Gadis Bar-Bar Tuan Muda Pendiam

Gadis Bar-Bar Tuan Muda Pendiam
ajakan


__ADS_3

.


.


.


di Acara Pelatikan Kosmetik Keluaran baru Perusahaan milik Maria,


Kinanti tersenyum cerah melihat pemandangan didepannya lalu memegang lengan Kenan yang seolah malas berada di Ruangan luas dan megah itu.


"selamat datang Tuan? Kinanti? saya sebagai pemilik acara merasa terhormat dengan kedatangan Tuan dan Kinanti." kata Maria yang berpakain seksi dan anggun malam ini.


Kinanti melihat penampilannya hanya mengenakan gaun biasa membuatnya merasa rendah padahal dilihat Orang lain Kinanti sangat cantik hanya memakai gaun murah.


"ayo duduk Kinan..!" ajak Maria menuntun Kinan yang spontan saja memegang lengan Kenan sehingga mau tidak mau Kenan terhuyung mengikuti gadis menyebalkan itu.


Maria melihat tingkah Kinanti itu hanya bisa tersenyum, sebagai seorang wanita Pengusaha ternama tentu sangat mengenal Kenan sebab Carrina (Mama nya Kenan) itu langganan Maria saat memesan brand kosmetik Maria, Maria sering datang ke Rumah Carrina jadi melihat ke empat anak-anak Carrina dan An.


Maria tau dari Carrina kalau sosok Kenan itu sangat tidak suka keramaian tapi sekarang Kenan mau datang hanya karna permintaan seorang Gadis sederhana dan menawan seperti Kinanti.


"Kenn??" bujuk Kinanti di sofa tengah memasang raut wajah menggemaskannya pada Kenan.


"apa yang kau lakukan?" tanya Kenan dengan tampang datarnya seperti tidak tertarik dengan raut wajah menggemaskan Kinanti.


"menggodamu lah dasar kaku..!" kata Kinanti dengan raut wajah berubah kesal sambil mengeluarkan tanduknya.


"untuk?" tanya Kenan.


"bantu aku mendapatkan hadiah itu Ken..? aku suka Ponselnya.! Kennn!!" rengek Kinanti memelas memegang lengan Kenan.


"tinggal beli aja apa susahnya?" sambar Kenan membuang muka.


"hadiah itu beda Ken..? aku tidak mau merusak uang tabunganku tapi aku juga tidak punya pacar untuk membelikanku Ponsel mahal itu, sekarang aku cuma punya teman miskin yang tidak bisa membelikanku Ponsel jadi bantu aku dengan fisikmu." kata Kinanti dengan senyuman tak berdosa.


Kenan menaikkan sebelah alisnya, "kapan aku bilang kalau aku miskin?"

__ADS_1


"baiklah..! kamu Pria kaya." jawab Kinanti mengalah.


"siapa bilang aku kaya?" tanya Kenan.


Kinanti menatap geram Kenan dan memukuli bahu Kenan, "jadi apa maumu? miskin salah..! kaya salah..! apa lagi?? Konglomerat? kalau Iya belikan aku Ponsel itu sekarang juga." bentak Kinanti seperti watak aslinya keluar yaitu si Gadis Bar-bar yang tidak peduli situasi asalkan dirinya senang.


Kenan berdehem melihat sekitar yang tertawa dengan bentakan Kinanti, mereka semua berbisik-bisik yang Kenan mendengarnya begitu jelas kalau mereka bilang Kenan adalah laki-laki kasar juga pelit yang tidak mau menuruti permintaan kekasihnya.


"Kenn??" rengek Kinanti berubah manja memegang lengan Kenan serta menggoyang-goyangnya seperti anak gadis kecil.


Kenan memijit pelipisnya betapa merepotkannya bersama perempuan tapi Kenan tidak bisa membentak apalagi membalas kata-kata semua Orang dan bilang kalau Kenan bukan kekasih Kinanti karna yang ada nanti Kinanti akan dipermalukan.


dan yang paling penting menurut Kenan itu Kinanti tidak menyukai Kenan begitu juga sebaliknya jadi terserah Orang lain mau berkata apa (Kenan mana tau Kinanti punya perasaan terhadapnya).


"cepat..!" pasrah Kenan membuat Kinanti bersorak senang tapi dengan cepat Kenan membekap mulut Kinanti.


"kau ini norak..!" kata Kenan dengan nada kesal.


