
.
.
.
"sekarang kamu sadar nak? kamu memang menyukainya tapi hatimu sengaja kamu pagar seolah-olah Pria itu tidak bisa kamu gapai." kata Elsi dengan lembut.
Kinanti seketika beralih menatap Elsi yang tau hatinya padahal Kinanti tidak menceritakan apa-apa.
"Mama bisa merasakannya nak, apa yang kamu takutkan? jika Mama jadi kamu Mama tidak peduli apapun yang penting Pria yang Mama suka akan Mama dapatkan, kamu tidak pernah dengar cerita Mama saat sama Papamu kan? kami sulit mendapatkan restu kedua Orangtua tapi Mama bisa membuat Papamu lebih memilih Mama daripada Keluarganya." jelas Elsi.
"tanyakan hatimu nak..! jika hatimu dipagar itu boleh saja tapi mama yakin kamu akan sulit membuka hati lewat jalan lain, lagian mama menyukainya." Elsi.
Kinanti memejamkan matanya berusaha berdamai dengan hatinya memikirkan solusi dari Perasaannya terhadap Kenan, Hatinya memang terpikat pada Kenan tapi akal serta Logika Kinanti lah yang memagari hatinya untuk berjuang lagi mendapatkan Kenan.
Kinanti merasa Kenan terlalu tinggi hingga Ia berpikir berteman baik saja dengan Kenan adalah solusi terbaik dari hubungan nya bersama Kenan, tidak disangka Kenan akan tertarik pada Kinan hingga semua jadi kacau.
Kinanti mengerutkan keningnya ketika bayangan bercium*n dengan Kenan-lah yang terbayang-bayang dalam pikirannya hingga tiba-tiba Kinanti membuka matanya dan melihat Elsi tersenyum lembut ke arahnya.
"hatimu sudah menjawab kan?" tanya Elsi merapikan rambut Kinanti.
Hati Elsi begitu bahagia melihat Putri sulungnya yang pekerja keras telah memiliki Pria dan akan menikah, Elsi juga langsung menyukai Kenan yang menemui Elsi tanpa membuat keputusan sepihak seperti menghamili Kinanti terlebih dahulu seperti tetangganya.
"Mama dengar kamu punya pacar di Luar Negeri, apa itu dia nak?" tanya Elsi.
Kinanti mengangguk saja supaya Elsi tidak khawatir dengan hubungannya bersama Steven, Kinanti tidak mau Elsi sedih karna Kinanti pernah disakiti oleh Steven dengan tidur bersama perempuan lain.
Kinanti juga sampai mengganti nomornya demi menghilang dari dunia Steven, Kinanti tidak tau kapan Steven akan datang ke Indonesia mencarinya atau Kevin yang jelas Kinanti memang membenci Pria itu serta tidak pernah berharap ingin bersatu lagi.
"makan siang sudah siap." kata Kenan dengan senyum tipis.
Kinanti segera berdiri dan Elsi beralih ke Kenan.
"nak? kamu adalah anak yang baik, dimana tempat tinggalmu nak?" tanya Elsi.
Kenan menyunggingkan senyumnya yang sedikit ramah sehingga Kinanti terpana melihat Kenan bisa bertingkah sopan pada Orangtua, Kenan berjongkok didepan Elsi yang menunduk mengusap kepala Kenan.
Elsi langsung menaruh rasa sayang pada Kenan yang terlihat begitu mapan mau bekerja sendiri serta tidak suka melihat perempuan bekerja selagi Kenan sehat, zaman sekarang malah kebalikannya Pria dirajakan dan malas bekerja di Rumah serta bangga dengan pekerjaannya diluar Rumah sehingga bermalas-malasan.
__ADS_1
jika hidup sederhana Pria mau bekerja di Rumah adalah hal yang terbaik sebab jika wanita sedang hamil atau masa pendarahan tidak akan bisa menyentuh pekerjaan Rumah sepenuhnya jadi butuh suami Idaman kecuali Pria nya Orang Kaya bisa menyewa ART.
"wajah Mama pucat, boleh aku pegang kaki Mama?" tanya Kenan.
Elsi melihat ke arah Kinanti yang juga kaget.
"mama baik-baik saja Ken, kamu jangan mikir macam-macam ya?" Kinanti.
"apa kamu tidak lihat Mama tadi buka pintu memegang perutnya Kinan?" pertanyaan Kenan membuat Kinanti beralih memandang Elsi.
"Mama sakit?" tanya Kinan.
Elsi gelagapan tidak tau mau menjawab apa dan Kinanti ternganga mendengar segala ucapan Kenan mengenai cara Elsi menyentuh perutnya sendiri dan mengatakan kalau Elsi kebanyakan bekerja terlalu lelah tapi jarang makan dan ususnya terlilit.
