
.
.
.
Kenan bicara to the Point saja tanpa embel-embel menjilat.
"katakan saja Bu..! apa yang harus aku berikan supaya anda menyerahkan hidupnya padaku, aku akan menanggung segala keperluan, kebutuhannya serta kebahagiaannya." ujar Kenan.
Kinanti hanya terdiam saja menoleh ke Kenan yang mengatakan akan menanggung kebahagiaannya.
"dia Pria teraneh yang pernah aku temui, hanya karna bibir dia jadi begini." batin Kinanti yang tidak mengerti.
"tunggu...! tunggu...! Mama bukannya tidak merestui kalian tapi Mama penasaran kenapa tiba-tiba nak Kenan datang melamar Kinan? apa Kinanti hamil? nak Kenan melakukan apa?" cecar Elsi.
"Mama bukan Orang yang berpikiran terlalu sempit tapi bagaimanapun Kinanti adalah Putri Mama, Mama berhak tau apa yang terjadi hingga kalian memutuskan untuk menikah." sambung Elsi lagi.
Kenan menyunggingkan senyum tipisnya, "Ma?"
"iya." jawab Elsi dengan gugup mendapatkan anak lain yang memanggilnya Mama.
"aku bukan Pria yang romantis tapi aku tidak mau merusak Putrimu, apa kata Orang jika aku berlama-lama pacaran dengannya? lebih baik aku menikahinya dengan begitu apapun yang akan kami lakukan tidak akan merusak nama baiknya."
kata-kata Kenan membuat Kinanti terpana segera Ia menggeleng kepala, "apa maksudmu Ken? kamu sedang mengejekku ya?"
"perempuan terhormat harus diperlakukan dengan hormat juga bukan?" Kata Kenan lagi melihat ke arah Kinan sekali lalu beralih ke Elsi.
jantung Kinanti berdebar-debar tidak karuan, "Pe--perempuan terhormat? apa dia menganggapku perempuan terhormat selama ini?" batin Kinanti.
Elsi pun mengangguk, "baiklah..! kalau boleh saya tau apa pekerjaan anda."
"saat ini aku tidak bisa menjelaskan pekerjaanku, apa tidak lebih baik Kedua Orangtuaku bertemu dengannya? lalu dengan Mama?" tanya Kenan.
Kenan sudah memantapkan hatinya untuk menikahi Kinanti, perasaannya tidak terlalu dalam tapi jelas Ia terpikat dengan bibir Kinanti. Kenan bukan Pria brengs*k yang menginginkan sesuatu tapi tidak menjadikan itu miliknya sebab nanti bisa saja direbut Orang lain jika Kenan tidak membeli dan mengikatnya (maksudnya menikahi).
Kinanti menjatuhkan rahangnya, "Kenan kamu benar-benar sudah tidak waras." kata Kinanti.
"apanya?" tanya Kenan.
"kamu jadi banyak bicara, bukankah kamu irit bicara? aku tidak suka Pria sepertimu yang tidak romantis sama sekali." cetus Kinanti.
Kenan tersenyum miring, "lalu kenapa kau kelihatan menikmati cium*n kita tadi?" tanya Kenan.
__ADS_1
Kinanti gelagapan melihat ke arah Elsi yang terlihat menatap Kinanti penuh tanya, Kinan memukul punggung Kenan lalu tertawa canggung.
"Ma? jangan percaya Pria gila ini." pinta Kinan.
Kenan dan Kinanti berada di Rumah Elsi sedangkan Gedung tempat mereka bekerja telah di intai oleh Orang-orangnya Bawn.
diam-diam Bawn dan kawanannya mencari tau Identitas Kenan, Kini Bawn ada di tempat perkumpulan bawahannya.
selama ini Bawn menjual barang-barang Ilegal untuk memperkaya diri bersama rekannya dan kembali pada Kenan untuk balas dendam, mereka sungguh tidak terima harus hancur dan terpecah gara-gara perbuatan Kenan.
"Ebby?? kau kesini sekarang..?" pinta Bawn lewat panggilan telfon.
"aku sedang sibuk si*l, sudah lama aku tidak main wanita." jawab Ebby disebrang sana.
Bawn berdecak mendengar des*h*n disana serta bunyi gesekan khas yang tidak asing oleh Bawn, "kau tidak mau tau siapa baj*ngan itu hah?"
