Gadis Bar-Bar Tuan Muda Pendiam

Gadis Bar-Bar Tuan Muda Pendiam
penasaran


__ADS_3

.


.


.


"tidak usah dipikirkan." jawab Kenan.


Kinanti memukul dada bidang Kenan dari belakang, Kenan diam saja tanpa merespon.


"sebenarnya apa yang kamu lakukan Ken? kenapa setiap ada masalah tidak ada Polisi yang mencarimu? aku kadang berpikir kalau kamu itu Orang yang ditakuti semua Orang, memangnya kamu Agen rahasia apa sih? dari Kepolisian Negara kah? apa yang sedang kamu cari Ken?" cerocos Kinanti.


"kenn??" panggil Kinanti dengan sebal.


"ckk..! berisik..?" ketus Kenan.


Kinanti mendengus memang hanya Kenan yang selalu bisa membuat Kinanti kesal tapi ajaibnya Kinanti tidak bisa marah dengan apapun yang Kenan ucapkan sebab mulut Kenan memang kasar pada Perempuan tapi hatinya sangat lembut pada perempuan.


di Gedung Haritek,


"Om gantenggg??" pekik Marks berlari ke arah Kenan dan Kinanti yang baru saja tiba di parkiran.


Maria yang juga menunggu bersama Putranya pun menghampiri pasangan itu yang Ia pikir adalah sepasang kekasih karna datang berdua belum lagi cara Kinanti memeluk Kenan dari belakang bahkan ketidakpedulian Kenan yang dipeluk oleh Kinanti menambah kesan dalam bagi Maria.


"kenapa Om ganteng kemarin tidak datang?" tanya Marks memeluk Kenan dan mendongak ke arah Kenan.


Kenan mengusap sedikit kasar rambut Marks tapi tidak menyakiti Marks hanya mengacak rambut Marks.


"maaf merepotkan anda Tuan, Kinan.! anakku tidak mau mendaftar disini kalau belum bertemu kalian berdua." kata Maria dengan nada tidak enak.


Kinanti tersenyum manis mengelus kepala Marks, "tidak apa Kak." ucap Kinanti.


Kenan dan Kinanti seperti sepasang suami-istri sedang berbincang dengan Putra kecilnya, Maria bahkan merasa senang memandang pasangan itu yang terlihat begitu serasi.


"kalian ingat kan nanti malam acaranya?" tanya Maria serius membuat Kinanti beralih ke Maria.


"udah nanti malam ya kak?" Kinanti tersenyum kikuk merasa malu hampir melupakan undangan Maria sebab masalah Fika yang tidak tau diri.


"aku tidak datang." kata Kenan yang tiba-tiba dapat pukulan dipunggungnya dan pelakunya adalah Kinanti.


Kenan menatap datar Kinanti yang tertawa kikuk mencairkan suasana, "jangan dengarkan Ken ya Kak? kami pasti akan datang nanti malam."

__ADS_1


Kenan mendengus, "kapan aku setuju?"


"ssst..! diamlah sayangku." kata Kinanti mencubit kedua pipi Kenan yang melebar kaget mendengar kata-katanya.


"kenapa?? geli kan? jijikkan? aku akan terus memanggilmu begitu kalau tidak mau menemaniku ke acara Kak Maria nanti malam, aku akan terus menempelimu biar tidak ada perempuan yang mau samamu." kata Kinanti dengan mata melotot penuh ancaman.


Maria seketika menyemburkan tawanya sedangkan Marks hanya diam memandang Kenan yang terlihat kesal padahal ekspresi Kenan tadi masih datar-datar aja.


"ckk..!" decak Kenan pasrah yang tidak mau Kinanti memanggilnya sayang karna menurutnya menggelikan.


Kinanti mengabaikan ekspresi Kenan lalu beralih ke Maria, "kakak dengar kan? tidak ada yang bisa menolak ajakanku..? kakak tidak usah ragu sama kelebihanku ya? aku sangat mengenal watak angkuh teman baikku ini." kata Kinanti merangkul leher Kenan yang berusaha melepaskan tangan Kinanti.


Kinanti memukul kepala belakang Kenan, "drama dikit kenapa sih? dasar kaku."


Kenan terdiam mendapat pukulan Kinanti, "kau barusan memukulku?" tanya Kenan dengan dingin.


