Gadis Bar-Bar Tuan Muda Pendiam

Gadis Bar-Bar Tuan Muda Pendiam
masalah gaji


__ADS_3

.


.


.


Kinanti sungguh malu perasaannya diketahui oleh Molen padahal Kinanti juga seperti anak sendiri bagi Molen, mungkin Molen sudah lama mengenal Kinanti jadi melihat perubahan Kinan jelas ada yang tidak normal maka nya Molen bisa menebak kalau Kinanti menyukai Kenan.


jam makan siang,


Kinanti mendatangi Kenan dan mentraktir Kenan makan, "anggap saja ini ucapan terimakasihku padamu Ken..! kalau kamu tidak memberiku obat tadi pagi mungkin aku sudah demam sekarang." kata Kinanti dengan senyuman.


Kenan mengangguk sambil fokus makan, "abaikan saja perkataan Pria tua itu."


Kinanti terpaku lalu tersenyum canggung, "aku tidak masukkan hati kata-kata pak Molen kok, cuma aku takut kamu merasa tidak nyaman dengan gosip disini."


Kenan melirik situasi, "aku bukan pria yang berpikiran sesempit itu."


Kinanti melihat Kenan yang terlihat biasa saja, "Ok, kalau kamu memang tidak keberatan ya tidak masalah."


Kenan tidak bicara apapun lagi dan Kinanti tersenyum mulai melanjutkan makan siangnya dengan nikmat tanpa beban.


sejak saat itu banyak gosip beredar di Tempat Kerja Kenan dan Kinanti kalau mereka adalah sepasang kekasih yang tinggal satu Rumah, Kenan sudah pernah menjelaskan kalau Kenan dan Kinanti tidak punya hubungan apapun tapi semakin dijelaskan malah semakin rumit.


Kenan tidak lagi berbicara apapun jika para Pelatih dan Murid disana menggodanya maka hanya dibalas dengan tatapan tajam saja sehingga mereka berhenti dengan sendirinya tapi masih tidak jerah menggoda Kenan.


"itu siapa??" tanya salah satu pelatih perempuan ke Kinanti menunjuk ke seorang Gadis yang memakai topi, kacamata hitam dan masker tengah menyebut nama Kenan.


Kinanti mengerutkan keningnya, "aku tidak tau." jawab Kinan.


"apa dia pacar Kak Kenan?"


Kinanti sontak saja menatap temannya yang mengangguk serius lalu menyalahkan Kinanti yang tidak bisa bertindak lebih agresif lagi.


"apa perempuan itu punya hubungan dengan Kenan? Kenan sendiri yang mengatakan kalau dia nggak punya pacar, Ehhh?? apa perempuan itu adik perempuannya?" batin Kinanti seketika melebarkan matanya.


Kinanti tersenyum lebar seketika, "semoga saja benar."


"apanya yang benar?" tanya teman pelatih Kinanti.


Kinanti mengikuti Gadis itu yang disuruh menunggu dan tengah duduk di Kursi panjang.


"haloo?" sapa Kinanti.


Gadis berpakaian tertutup itu seketika mendongak menurunkan sedikit kacamatanya melihat Kinanti.

__ADS_1


"siapa?" tanya Gadis itu heran sambil memegang topi, masker dan Kacamatanya.


"terpasang kok..! kenapa dia menyapaku? apa dia mengenaliku?" batin Gadis itu dengan linglung.


"Sysy??" sapa Kenan.


"Abang?" ternyata Gadis itu adalah Sysy.


Sysy berlari mendekati Kenan lalu memeluk Kenan dengan manja seperti sepasang kekasih, Kinanti tersenyum mendengar panggilan Sysy yang Ia tebak benar.


"kenapa lama banget sih bang?" tanya Sysy dengan kesal merapikan baju Kenan.


"sudah aku bilang jangan kesini..!" kata Kenan menepuk-nepuk kepala Sysy yang mendongak manja benar mirip sebagai pacarnya Kenan.


Kinanti teringat kata-kata rekannya kalau Ia kurang agresif dan kemungkinan bisa saja ada perempuan lain yang menikungnya nanti sehingga Kinan bisa gagal total mendapatkan hati Kenan.


setahu Kinanti kalau Kenan itu tipikal Pria yang sulit jatuh Cinta jikalau sudah jatuh cinta pasti tidak bisa move-on, Kenan jelas adalah Pria yang setia dan jujur saja tipe Pria seperti Kenan adalah yang terpuncak dari yang terbaik, Kinanti mana mau ada yang menikungnya.


"kamu harus lebih agresif lagi Kinanti." batin Kinanti tersenyum gugup lalu melangkahkan kakinya ke arah Kenan dan Sysy.


