
.
.
.
Kinanti menatap kesal Kenan yang sok jagoan mengurungnya di dalam Mobil.
"bagaimana ini? kalau dia babak belur bagaimana?" gerutu Kinanti cemas.
Kinanti berusaha membuka pintu Mobilnya sesekali masih melihat ke arah Kenan yang diam saja ditengah kepungan itu, Kinanti tidak tau apa yang mereka bicarakan tapi yang jelas semua Orang tengah merendahkan Kenan yang seorang diri.
"aduuh..! kenapa dia mengurungku sih? apa dia sengaja mau meremehkanku? aku ini Kinanti si ahli beladiri Taekwondo." geram Kinanti yang mulai menyerah tidak bisa keluar dari Mobil Kenan.
"apa yang mereka bicarakan?" Kinanti memperhatikan situasi didepannya bahkan sengaja memasang lampu jauh sehingga semua terlihat jelas.
"silau...!" gumam mereka semua yang kebingungan karna lampu sorot jauh mobil Kenan.
Kenan tersenyum miring karna bantuan sederhana Kinanti tidaklah buruk, Kenan menggunakan kesempatan itu menyerang beberapa Preman yang berada didekatnya sampai terkapar dan tidak bisa bangkit.
"lebih baik kau menyerah saja." kata Fiki berusaha melawan silaunya mobil Kenan.
srakh...! bugh.. brangh..?! trackk..!
hanya dalam hitungan menit darah keturunan Master dari segala Master (Kenan) berhasil mengalahkan komplotan preman bayaran Fiki hanya menyisakan Fiki dan ke-5 kawanannya.
"matikan lampu itu pengecut...?" teriak Fiki.
Kenan yang sedang membelakangi Mobilnya pun menyeringai lalu mendekati Fiki dan bergerak cepat mematahkan leher Fiki yang langsung terkapar entah masih hidup atau sedang meregang nyawa.
"Fikii..?!" teriak kawanan Fiki yang berusaha menolong Fiki tapi entah mengapa mereka malah melarikan diri dari sana seperti tidak berani melawan Kenan.
Kenan memiringkan pandangannya melihat 5 kawanan Fiki malah lari seperti seorang Pecundang juga pengecut, lalu Ia memutar sisi wajahnya ke arah Mobil.
Kinanti yang sedang menganga ditempat pun terlonjak kaget tiba-tiba Kenan melirik ke arahnya, Kinanti merasa panik padahal Kenan tidak melihat wajahnya tapi kenapa Ia sangat gugup dan malu? Kinanti benar-benar sudah terpikat pada Pesona Kenan.
"bodo amat sikap Kenan pada adik-adiknya, yang jelas aku suka apapun akan aku lakukan demi dia yang juga harus menyukaiku." gerutu Kinanti.
Kinanti sempat menurunkan rating persennya menyukai Kenan melihat betapa pelit dan jahatnya Kenan pada adiknya sendiri tapi tak bisa dipungkiri Kenan sangat tampan dan begitu gagah saat berkelahi beberapa saat yang lalu.
Kenan melangkahi Para Preman yang ketakutan ketika Kenan mendekati mereka padahal Kenan hanya mau lewat saja, bagaimanapun Para Preman itu hanya Orang bayaran. yang menjadi alasan utamanya Kenan juga tidak terluka malah mereka yang terluka parah namun Kenan tidak berniat ganti rugi.
Kenan memasuki Mobilnya dan duduk dibangku kemudi, "bagus." puji Kenan tersenyum tipis menatap sekilas Kinanti.
__ADS_1
Kinanti tertegun, "Hah?? Terimakasih? dia mengucapkan Terimakasih? tapi aku tidak membantunya." batin Kinanti malah kebingungan.
Kinanti tidak sadar kalau sorot lampu jauh yang dilakukannya tadi sangat membantu Kenan padahal niatnya Kinanti hanya ingin melihat wajah mereka satu persatu disaat Kinanti bersiap menghubungi Polisi malah ternganga melihat Kenan menghajar para preman itu dengan tangan kosong.
"ak--aku sudah terlanjur menghubungi polisi tadi." kata Kinanti dengan nada berbisik pelan dan celingukan tidak berani memandang wajah Kenan.
"hmm..?! lagian mereka tidak akan tertolong kecuali yang aku patahkan kaki dan tangannya." kata dengan senyuman tipis nan sangat misterius.
Kinanti terpaku melihat Kenan tersenyum seperti itu, "kamu barusan tersenyum? kamu tidak takut dipanggil Polisi?" tanya Kinanti dengan heran.
