
.
.
.
Ada yang percaya cerita Viora ada juga yang tidak percaya.
"siapa yang bisa melatih Viora ya?" tanya Molen pada pelatihnya.
Viora di suruh memilih sementara Molen tidak memberitau ada Pelatih yang paling menonjol adalah Kenan, Molen pernah diberitau Kenan untuk tidak memberinya keputusan sepihak.
Molen menghargai keinginan Kenan yang tidak suka diberi keputusan sepihak walaupun Molen bisa melakukannya tapi jika Kenan tidak suka, Molen juga tidak bisa keras memikirkan keinginannya saja.
Viora disuruh memilih gurunya sendiri, Kinanti yang tidak mau tersangkut dengan Viora pun memilih berpura-pura ke Toilet sehingga Viora tidak bertemu dengan Kinanti ataupun Kenan.
.
Kinanti di Toilet menggerutu,
"kenapa jadi begini Kinanti? kenapa kamu tidak bisa setia?" celoteh Kinanti pada dirinya sendiri.
Kinanti paham penjelasan Viora yang tidak punya pilihan selain menutupi semuanya tapi mengapa Kinanti masih tidak suka dengan penipuan yang dilakukan Viora selama ini.
Kinanti tiba-tiba mematung, "Viora disini, lalu bagaimana dengan Kenan?" gumam Kinanti terkejut memikirkan situasi Kenan.
Kinanti menggeleng kepalanya seketika, "jangan campuri masalah Viora dan Kenan, Kinan..? kamu tidak punya hak melarang siapapun mendekati Kenan." rutuk Kinanti.
Kinanti menarik nafas dalam-dalam lalu menghembusnya perlahan.
Viora pun berlatih dengan Pelatih Pria bernama Rayan ternyata Viora banyak malasnya bahkan kabar itu sampai ke telinga Kinanti melalui Maya yang penggosip, Viora seperti sengaja memakai pakaian minim dan melakukan peregangan sehingga Rayan kurang fokus sebab Rayan juga laki-laki normal.
"aku sudah mengira kalau perempuan seperti itu hanya tau berdandan dan berpakaian modis saja." kata Maya dengan nada sewot.
Kinanti mengangguk membenarkan beruntung saat itu Kinanti belum sempat bertatap muka dengan Viora, Jika itu benar terjadi maka hubungannya saat ini akan jadi sangat rumit.
"oh.. yaa?? ngomong-ngomong kemana perginya teman dinginmu itu Kinan? bukankah ini sudah 17 hari?" tanya Maya penasaran.
Kinanti tersenyum saja menanggapinya.
"kenapa malah tersenyum?" tanya Maya semakin heran.
"Ken sangat sibuk..! dia tau kok kapan waktunya mau bekerja." jawab Kinanti.
"Waah..! kamu terlalu mengenalnya ya?" gemas Maya.
__ADS_1
Kinanti menggeleng kepalanya pelan, Ia ingin tenang dari yang namanya masalah sebab baru-baru ini Kinanti baru saja keluar dari masalah Fika walau Ia tidak bisa menjamin suatu saat Fika akan membuat masalah lagi.
.
Viora selalu menggunakan lekuk tubuhnya untuk membuat Rayan goyah dan tidak bisa fokus mengajari Viora.
jam istirahat telah tiba,
seperti biasa Viora makan selalu jadi tontonan murid-murid yang sedang sama-sama makan hingga tiba-tiba perhatian mereka semua teralihkan saat murid Kenan berlarian meninggalkan meja makan menuju Gerbang.
Viora menautkan kedua alisnya, "siapa yang bisa merebut perhatian yang seharusnya untukku?" gumam Viora penuh tanya lalu meninggalkan makanannya mencari penyebabnya itu.
.
murid-murid Kenan berlari menyambut Kenan yang tiba dengan motornya.
"Kakaaaakkk!" pekik murid-murid Kenan mengerumuni Kenan seperti Aktor.
Kenan turun dari motornya dan melepas helm serta maskernya.
"sedang apa kalian disini?" tanya Kenan dengan suara dingin.
"kami menyambut Kakak." jawab mereka semua serentak.
anak-anak Murid Kenan bukannya bubar malah hanya memberi jalan untuk Kenan yang menatap lurus saja lalu melangkah pergi melewati muridnya dengan acuh.
Viora melebarkan matanya melihat Kenan, "Kenan?" gumam Viora.
