
.
.
.
malam hari,
Kinanti mengantar Kevin di Parkiran,
"kakak cuma punya uang saku segini Vin, kamu jangan hemat-hemat makan ya? Kakak tidak suka adik kakak kurus." kata Kinanti sambil mengeluarkan semua isi uang tunai di dalam dompetnya.
"Kak?? aku bukan anak kecil lagi, aku sudah bisa kok dapat uang saku sendiri loh..! kakak biayai uang semester Kuliahku saja itu sudah cukup kak, aku janji kalau aku sudah jadi Dokter bedah nanti pasti akan aku bayar semuanya kak." kata Kevin dengan serius.
Kinanti tersenyum memasukkan uangnya ke kantong jas putih (dokter) Kevin lalu mengusap kepala Kevin, "anak kecil tau apa hmm? kamu hanya fokus kuliah dan uang minta saja sama kakak ya? nanti kalau kamu sudah sukses belikan Mama Rumah Bagus saja, kakak hanya minta kalung berlian."
Kevin tersenyum lebar, mereka memang sering bertengkar tapi jika masalah uang entah mengapa mereka bisa jadi begitu akur, kemungkinan Kevin dan Kinan telah terbiasa saling bahu membahu satu sama lain demi keberhasilan mereka tanpa merepotkan Mama mereka berdua.
"ya sudah..! sana naik taksi." pinta Kinanti tapi Kevin menggeleng dan bilang Ia harus berhemat jadi naik Ojek.
"minggu besok Kakak gajian, jadi Kakak pasti datang ke asramamu, Vin..!" kata Kinanti dengan senyuman.
"kenapa kakak tidak ketempat Mama? Mama pasti rindu sama kakak." tanya Kevin.
Kinanti yang tadi tersenyum lebar malah berubah kecut, "Mama selalu menangis melihat kakakmu ini, dia selalu saja meminta maaf dan meminta maaf."
Kevin menggeleng kepalanya, "jadi sampai kapan kakak mau mengabaikan Mama? Mama seperti itu juga karna rasa bersalahnya kan? kakak tinggal jelaskan aja baik-baik saja Mama, apa susahnya sih."
"tidak usah mengajari kakakmu ini ya? dasar bocah cerewet, sana pergi...!" usir Kinanti dengan galak.
"Ehh? bang Ken??" sapa Kevin hingga wajah Kinanti berubah manis dan putar badan tapi ternyata tidak melihat siapa-siapa.
Kinanti memejamkan matanya dengan kesal, "Kevin..??!" teriak Kinanti berbalik hendak meninju adiknya tapi Kevin sudah melarikan diri sambil melambaikan tangan ke Kinanti.
"jaga diri kakak baik-baik ya?? aku senang melihat Kakak lebih berisi dari sebelumnya." teriak Kevin.
Kinanti tersenyum saja sambil membalas lambaian tangan Kevin lalu menarik nafas dalam-dalam.
Kevin datang ke Kos-an Kakaknya memang untuk melihat kondisi Kakaknya telah putus dengan pacarnya di New York, sebelumnya pipi Kinanti kurus seperti kurang makan tapi sekarang pipi Kinanti lebih tembem tanpa Kevin ketahui kalau makan Kinanti terjamin karna bersama Kenan jadi Koki Kenan.
"adikmu sudah pergi?" tanya Kenan.
__ADS_1
Kinanti melompat kaget seketika mendengar pertanyaan Kenan, Ia mengelus dada memandang Kenan tidak percaya.
"kenapa aku tidak bisa mendengar suara langkah kaki dan nafasmu?" tanya Kinanti terheran-heran.
Kenan hanya diam memiringkan kepalanya ke Kinanti.
"aah..! dia sudah pulang, berkatmu aku tidak terlalu kurus sekarang." kata Kinanti memegang kedua pipinya yang semakin berisi.
Kenan menatap lurus ke arah jalanan, "apa dia datang hanya untuk melihatmu seperti ini?"
Kinan mengangguk, "kami hidup hanya bertiga tapi bisa dikatakan bahagia walaupun kami kekurangan uang."
Kenan diam mendengarkan, "ayo berangkat!!"
"Ke--Kemana?? bukankah kita tidak bekerja?" tanya Kinanti celingukan.
"cari makan diluar..!" jawab Kenan.
Kinanti berlari kecil mengekori Kenan sambil tersenyum manis, "kebetulan uangku sedang habis."
