Gadis Bar-Bar Tuan Muda Pendiam

Gadis Bar-Bar Tuan Muda Pendiam
sekedar


__ADS_3

.


.


.


Kenan menyimpan ponselnya setelah memastikannya tanpa peduli amarah Papanya itu, Kenan melihat penampilannya.


"bisa saja ini jebakan." gumam Kenan menoleh sekitar dan menemukan sebuah butik khusus Pria.


Kenan langsung membeli pakaian serba tertutup juga memakai masker dan Topi, Kenan sangat berhati-hati.


di Bar ternama,


"siapa?" tanya si penjaga Bar melihat penampilan Kenan yang tertutup.


Kenan diam lalu Penjaga lainnya bertanya lagi, Kenan menghela nafas lalu menunjukkan kartu Diamond miliknya ke Penjaga-penjaga itu sebab Ia terlalu malas mencari keributan yang ada pelakunya tau Kenan datang, Kenan ingin mengintip saja demi mengetahui pelaku serta tujuan nya pelaku menggunakan Kartu (Uang) Perusahaan apakah untuk menguji Kenan seorang mata-mata atau tidak.


"Oh.. maafkan kami Tuan..! silahkan masuk.!" salah satu Penjaga memberi hormat.


Penjaga lainnya kebingungan lalu bertanya pada penjaga yang memberi hormat pada Kenan itu setelah Kenan melewati mereka semua.


"apa kau bodoh..?? dia itu Tuan Muda Terkaya, Kartu Diamond hanya milik Orang Terkaya di Negara ini."


"hah? Orang terkaya? siapa? kenapa wajahnya di tutupi?"


"aku tidak peduli urusan Pria itu tapi kita tidak boleh menyinggungnya, ingat saja perkataan Bos kita."


Para Penjaga Bar kembali bertugas mengabaikan Kenan karna menurut mereka pemilik kartu Diamond tidak mungkin berbuat kerusakan.


Kenan mendengus ketika memasuki kawasan Bar terdengar suara musik yang begitu kuat sehingga gendang telinganya merasa ngilu.


"haiishhh..!" geram Kenan mengelus telinganya.


Kenan menggeleng kepalanya untuk tetap fokus karna suara musik yang kuat itu membuat konsentrasinya cukup tergoyahkan, Kenan mencari setiap sudut Ruangan yang mencurigakan hingga Ia menemukan salah satu Ruangan perkumpulan Wanita tengah mengelilingi 2 Pria.


"bagaimana caraku melihat wajah mereka?" gumam Kenan.


"sekarang bagaimana Pak? dia memang tidak datang kan? sudah aku tebak kalau dia bukan mata-mata." tanya Pria yang tengah membelakangi Kenan menoleh ke Pria beruban di sampingnya.

__ADS_1


Kenan mengerutkan keningnya.


"Marvin?? kau melakukan tindakan yang sangat berbahaya, Tuan Besar pasti menyadari hal ini." geram Pria tua itu yang ternyata Jonson.


Kenan hanya melihat sisi wajah mereka saja sudah mengenalinya, Kenan memiliki ingatan yang sangat bagus.


"kenapa bapak sangat takut hah? bukankah sudah ada buktinya? dia bukan mata-mata kan? kalau iya kenapa dia tidak datang?" ejek Marvin.


"kalau dia datang bagaimana?" tanya Jonson celingukan.


"disini banyak wanita seksi, apa dia tidak akan tergoda dengan perempuan?" kata Marvin memegang pah* wanita dikiri-kanannya dengan tatapan mes*m.


Jonson memang tidak melihat tanda-tanda kedatangan Kenan membuatnya mulai percaya dengan kata-kata Marvin kalau Kenan itu bukan mata-mata utusan An.


"lebih baik kita bersenang-senang Pak." kata Marvin dengan bangga.


Kenan tersenyum miring melihat adegan 21+ itu didepan mata lalu Ia malah segera pergi dari sana setelah menemukan tersangka, Kenan hanya mencari bukti saja kalau mereka adalah hewan menjijikkan yang selama ini merayap di Perusahaan An.


Kenan melangkah pergi dengan tenang walau Ia ditatap aneh oleh para pengunjung Bar karna penampilan Kenan yang tertutup, jika Kenan menunjukkan wajahnya jelas banyak wanita seksi mendatanginya sebab Kenan adalah Pria dari Asia terutama Indonesia menjadi Idaman wanita di Negara itu.


bugghh..!!