Kinanti mendekati Kenan, "Ken? tadi aku mau antar dia ke kamu."


"ngapain kamu antar dia? biarkan saja Gadis manja ini menungguku." kata Kenan mengacak kepala Sysy yang mengenakan topi.


Sysy memutar kepalanya ke Kinanti tanpa peduli usapan gemas Kenan, "siapa dia Bang? kenapa abang bisa bicara panjang sama dia?"


"peliharaan?" beo Sysy memutar tubuhnya menghadap Kinanti.


"Ehh? jangan dengarkan dia ya? aku ini tetangganya, Ken sangat baik padaku selama dia menjadi tetanggaku." Kinanti.


Sysy menganga lebar lalu memutar kepalanya ke Kenan, "dia yang Mama ceritakan bang?"


Kenan membuang muka saja lalu Sysy kembali memandang Kinanti.


"aku Kinanti." senyum lebar Kinanti semakin senang Mama nya Kenan membahas Kinanti.


"Ahh..? Kakak ipar ya?" tunjuk Sysy membuat mata Kenan melebar seketika menutup bibir Sysy yang memakai masker.


"apa katamu hah? kau tau hubungan kami tidak seperti itu." bisik Kenan yang geram di jadikan pusat perhatian.


Kinanti tersenyum malu lagi-lagi dikatakan punya hubungan dengan Kenan.


.


Sysy yang ditarik oleh Kenan pergi dari keramaian pun berusaha melepaskan tangan Kenan.

__ADS_1


"haishh..? memangnya kenapa sih?" kesal Sysy mengusap-ngusap bibirnya.


Kenan memandang datar Sysy yang tengah berusaha mencoba masuk ke kawasan tempat kerjanya.


"aku mau ketemu Kakak tadi, aku tidak menyangka dia sangat cantik." bantah Sysy yang ingin menemui Kinanti lagi.


Kenan menarik ujung Hoodie Sysy lalu mengusir adiknya itu keluar tempat kerjanya dengan wajah dinginnya itu yang terlihat seperti Abang yang kejam padahal Kenan memang seperti itu.


"pulang...!" Kenan bersidakap dada menatap datar Sysy.


Sysy yang kesal pun terpaksa berbalik pergi dan mencibir sepanjang jalan kenanga, Kenan menggeleng kepalanya pelan lalu kembali masuk ke tempat kerjanya.


Kinanti berlari menemukan Kenan, "mana adikmu tadi?"


"sudah aku tendang." jawab Kenan sambil melangkah melewati Kinanti begitu saja tanpa berniat mau berhenti.


Kinanti melebarkan matanya lalu segera mengejar Kenan, "kenapa kamu menendang adikmu sendiri? apa kalian tidak bisa akur? aku dan Kevin saja memang sering bertengkar tapi jika kami tidak bertemu akan saling merindukan."


"memangnya kita sama." kata Kenan seolah mengatakan bahwa Ia tidak merindukan adiknya seperti Kinanti dengan Kevin.


"cepat hubungi adikmu lagi..!" pinta Kinanti memelas memegang lengan Kenan.


Kenan berdecak mengabaikan Kinanti tapi rengekan Kinanti lama-lama membuat Kenan kesal juga dan pada akhirnya mengirim nomor ponsel Sysy ke Kinanti, sedangkan Kinanti malah sumringah lalu pergi entah kemana tidak mengganggu Kenan lagi.


"dasar perempuan." decak Kenan menyunggingkan senyum tipisnya mengingat tingkah konyol Kinanti yang merengek padanya untuk membawa Sysy.


Kenan tiba-tiba menggeleng kepalanya lalu melanjutkan pekerjaannya melatih murid-murid nya untuk memperkuat fisik.


.


didikan Kenan yang keras hampir beberapa minggu pun benar-benar membuahkan hasil, kini Ia melihat Notif Ponselnya melihat nominal uang masuknya melatih murid Taekwondo selama 1 bulan ini.


"Ken???" Kinanti berlari kecil ke arah Kenan.


Kenan menaikkan sebelah alisnya.


"aku gajian..? berapa gajimu? gaji kita sangat besar kan?" tanya Kinanti berbinar.


"apa menurutmu gaji 10 Juta itu besar?" tanya Kenan.


Kinanti melebarkan matanya, "gajimu 10 Juta?" tanya Kinanti dan Kenan diam saja seolah tidak percaya jadi Orang biasa sangat menyedihkan.


"hebat Ken..! biasanya pelatih baru gaji pertamanya hanya 4 Juta tapi kamu sudah 2 kali lipat bahkan hampir 3 kali lipat." puji Kinanti.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2