Gadis Bar-Bar Tuan Muda Pendiam

Gadis Bar-Bar Tuan Muda Pendiam
pria luar biasa


__ADS_3

.


.


.


Kenan diam saja melihat Kinanti yang melampiaskan amarahnya ke Fika.


"K... Kinan?? ba--bagaimana kau bisa menemukanku?" tanya Fika dengan gugup ditambah tasnya berserakan.


"kenapa? kau kecewa aku menemukanmu sebelum kau berhasil mengorek semua tabunganku? apa uang asuransi Papaku tidak cukup membiayai hidupmu? kenapa kau berani datang mengambil tabungan yang aku kumpulkan bersusah payah selama ini?" marah Kinanti menggebu-gebu.


"K--Kinan..? ak--aku butuh uang dan Mama tidak punya uang lagi untuk memberiku uang, katanya aku harus meminta padamu." jawab Fika beralasan.


"ka--kau harus ingat Kinan..! kau dan Mamamu itu sudah membunuh Omku, kalau bukan karna menafkahi kalian pasti Om ku masih hidup dan masih bisa memberiku uang." kata Fika dengan marah.


Kinanti tertawa hambar, "ternyata semua itu kurang ya?" sinis Kinanti.


"100 Juta yang pernah diberikan Mamaku berikan padaku." Fika masih berani menantang Kinanti walau mukanya terluka akibat tamparan Kinanti tapi muka tebalnya itu harus dipasang demi uang.


Kinanti menampar Fika sekali lagi hingga Fika terjatuh bersamaan dengan Kursinya tapi Kinanti tidak berniat melepaskan talinya.


"dasar tidak tau diri..! semua uang itu seharusnya menjadi milik kami tapi Mamamu yang tamak itu mengambilnya, Keluarga Maldev memberi uang sebanyak itu apa kau fikir untuk Mamamu? itu karna belas kasihan Tuan An yang tau kalau Papa punya Istri dan anak yang masih kecil butuh biaya besar, karna rasa bersalah Mamaku kalian tetap aman selama ini."


"Tuan An membayar Asuransi 7 kali lipat dari bayaran normal, sekarang kau katakan sejak kapan biaya Asuransi sampai 2 Milyar hah? semua sudah diambil oleh Mamamu lalu sekarang kau datang dengan tidak tau malunya meminta sisa uangnya?? seharusnya aku yang minta uang itu semuanya." teriak Kinanti sampai terbatuk-batuk.


"Papamu itu Omku." teriak Fika tidak terima.


"Om-mu itu Papaku yang tugasnya mencari nafkah untuk kami sebagai Keluarga kecilnya dan Kau masih punya Papa kan? minta sama PAPA-MUUUU..!" Teriak Kinanti dengan berang.


Fika memejamkan matanya dengan tangan terkepal, memang benar seharusnya Laki-laki yang menafkahi Keluarga kecilnya.


Kinanti menarik nafas dalam-dalam lalu Kinanti melepaskan tali yang mengikat Fika, Fika berdiri memandang Kinan mencoba dengan berani.


"kalau Om-ku masih hidup pasti dia akan lebih mengutamakan ku." kata Fika dengan nada sombong walaupun bibirnya penuh darah.


Kinanti yang geram dengan wajah tak tau malu Fika pun menjambak rambut Fika yang menjerit seketika.


"lepass..!!" teriak Fika.

__ADS_1


"mana ada Ayah yang mengabaikan anaknya, kau lihat saja Papamu apa dia mau membantu anak Orang hah?? dia bahkan berpaling waktu Mamamu mengambil uang yang seharusnya menjadi milik Mamaku, kalau Papaku masih hidup sudah jelas dia akan melakukan hal yang sama."


Fika berusaha menggapai rambut Kinanti, "uangmu sangat banyak...! apa salahnya kau memberiku uang 100 Juta hah?? aku akan pergi tanpa membuat ulah."


"kau mau membuat ulah atau tidak, aku tidak akan memberikan uang sepeserpun padamu..! kalau kau butuh uang minta sama Papamu." kata Kinanti dengan nada penuh ancaman lalu berbalik badan.


Fika menarik kaki Kinanti dan memohon Kinanti untuk membantunya tapi Kinanti yang sudah kenyang makan drama Keluarga Fika pun tidak akan mau menuruti permintaan Fika.