"kenapa? kamu malu kena pukul sama perempuan? harga dirimu sebagai agen rahasia tergores? coba pukul aku.!" tantang Kinanti dengan mata melotot galak.


Kenan dan Kinanti bertatapan cukup dekat lalu tiba-tiba Kenan menyentil kening Kinanti yang terpekik seketika.


Kenan dengan santainya berlalu pergi mengabaikan rasa sakit Kinanti, salah Kinan sendiri siapa suruh berani merangkul leher Kenan. kalau sama tinggi tidak masalah tapi Kenan harus menunduk akibat rangkulan Kinanti yang lebih pendek darinya.


Maria tertawa terbahak-bahak dan Marks berlari menyusul Kenan yang sudah pergi.


.


Kinan sedang berendam di tempat hangat bersama rekan-rekannya selesai melatih murid-murid mereka perlu perawatan khusus.


di Sauna khusus perempuan,


"Kinan? sebenarnya Kenan siapa sih? kenapa dia bisa begitu beruntung selalu selamat dari hukum?" tanya rekan Kinan.


Kinan mencerna kata-kata rekannya itu, "dia pekerja khusus yang punya banyak koneksi."


"ooh..! pantas saja..! hakim ternama aja bisa dipecat olehnya, dia juga kenal Hacker Mawar Putih pasti dia punya banyak koneksi orang hebat maka nya selamat dari jeratan hukum."


"aku dengar Ayahnya Fiki masuk penjara ya? gara-gara membakar Mobil Kenan terus di denda ratusan juta."


"karna tidak bayar maka nya dia dijatuhi hukuman berat tapi anehnya di dalam Penjara dia mati keracunan."


Kinanti mendengar cerita rekan-rekannya terperangah karna Ia memang tidak tau apa yang terjadi pada Orang-orang yang menyinggung Kenan, bahkan saat Kenan menghabisi 6 Pria berpakaian tertutup itu tidak juga dipanggil polisi yang setidaknya di jadikan saksi namun malah tidak ada respon dari pihak hukum seolah-olah mereka tunduk saja pada Kenan.

__ADS_1


"kenapa kamu kaget Kinan? apa kamu tidak tau betapa misteriusnya teman dinginmu itu?" goda rekan Kinanti.


Kinanti tersenyum kecil, "dia memang misterius tapi aku percaya dia bukan orang jahat."


mereka semua pun setuju dengan perkataan Kinanti sehingga mereka memilih pura-pura tidak tau sama seperti yang Kinanti jelaskan bahwa Kenan tidak suka di kenali anggap saja mereka semua tidak tau apa yang Kenan lakukan.


di Ruangan ganti,


Kinanti tengah melamun, "apa yang mereka katakan memang benar, Kenan memang sangat misterius."


"huuh..? sudahlah Kinan..? siapapun Kenan kamu harus yakin kalau dia Orang baik yang bertugas mencari sesuatu." gumam-gumam Kinanti.


malam harinya,


Kinanti mendesak Kenan ke Acara Maria berkat bujukan serta ancaman menggelikan Kinanti pun akhirnya Kenan menurut bukan karna suka atau takut tapi karna terlalu malas di omeli oleh Kinanti yang berisik.


"kenapa pakai baju Kaus Ken?? apa tidak ada baju lain?" tanya Kinanti memegang baju Kaus panjang yang Kenan kenakan dengan celana bahan kain.


Kenan menepis tangan Kinanti pelan, "berisik..?"


"apa kau tidak lihat siapa yang mengundangmu hah?" tanya Kinanti dengan kesal.


"dia tau kalau kita Orang biasa, tidak usah munafik." jawab Kenan.


Kinanti mengangguk pelan, "iya juga."


Kenan menaiki Mobil Pesanan sedangkan Kinanti duduk manis dengan gaun sopan melekat di tubuh rampingnya.


"Ken? apa sewa Mobil ini tidak terlalu berlebihan." tanya Kinanti berbisik.


Kenan hanya membuang muka seolah malas menjawab pertanyaan Kinanti, Kinanti tidak lagi bertanya seperti tau mood nya Kenan sedang buruk sebab Kinanti memaksa Kenan untuk ikut dengannya.


Kinanti membayangkan jumlah uang yang digunakan Kenan hanya menggeleng kepalanya.


"Ken punya banyak koneksi maka nya bisa sewa Mobil yang murah." batin Kinanti.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2