Ebby tersentak mendengar perkataan Bawn lalu saat Ia hendak berbicara lagi-lagi wanita mainannya membalik keadaan hingga Ebby yang menggeram kesenangan, Bawn meminta Ebby segera menyusulnya setelah urusan Ebby selesai.
Bawn dan Ebby memang sudah lama tersiksa tidak punya Uang, mereka juga tidak punya benda apapun untuk dibawa bersenang-senang hingga mereka teringat penjualan barang ilegal yang lagi diminati kalangan remaja maupun dewasa, jalan pintas menjadi kaya-raya tanpa bersusah payah.
Bawn melihat ke arah Pria yang telah mengikuti Kenan yang merasa sangat yakin tidak diketahui oleh Kenan.
"kau yakin dia membawa perempuan itu ke Apartemen mewah? lalu Viora juga mengejarnya?" tanya Bawn serius.
Bawn tersenyum miring, "wanita jal*ng itu bilang tidak punya hubungan tapi ternyata mereka memang berhubungan."
"lalu apa yang harus kami lakukan Tuan?" tanya Pria suruhan Bawn.
Pria suruhan Bawn pun berlalu pergi sedangkan Bawn melihat ke arah Gedung tempat Kinanti bekerja.
"percuma saja aku pernah tertarik pada wanita itu, dia tetap jal*ng..!" gumam Bawn ternyata pernah jatuh hati pada Kinanti yang menjadi alasannya tetap bertahan bekerja disana.
Bawn tidak bisa masuk ke Gedung itu hanya memperhatikan saja dari Luar.
"dimana mereka? apa kalian sudah melihat mereka datang?" tanya Bawn ke bawahannya.
"belum Tuan." jawab bawahan Bawn.
Bawn memberi kode untuk bawahannya melakukan tugasnya.
Bawn menyeringai, "Kenan? aku telah kembali dengan kekuasaan baru, kita lihat siapa kau sebenarnya." batin Bawn.
Ebby pun tiba di lokasi keberadaan Bawn.
__ADS_1
"Bawn?" sapa Ebby.
"akhirnya kau datang juga." kata Bawn dengan penuh sindiran.
"ckk...! kenapa kau harus bersusah payah turun tangan? lebih baik bunuh dia dengan cara pintas, kita sudah kaya Bawn..!" ujar Ebby.
Bawn terdiam, "iya juga."
Ebby mendengus, "kau terlalu terburu-buru sampai lupa diri kalau kita sudah berkuasa, zaman sekarang uang bisa menyelesaikan semuanya dengan mudah jadi kita tak mengeluarkan setetes keringat."
"kau benar..! ayo kita pergi." ajak Bawn.
Ebby merangkul leher Bawn, "sudahlah Bro..! kita bersenang-senang ke Bar, banyak wanita kan? ayo kita bermain."
"boleh." jawab Bawn setuju bersenang-senang bersama Ebby.
mereka baru saja bahagia setelah bersusah payah menjadi kaya baru kini merasakan senang.
di tempat lain,
Kinanti hanya diam mendengar celotehan Elsi sedangkan Kenan tengah membuat makan siang untuk mereka semua.
"dimana kalian bertemu nak?" tanya Elsi.
"tetangga Ma." jawab Kinanti.
Elsi mengangguk-ngangguk, "dia anaknya sopan dan sangat pengertian, kamu menyukainya nak?"
"enggak..!" jawab Kinanti cepat.
Elsi terkekeh, "jawabanmu yang cepat itu menandakan kalau kamu memang menyukainya, Mama tidak bisa kamu tipu nak."
Kinanti terdiam memegang pipinya sendiri lalu beralih menatap Kenan yang sedang serius memasak, "apa aku tidak benar-benar move-on? aku tidak bisa melupakannya?" batin Kinanti keheranan.
"Pria seperti itu Mama langsung suka, dia tidak berbasa-basi begitu mau temui Mama, tidak seperti kebanyakan tetangga Mama disini dibuntingi dulu baru temui Orangtua." kata Elsi.
"Ma?? Kenan tidak seperti itu." bela Kinanti.
Elsi tertawa dan Kinanti tersadar Ia membela Kenan pun membuang muka.
.
.
__ADS_1
.