
.
.
.
Kinanti terkejut melihat Kenan tengah berdiri memperhatikan Mobilnya sendiri.
"kenapa dia melihat Mobilnya sendiri dengan pakaian tidurnya?" gumam Kinanti mendekati Kenan dan berdiri disamping Kenan.
Kenan hanya melirik sekilas disampingnya ternyata Kinanti.
"sedang apa?" tanya Kinanti.
Kenan diam saja melihat Mobilnya hingga Kinanti semakin penasaran saja.
"kenapa sih?" tanya Kinan serius juga terlihat penasaran.
"Mobilku di sabotase." jawab Kenan.
mata Kinanti membelalak seketika, "apa??"
Kenan memejamkan matanya seketika, "berisik..!"
"Oh..! maaf, Aku hanya terkejut." ucap Kinanti menarik nafas dalam-dalam lalu menghembusnya perlahan sampai Ia benar-benar tenang.
"bagaimana kamu bisa tau Kenan?" tanya Kinanti setelah merasa lebih baik.
Kinanti membayangkan Ia harus naik Taksi atau ojek setiap hari sudah jelas akan menambah pengeluaran, tentu Ia tidak bisa menerima itu karna Kenanlah biaya hidup Kinanti menjadi lebih sedikit pengeluaran, makan gratis dan biaya transportasi gratis walaupun Kinanti harus jadi tukang masak dan supir sekaligus yang penting Ia tidak mengeluarkan biaya.
"sampah masyarakat itu terekam CCTV di Mobilku." jawab Kenan.
"boleh aku lihat?" tanya Kinanti dan Kenan mengangguk.
Kinanti melangkah lebih dekat ke Mobil Kenan sehingga kaki Kenan tertuju pada Kaki Kinanti yang tidak memakai alas apapun, sejak Kenan mengetahui Kinanti adalah salah satu Keluarga Korban yang meninggal saat bekerja dibawah Kontrak kerja Papanya Kenan jadi sering memperhatikan Kinanti bukan karna suka atau tertarik tapi lebih ke merasa bersalah.
Kenan menarik nafas panjang lalu memilih pergi ke Mini Market di belakang Gedung Kontrakan mereka yang tidak terlalu besar tapi juga tidak terlalu kecil.
Kinanti hanya sibuk melihat rekaman CCTV yang ada di Mobil Kenan, Kinanti saja tidak tau kapan CCTV itu dipasang di Mobil Kenan.
.
Kenan memasuki mini market dan membuat pengunjung mini market terkejut melihat Pria setampan Kenan ada di tempat mereka, selama Kenan tinggal di Kontrakan itu tidak pernah Kenan memasuki mini market itu.
__ADS_1
Kenan memasang wajah datar dan dinginnya mencari tempat jual bagian sendal, Kenan melihat sebuah sendal bulu yang berbentuk telinga Kucing terlihat imut.
Kenan mengambil sendal itu dan melihat berbagai ukuran yang cocok sesuai dengan kaki Kinanti melalui penglihatan matanya saja, tanpa berpikir panjang Kenan mengambil ukuran yang menurutnya cocok di kaki Kinanti lalu Ia membeli sendal itu.
"55 Ribu Kak." ucap pekerja mini market itu dengan kikuk.
Kenan mengeluarkan uang tunainya setelah itu Ia pergi dari mini market itu, pekerja mini market itu pun mulai ribut dengan kawannya yang lain melihat Pria setampan Kenan tapi mereka sangat iri pada perempuan yang dibelikan sendal oleh Kenan.
Kenan tiba di Mobilnya dan melihat Kinanti masih menonton rekaman CCTV yang tertera di Mobil Kenan.
"sudah?" tanya Kenan.
"iya." Kinanti segera keluar dan menggaruk kepalanya sendiri.
"bagaimana ini Ken? aku rasa Mobilmu memang disabotase, haissh..? aku bisa gila seperti ini." Kinanti meraup wajahnya frustasi.
Kenan hanya diam lalu mengeluarkan sendal yang Ia beli dan diletakkan di depan kaki Kinanti hingga Kinanti melebarkan matanya melihat tindakan Kenan itu.
"apa ini untukku? atau pinjam?" tanya Kinan sebab Ia lihat bentuk sendal itu seperti milik perempuan.
"aku berikan untukmu, lain kali jangan lupa mengenakan sendal." kata Kenan dengan wajah datarnya berdiri didepan Kinanti.
Kinanti mengerjab memandang Kenan yang jaraknya hanya 1 meter saja darinya.