Elsi sampai memucat mendengar diagnosa Kenan yang begitu tepat sasaran, Kinanti sampai terkejut selama ini Ia berpikir Elsi baik-baik saja.
"Ma? kenapa tidak memberitauku?" tanya Kinanti ke Elsi.
"kamu tenang saja Kinan, aku bisa mengobati Mama supaya ususnya kembali normal dengan metode terapi telapak kaki." jawab Kenan.
Kenan mengambil kaki Elsi dan meletakkannya di pahanya lalu menekan saraf usus di kaki Elsi yang seketika terjingkat kaget, Kinanti memperhatikan saja tingkah Kenan yang terlihat berpengalaman itu.
Elsi terlihat kesakitan dengan metode penyembuhan Kenan sampai wajah Elsi terlihat membaik dan Kenan menghentikan aktifitasnya.
Kinan tidak menyangka Kenan begitu sopan dan baik didepan Elsi.
"Ken? kenapa kamu begitu baik pada Mamaku?" tanya Kinanti.
"dia wanita yang sudah melahirkanmu di dunia ini." jawaban Kenan singkat membuat Kinanti mati kutu.
tidak ada benda romantis yang Kenan berikan tapi cara Kenan menghargai Keluarganya itu mengapa bisa membuat Kinan berdebar?
Elsi tersenyum, "terimakasih nak..! Mama juga terharu dengan caramu menghormati Mama, Mama yakin Ibumu pasti wanita luar biasa sampai bisa membentuk kepribadianmu seperti ini."
Kenan tersenyum tipis saja lalu mengangkat tubuh Elsi dan didudukkan di Kursi meja makan, Kenan meminta Elsi untuk tidak makan pedas selama 1 bulan sampai lambung dan usus Elsi pulih total.
Kinan hanya menonton saja, Ia seperti anak tiri diantara mereka walau begitu diam-diam hati Kinan merasa senang dengan perlakuan Kenan.
Kinan melihat Ponselnya yang bergetar, "aku angkat panggilan dulu."
__ADS_1
"makan dulu..!?" titah Kenan membuat Kinanti mematung ditempat lalu melihat layar ponselnya adalah panggilan dari maya.
"Kenan benar nak..! kamu makan aja dulu ya?" Elsi pun mendukung Kenan.
Kinanti menjatuhkan rahangnya melihat Elsi malah mendukung Kenan padahal anaknya disini adalah Kinanti, Kenan mengerikan bisa memikat hati siapa saja dengan semua tingkahnya yang tidak biasa itu tanpa mengeluarkan uang.
alhasil Kinanti menurut saja setelah makan siang Kenan mengajak Kinanti bertemu Orangtuanya, awalnya Kinanti menolak tapi Kenan tidak bisa dilawan.
di dalam Mobil,
"Ken? permainan apa yang kamu lakukan?" tanya Kinanti.
"aku tidak pernah main-main dengan wanita." jawaban Kenan.
Kinanti mendengus lalu membuang muka hingga Ia tersentak melihat pagar mewah Maldev terbuka lebar.
"Maldev? jangan bilang dia Kenan yang tersembunyinya Keluarga Maldev?" batin Kinanti seketika teringat nama sosok Putra tersembunyi An dan Carrina.
"hari ini Keluargaku sedang berkumpul, kebetulan Oma-ku sedang ada disini." jawab Kenan.
Kinanti mematung saja dengan mata mengerjab mencerna semuanya.
Kinanti terbatuk seketika melihat Carrina tengah menunggu didepan Pintu Mansion, Carrina terlihat berlari menuruni tangga mendatangi Mobil Kenan.
"ayo keluar..!" ajak Kenan.
Kinanti masih membeku ditempat sementara matanya melihat Kenan keluar dari Mobil, Kenan menyalami Carrina juga terlihat mesra mencium kening Carrina yang tersenyum manis.
Kinanti sudah lama tidak melihat Carrina tapi Ia sangat ingat wajah cantik Carrina yang dikenal sebagai Istrinya Tuan An.
"kamu kenapa pulang nak? bukannya kamu bilang bekerja?" tanya Carrina mengelus rahang Kenan.
"aku bawa seseorang Ma." jawab Kenan melihat ke arah Mobilnya sehingga Carrina juga melihat ke Mobil Kenan.
Kinanti tertegun ditempat, "mampus aku..! apa aku tidak bisa lari? atau menghilang?" Kinanti melihat sekeliling tidak ada tempat untuknya bersembunyi.
kini semua kejanggalan tentang Kenan terjawab sudah, pantas saja karakter Kenan seperti itu ternyata Putra dari Penguasa Maldev.
.
__ADS_1
.
.