Kinanti mengangguk-ngangguk sambil menurunkan tangan Kenan, "aku memang kampungan, lagian siapa yang tidak senang dapat Ponsel baru hah? apa kamu tidak waras? itu tambang emas." cerocos Kinanti.


"aku tidak mau..! Ponsel saja." jawab Kinanti sumringah ke Ponsel mahal yang diincarnya malah menatap sekilas saja berlian megah itu.


Kenan tertegun melihat Kinanti tidak tertarik dengan berlian sebab menurutnya semua perempuan sangat menyukai berlian apalagi memenangkannya secara cuma-cuma.


"jika kau mendapatkannya maka kau bisa membeli Ponsel itu sebanyak yang kau mau." kata Kenan meledek.


Kinanti terkekeh membuat Kenan terheran.


"kenapa kau malah tertawa?" tanya Kenan.


"bagiku tidak ada yang lebih berharga selain Mamaku sehat-sehat saja dan adikku lulus menjadi Dokter bedah ternama, berlian? ckk..! aku sejak dulu sudah terbiasa menahan semua keinginanku memiliki perhiasan." kata Kinanti.


"jadi sekarang kau menahannya?" tanya Kenan dan Kinanti menggeleng kepala.


"Ken?? aku tau kamu heran kan kenapa aku tidak suka berlian? menurutku hanya Orang kaya yang punya harta berlebih lah yang bisa membeli Berlian, aku sebagai perempuan dari kalangan biasa serta kekurangan tentu saja berpikir 100 kali kalau membelinya, kenapa harus membuang uang hanya untuk pamer pada Orang lain?"

__ADS_1


"kan bisa dijual." jawab Kenan.


"tidak aman..! jadi perempuan itu cantik tidak harus mengenakan berlian mahal di tubuhnya tapi hatinya itu yang harus dipoles seindah mungkin biar lebih berharga dari berlian."


Kenan menyunggingkan senyumnya, entah mengapa kata-kata Kinanti sungguh menggelitiknya ternyata Kinanti sangat simpel dan perkataannya itu benar adanya.


Kinanti tidak melihat senyum tampan Kenan malah sibuk melihat sekitar dan bangkit sambil berlari kecil mengambil berbagai jenis makanan mahal serta enak juga lumer di lidah.


"hati yang perlu dipoles jika hati sudah dipoles maka berlian pun tidak ada harganya dimata pemilik hati berlian itu." kata Kenan seolah merangkum kata-kata Kinanti tadi.


Kenan menyaksikan bagaimana cerianya Kinanti makan bahkan cara makannya berbeda dengan kebanyakan perempuan yang Kenan lihat, kedua pipinya yang gembung dan matanya yang besar melihat sekeliling seperti seekor marmut sedang mencuri makanan tetangga.


Kenan menutupi bibirnya dengan tangannya lalu tertawa tanpa sepengetahuan Orang lain, si pelaku yang membuat Kenan tertawa malah asik makan enak karna Kinanti memang jarang makan-makanan mahal.


.


Kenan dan Kinanti mengikuti perlombaan untuk mendapatkan Juara ketiga supaya bisa mendapatkan 2 Ponsel mahal untuk pasangan kekasih yang memenangkannya.


"Ken?? bilang iya-iyain aja nanti ya? aku tidak mau kalau kita di diskualifikasi cuma karna kita bukan pasangan pacaran yang sebenarnya." bisik Kinanti dibahu Kenan sebab tidak sampai ke telinga Kenan.


Kenan mendengarnya pun mengangguk, "baiklah."


Kinanti tersenyum manis setelah itu mereka mendaftar dan ternyata memang pertanyaan itu ada, Kenan tidak mau menjawab tapi juga tidak menyanggah kalau mereka bukan pasangan kekasih. alhasil Kinanti yang mengatakan kalau mereka pacaran dan menjelaskan Kenan bukan tipe Pria yang suka menjawab pertanyaan yang jawabannya sudah jelas sehingga para Juri malu tapi juga tidak bisa menyalahkan Kenan.


"Kenn?? juara 3 ..!" rengek Kinanti.


"tidak usah rewel." ketus Kenan memegang kepala Kinanti dan memutarnya ke arah lain supaya tidak mengajaknya berbicara lagi.


Kenan sudah benar-benar kehilangan muka dilihat oleh Maria yang otomatis pasti mengadu pada Carrina, belum lagi Kinanti yang sibuk memintanya untuk tenang seolah mengejeknya jangan terlalu gugup padahal Kenan tidak tenang karna takut dilihat Orang yang mengenalnya nanti masalahnya jadi semakin rumit.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2