
.
.
.
Kinanti hanya diam saja, Elsi memandangi Kinanti yang makin temben (pipinya semakin berisi).
"sudah aku bilang Ma..! anak durhakamu ini baik-baik saja." kata Kevin dengan ledekannya.
Kinanti mendengus mendengar ejekan adiknya itu tapi Elsi bukannya marah malah tersenyum di wajahnya yang sudah menua itu.
"kalau begitu aku pulang dulu, Ma? Vin." izin Kinanti.
"cepat banget?" tanya Kevin di pelototi galak oleh Kinanti.
Kevin terkekeh lalu Elsi dengan cepat menahan lengan Kinanti.
"Mama lapar nak!! apa kamu tidak mau mengajak Mama makan?" tanya Elsi yang beralasan saja demi bisa melihat Putri kesayangannya itu lebih lama.
sebenarnya Elsi bukan tidak menyayangi anaknya tapi rasa tanggung jawabnya membesarkan anak diambil Kinanti yang harus memilih mundur menjadi dokter dan memilih menjadi seorang Bodyguard yang punya penghasilan tinggi, Kinanti memaksa Adiknya sekolah kedokteran demi cita-cita sang Adiknya.
Elsi tentu selalu merasa bersalah dan terus saja meminta maaf pada Putrinya, namun ternyata permintaan maaf Elsi malah membuat Putrinya menjauhinya sehingga Elsi merasa sedih sebagai Ibu yang selalu merindukan anaknya jadi menyalahkan diri sendiri yang terlalu lemah.
"makan?? kita makan ini saja bagaimana?" tanya Kevin menyambar.
"Kak Kinan bawa banyak makanan untuk Kevin, Ma." sambung Kevin lagi.
Elsi melihat tangan Kevin dan ternyata Ia baru menyadarinya, Kevin menarik Kinanti yang diam saja dibawa pergi oleh Kevin juga menarik Elsi menuju Ruangan makan khusus.
untuk pertamakalinya setelah sekian lama Elsi bisa makan bersama Putrinya setelah 3 tahun belakangan Kinanti selalu menjaga jarak dari Elsi.
"kenapa Mama sama Kakak diam aja sih?" tanya Kevin dengan heran.
plak...!
Kinanti memukul kepala belakang Kevin tanpa menoleh ke Kevin, Elsi menahan tawanya melihat kekocakan anak-anaknya yang sangat Ia rindukan. sebelum Kinanti tau kebenaran Elsi bekerja siang-malam sampai jatuh sakit tentu Elsi tau obat lelahnya adalah melihat Putra-Putrinya bertengkar sayang seperti itu.
"Kak sakit..! kalau aku geger otak bagaimana?" sungut Kevin mengelus-ngelus kepala belakangnya.
"biar aku sembuhkan dengan tendanganku." jawab Kinanti dengan senyuman misterius menatap adiknya tanpa merasa bersalah.
Kevin mendengus, "bukannya sembuh aku bisa masuk ke Ruang Operasi karna tendanganmu itu Kak."
Kinanti hanya mencibir,
"siapa yang akan menyukai perempuan kasar sepertimu Kak?" celutuk Kevin.
__ADS_1
"tenang saja..? aku akan bawakan abang ipar yang kasar juga padamu." balas Kinanti tidak peduli.
"sudah-sudah..! ayo kita makan!" Elsi akhirnya menghentikan perdebatan mulut anaknya itu.
setelah makan bersama,
"Ma? ini Kakak memberiku banyak uang, katanya lebihnya berikan Mama." Kevin.
Elsi menolak karna Ia tidak mau mengambil uang anaknya, Elsi bisa membiayai dirinya sendiri dengan usaha Laundry (mesin cuci dibelikan Kinan) dan terbebas dari hutang karna Kinanti itu sudah membayar semuanya. hidup Elsi hanya untuk membiayai dirinya sendiri bahkan biaya Kuliah Kevin pun dibayai oleh Kinanti, itu alasan Elsi merasa bersalah dan selalu meminta maaf nyatanya Kinanti tidak suka rasa bersalahnya Elsi itu.
"Ma?? ambil aja..! nanti aku tidak mau menemui Mama lagi." ancam Kinanti pun membuat Elsi menerima uang itu.
"Mama akan anggap ini tabungan mu nak, minta kapanpun kamu butuh ya?" bujuk Elsi.
"bisa tidak Mama beli baju?" tanya Kinanti dengan kesal.
Kevin pun membujuk Kinanti supaya tidak marah pada Elsi, alhasil Elsi pun meminta Kinanti untuk menemaninya mencari pakaian hal itu membuat Kevin senang ternyata Elsi mulai memahami watak anak Elsi yang Bar-barnya itu.
.