Kinanti melangkah pergi mendekati Kenan yang bersidakap dada saja tengah memperhatikannya bermain-main dengan buruannya Kenan.


"ayo Ken.!" ajak Kinanti memegang lengan Kenan dan pergi dari Gedung itu.


Fika menjerit memanggil Kinanti dan mengancam akan membuat kekacauan jika Kinanti tidak menuruti permintaannya, Fika juga bilang akan menemui Elsi dan meminta bantuan pada Elsi padahal Fika tau kalau Kinanti-lah yang memegang banyak uang.


Fika diam-diam mengikuti akun sosmed Kinanti yang seorang Bodyguard pilihan BlackMalv yang gajinya mencapai puluhan juta belum lagi berbagai bonus dan tunjangan lainnya, apalagi jika sudah di kontrak sampai ke Luar Negeri yang masing-masing bonusnya bisa mencapai sebesar gaji.


.


Kenan melirik Kinanti yang membuang muka sejak awal masuk Mobil.


"kenapa?" tanya Kenan seakan tau ketidaknyamanan Kinanti.


Kinanti menarik nafas dalam-dalam, "Ken?? aku malu kamu sudah melihat semua masalahku."


"Ken??" panggil Kinanti.


"aku tidak melihat apapun." jawab Kenan.


Kinanti pun tersenyum lalu bersandar di bangku Mobil Kenan sambil melihat ke Kenan, "katakan apa saja masalahmu Ken!? aku bisa menjaga rahasia dengan baik."


Kenan melirik Kinan sekilas yang tersenyum manis seperti kata-katanya begitu tulus.


"aku merasa kamu punya banyak rahasia Ken..?! aku siap menunggu kapan kamu butuh teman curhat, terkadang diam saja tidak akan membuat hatimu tenang Ken." kata Kinanti dengan serius.


Kenan tidak menjawab lalu tiba-tiba Ia berkata, "aku tidak butuh itu."


.


Kinanti mengajak Kenan makan di Restaurant ternama dan mentraktir Kenan makan sepuasnya karna Kenanlah yang membuat uangnya kembali.

__ADS_1


"makan yang banyak Ken..?" pinta Kinanti dengan senyuman.


Ken menatap datar saja Kinanti lalu Kinanti memesankan makanan yang selalu diantar oleh Mama nya Kenan untuk Kenan, setelah memesan.


"kenapa dengan wajahku Ken? apa ada sesuatu?" tanya kinanti seperti Gadis polos yang tidak tau apa-apa saja.


"bukankah kau harus menabung?" tanya Kenan dengan datar.


"sesekali aku boleh kan memakai uangku." jawab Kinanti dengan memelas.


"ckk..! siapa yang melarangmu." decak Kenan.


Kinanti tersenyum manis, "Ken? kamu tidak tau kalau perbuatanmu tadi benar-benar membuat aku terharu. aku tidak tau apa yang akan terjadi kalau aku tidak menemukan buku tabunganku."


Kenan diam saja sambil memainkan Ponselnya, Kinanti tidak marah malah senyumnya kian melebar karna cueknya Kenan itu sudah biasa tapi pertolongan Kenan lah yang luar biasa.


Kinanti membuka tasnya dan melihat isi buku tabungannya yang masih sama, Kinanti memeluk buku tabungannya sesekali bersyukur uangnya sudah kembali.


.


"Ken?? sudah aku bilang aku saja yang bayar." Kinanti berusaha mengambil kartu ATM Kenan yang mau membayar semua belanjaannya.


Kenan bukannya mendengarkan perkataan Kinanti malah menarik lengan Kinanti sehingga masuk ke pelukannya bukan maksud Kenan mencari kesempatan tapi Kenan tidak mau makanannya dibayarin oleh Kinanti yang sudah bersusah payah mengumpulkan uang.


"Ken??!" Kinanti mendongak berusaha untuk tetap sadar.


wangi tubuh Kenan benar-benar mengusik hati Kinanti yang ingin sekali memeluk Kenan lama-lama.


"tidak usah bawel." kata Kenan memegang kepala Kinanti untuk melihat arah lain.


"cepat gesek..?" titah Kenan ke Pekerja Restaurant.


Kinanti terus mendumel tapi diam-diam nyaman di pelukan Kenan.


"Benar-benar Gentle..! bahkan dia tidak mau dibayarin oleh perempuan." batin Kinanti.


"diamlah..!" kata Kenan dengan malas mendengar celotehan Kinanti.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2