"ma--maaf Tuan?" seorang gadis seksi tidak sengaja menabrak Kenan, otomatis Kenan melangkah mundur tanpa berniat menolong Gadis itu namun Ia hanya terdiam beberapa saat sebab Gadis itu meminta maaf dalam bahasa Indonesia.


Kenan tersenyum begitu tipis dibalik maskernya, Ia menaikkan sedikit topinya untuk melihat Gadis itu bukan penampilannya melainkan wajahnya.


"oh God...! kenapa kepalaku pusing banget sih?" racau Gadis itu memegangi kepalanya sendiri.


Kenan menaikkan sebelah alisnya seolah pernah melihat gadis itu tapi Ia bertanya-tanya dalam hati bertemu dimana?


"Arianaa?" teriak Steven memegang lengan Gadis itu sehingga Kenan baru ingat kalau gadis didepannya sedang depresi karna diselingkuhi oleh Steven.


"lepaskan aku..! aku bukan Ariana lagi..! pergi kau dari sini." gadis itu mendorong Steven yang terjerembab.


Kenan diam saja menonton pertengkaran mereka berdua walau suara musik lebih dominan menguasai telinga nya tapi matanya malah fokus dengan pertengkaran pasangan kekasih itu.


"Kenapa kamu seperti ini Ariana? sejak kapan kamu memasuki Bar ini hah? kamu gadis baik-baik kan?" tanya Steven segera bangkit tidak peduli bagaimana malunya dirinya yang penting kekasihnya itu tidak terjerat pergaulan sepertinya.


"lepaskan aku bajing*n...! aku tidak mau mendengarkanmu." amuk gadis dipanggil Ariana itu.

__ADS_1


Kenan melihat dompet Ariana terjatuh lalu Kenan mengambilnya dan membuka isinya terlihat KTP Ariana tertera nama Kinanti Intan Ariana serta memang berasal dari Indonesia.


Steven memegang kedua tangan Ariana, "kamu tidak akan menang melawanku Ariana, aku harus menjadi Pria pertama untukmu."


Ariana memelintir tangan Steven ditengah ketidaksadarannya lalu menendang bok*ng Steven sampai tersungkur padahal Steven kuat tapi Ia lemah jika Ariana yang menyentuh Steven, Ariana meninggalkan Steven dalam keadaan mabuk.


Kenan menaikkan sebelah alisnya seolah Ia merasa gadis itu dalam keadaan pengaruh obat bukan mabuk karna minuman.


"sial..!" gumam Kenan.


jiwa lelaki Kenan menyeruak seolah ingin menolong Ariana lalu Ia terpaksa mengejar Ariana dan menarik lengan Ariana, Ariana terhuyung berusaha melawan Kenan yang segera menghindar.


Kenan bersidakap dada melihat Ariana tampak kesal meninju angin, "apa dia bisa berkelahi?" gumam Kenan memperhatikan gerak-gerik Ariana.


Kenan menepis kedua tangan Ariana sampai meringis.


"ini dompetmu..!" kata Kenan membuat Ariana mengucek-ngucek kedua matanya mencoba melihat Kenan dan dompetnya.


"Tuan dari Indonesia?" tanya Ariana menerima dompetnya sambil terhuyung lalu menunduk ala jepang ke arah Kenan untuk mengucapkan terimakasih dan pergi dari Kenan.


"Ariana??" Steven berlari mengejar Ariana lalu Kenan hanya memanjangkan kakinya sehingga Steven tersungkur dengan santainya Kenan melewati Kenan.


Steven melihat kebelakang terlalu banyak Orang sehingga Ia tidak bisa menemukan pelakunya tapi yang paling penting saat ini adalah gadis pujaannya yaitu Ariana.


"Ariana?" gumam Steven segera bangkit dan mengejar Ariana.


Ariana ternyata dalam pengaruh obat bius, entah bagaimana caranya Ia bisa meminum obat itu padahal Ariana hanya ingin melepas stres di Bar itu.


.


Ariana telah menaiki taksi dan Kenan melihat dari balik tembok Steven berusaha mengejar gadis itu.


"aku tidak akan melepaskanmu Arianaaa...! hanya aku yang boleh memilikimu." teriak Steven lalu berlari menuju Mobilnya.


Kenan menaikkan sebelah alisnya, "buaya akan tetap jadi buaya." gumam Kenan tersenyum miring lalu mencari taksi dan mengejar Mobil Ariana untuk membantunya sebagai seorang Pria Sejati bukan memiliki maksud apapun.


Kenan punya adik perempuan jadi Ia tidak suka ada perempuan yang diperlakukan semena-mena oleh Pria lain walaupun Kenan juga kejam tapi Ia tidak pernah merusak perempuan.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2