Kinanti pun menemani Elsi belanja di Supermarket, ternyata Elsi tidak menolak apapun yang Kinanti berikan hingga Elsi ikut bahagia melihat wajah Kinanti yang terlihat senang mencarikan pakaian untuk Elsi.
awalnya Elsi bingung Kinanti telah punya Mobil tapi tidak bertanya apapun karna Ia mengira Mobil itu milik Kinanti jadi membuat hati Elsi senang, setidaknya Kinanti memiliki uang untuk membeli kebutuhannya sendiri tanpa Elsi ketahui Mobil itu milik Kenan.
"terimakasih nak..?" ucap Elsi.
Elsi mendekati Kinanti dan mengelus sayang kepala Kinanti, "jangan buat mama mengatakan hal yang sama ya? mama tidak mau kamu menjauhi Mama ya."
Kinanti memeluk Elsi dengan senyuman, "Kinanti sayang sama Mama."
.
setelah membeli pakaian Kinanti dan di antar pulang. hubungan Elsi dan Kinanti sudah semakin baikan, mereka yang awalnya renggang kini kembali merapat.
Kinanti telah tiba di Kos-annya dan mengetuk pintu Kos-an Kenan yang ternyata tidak ada siapa-siapa.
"Ken??" panggil Kinanti mengetuk Rumah Kenan yang tak kunjung ada jawaban.
Kinanti menggaruk kepalanya yang tak gatal lalu kembali ke Kamarnya, "tadi aku lihat motornya ada diparkiran, memang dia kemana?" gumam-gumam Kinanti penuh tanya.
.
di tempat lain,
Kenan tengah berbaring di Ranjangnya di ganggu oleh Sysy.
"abang? sebenarnya abang suka apa enggak sih?" tanya Sysy tidak menyerah.
__ADS_1
"ribut..!" decak Kenan.
Sysy tidak menyerah menimpa perut Kenan dan menanyakan hal yang sama, Kenan menyentil kening Sysy yang memekik mengelus keningnya.
"awas abang..! aku kaduin Papa." ancam Sysy segera pergi sambil menghentak-hentakkan kakinya dengan sebal.
"dasar kejam...!" teriak Sysy lalu menutup pintu kamar Kenan dengan keras.
Kenan mana peduli ancaman Sysy atau tingkah Sysy itu, jujur saja Kenan sudah terbiasa menghadapi sikap gila ketiga adik-adiknya itu hanya Kenan saja yang jarang berbicara jika tidak hal penting saja.
Kenan sibuk memainkan Ponselnya dan kali ini Ia tidak bertanya atau protes dengan gajinya lagi semenjak mendengar penjelasan Kinanti.
malam harinya,
Carrina mengantarkan makan malam untuk Kenan lalu duduk disamping Kenan yang menyimpan ponselnya beralih ke Carrina.
"kenapa tidak makan bersama tadi sayang?" tanya Carrina mengelus kepala Kenan walaupun Kenan sudah dewasa tapi Carrina begitu menyayangi anak-anaknya.
"malas sama Sysy Ma." jawab Kenan.
Carrina menghela nafas, "bagaimanapun dia adikmu Sayang, Mama tidak suka kamu sengaja menghindari adikmu."
Kenan diam saja, "aku lagi tidak Mood Ma, mungkin aku sedang mencoba beradaptasi dengan gaji baruku."
Carrina tersenyum, "memangnya kamu tidak terima dengan gajimu hmm?"
Kenan diam saja mengambil piring yang Carrina bawa lalu memakannya dengan tenang.
"Mama tidak melarangmu membawa ATM mu sayang, memang kamu yang mau hidup tenang kan? mama tidak pernah mengusirmu atau sengaja menyuruhmu jadi Orang biasa." Carrina.
Kenan menghentikan kegiatannya dan menatap Carrina yang tersenyum manis kearahnya.
"iya juga ma." jawab Kenan mengakui perkataan Carrina yang artinya Kenan boleh menggunakan uangnya selama jadi mata-mata An di berbagai tempat.
Carrina memegang tangan Kenan, "Sayang? Mama hanya minta kamu untuk selalu sehat dan tidak kekurangan makanan, sisanya Mama tidak peduli apapun itu tujuanmu jadi Orang biasa."
Kenan tersenyum lalu mengecup kening Carrina, "Thank You Mom."
Carrina pun memeluk Putranya dengan erat, "Mama tidak menyangka kamu sudah tumbuh dewasa sayang, apa yang Omamu katakan memang benar..! waktu berlalu begitu cepat kalau sudah berkeluarga."
"Mama kan sudah punya Papa." kata Kenan dibalas pukulan di punggung Kenan oleh tangan Carrina.
.
.
.
__ADS_1