Kenan mengangkat bahunya lalu dengan santai pergi dari kawasan itu tanpa peduli nasib mereka semua, salah sendiri kenapa mau mengeroyok Kenan jelaslah mereka yang hancur.
.
Kinanti sesekali melihat ke arah Kenan.
"kenapa?" tanya Kenan tanpa melihat ke arah Kinanti sudah tau kalau Kinanti ingin mengatakan sesuatu.
"apa kamu baik-baik saja?" tanya Kinanti sambil menelisik Kenan yang menghela nafas panjang.
"hanya sampah saja tidak akan mampu melukaiku." balas Kenan dengan tenang.
Kinanti menganga sejenak lalu tidak bicara apa-apa lagi membayangkan jenis gerakan Kenan yang terbilang sangat tidak normal, tiba-tiba Kinanti kembali menatap Kenan sesampainya di Parkiran Gedung tempat tinggal mereka,
Kenan melirik Kinanti sekilas lalu melepas seatbeltnya dan berkata, "apa?"
"sebenarnya aku sudah lama ingin bertanya, kamu belajar dimana sih? kenapa kemampuanmu seperti seorang pasukan elit yang sulit untuk dikalahkan?" tanya Kinanti penasaran.
Kenan tersenyum miring, "cepat buatkan aku makanan..?!"
Kinanti melebarkan matanya ketika Kenan keluar dari Mobil dan meninggalkannya, Kinanti tentu menyusul Kenan serta berusaha menyamakan langkah kakinya dengan Kenan.
"Ken?? kamu mantan anggota pasukan khusus ya?" celutuk Kinanti.
Kenan mengangguk supaya masalahnya tetap selesai.
"apaa?? jadi benar?" pekik Kinanti berhenti ditempat membekap mulutnya syok lalu segera mengejar Kenan yang sudah jauh.
"Ken??" panggil Kinanti dengan sebal.
.
di meja makan Kenan,
__ADS_1
"Ken??" panggil Kinanti memelas.
Kenan menatap Kinanti yang memelas seperti itu pun menaikkan sebelah alisnya tidak mengerti, Kinanti memasang wajah terimutnya tapi Kenan malah datar saja sebab tingkah Kinanti tak berbeda jauh dengan adik-adik Kenan kalau ada maunya saja.
"Kenn..?" rengek Kinanti.
"Ckk!! apalagi?" tanya Kenan dengan malas.
"ajari aku cara berkelahimu ya?" pinta Kinanti berbinar penuh bintang.
Kenan hanya diam tapi Kinanti tidak menyerah lalu segera bangkit dari duduknya dan mendekati Kenan yang masih datar.
"Ken..?? aku ingin bisa menguasai ilmumu, apa kamu akan perhitungan dengan temanmu sendiri?." bujuk Kinanti menatap wajah Kenan dari dekat.
Kenan mendorong kening Kinanti supaya menjauh darinya tapi Kinanti masih berusaha merayunya, Kenan yang mulai bosan segera menggendong Kinanti yang memekik.
"Kennn?? mau apa? mau mengajariku ya?" tanya Kinanti yang awalnya kaget langsung sumringah melingkarkan tangannya di leher Kenan.
Kenan membuka pintu Rumahnya lalu menurunkan Kinanti di luar Rumah Kosnya dan menutup pintu dengan kuat, Kinanti pun mematung di tempat dengan mata mengerjab-ngerjab.
"haiissh..! aku terlalu percaya diri, apa kamu lupa kalau Kenan itu jahat hah?" Kinanti memukul kepalanya sendiri supaya sadar dan tidak terlalu percaya diri.
Kinanti menggerutu berjalan ke arah Kamarnya tapi Ia heran kenapa Rumahnya tidak terkunci padahal Kinanti selalu mengunci Rumahnya kalau Keluar Rumah.
tiba-tiba Kinanti menjerit sejadi-jadinya membuat Kenan yang berada disampingnya tentu mendatangi Rumah Kinanti.
Kinanti membukakan pintu untuk Kenan, "Kenn?? Ru--Rumahku berantakan."
Kenan memasuki Rumah Kinanti yang ternyata memang sangat berantakan, "apa sebelumnya seperti ini?" tanya Kenan serius.
"Enggak Ken..! Rumahku selalu bersih, sepertinya ada yang memasuki Rumahku." jawab Kinanti serius.
Kenan mencari setiap sudut Rumah Kinanti namun tidak ada siapa-siapa, Kenan mencari Kinanti yang sedang berada di kamar tengah sibuk mengobrak-ngambrik sesuatu.
"apa yang kau cari?" tanya Kenan.
"Kenn?? buku tabungan dan ATM-ku hilang." kata kinanti dengan wajah pucat dan bibir gemetar.
.
.
.
__ADS_1