
.
.
.
"jadi pertanyaan terakhir, kapan kalian menikah?" tanya An dengan raut wajah serius.
An tidak suka jika Putra sulung kebanggaannya mempermainkan perempuan, apalagi sudah beri hantaran ke pihak perempuan.
"aku mau secepatnya Pa." jawab Kenan menoleh ke Kinanti sambil merangkul bahu Kinan serta mengusap kepala Kinanti yang tertawa kikuk.
Kinanti memberanikan diri untuk mengeluarkan suara pembelaannya, "ma--maaf Tante, Tuan? saya belum bisa menikah secepatnya."
"kenapa?" tanya Keluarga Maldev dengan bingung dan lucunya lagi mereka bertanya secara bersamaan.
Kinanti menatap kesal Kenan yang membuatnya berada dijurang ketegangan ini.
"sa--saya masih terikat kontrak dan masih punya tanggungan." jawab Kinanti sambil tersenyum.
"apa masalahnya? tanggunganmu akan menjadi lebih mudah saat memberikan semuanya pada Kenan, dia akan memberimu kemewahan." jawab Rovert.
Kinanti beralih ke Kenan, "ta--tapi?"
"aku akan urus surat mengunduran dirimu pada Pak Molen, masalah biaya kuliah adikmu aku sudah melunaskannya sampai semester akhir, bulan depan dia akan diundang ke acara seminar Dokter bedah terbaik di New York." jawab Kenan panjang X lebar.
Kevin menjatuhkan rahangnya sebab Ia benar-benar tidak tau hal itu, Kinanti pun terkejut.
"kapan kamu melakukannya Ken? aku tidak mau keluar dari pekerjaanku saat ini, 15 hari lagi mau gajian." tolak Kinanti dengan blak-blakan.
Kinanti tidak ingat lagi Keluarga Maldev tengah menahan tawa mendengar protes Kinan pada Kenan yang ingin menikah cepat juga mengundurkan diri, dan anehnya lagi Kinanti tidak mau mengundurkan diri hanya karna gajian 15 hari lagi padahal Kenan kan ATM berjalan tentu saja beri gaji Kinan 15 X lipat dari Gaji itu jelas bisa dilakukan oleh seorang Kenan.
"aku akan bayar gajimu beserta tunjangan dan biaya pensiunnya." jawab Kenan sedikit meledek.
Kinanti membulatkan matanya, "Ken? aku bisa mendapatkan gajiku sendiri, lagian kamu kenapa sih Ken? semua baik-baik saja kenapa jadi begini? aku tidak hamil kenapa harus menikah cepat?"
"aku tidak mau ada Pria lain yang merebut maduku." jawab Kenan santai.
Kinanti membekap mulut Kenan saat sadar maksud Madu yang dikatakan Kenan, Kinanti selama ini adalah gadis bar-bar tapi kenapa Ia merasa Kenan jauh lebih bar-bar dan lebih gila dari perkiraannya.
Kevin lagi-lagi menganga, "apa perempuan bar-bar akan mendapatkan jodoh Pria yang bar-bar juga? aku tidak menyangka bang Kenan yang kelihatan cuek dan dingin ternyata punya sifat bar-barnya juga." batin Kevin yang tidak bisa berkata-kata lagi.
Elsi saja sampai tidak kuat berdiri mendengar semua kebaikan Kenan pada Kevin yang pernah bercita-cita ingin ikut seminar di New York tapi biaya nya sungguh besar belum lagi harga tiket pesawat tapi Kenan malah membuat Kevin diundang, makna di undang itu jelas sangat istimewa.
"madu?" beo Carrina dan Xabara saling menatap bergantian.
__ADS_1
"madu apa?" tanya An dengan tatapan serius ke Kenan.
mulut Kenan memang dibekap oleh tangan Kinanti tapi tangannya tidak sehingga tangan Kenan terangkat memegang bibir Kinanti sebagai jawaban pertanyaan An, Kinanti melototkan matanya memegang tangan Kenan sambil tertawa canggung.
An langsung paham lalu Carrina bertanya maksud Kenan dengan santainya An bilang Kenan jatuh Cinta pada bibir Kinanti jadi Kenan tidak mau ada Bibir Pria lain yang menempel dibibir Kinan maka nya Kenan memaksa untuk menikah biar lebih leluasa mengambil madu Kinan setiap saat.
Kevin sampai terbatuk-batuk, "memang jatuh Cinta pria dari Keluarga Konglomerat sangat aneh ya?" batin Kevin yang masih terbatuk-batuk.
