Gadis Bar-Bar Tuan Muda Pendiam

Gadis Bar-Bar Tuan Muda Pendiam
ingin menyerah


__ADS_3

.


.


.


di Parkiran,


Kenan memakai Masker dan Topi lalu keluar dari Mobilnya.


"Tuan Muda..!" sapa Orang-orang di Perusahaan Maldev (X Company Group) yang mengenal bentuk tubuh Kenan.


Kenan tidak ada ramah-ramahnya sama sekali, Ia berjalan terus tanpa menoleh sedikitpun menuju Lift Privat Maldev.


melihat Kenan setelah sekian lama membuat para pekerja di Perusahaan X Company Group Pusat mulai berkumpul dan berbisik-bisik kagum dengan pesona Kenan, mereka tidak melihat wajah Kenan tapi sungguh wibawa Kenan begitu dirasakan oleh siapapun.


Kenan tiba di Lantai Ruangan khusus Presdir, 2 Sekretaris laki-laki terkejut melihat Kenan segera meletakkan Ponsel mereka dimeja dan berdiri sambil menunduk 90° saat Kenan melewati mereka berdua.


Kenan tidak memperdulikan sekitarnya dan terus melangkah menuju Ruangan An serta membukanya, Kenan masuk ke Ruangan An ternyata ada Agus (Asisten Pribadi An).


"Tuan Muda." salam hormat Agus memberi jalan untuk Kenan yang melepas masker dan Topinya didepan An.


"masalah apa Pa?" tanya Kenan to the Point.


"keluar Agus..!" titah An.


"baik Tuan." jawab Agus sambil menunduk hormat lalu pergi dari Ruangan An.


An berdiri dari kursi kebesarannya lalu berjalan ke arah Sofa disusul oleh Kenan, An sebenarnya sangat menyayangi anak-anaknya terutama Kenan yang sulit di atur tapi sangat patuh jika An meminta bantuan.


An paling percaya pada Kenan yang jauh lebih dewasa dari Kanze, Kanze masih senang bermain menjalani semua masa mudanya sesuka hati.


Sysy telah menjalani Perusahaan Tiffany milik Xabara, Xabara menghabiskan waktu bersama Rovert di tepi pantai bahkan setiap tahun berkeliling dunia di Negara 1 ke Negara lain.


Ketty menjalankan Hotel Perusahaan X Company Group di setiap Kota dan Negara, walau masih muda tapi An begitu tegas mendidik anak-anaknya untuk menghasilkan uang sendiri.


Kanze menjalankan Perusahaannya sendiri yaitu Mobil dan menerima Pesanan Mobil mewah apapun dari Luar Negeri dengan dibayar langsung atau dengan cara apapun, Kanze juga menjual Ponsel mewah dengan harga menguras ATM.


.


An melipat kakinya didepan Kenan yang duduk sambil bersidakap dada.


"Papa butuh bantuanmu Son..!" Ujar An serius.

__ADS_1


"Iya Pa, apa yang bisa aku bantu?" tanya Kenan memang patuh pada An.


inilah yang membuat An lebih mengandalkan Kenan dibanding Kanze yang Egois seperti An dulu terhadap Rovert, sepertinya An terkena karma akibat melawan Rovert membangun Perusahaan Bodyguard (BlackMalv) sendiri padahal Rovert punya Perusahaan X Company Group.


sama seperti An berubah sejak bersama Carrina maka An juga yakin Kanze akan berubah saat Anak nakalnya itu mencintai seorang Perempuan.


"Gery kabur dari Penjara." kata An serius.


Kenan menaikkan sebelah alisnya, "kenapa dia bisa kabur?" tanya Kenan.


"dia nekat bunuh diri lalu dilarikan ke Rumah Sakit untuk dirawat, dia kabur setelah udah sadar." jawab An.


Kenan mengangguk, "aku paham Pa."


"kamu butuh apa saja son?" tanya An.


Kenan seketika teringat Kinanti, "sepertinya aku harus membawanya Pa."


An menatap datar Kenan, "kamu yakin Son? bagaimana jika dia malah menyusahkanmu?" tanya An.


"dia berpikir aku seorang Agen rahasia, tidak ada salahnya aku melakukan apa yang dipikirkannya." jelas Kenan.


An memicingkan matanya curiga, "kamu tertarik padanya?" tanya An serius.


An mendelik, "ya sudah !!? Papa tidak akan ikut campur masalahmu, katakan apa yang kamu butuhkan Son."