"lebih baik kita bersiap nanti naik motor." kata Kenan sambil melangkah pergi meninggalkan Kinanti.
Kenan menggeleng kepalanya melihat Kinanti telah melarikan diri memasuki Lift tapi juga menunggu dirinya masuk Lift tapi tiba-tiba Lift itu juga terguncang sehingga mereka harus kembali naik tangga.
sepanjang menaiki tangga Kenan hanya diam mendengar celotehan Kinanti yang bosan naik Tangga dan kakinya selalu pegal serta tidak bisa tidur.
Kenan mengirim pesan pada An untuk membawa seorang pekerja memperbaiki Lift di Kontrakan mereka, An yang mendapat pesan permintaan anaknya itu tentu di turuti karna An sendiri memang selalu memanjakan anak-anaknya walau Ia tegas tapi jika permintaan anaknya bermanfaat jelas akan di penuhi.
.
.
Kenan memberikan helm berwarna hitam dipegangnya ke Kinanti untuk dipakai, Helm Kenan di Motor.
"Ken? kita belum sempat sarapan kan? kita masih sempat sarapan diluar ya? kita mampir nanti bagaimana?" tanya Kinanti sambil memakai helmnya.
Kenan mengangguk lalu membawa Kinanti ke Motor nya yang baru saja tiba, Kinanti heran sejak kapan motor itu ada disana tentu Ia bertanya pada Kenan tentang Motor itu.
"dari mana datang motor mu ini, Ken?" tanya Kinanti penasaran.
__ADS_1
"diantar oleh adik laki-lakiku tadi." jawab Kenan sambil memakai helmnya.
Kinanti terperangah, "berarti adik laki-lakimu juga lumayan sukses ya? apa dia yang punya Motor ini?"
"motorku." jawab Kenan.
Kinanti terdiam karna Motor itu juga bisa dikatakan mewah bagi Orang biasa, "kamu anak pertama tapi bisa beli-beli ini, apa adik-adikmu punya penghasilan sendiri?"
"hmm." jawab Kenan.
"cepat naik..!" ajak Kenan menarik lengan baju Kinanti kebelakangnya.
Kinanti mengerucutkan bibirnya menaiki Motor Kenan lalu memegang ujung baju Kenan, Kenan melajukan Motornya nyaris saja Kinanti terjatuh kebelakang tapi dengan cepat Kenan menarik tangan Kinan.
"maaf." ucap Kenan.
Kinanti mematung saja sejak kemarin Kenan selalu saja meminta maaf padanya hanya karna masalah kecil tapi Ia tidak bertanya.
"mungkin dia kasihan padaku." batin Kinanti tersenyum saja.
Kenan juga membayar sarapan Kinanti sampai tiba di Tempat kerja, Oji yang baru saja turun dari Mobilnya terkejut melihat Kenan dan Kinanti naik Motor bukannya Mobil.
Oji sontak saja memotret Kenan dan Kinanti lalu mengirimkan nya ke Group mereka ber-enam yang ingin sekali memberi pelajaran pada Kenan tapi sekarang malah gagal padahal mereka sudah bekerja dengan sangat hati-hati malam itu menyabotase Mobil Kenan di saat semua Orang sedang tertidur.
"terimakasih Ken." ucap Kinanti sambil tersenyum.
"hmm." jawab Kenan dengan wajah datarnya sambil melepas helmnya.
Kinanti pun hendak pergi namun dicegah oleh Kenan tentu saja Kinantk bertanya, "ada apa?"
"lepaskan helmmu." pinta Kenan dengan datar.
Kinanti tertawa kikuk memegang kepalanya, "haha..? aku lupa kalau ada helm dikepalaku." canda Kinanti menutupi rasa malunya.
Kinanti berdecak sebal saat mengait helmnya sulit untuk dibuka, Kenan menghela nafas melihat kesulitan Kinanti pun membantu Kinanti yang mematung menatap mata tajam Kenan yang fokus ke pengait Helmnya.
"indahnya..? kenapa bulu matanya bisa panjang, tebal, lentik sih? bibirnya sangat merah pasti sangat menjaga kesehatan." batin Kinanti yang mengetahui Kenan bukan Pria perokok.
"sudah, pergilah." kata Kenan membuat mata Kinanti terpejam sambil berbalik badan dengan muka memerah.
"wanginya." gumam Kinanti dengan nada berbisik mencium aroma nafas Kenan yang sibuk meletakkan helmnya di Motor Kenan.
.
__ADS_1
.
.