
.
.
.
Kenan menaikkan sebelah alisnya, "tumben? bukankah kau sangat perhitungan?"
Kinanti mendelik, "kamu sengaja mengataiku pelit ya? tapi ngomong-ngomong kenapa kamu berhenti dari Perusahaan X Company Group?"
"kenapa beli Mobil? kau takut rumor ditempat kerja?" tanya Kenan dengan datar bukannya menjawab pertanyaan Kinanti yang tidak penting menurutnya untuk dijawab.
"bukan...! karna tidak kehujanan bawa Mobil sendiri ke tempat kerja." jawab Kinanti tidak berani menatap mata Kenan seolah-olah pertanyaan Kenan itu tepat sasaran.
Kenan menyunggingkan senyum tipisnya, "kau takut rumor itu rupanya."
"mana ada..!" bela Kinanti tidak terima.
Kenan mengangguk, "tidak salah lagi."
"Kennn??" kesal Kinanti.
Kenan mengabaikan saja wajah kesal Kinanti, "bukankah kau satu-satunya perempuan yang punya nomor hpku? kenapa memperdulikan mereka?"
Kinanti mematung mendengar kata-kata Kenan, "apa maksud kata-katanya? kenapa dia bicara begitu? dia ingin aku tetap bersamanya tanpa peduli omongan orang?" batin Kinanti.
"Kenn?? kamu jangan membuatku dalam masalah ya? aku masih mau hidup tenang, nanti gara-gara kamu tidak ada Pria yang mendekatiku dan kamu juga tidak punya pacar karna dekat denganku." cerocos Kinanti.
"kau melupakan kata-katamu?" senyum miring Kenan.
"memangnya kata-kataku yang mana Ken?" tanya Kinanti dengan kesal.
"main tebak-tebakan denganku hah?" gerutu Kinanti.
Kenan hanya diam saja dan hal itu benar-benar membuat Kinanti jengkel langsung bangkit dari duduknya lalu pergi dari Rumah Kenan.
Kenan melirik pintu Rumahnya yang sudah tertutup, "ckk..! dia yang bilang menikah denganku tapi dia sendiri yang lupa kata-katanya, dasar perempuan punya ingatan lemah." umpat Kenan.
Kenan tidak mengerti kenapa Ia kesal dengan jawaban Kinanti yang tidak ingat kata-katanya sendiri.
"lihat saja..! aku akan membuatnya mengingat ungkapannya saat itu, apa dia pikir Kenan Pratama Maldev bisa dijadikan bahan candaan?"
Kenan yang menggerutu dan menyerocos tidak terima, selama ini Kenan dikejar wanita itu sudah biasa tapi dipermainkan oleh Gadis biasa yang sedikit menarik dimata nya membuat harga diri Kenan tergelitik.
.
__ADS_1
ke esokan harinya,
Kenan melirik jam tangan tidak ada ketukan Kinanti lagi, Kenan menghubungi Kinanti untuk pertama kalinya ternyata Kinanti sudah berada di tempat penjualan Mobil.
"Ken?? maaf ya? aku sibuk, nanti kita bicara." pinta Kinanti memelas lalu mematikan panggilannya secara sepihak.
Kenan melihat layar ponselnya dengan pandangan tidak percaya, "dia mematikan panggilanku?" gumam Kenan dengan wajah dingin.
Kenan memejamkan matanya, "Gadis ini benar-benar ya?" decak Kenan lalu mengambil kunci Mobilnya dan berangkat kerja sendiri tanpa sarapan.
Kinanti ditemani oleh Kevin yang senang melihat Kakaknya mau membeli Mobil, Kevin merasa keperluannya sangat cukup bahkan Ia punya banyak tabungan demi membelikan Kakaknya sesuatu yang berharga saat menikah.
"kakak bisa beli Mobil sendiri Vin..? kamu simpan uangnya untuk biaya kuliah ya?" pinta Kinanti serius ke Kevin.
Kevin menggeleng kepalanya, "aku harus bantu carikan kak Mobil yang bagus."
Kinanti hanya beli Mobil kecil yang bisa menampung 4 Orang dan harganya mungkin tidak semahal kebanyakan Mobil diluar sana karna Mobil murah sebab menurut Kinanti punya Mobil sendiri dan tidak kehujanan itu sudah sangat baik.
"bagaimana dengan Bang Kenan Kak?" tanya Kevin penasaran.
Kinanti menatap mata Kevin.
"kenapa memandangku begitu? apa aku salah bertanya kak?" tanya Kevin.
"Kakak mau Move-on darinya, jangan bahas dia lagi didepan Kakak." jawab Kinanti serius.