Kenan tidak mungkin tinggal di Mansion yang ada di Dubai, nanti masalahnya akan rumit jika Kinanti tau alhasil Ia meminta Kartu Limited untuk membayar semua biaya kamar Hotelnya nanti di Dubai, An tidak mempermasalahkan apapun permintaan anaknya yang penting Kenan mau membantu An mengatasi masalah Gerry.


.


Kenan tiba di Rumahnya dan melihat Kinanti berada di depan Rumahnya.


"sedang apa?" tanya Kenan.


Kinanti berjalan sedikit pincang mendekati Kenan, "Ken, kamu kemana?" tanya Kinanti.


"tadi Maya menelfonku, katanya kamu juga libur dan 1 tempat kerja disana membicarakan kita." sambung Kinanti.


Kenan melihat kaki Kinanti jadi mengurungkan niatnya membawa Kinan.


Kenan mengangguk, "pergilah..! besok aku juga tidak bekerja..? kemungkinan aku akan libur panjang sampai 17 hari."


Kinanti terkejut mendengarnya, "Ken? kamu mau bertugas?" tanya Kinanti.

__ADS_1


"hmm, jangan beritau siapapun..? aku yang akan jelaskan sendiri sama Pak Molen." jawab Kenan lalu masuk ke Rumahnya.


Kinanti terpaku saja ditempat dan melangkah pergi memasuki Rumahnya sambil berpikir keras apakah Kenan terluka nanti saat menjalani tugas rahasia.


"sadarlah Kinan..? dia tidak mungkin mau memberitaumu tentang tugasnya padamu apalagi dia seorang Agen Rahasia." rutuk Kinanti.


malam-malam,


Kinanti mendatangi Rumah Kenan dan melihat sekeliling tidak ada apapun, "Ken?? kamu tidak bohong kan mau pergi?" tanya Kinanti.


Kenan berbalik, "tidak usah masak..! gosok saja pakaianku."


Kinanti mengekori Kenan ke Ruang gosok yang kecil dan melakukan saja permintaan Kenan sambil celingukan kesana-kemari.


"kenapa dia malah kelihatan santai saja sih? dia mau libur 17 hari loh..? tidak ada tas atau baju yang banyak harus di gosok." batin Kinanti yang melihat gosokannya hanya 1 pasang pakaian saja.


malam itu juga Kenan mengenakan bajunya dan Kinanti mengantari Kenan seperti seorang Istri yang mengantarkan suaminya bertugas (Tentara), Kinanti menautkan kedua alisnya melihat tangannya diberi Kunci Mobil oleh Kenan.


"bawa saja Mobilku..! ingat kau harus rajin mencucinya 1 kali dalam 1 hari, aku tidak suka Mobilku berdebu." titah Kenan.


Kinanti menganga, "Mobil dimandikan sekali sehari? apa tidak terlalu berlebihan?"


"tidak usah rewel..! lakukan saja tugasmu sebagai bayarannya kau boleh membawa Mobil itu kemanapun kau mau..! dilacinya ada Kartu Online, kau bisa gunakan itu untuk isi bahan bakarnya." balas Kenan.


Kinanti mematung saja melihat Kenan pergi menaiki taksi tanpa membawa apapun selain sebuah ponsel dan pakaian yang dikenakannya, Kenan mengenakan Topi dan Masker saja.


"sebenarnya dia mau bekerja dimana sih?" gumam Kinanti.


Kinanti memandang kunci Mobil Kenan dan menarik nafas dalam-dalam, "Ken?? kamu begitu baik..! aku takut kalau aku yang terjerat dengan perasaanku sendiri padahal kamu tidak menyukaiku." gumam Kinanti.


"Viora?" gumam Kinanti mengingat perkataan Kanze yang bilang kalau Kenan dikejar oleh wanita sekelas Viora.


Kinanti menggeleng kepalanya, "sadar Kinan..? jangan terlalu baper, sepertinya kamu tidak bisa disamakan dengan wanita sekelas Viora."


Kinanti bertekat untuk mengubur perasaannya dalam-dalam, Kinanti bukan pengecut tapi mendengar tipe perempuan yang mengejar Kenan adalah sekelas Bintang Papan atas jelas Kinanti memilih mundur teratur.


"Viora sangat cocok dengan Kenan..! dia sangat seksi dan punya karir yang bagus, siapa yang mau menolaknya? hanya Pria gila saja yang menolak wanita seperti itu." gumam-gumam Kinanti sambil berbalik kembali memasuki Gedung tempat tinggalnya.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2