Kenan diam saja mendengar kejujuran Kinanti yang tidak malu padanya itu, Kenan tentu tau kalau Kinanti memang Orang tidak punya tapi Kinanti tidak pernah malu menceritakan kekurangannya pada Kenan sementara Kenan yang punya Uang dan Kekuasaan malah malu memberitau Kinanti yang sebenarnya.
.
Kinanti memegang ujung baju Kenan yang sedang mengendarai motor nya.
"Ken? kita makan dimana? kenapa jauh?" tanya Kinanti setengah berteriak.
Kenan diam saja hanya melirik kesamping lalu kembali fokus, Kinanti mengerucutkan bibirnya tidak dapat balasan apapun dari Kenan terpaksa Ia memilih sabar sambil celingukan mencoba mengenali tempat.
sejak dulu Kinanti tidak pernah jalan-jalan apalagi mengikuti segala acara studytour sekolah yang banyak butuh uang sementara dulu ketika Kinanti sekolah di Kota untuk memiliki uang Jajan saja Kinanti sudah sangat senang, jadi tak heran Kinanti tidak banyak kenal tempat bagus.
.
tepi pantai.
Kinanti terpana melihat Rumah Kecil di jembatan menuju lautan.
"Ken? itu apa??" tanya Kinanti menunjuk Rumah Kecil yang dimaksudnya dengan ceria ke Kenan.
Kenan melirik tempat itu, "tempat bersantai." jawab Kenan melangkah pergi menuju Restaurant pinggir Pantai itu.
__ADS_1
Kinanti berlari mengejar Kenan lalu Kenan meletakkan buku menu di kening Kinanti.
"cari maumu." kata Kenan dengan jutek.
Kinanti tersenyum senang membaca buku menu itu, baginya dapat makan gratis saja sudah sangat menyenangkan lalu masalah sikap Kenan itu tidak Kinanti masukkan hati karna Kinanti tau kalau Kenan adalah Orang baik.
"aku mau ini..?" pinta Kinanti.
Kenan mencatat pesanan Kinanti lalu memberikannya ke karyawan yang tengah terpana dengan wajahnya Kenan, pekerja wanita itu dengan malu-malu pergi memenuhi keinginan Kenan.
"Ken? sejak kapan kamu tau tempat ini?" tanya Kinanti penasaran.
Kenan menatap datar saja binar bahagia terpancar di wajah Kinanti, walau Kinanti seorang tulang punggung keluarga yang tidak bisa bersantai-santai tapi Kinanti tetaplah seorang perempuan yang butuh kesenangan karna takdirnya perempuan itu memang untuk dimanja, disayangi, dibelikan dan dipenuhi apapun mau nya.
"tempat ini sudah ada sejak dulu, cuma restaurantnya aja berganti Orang." jawab Kenan.
"boleh aku kesana?" tanya Kinanti menunjuk Rumah Kecil ditengah pantai dan kesana harus melewati jembatan.
Kenan mengangguk, "jangan lama-lama."
Kinanti memekik senang lalu berlari melepaskan sendalnya menuju jembatan itu bahkan melompati pagar yang belum sempat dibuka oleh pekerja, ketika salah satu Pekerja hendak mengejar Kinanti tak sengaja melihat Kenan yang menggeleng kepalanya ke Pekerja itu.
"Tu--Tuan?" bisik Pekerja itu syok membekap mulutnya ternyata Dia adalah Putra dari Bodyguard BlackMalv, anak dari anggota Mafia BlackMaster yang mengenal sosok Kenan.
Kenan tersenyum miring melihat Kenan seperti itu tentu pekerja itu segera mengajak rekannya pergi, awalnya rekan nya kebingungan tapi menurut juga diajak pergi oleh kawannya.
Kenan tidak melakukan apa-apa hanya melarang mereka mencegah Kinanti yang semangat sekali mendatangi Rumah Kecil itu.
"Tuan? ini jus Anda, pesanan anda lagi dibuat." kata seorang Pekerja wanita memberikan nampan berisi minuman untuk Kenan.
Kenan mengangguk tapi tidak melihat wajah wanita itu, merasa dicuekin pun wanita itu hanya tersenyum lalu dipanggil oleh atasannya untuk melayani pelanggan lain.
Kenan memainkan Ponselnya sambil meneguk jusnya tanpa peduli tatapan Pelanggan lain tengah menatap takjub dirinya.
"Kak? boleh minta nomornya?" tanya seorang perempuan seksi menyapa Kenan.
Kenan tidak melihat ataupun melirik perempuan seksi itu, Kenan seperti Orang tuli yang tidak mendengar suara apapun.
.
.
__ADS_1
.