Gadis Bar-Bar Tuan Muda Pendiam

Gadis Bar-Bar Tuan Muda Pendiam
biasa


__ADS_3

.


.


.


Viora melaporkan Kinanti pada Molen tapi ternyata Molen mengatakan cedera dalam beladiri itu biasa malah mengatakan Viora harus berlatih sungguh-sungguh sebab Ia tidak akan mengeluarkan sertifikat Viora jika wanita itu hanya berpose saja didepan Rayan.


Viora mengepalkan tangannya, "kau sedang mengajariku?"


"maaf Nona..! jika anda tidak punya minat dibidang ini, saya sarankan anda untuk kembali saja ke dunia akting anda..! saya tau anda banyak uang tapi tidak semua orang bisa anda kelabui dengan uang." Molen.


"munafik...! kalian menerima suap dari managerku." teriak Viora dengan nada sarkas.


Molen tetap tersenyum, "disini ada CCTV Nona, jika anda mengancam pelatih yang ada disini saya tidak segan mempublis rekaman itu, anda tau akibatnya? karir anda akan hancur."


Molen hanya bicara dengan tenang tapi berhasil membuat Viora geram sendiri namun tidak bisa berbuat apa-apa.


"dasar pak Tua tidak punya otak." maki Viora.


"iya Nona, jadi Nona yang masih punya otak tolong jaga otak anda dengan baik." jawab Molen menundukkan sedikit kepalanya sebagai bentuk ejekannya dalam dunia taekwondo.


Viora memilih pergi dari Ruangan Molen bahkan menutup pintu Ruangan Molen dengan kasar, Viora memang punya sifat yang kasar padahal Ia perempuan.


Viora mencari Kenan yang sedang melatih murid-muridnya, Viora tersenyum lebar.


"kalau aku bisa memiliki Kenan pasti aku bisa dekat dengan Keluarga Maldev, Kenan dekat dengan Tuan An tapi kenapa dia bekerja jadi pelatih ya? apa gaji jadi manager Perusahaan itu kurang?" gumam-gumam Viora.


Viora mengetuk pintu Ruangan Kenan sehingga semua yang ada didalam Ruangan itu memutar kepala melihat pelaku ternyata Viora.


"Ken? apa kamu nanti pulang? bisa kita pulang bersama?" tanya Viora.


Kenan mendekati Pintu Ruangannya sehingga jantung Viora berdebar-debar merasakan pesona Kenan yang punya wibawa seorang Penguasa padahal dikenal Viora bahwa Kenan bukan anak konglomerat hanya saja Kenan punya koneksi dengan Orang-orang Maldev.


"Kenan?" sapa Viora hendak memegang dada bidang Kenan tapi tiba-tiba.


brakkhh...!


"hmmfft...?" tawa tertahan Maya yang kebetulan lewat dibelakang Viora pun terdengar oleh Viora.


Viora melebarkan matanya melihat pintu Ruangan Kenan di tutup kencang sehingga Ia merasa sangat dipermalukan belum lagi terdengar olehnya tawa Maya dan murid-murid Kenan di dalam sana.


"Fokus..!" titah Kenan yang tidak suka tawa murid-muridnya.


"maaf kak." ucap mereka semua serentak.


Viora memilih pergi dengan muka memerah darah.

__ADS_1


Maya mendatangi Kinanti dan menceritakan semua yang ia lihat, "Kinan..! Kenan memang pantas dapat julukan Pria dingin. bahkan wanita sekelas Viora pun dicuekin olehnya, luar biasa pesona Tuan dinginmu Kinan."


Kinanti tersenyum kecut saja mendengarnya, "dasar menyebalkan."


"jangan bahas Ken kenapa? memangnya apa urusannya denganku sih? kenapa kamu tetap saja melaporkan berita tentang Kenan?" tanya Kinanti dengan sebal.


"memangnya kamu tidak suka pada Kenan?" tanya Maya.


Kinanti membelalak mendengarnya langsung membekap mulut Maya supaya tidak mengeluarkan berita yang tidak-tidak.


"jangan bicara apa-apa dong?" bisik Kinanti.


"aku udah lama Move-on." bisik Kinanti lagi.


Maya mendengarnya melebarkan mata tidak percaya, "hmsgdtsne....????"


Kinanti menautkan kedua alisnya lalu melepaskan tangannya dari mulut Maya.


"kenapa move-on? apa dia menolakmu?" tanya Maya berbisik.


Kinanti menggeleng, "aku mundur sebelum berperang, kamu lihat sendiri wanita yang mendekatinya seperti apa."


Maya terperangah saja mendengarnya.


.