"nak? kamu baik-baik saja?" tanya Elsi pun merasa jantungan.
jika Elsi punya penyakit jantung pasti sudah masuk ruang operasi tapi Ia malah pusing dan lemas karna ucapan An.
wajah Kinanti seperti udang rebus, Ia ingin lari ke kutub Utara dan menyembunyikan wajahnya yang malu ke dalam salju biar wajahnya kembali normal dan Ia tidak akan semalu ini.
"begitu ya?" Xabara mengangguk-ngangguk menatap Kenan yang jatuh Cintanya sungguh aneh tapi yang dilakukan Kenan sungguh jiwa lelaki sejati.
"aku tidak menjelaskan apa-apa." bela Kenan ke Kinanti.
Kinanti memejamkan matanya sambil tertunduk malu, Kenan akhirnya bersuara akan menuruti permintaan Kinan tapi Kinan juga harus menuruti keinginannya yaitu menikah dengan cepat.
"kalau begitu aku mau pernikahan privat saja." kata Kinanti terpaksa menyetujui tawaran Kenan.
Kinanti tidak sanggup menolak Kenan, hatinya akhir-akhir ini selalu terpikat pada Kenan.
akhirnya Keluarga besar itu membubarkan diri, Kenan juga tidak keberatan hari yang ditentukan An karna menunggu Keluarga Ana dari Luar Negeri.
.
di Taman biasa,
"Ken?" panggil Kinanti melihat ke arah Kenan yang tengah duduk disampingnya.
"hmm?!" sahut Kenan melihat ke arah Kinan.
"apa kamu serius menikah denganku?" tanya Kinan.
"tentu saja." jawab Kenan.
Kinanti menunduk sambil memainkan jemari tangannya, "apa ada pernikahan Kontrak begitu? kamu bilang suka aku karna bibirku, apa ada jangka waktunya?"
Kenan mengulum senyum, "aku tidak membuat kontrak apapun, dan waktunya seumur hidup."
Kinanti terdiam memandang Kenan, "aku merasa kamu hanya kasihan padaku Ken."
Kenan merapikan rambut Kinan, "aku tidak punya rasa kasihan tapi egoku sangat tinggi."
__ADS_1
"lalu bagaimana dengan Viora?" tanya Kinanti begitu nyaman dengan cara Kenan merapikan rambut dan mengelus pipinya.
"apa aku seburuk itu? aku tidak suka dengannya, yang harus kamu pikirkan bagaimana jadi kuat melawan Bawn..!" kata Kenan mengetuk puncak hidung Kinan.
"memangnya apalagi masalah Bawn, Ken? bukankah hidupnya sudah aman dan bahagia?" tanya Kinan.
Kenan tersenyum memegang tangan Kinanti sambil menatap lurus ke arah depan, "mau ke Negara mana?" tanya Kenan mengalihkan.
Kinanti memukul lengan Kenan, "cepat beritau aku Ken." desak Kinanti.
"mau perhiasan?" tanya Kenan dibalas pelototan oleh Kenan seolah menunjukkan betapa pentingnya jawabannya Kenan bukan tawaran yang Kenan berikan supaya tidak membahas hal itu lagi.
"ciuman?" tanya Kenan mendekati bibirnya dengan bibir Kinanti beruntung Kinanti menjauhkan dirinya dengan cepat.
rona kemerahan menghiasi wajah cantiknya dan hal itu membuat Kenan merasa lucu.
"ternyata itu cara supaya kamu diam." kata Kenan mengangguk-ngangguk membuat Kinanti tambah kesal saja pada Kenan yang mengerjainya.
prang....!! buggh.. brakkhh
"aakhh...!" jerit anak-anak yang sedang bermain disekitar pohon berlarian kesana-kemari.
"akkkh....!"
Kenan dan Kinanti menoleh ke asal suara serta berdiri dari duduknya, kumpulan para mafia ilegal mendatangi Kenan dan Kinanti dengan wajah angkuh mereka tapi tanpa hati memukul serta menendang anak-anak yang menghalangi mereka.
"berdiri dibelakangku..!" pinta Kenan.
"tidak bisa..! aku bisa membela diriku sendiri Ken." tolak Kinanti.
"dengarkan perintahku." titah Kenan.
"aku tidak mau kamu terluka Ken." kata Kinanti serius sehingga mereka bertatapan cukup lama.
"jaga dirimu baik-baik jangan terlalu memaksakan diri, mereka Mafia Ilegal." pinta Kenan mengusap kepala Kinanti yang terkejut.
"mafia ilegal?" beo Kinanti.
"nanti kita bahas." ujar Kenan sambil menatap tajam orang-orang angkuh itu.
.
.
.
__ADS_1