi restu padamu Kak, apa kakak yakin Pria setampan itu tidak punya pacar?" Kevin tiba-tiba muncul dibelakang Kinanti.
Kinanti tampak berpikir, "selama ini kakak melihatnya belum pernah ada perempuan yang datang ke tempat kosnya."
kevin mengangguk pelan, "jaga hati kakak baik-baik karna menurutku Abang itu punya daya tarik yang tidak biasa, aku yakin dia akan dikejar banyak wanita dari Kalangan Wanita Kaya sampai kalangan Bawah."
Kinanti terdiam, "kamu benar..! sepertinya Kakak harus lebih agresif lagi."
Kevin melototkan matanya, "apa kakak tidak malu? mana ada Perempuan yang mengejar Pria."
"kenapa harus malu? demi Pria seperti itu apa malu dan harga diri harus dikedepankan? asal kamu tau ya Kevin ! karakter Pria pendiam, tidak banyak bicara seperti Kenan itu harus di kejar bukan dia yang ngejar apalagi dia tidak suka didekati perempuan lain." celoteh Kinanti.
"bagaimana kakak bisa tau?" tanya Kevin memicing curiga.
"karna Kakak sudah memperhatikannya diam-diam waktu ditempat kerja, dia juga punya koneksi dengan akun Hacker ternama yang bisa menjatuhkan lawannya tanpa harus disidang tau? kakak yakin dia berteman dengan pemilik Akun itu." Kinanti berjalan menuju meja makan dan membuka isinya terlihat banyak makanan mewah.
"wahh..! ini kenapa bisa ada Lobster?" pekik Kinanti membekap mulutnya syok.
"ada suratnya Kak." kata Kevin menunjuk secarik kertas yang ditempel di balik penutup rantang.
Kinanti membaca itu, "Tante mohon tolong jaga Putra Tante ya? dia memang terlihat mandiri tapi sebenarnya Kenan masih suka di layani, sejak kecil Tante selalu menjaga pola makannya, kabari Tante jika dia sakit ya? Terimakasih."
Kinanti melihat nomor hp Mama nya Kenan, jantungnya berdebar kencang dengan tangan gemetar Ia mengeluarkan Ponselnya segera menyimpan nomor hp itu.
"kakak kenapa?" tanya Kevin memegang tangan Kinanti yang gemetar.
"kakak gugup." kata Kinanti tersenyum kikuk.
Kevin menganga lebar, "Kak?? dia belum menjadi Ibu mertuamu jadi tidak usah drama." gerutu Kevin.
"anak kecil tau apa, fokus saja dengan pisau bedahmu." kata Kinanti tanpa menoleh ke Kevin yang merasa pusing dengan kata-kata Kakaknya itu.
.
.
__ADS_1
.