Kinanti membawa motor Kenan untuk mencucinya di tempat pencucian Motor dan Mobil.


Kenan tiba di Mobilnya dikejar oleh Viora dengan beraninya Viora menahan pintu Mobil Kenan, Kenan menatap dingin saja wanita didepannya.


"Kenan? kenapa kamu tidak juga berubah hmm? kamu selalu saja terlihat seksi." senyum menggoda Viora.


Kenan menarik lengan baju Viora sampai bahunya terlihat jelas bukannya terpana dengan keseksian Viora, perlakuan Kenan itu malah membuat Viora menjauh dari Mobilnya juga tanpa merasa bersalah Kenan masuk ke Mobilnya dan melaju kencang mengabaikan saja wanita seksi itu.


Viora berdecak, "kenapa dia begitu mahal? aku kurang apa cobaa??" pekiknya geram.


.


malam hari,


"Ken?" panggil Kinanti mengetuk pintu Rumah Kenan.


Kenan membukanya dan Kinanti pun masuk ke Rumah Kenan seperti biasa akan memasak untuk Kenan.


"Ken? kamu mau makan apa? aku pikir kulkasmu kosong." tanya Kinanti.


"sudah aku isi." jawab Kenan sambil melangkah pergi menuju sofa kecilnya dan duduk disana dengan tenang memainkan ponselnya.

__ADS_1


Kinanti berlari ke arah dapur Kenan ternyata isi kulkas Kenan penuh, Kinanti beryes ria segera Ia mengambil lauk yang paling mahal untuk dijadikan menu makan malam hari ini.


di meja makan,


"Ken?" panggil Kinanti.


Kenan menatap Kinanti, "hmm?" balasnya kembali fokus dengan makanannya.


"Viora benar-benar jahat..! padahal aku dulu sangat mengidolakannya." curhat Kinanti.


"hhmm..! kau memang bodoh." jawab Kenan membuat bibir Kinanti mengerucut.


"kalau boleh tau bagaimana pertemuan kalian? kenapa Viora terlihat begitu tergila-gila padamu? aku rasa dia seperti monster memandangku sejak kamu mendatangiku memberikan kunci motor, aku udah jelaskan kalau kita hanya berteman tapi dia tidak percaya." cerocos Kinanti.


"saat itu aku bekerja jadi Manager Perusahaan Maldev, kebetulan dia modelnya Perusahaan yang bekerja sama dengan kami." jawab Kenan tenang.


Kinanti yang sedang minum tersedak seketika seolah tidak percaya Kenan mau menjawab pertanyaannya dan ajaibnya panjang lebar, biasanya Kenan selalu misterius.


Kenan mengambil selembar tisu dan disodorkan di wajah Kinanti yang segera mengambilnya mengelap bibirnya.


"ap--apa? manager Perusahaan Maldev? X Company Group?" tanya Kinanti tidak menyangka Kenan bekerja disana karna Ia tau gaji Perusahaan raksasa itu sangat besar, pantas saja saat pertama kali gajian Kenan merasa heran dengan gaji jadi pelatih di Taekwondo Haritek sangat kecil.


"hhmm." jawab Kenan cuek.


Kinanti membentak Kenan seketika mengatakan mengapa Kenan berhenti bekerja padahal gaji di Perusahaan X Company Group sangat besar, hidup Kenan pasti akan langsung jadi kaya-raya jika 2-3 tahun bekerja disana apalagi statusnya adalah Manager.


"ckk...! berisik, dasar perempuan.!" decak Kenan.


Kinanti mendelik kesal, "hei..! Ken..? zaman sekarang uang itu penting apalagi sekarang Pelakor ada dimana-mana, kalau perempuan harus menikah terus kami sebagai istri sah tidak merawat diri nanti ditikung Pelakor modis."


"kalau tidak punya uang bagaimana mau beli Skincare?? perawatan wajah? luluran? baju bagus? make up?" sambung Kinanti lagi.


"bukankah kau yang bilang Berlian itu adalah hati?" Kenan.


Kinanti terdiam seketika lalu garuk-garuk kepala, "aku tipe perempuan yang pencemburu, kalau orang yang ku cinta didekati perempuan lain pasti akan kesal."


"perawatan tubuh memang penting tapi perhiasan itu hanya bonus." jelas Kinanti.


Kenan mengangguk saja seolah paham, "bagaimana motorku?"


"aah.. iya." Kinanti mengeluarkan kunci motor Kenan dan memberinya ke Kenan.


"kedepannya kita pisah kendaraan aja bagaimana Ken? sepertinya aku memang mau membeli Mobil." cengir Kinanti.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2