Gadis Bar-Bar Tuan Muda Pendiam

Gadis Bar-Bar Tuan Muda Pendiam
dikira


__ADS_3

.


.


.


"Kak??" sapa Wanita seksi itu lagi.


Kenan benar-benar terlihat seperti Pria kaya dan super angkuh, Kenan bahkan tidak perduli jika Ia dikatakan kejam.


"sombong banget sih." gerutu wanita seksi itu dengan sewot lalu berlalu pergi kembali ke tempat perkumpulan teman-temannya.


ternyata di Restaurant itu sudah ada 4 Wanita seksi tengah berkumpul membicarakan kesombongan Kenan, tak berapa lama 3 wanita lainnya melakukan hal yang sama menyapa Kenan tapi Kenan benar-benar seperti Pria tuli.


Kenan berdecak ketika ketenangannya di usik lalu segera berdiri mendatangi pihak pekerja Restaurant untuk mengantarkan makanan nya ke Rumah Kecil yang kini tengah di kunjungi oleh Kinanti.


.


"Akkh..!" Kinanti kaget melihat Kenan sudah duduk disampingnya membawa Jus.


"diamlah..!" ketus Kenan lalu makanan yang lainnya pun mulai tersusun rapi di Meja itu.


"kenapa kesini? tapi katanya tidak mau datang kesini?" tanya Kinanti sembari melangkah mendekati Kenan dan duduk di kursi sebelah Kenan ada pembatasnya yaitu meja dengan Kursi Kenan.


"mereka mengusikku." jawab Kenan.


Kinanti menautkan kedua alisnya tidak mengerti lalu melihat ke arah tempat duduk Kenan tadi dengan teliti walau cukup jauh tapi jika di perhatikan lagi tentu Kinanti bisa melihat kumpulan perempuan seksi tengah menunjuk-nunjuk ke arahnya.


"apa mereka menggodamu?" tanya Kinanti menebak.


Kenan diam saja seketika Kinanti menyemburkan tawanya langsung di tatap tajam oleh Kenan, Kinanti membekap mulutnya seketika dengan wajah memerah.


"Ken? kamu tidak lihat mereka sangat seksi? aku rasa kalau kamu meminta mereka untuk membuka baju pasti mereka semua akan melakukannya untukmu." kata Kinanti dengan senyum meledeknya.


"diam dan makanlah..!" titah Kenan.


Kinanti terkikik lucu, "baiklah."


Kinanti pun menurut dan mulai makan dengan nikmat, ternyata masakan Restaurant itu memang enak. pantas saja Kenan membawanya makan jauh-jauh kesini hanya untuk makan.


setelah makan di Rumah Kecil itu Kinanti terpaksa harus pulang, Kenan membayar biaya makannya bersama Kinanti menjadi tatapan 4 wanita seksi tadi karna merasa kalah dengan Kinanti.

__ADS_1


Kenan melirik Kinanti yang dijadikan bahan gosipan 4 Wanita seksi itu, "apa dia tidak tersinggung? seharusnya marah padaku kan?" batin Kenan.


Kinanti yang mulai geram pun mendatangi para wanita seksi itu, "heii...! apa maksud kata-kata kalian itu hah?? apa kalian fikir aku tidak mengerti maksud kalian tadi hah?"


Kenan diam saja melipat kedua tangannya memandang situasi itu, Kenan yakin kalau Kinanti bisa mengatasi masalah sekecil itu karna hidup Kinanti sejak dulu sudah bermasalah jadi masuk dalam masalah bukanlah hal aneh kecuali jika sudah diserang laki-laki maka Kenan pasti membantunya.


"kenapa kamu yang baper hah?" sindir wanita seksi 1.


"memangnya kamu merasa ya? pantas sih." sahut wanita 2.


"dasar aneh, nggak usah berpikir macam-macam deh." sewot wanita 3.


"heii..? kamu pikir kamu itu siapa? kenapa kami harus sibuk mengurusimu hah? apa menurutmu hanya kamu perempuan disini?" sambar wanita 4.


Kinanti tersenyum miring lalu menampar wanita seksi yang keempat sehingga 3 Wanita lainnya terpekik syok.


"itu hadiah karna ulah mulutmu yang mengataiku jal*ng..! dari segi pakaian yang kita kenakan sekarang, anak SD pun tau siapa jal*ng diantara kita." kata Kinanti dengan sinisnya.


"ahh..! sialan kau..! aku bersikap sopan tapi kau malah berani menamparku?" teriak wanita 4 memegang pipinya yang terasa panas.


