
.
.
.
Kinanti terpaksa diam merasa ada yang berbeda dengan Kenan, Ia sampai melangkah mundur saking merasa takutnya dengan aura dalam diri Kenan.
"jadi ini Orang yang sudah menyakiti bawahan kita?" tawa lepas salah satu dari Mafia Ilegal itu.
"sebenarnya siapa anak ini? kenapa dia berani melawan Kita?" tanya rekan yang lainnya.
"pecundang.. !" kata Kenan dengan wajah dingin.
hening seketika,
"kau bicara apa?" tanya Ketua dari geng Mafia Ilegal itu melangkah lebih dekat pada Kenan.
Kenan tidak beranjak sama sekali dari posisi berdirinya sedangkan bawahan dari Ketua Mafia Ilegal itu sudah melangkah mundur karna tau Ketuanya marah sangat mengerikan.
Kinanti memandang gerak-gerik tubuh Kenan yang tidak takut melawan seorang Ketua Mafia Ilegal bahkan Polisi saja takut pada Ketua Mafia dalam penjualan Ilegal itu tapi Kenan tidak terlihat takut.
"Aah..! aku lupa kalau Kenan itu Keluarga Maldev, aku pernah dengar kalau Maldev identik dengan Mafia." batin Kinanti yang baru ingat dengan identitas Kenan.
desas-desus itu sudah menyebar luas di dunia Beladiri apalagi Kinanti pernah jadi Bodyguard di BlackMalv yang digadang-gadangkan punya ilmu khusus dari anggota Mafia BlackMaster sehingga Kinanti begitu bahagia bekerja disana, awalnya Kinanti tegang berpikir Mafia sangat menyeramkan apalagi BlackMalv yang pada masanya begitu ditakuti dan sering disebut-sebut tapi semakin lama bekerja disana tentu Kinanti tau kalau BlackMaster tidak semenakutkan yang dirumorkan kecuali pada penghianat.
"coba ulangi...!" titah Samson dengan sorot mata tajam terlihat ada luka di keningnya yang membuatnya terlihat lebih menyeramkan.
Samson disebut penerus Ketua Master dari segala Master sehingga semua Pejabat takut padanya, Samson semakin naik daun saat disebut penerus Master dari segala Master sehingga semakin angkuh dan tidak ada yang berani menjatuhkannya karna dikira tidak terkalahkan.
itu sebabnya Samson semakin meraja lela berbuat kejahatan dimana-mana tak ada yang berani menjebloskannya ke penjara apalagi melawannya.
"kau tuli?" tanya Kenan dengan dingin.
"apa? kau berani melawanku? aku keturunan Master dari segala Master." tantang Samson dengan angkuh.
Kenan terkekeh meremehkan, "kau keturunan Master dari segala master?" tanya Kenan dengan nada mengejek.
Samson melihat kesemua murid-muridnya yang saling pandang ditempat dan terlihat berbisik tapi ketika Samson melihat mereka semua langsung menunduk ketakutan.
__ADS_1
"siapa kau memangnya berani meremehkanku?" tanya Samson dengan tangan terkepal.
Kinanti mengerjabkan matanya seolah penasaran siapa master dari segala master itu yang begitu terkenal tapi Kenan terlihat tau Orangnya, tiba-tiba mata Kinanti melebar sebab selama Ia pernah bekerja jadi Bodyguard BlackMalv dan dikatakan Ketua BlackMaster adalah pemilik gedung BlackMalv.
"Tu--Tuan An itu ketua BlackMaster? Master dari segala Master? Tuhan...! mengerikan sekali identitas Keluarga Maldev tapi mereka terlihat begitu baik dan sangat dermawan." batin Kinan.
pantas Kenan mengatakan An gurunya bukan Papanya, kaki Kinanti langsung lemas tapi Ia berusaha mengokohkannya supaya tidak terlihat lemah.
"aku?? apa itu penting? ternyata kau yang menyalahkan gunakan Identitas Guruku? aku tidak perlu susah payah masuk ke kandangmu, kau sendiri yang mengantarkan nyawa padaku." kata Kenan.
"Gu--Guru?" beo Samson dengan mata melebar.
bawahan Samson terkejut mendengarnya.
plak...!
Kenan menampar kuat rahang Samson yang belum ada persiapan hendak melawan.
"sialan kau..!" teriak Samson.
Kenan terus melangkah dan menampar sisi wajah Samson yang lain, "tidak perlu aku jelaskan..! kau membuat nama Guruku rusak dengan semua kejahatanmu." kata Kenan.
