
.
.
.
Kenan berada di sebuah Perumahan biasa yang tidak terlalu luas juga tidak terlalu sempit, Kenan menikmati hari-harinya sebagai Kenan yang seorang Pria biasa bahkan Ia juga sudah membeli Mobil biasa bukan Mobil Mewah yang Ia miliki berada di parkiran Rumah Carrina dan An.
"ternyata menggelitik." senyum tipis Kenan merasa hatinya gatal berada di Ruangan itu juga Kenan mengurus semua keperluannya sendiri.
"apa lagi yang aku kerjakan?" gumam Kenan tampak berpikir.
Kenan yang baru saja berada dalam fase si Orang biasa malah kebingungan ingin bekerja menjadi apa hingga tiba-tiba Ia mendengar suara berisik di sebelah Rumahnya.
Kenan mengerutkan keningnya, "apa pemilik Gedung ini berbohong? katanya Kedap suara?" gumam Kenan yang bebas berbicara sendiri.
Kenan keluar dari Rumahnya dan mengetuk pintu Perumahan sebelahnya.
"siapa?" sahut dari dalam.
tok... tok... tok...
ceklek...!
pintu terbuka dan muncullah seorang Gadis dengan penampilannya yang basah.
"bisa tidak jangan berisik.!" pinta Kenan dengan datar.
"Ehh?? Tu--Tuan? sedang apa disini?" tanya Gadis itu kaget ternyata Kinan.
Kenan melirik ke arah Rumah sebelah Kinanti, jujur saja Ia pun cukup kaget ternyata tetangga yang membuat keributan itu ternyata Kinanti.
"Oh.. Tuan Tetangga baru ku ya? maaf Tuan..? sa--saya tidak bermaksud mengganggu anda tapi selang air saya sedang bermasalah." cengir Kinanti.
"bisa aku lihat?" tanya Kenan.
Kinanti terkejut mendengarnya, "Tuan bisa memperbaiki selang air?"
"baru pertama kali." jawab Kenan.
"Hah? la--lalu bagaimana cara memperbaiki selang air saya kalau Tuan belum pernah melakukannya?" tanya Kinanti dengan bingung.
"kau sangat berisik..!" kata Kenan membuka pintu Kinanti menjadi lebih terbuka sehingga Kinanti terhuyung kesamping dan Kenan masuk ke tempat yang longgar.
"dimana?" tanya Kenan.
"Ehh?? i--iya?" Kinanti berdiri normal memperbaiki rambutnya lalu berlari kecil menuntun Kenan ke dapur masaknya.
__ADS_1
Kenan melihatnya sekilas sehingga Kinanti keheranan apakah Kenan bisa melakukannya atau tidak tapi entah mengapa bibirnya terasa kaku untuk bertanya pada Kenan.
"ada apa denganku? kenapa Aku merasa tertekan dengan Aura Pria ini? sebenarnya siapa dia?" batin Kinanti.
Kenan menarik lengan baju panjangnya lalu membuka satu kancing kemeja nya dan mengambil peralatan kunci-kunci kran air itu, Kinanti melihat Kenan yang tersiram air pun membekap mulutnya supaya tidak mengeluarkan suara betapa seksinya Kenan saat wajahnya yang memejamkan mata tengah menggeleng tersiram air.
"kenapa aku tidak bertemu dengannya sejak dulu? Oh ya Ampun..! kenapa dia bisa se Hot itu? Oh tidak Mataku telah terpikat olehnya." batin Kinanti.
"pantas saja aku bisa mudah move-on dari bajing*n itu begitu mudah." bisik Kinanti pada dirinya sendiri.
Kenan melakukan hal itu bukan karna ingin sengaja memikat Kinanti tapi Ia tidak mau mendengar pekikan dan jeritan Kinanti yang memperbaiki selang air nya sehingga ketenangan Kenan terganggu.
kring...!! kring...!
Kenan mengumpulkan semua Kunci yang telah Ia gunakan dengan tenang seperti telah berpengalaman saja.
"Ehh? sudah?" gumam Kinanti berjalan mendekati Kenan dan mencoba menghidupkan kran Airnya ternyata sudah bisa.
"Tuan? anda yakin tidak pernah melakukannya?" tanya Kinanti dengan takjub.
Kenan diam saja sedangkan Kinanti memandang Kenan yang sepertinya memang tidak suka banyak bicara.
"Terimakasih Tuan, saya berhutang lagi pada anda." ucap Kinanti dengan tundukan hormat ala jepangnya.
"kalau berterimakasih padaku jangan ganggu ketenanganku." kata Kenan dengan datar.