"cepat kita beri pelajaran jal*ng satu ini." titah wanita 4 itu ke teman-temannya.


"akhhh.. !" jerit ke empat wanita seksi itu marah ke Kinanti.


Kinanti menjulurkan lidahnya, "biar aku beritau siapa jal*ng diantara kita, wlekkk.!!"


Kinanti berlari ke arah Kenan yang membuang muka seolah tidak ingin melihat pemandangan merusak matanya itu, Kenan juga tidak bernafs* melihat tubuh mereka semua.


"ayo Ken..!" ajak Kinanti melingkarkan tangannya di Lengan Kenan lalu pergi dari mereka semua.


Kinanti memutar kepalanya kearah para wanita itu yang sedang sibuk menutupi aset mereka yang di kerumuni banyak lelaki tua, hidung belang dan Anak laki-laki yang sedang bersantai di Tepi pantai itu.


"wlllekkk!!" sembur Kinanti seperti anak-anak.


Kenan melirik Kinanti seperti itu hanya tersenyum tipis dan menggeleng kepalanya pelan tapi Ia juga tidak melarang perbuatan Kinanti, menurut Kenan perempuan baik-baik tidak akan terima disebut jal*ng walau tidak punya status.


"Oups..! maaf Ken..! aku kesal sama mereka jadi terimakasih bantuanmu." ucap Kinanti segera melepaskan lilitan tangannya di lengan Kenan.


Kenan mengambil helm dimotornya lalu menyodorkannya ke kepala Kinanti sehingga Kinan memegang helm itu jangan sampai terjatuh, Kenan melirik pakaian Kinanti yang lumayan tipis lalu melihat ke atas seolah merasakan cuaca sedang mendung.


"cepat pulang..! sepertinya mau hujan." ajak Kenan segera memakai helmnya.

__ADS_1


"ehh? iya." Kinanti segera naik ke Motor Kenan dengan memegang bahu Kenan.


Kenan melaju kencang sehingga Kinanti tidak punya pilihan lain harus memeluk Kenan dari belakang, berusaha untuk tidak terkena hujan tetap saja mereka mulai ditimpa hujan deras sehingga Kenan berhenti di sebuah Hotel.


Kinanti terlihat menggigil dan seperti anak kucing mencari kehangatan didekat Kenan, Kenan merasakan gemeretak gigi Kinanti pun melepas jaketnya dan memakaikannya ke tubuh Kinanti.


"Ken?" Kinanti memandang Kenan merasa terharu dengan kebaikan kecil Kenan itu.


"sepertinya hujannya tidak akan reda, lebih baik kita istirahat di Hotel ini saja." kata Kenan dengan serius.


Kinanti melihat sekitar, "apa Hotel ini bagus?"


Kenan mengangguk, "fasilitasnya lumayan." jawab Kenan.


Ketika mereka memesan Kamar ternyata banyak pasangan pengantin baru dan pasangan kekasih juga memesan kamar untuk bersenang-senang, hanya Kinan dan Kenan saja yang sedikit menjauh seolah seperti sepasang kekasih yang sedang bertengkar.


"maaf Tuan, Kamarnya hanya tersisa 1 saja." kata pekerja Hotel menyayangkan.


Kenan melirik Kinanti yang sudah menggigil pun mengangguk, "berikan pakaian baru ukuran tubuhnya."


"baik Tuan." jawab pekerja hotel memberikan kunci Kamar untuk Kenan lalu membawa Kinanti ke Ruangan pemandian air hangat dan di beri pakaian ganti.


awalnya Kinanti tidak mau dibawa tapi Kenan mengangguk seolah mengatakan semua akan baik-baik saja, Kinanti ternyata sangat mempercayai Kenan.


Kenan pergi ke pemandian Pria dan berganti pakaian baju kaus biasa dari milik pihak Hotel, tempat itu khusus untuk para wisatawan Kota lain yang berkunjung ke Pantai itu untuk bersenang-senang.


Kinanti melihat semua jenis pakaian yang diperlihatkan pekerja Hotel pun menggeleng kepalanya sampai Ia menemukan pakaian yang diinginkannya.


"mari kami antarkan ke Kamar kekasih Kakak." kata salah satu pekerja hotel ke Kinanti.


Kinanti sontak saja melebarkan matanya, "kekasih? apa aku terlihat seperti pacarnya?"


"memangnya bukan?"


"calon." jawab Kinanti nyengir membuat pekerja hotel terkekeh karna Kinanti sangat ramah dan mau berbicara bahkan bercanda dengan mereka.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2