Samson sampai bersimbah darah di sudut bibirnya hanya karena tamparan Kenan yang tidak biasa, beberapa kali Samson jatuh bangun demi menjaga harga dirinya.
Samson memasang kuda-kuda, "aku akan buktikan kalau aku adalah penerus master dari segala master, kau cuma penipu."
"ciih...! buktikan !" kata Kenan.
Samson menggunakan segala kekuatannya melawan Kenan dengan penuh emosi, belum ada satupun pukulan yang mengenai Kenan.
Kinanti melihat itu hanya menonton saja tanpa berkedip, "tampannya." gumam Kinan menggeleng kepalanya dengan ketampanan Kenan saat bertarung.
Samson terpukul mundur lalu berbalik menatap tajam bawahannya, "apa yang kalian lakukan? cepat bantu aku menghabisinya."
"ta--tapi dia muridnya master dari segala master." cicit bawahan Samson.
Samson menggeram marah, "memangnya siapa yang kalian percayai hah? sekuat apapun dia kalau diserang bersama pasti akan kalah." berang Samson.
alhasil mereka semua berkumpul bersamaan menyerang Kenan, jumlah mereka sekitar 20 Orang. Kinan melebarkan matanya segera membantu Kenan menyerang kumpulan Mafia ilegal itu.
__ADS_1
"kau??" tunjuk salah satu dari mereka yang diserang oleh Kinanti.
Kinanti tersenyum kecil, "lawan aku..!" tantang Kinanti merasa penasaran ingin bertarung satu lawan satu dengan anggota mafia.
Kinanti bersiap melawan Pria itu tapi ditendang oleh Kenan sehingga Kinanti kaget dengan pergerakan cepat Kenan, Kinanti menjatuhkan rahangnya melihat Kenan masih bisa mengedipkan sebelah matanya menggoda Kinanti.
"apa dia tadi mengedipkan mata padaku?" tanya Kinan dengan linglung betapa santainya Kenan saat bertarung.
Kenan yang masih bisa melindungi Kinanti serta menarik lengan Kinanti sampai masuk kepelukannya, "kenapa melamun hmm? kita sedang berada dimedan perang." bisik Kenan.
Kinanti menggeleng kepalanya untuk tetap sadar, "maaf Ken..!" ucap Kinan.
"hancurkan mereka, anggap saja ini pelatihan pertamamu." kata Kenan dengan senyuman mengusap kepala Kinanti.
Kinanti hanya termangu saja melihat Kenan begitu berbeda dari Kenan yang Ia kenal, Kinanti terkena tendangan pun tersadar langsung fokus melawan salah satu Mafia ilegal itu.
Kenan mudah sekali menjatuhkan 20 Mafia Ilegal itu dibantu Kinan tanpa membuang waktu, Kenan melihat ke arah Samson yang terlihat mau melarikan diri segera Kenan menginjak ranting pohon dikakinya dan melempar ranting pohon itu dan mengenai punggung Samson yang tidak sadarkan diri.
Kenan beralih ke Kinanti yang sedang berkelahi, Kenan bukannya menolong malah bersidakap dada memandang perkelahian itu sampai Kinanti berhasil menjatuhkan lawannya sampai babak belur.
Kinanti menepuk kedua tangannya dan berbalik tapi tiba-tiba kakinya di tancapkan sesuatu oleh Pria yang sudah dibuat babak belur olehnya, Kenan menginjak tangan pelaku itu dengan wajah dinginnya bahkan jeritannya tidak membuat Kenan kasihan sama sekali dengan mudahnya Kenan menendang kepala mafia itu sampai tidak bisa bergerak, Kinanti membuang muka melihat kekejaman Kenan.
Kinanti tidak bisa bergerak sama sekali, "kenapa kakiku jadi kaku Ken?"
Kenan berjongkok didepan Kinanti, "dia meracunimu." kata Kenan mengusap kaki Kinanti.
Kinanti meringis saat Kenan mengikat kuat betisnya.
"tahan sakitnya.! aku akan menyelamatkan kakimu." kata Kenan serius.
Kinanti melebarkan matanya mendengar ucapan Kenan seolah-olah kakinya akan hilang.
"apa maksudmu Ken? apa kakiku akan hilang?" tanya Kinanti terpaku.
Kenan menggendong Kinanti, "ini yang aku takutkan, mereka menjual barang ilegal."
"selamatkan kakiku Ken!" pinta Kinanti dengan nada gemetar membayangkan Ia tidak punya kaki.
.
__ADS_1
.
.