Kenan langsung pergi saja dari tempat Kinanti menuju Rumah sederhana nya itu.
Kinanti tersenyum cerah, "Oh Tuhanku..! jadikan dia suamiku kelak." bisik Kinanti berdoa begitu serius dan tulus.
Kinanti terkekeh pelan, "dia tidak banyak bicara tapi sangat Hot..! hatiku panas melihatnya."
Kinan tiba-tiba terdiam, "Ehh? apa dia dipecat di Amerika? kenapa dia bisa ada di Indonesia? apa dia memang ditakdirkan menjadi suamiku?"
alasan Steven mencintai Kinanti karna Gadis itu sangat bar-bar juga begitu berterus terang tanpa ada kebohongan dalam dirinya, entah apa yang salah dengan mata Kinan bisa menerima Pria itu tanpa menyadari belang Pria itu.
selama ini Kinanti belum pernah begitu tertarik dengan Pria tapi sekarang Ia sangat tertarik dengan Kenan yang memiliki Pribadi pendiam dan tak banyak bicara.
.
ke esokan harinya,
Kinanti telah berpakaian baju putih (Taekwondo) dengan sabuk hitam melilit pinggang kecilnya, Ia melangkah membawa sarapan pagi untuk Kenan.
"semoga saja Tuan Hot itu suka." senyum lebar Kinanti.
Kinanti mengetuk Pintu Kamar Kenan yang seperti kos-kosan tapi didalamnya mirip seperti Rumah.
__ADS_1
ceklek...!
Kenan membuka pintu dengan wajah datarnya ternyata Kenan baru saja habis mandi sehingga Kenan semakin terlihat seksi dimata Kinanti.
"maaf Tuan..! saya hanya ingin memberi ini sebagai ucapan Terimakasih." Kinanti menyerahkan sepiring nasi goreng yang bisa dikatakan bau nya sangat menggugah selera Kenan.
Kenan masih bisa mempertahankan wajah datarnya menerima piring yang Kinanti berikan lalu menutup pintu tanpa mengucapkan Terimakasih karna sesuai dengan perkataan Kinanti kalau sarapan itu untuk ucapan Terimakasihnya pada Kenan lalu untuk Apa Kenan mengucapkan kata itu? begitulah alasan Kenan.
Kinanti bukannya marah malah bersenandung pergi dari depan Rumah Kenan walau tidak diberi izin masuk Rumah.
Kenan menghabiskan sarapan yang Kinan berikan lalu Ia tiba-tiba mengerutkan keningnya mengingat pakaian Kinan tadi seperti seorang Guru pelatih taekwondo.
"apa dia seorang Pelatih?" gumam Kenan.
tiba-tiba terbesit dalam pikirannya ingin berlatih beladiri atau mengajar karna Kenan suka berkelahi jadi tidak ada salahnya Kenan mendalami perannya itu.
"tidak buruk." senyum tipis Kenan telah menemukan keinginannya.
setelah Sarapan Kenan mencari tempat Pelatihan Ilmu beladiri yang terbaik di Kotanya dan hampir merata tamatan dari tempat itu diterima menjadi Bodyguard BlackMalv yang mana Perusahaan itu adalah milik Papanya (An).
"sedang apa Tuan?" tanya salah satu Satpam ramah ke Kenan yang tengah memandang serius gedung tempat kerja Satpam itu kini.
"apa ini tempat belajar ilmu beladiri terbaik?" tanya Kenan.
"benar Tuan..! apa anda ingin belajar? asal anda tau Tuan? tempat ini menjadi begitu populer semenjak para murid disini diterima jadi Bodyguard Perusahaan BlackMalv." oceh Satpam itu begitu bangga.
Kenan menggeleng membuat si Satpam kebingungan.
"aku ingin mengajar, apa mereka kekurangan pelatih?" tanya Kenan.
Satpam itu pun segera menuntun Kenan ke Ruangan Presdir yang juga juga memiliki sabuk hitam, memang benar Pelatihan Ilmu beladiri itu kekurangan pelatih jadi saat ada Orang yang mau menjadi pelatih tentu di sambut dengan baik.
"bisa katakan apa kelebihanmu nak?" tanya si pemilik gedung belajar Beladiri itu dengan serius.
Kenan melihat penampilan Pria itu, "uji saja aku.! aku tidak bawa sertifikat untuk membuktikan kelebihanku."
.
.
.
maaf Readers..!! Nae lagi di Kampung nih jadi Up nya nggak bisa 4 setiap hari, Nae usahakan tetap Update ya? mohon pengertiannya sayang-sayangkuh semuanya..Terimakasih...
.
.
__ADS_1