Viora tidak tau identitas Kenan yang sebenarnya tapi Ia menyukai Kenan yang saat itu bekerja menjadi Manager di Perusahaan X Company Group bagian cabang luar Negeri, saat itu Kenan tidak memandangnya seperti kebanyakan Pria lain, itu penyebab utama Viora merasa harga dirinya tertantang.
Kinanti dan Maya dibelakang Viora, Kinanti melihat Kenan yang semakin gagah saja membuatnya menggeleng-geleng untuk tetap sadar dengan statusnya yang tidak ada apa-apanya dibanding Viora.
"Kenan?? kamu bekerja disini??" Viora berlari kecil ke arah Kenan.
semua yang melihat Viora menyapa Kenan bahkan terlihat dekat dengan Kenan pun terbelalak kaget.
Kenan melewati Viora begitu saja sampai tiba di hadapan Kinanti langsung melempar kunci Motornya ke Kinanti yang gelagapan menangkap kunci itu, Kinanti menatap tajam Kenan seperti sebilah keris tajam yang siap menusuk.
Kenan menyunggingkan senyum tipisnya melihat cara Kinanti menatapnya seolah-olah pikirannya berkata, "kenapa kamu melakukan ini Ken? kamu sengaja melibatkanku dengan Viora?" begitulah penilaian Kenan terhadap ekspresi Kinanti.
Viora beralih memandang Kenan dan Kinanti dengan mata memicing, Viora tidak suka kekalahan apalagi kecantikan dan kepopulerannya lebih tinggi dibanding Kinanti.
"a--apa ini Ken?" tanya Kinanti tergagap.
"cuci, kerjamu lumayan..! mana kunci Mobilku?" tanya Kenan balik sambil mengulurkan tangannya.
__ADS_1
Kinanti melihat Viora tengah menatapnya sinis dan tak senang pun hanya bisa memerah malu ditambah anak murid disana bersiul serta menggodanya.
Kinanti merogoh kunci Mobil Kenan disaku baju Taekwondo nya lalu diberikan ke Kenan, "sudah kan?"
Kenan melenggang pergi meninggalkan Kinanti dan Maya yang semakin genjar menggoda Kinan, Kinanti menyembunyikan wajahnya dan ikut pergi menyusul Kenan tapi beda Lift.
.
Viora menemui Kinanti langsung yang sedang bertukar pakaian.
"boleh aku tanya sesuatu?" tanya Viora.
Kinanti terkejut dengan pertanyaan Viora segera menjelaskan, "kami hanya berteman baik."
Viora tertawa kecil, "kamu pasti suka padanya kan? aku saja menyukainya masa iya kamu tidak."
Kinanti menjatuhkan rahangnya melihat wajah asli Viora yang bertanya seolah merendahkannya, "kamu benar-benar tidak seperti yang dikatakan publik." kata Kinanti dengan datar.
Viora tersenyum manis, "tidak usah munafik ya? bukankah kamu sudah di bayar biaya tutup mulut kan?"
Kinanti tersenyum manis juga, "iya..? aku menyukainya tapi sebagai teman." jawab Kinanti dengan nada penuh ejekan.
"ciih..! mana ada pertemanan antara Pria dan Wanita." sindir Viora.
Kinanti tidak menyangka karakter Viora lebih buruk dari yang Ia pikirkan.
Kinanti mengabaikan Viora dan melenggang pergi namun kaki Viora dipanjangkan seperti sengaja membuat Kinanti supaya tersandung sebagai bentuk pelajaran pertama jika berani dekat-dekat dengan Kenan.
Kinanti menginjak ujung jari kelingking kaki Viora sehingga perempuan berpakaian seksi itu menjerit kesakitan.
"Oupss..!! sorry..! aku pikir itu tadi apaan, apa kutekmu rusak?" tanya Kinanti dengan nada yang dibuat-buat tapi wajahnya sungguh terlihat polos.
"kauu?? aku akan laporkan kau pada pak Molen." ancam Viora.
Kinanti mencibir saja lalu pergi dari tempat itu meninggalkan Viora yang kesakitan, Kinanti mendumel sepanjang jalan kenanga kalau Viora sangatlah buruk tidak cocok jadi Idolanya.
"dasar rubah betina." umpat Kinanti seolah begitu dendam saja pada Viora.
Kinanti sangat mengidolakan Viora tapi wajah palsu saja sekarang setelah melihat sifat aslinya seperti itu malah geram sendiri, mengapa Kinanti bisa begitu bodoh terjerat dengan akting Viora dan pesona didepan Layar tanpa tau apa-apa dunia dibalik layar.
.
.
.
__ADS_1