"mana mungkin Kakak di tolak Dek..! tapi kakak tidak mau jadi bahan bulian publik karna bersaing dengan Viora si Dewi Action dunia perfilm-an." jawab Kinanti tenang.
"bersaing? Viora?" beo Kevin terkejut.
"Bang Kenan dikejar-kejar oleh Viora? bagus dong kan Kak? bukannya Kakak mengidolakannya?" tanya Kevin tidak percaya.
"duluu." jawab Kinanti.
"dulu?? apa maksudnya? apa sekarang Kakak tidak mengidolakannya lagi?" tanya Kevin terkejut.
Kinanti mengangguk, "move-on.. move-on. !"
Kevin terus bertanya-tanya masalah Viora sampai di dalam Mobil pun Kinanti tidak mau menjawabnya.
"apa alasannya kak?" tanya Kevin sungguh penasaran.
Kinanti melirik Kevin sejenak lalu berkata, "dia tidak sebaik yang kakak pikirkan, gara-gara Kakak dekat dengan Kenan saja dia memusuhi Kakak." geram Kinanti.
"apa??" Kevin tidak menyangka watak Viora seburuk itu padahal Ia termasuk penggemar Viora walaupun bukan fans garis depan.
__ADS_1
"sudahlah... ngapain bahas orang tidak penting." ujar Kinanti dengan malas.
Kevin terpaksa diam saja tidak membahas Viora lagi.
Kinanti sumringah memeluk setir Mobil barunya lalu Kinanti mengantarkan Kevin ke tempat magangnya barulah Ia berangkat ke Gedung Taekwondo Haritek.
.
Kinanti tiba di tempat kerjanya lalu melihat sekeliling ternyata semua Orang memandangnya dengan tatapan bangga serta kagum.
"kalian kenapa sih?" tanya Kinanti heran.
"Teman dinginmu itu bilang kalau kamu mendaftar jadi calon istrinya, apa itu benar?" tanya Maya dengan gemas.
Kinanti membelalak, "jadi ini yang dia maksud, Kenaaaaannnn...!" batin Kinanti.
"aku tidak menyangka kamu juga perempuan yang begitu pandai berbohong Kinanti, bilang tidak suka tapi mendaftar jadi calon Istri Kenan..! apa kamu senang diterima Kenan, sementara Viora sejak tadi sudah mirip seperti cacing kepanasan hanya minta nomor hpnya aja." celutuk yang lainnya.
"kamu punya nomor hpnya kan?" tanya Maya.
"aku tidak punya nomornya." jawab Kinanti dengan cepat sambil menyilang tangannya didepan dada.
semua yang melihat sikap Kinanti hanya melongoh lalu Kinanti tertawa hambar.
"dia juga menolak permintaanku, aku tidak bisa menghubunginya. bukankah kalian lihat aku selalu mencarinya kalau tidak ditemukan? kalau aku punya nomor hpnya pasti aku tau kabar dia selama 17 hari kemarin kan?" bela Kinanti menggunakan logika nya.
Kenan ternyata berdiri dibalik pintu Lift sebab tadi Ia ingin melihat wajah merah Kinanti yang malu-malu tapi malah melihat wajah marah Kinanti yang terpendam seolah tidak senang kabar itu diketahui.
"apa dia marah?" gumam Kenan merasa kesal tidak mendengar jawaban yang memuaskan dari bibir Kinanti.
semua yang mendengar penjelasan Kinanti pun mengangguk-ngangguk mengerti tanpa tau Kinanti berbohong supaya hidupnya tentram dan sejahtera.
Kinanti tertawa saat mereka semua tertawa dengan ketampanan Kenan itu membuat Pria itu begitu sombong.
"Haha.. iya..? dia sangat angkuh sedangkan aku suka Pria yang hangat dan romantis bisa melelehkan hatiku setiap saat, bukan Pria Es yang tidak tau cara menyenangkan hati perempuan." kata Kinanti dengan senyuman.
Kinanti bahkan tidak sadar ucapannya itu didengar oleh Kenan yang berdecak tidak percaya Kinanti akan memburukkannya, Kinanti tidak bisa ditebak.
"lama-lama Pria seperti itu membosankan." lanjut Kinanti lagi.
"Ahahaha..!" semua Orang pun tertawa lepas.
Kinanti melihat sekeliling dan ternyata ada Kenan yang bersidakap dada memandangnya dengan wajah datar, Kinanti menekuk alisnya serta memperagakan gaya anak-anak mengancam kawan jahatnya yaitu dengan melototinya.
.
__ADS_1
.
.