
.
.
.
selama ini Kinanti merasa Kenan memang punya Aura yang tidak biasa, itu penyebab Kinanti sangat menyukai Kenan tapi sejak Viora mengejar Kenan jelas Ia merasa minder.
Kinanti hanya anak yatim, bukan Orang kaya perempuan mandiri, serba bisa sebab selama ini Ia juga sangat percaya diri dan yakin bisa menafkahi Kenan jika tidak bekerja tapi jika wanita seperti Viora yang mengejar Kenan maka Kinanti bisa apa?
Viora punya Karir Bagus, tubuh gitar spanyol, kaya, keluarga terpandang, punya fans yang banyak juga belum masuk Fans garis depan suatu saat bisa saja meneror Kinanti, Kinanti bukan lemah tapi jika Kenan juga mencintainya tentu Kinanti bisa melawan.
(Nae: Jadi jangan salahkan Kinanti ya? wkwk, soalnya kalau Nae ada diposisi Kinanti pasti bakal nyerah, perempuan jika memang percaya diri tiba-tiba lemah gara-gara lawan punya karir atau latar belakang keluarga yang sangat bagus tentu akan mundur teratur belum lagi laki-lakinya tidak punya perasaan lebih kacau lagi hidup kita).
Kenan membuka pintu Mobilnya dan sedikit menunduk melihat Kinanti tengah meringkuk memeluk Sabuk pengamannya sendiri.
"Kinan? ayo keluar..!" ajak Kenan.
Kinanti menggeleng-geleng kepalanya sambil menyembunyikan wajahnya, bibirnya menggerutu pelan karna selama ini selalu menyindir Keluarga Maldev didepan keturunan Maldev jelas Ia sangat pucat.
"siapa nak? Kinan? gadis yang merawatmu?" tebak-tebak Carrina.
"iya Ma." jawab Kenan menahan senyum melihat ke arah Carrina.
Carrina tertegun melihat senyum tertahan Kenan, terlihat binar kecil di mata Kenan walau tidak ada bukti Cinta tapi Carrina langsung paham kalau Kinan punya tempat khusus di hati Kenan yang suatu saat nanti pasti akan jadi Cinta.
"kalau begitu Mama duluan ya? kamu bicaralah sama Kinan." kata Carrina mengulum senyum.
Kenan mengangguk dengan raut wajah terlihat sedikit bingung mengapa Carrina tiba-tiba pergi malah menyuruhnya berbicara dengan Kinan, Carrina seolah sudah tau maksud Kenan membawa Kinanti.
Carrina pun terkekeh pelan meninggalkan Kenan sambil berlari kecil memasuki Mansion.
"ayo cepat keluar..!" pinta Kenan.
"dasar penipu..! selama ini kamu mengerjaiku Ken, sekarang apa yang harus aku lakukan? aku tidak punya muka bertemu denganmu." cerocos Kinanti sambil menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.
"cepatlah..!" titah Kenan.
Kinanti menggeleng-geleng kepalanya dan Kenan menunduk masuk ke Mobil lalu mengangkat tubuh Kinanti yang memekik seketika.
"Ken?? turunkan aku.?!" pekik Kinanti.
Kenan menurunkan tubuh Kinanti, "ayo ikut aku..! jangan buat mereka menunggu atau kamu tidak akan bisa membayangkan kemarahan Keluarga Maldev."
Kinanti terlihat pucat lalu Kenan terkekeh pelan mengusap kepala Kinanti yang memutar kepalanya menatap bola mata Kenan.
__ADS_1
"jangan takut..!? aku ada disampingmu." kata Kenan dengan serius.
kata-kata Kenan membuat hati Kinanti menghangat, saat bersama Steven ada saja halangan setiap kali Kinanti ingin bertemu Orangtua nya Steven atau Steven bertemu dengan Mama Elsi hanya Kenan yang berani menemui Elsi dan mengajaknya bertemu Keluarga Kenan tanpa membuang waktu.
Kenan mengulurkan tangannya dan Kinanti menatap lama tangan Kenan.
"Ken? aku hanya Orang biasa." cicit Kinanti.
Kenan menggenggam tangan Kinanti dan membawanya melangkah memasuki Mansion Maldev, jantung Kinanti benar-benar di uji bahkan nyaris lepas dari tempatnya dibawa bertemu dengan Keluarga Maldev.
Kinanti belum bisa terkejut saat tau siapa Kenan kini harus dibuat jantungan lagi diajak bertemu dengan Keluarga terhebat di Negara kelahirannya itu.
"prasangka-mu salah Kinan, Keluargaku tidak pernah pilih-pilih tipe menantu." jelas Kenan.
.
Kinanti sampai memegang lengan Kenan dan bersembunyi dipunggung Kenan serta tangannya terasa dingin belum lagi keringat mengalir dipunggungnya, bagi Kinanti ini lebih menyeramkan saat melawan 10 Pria Kuat diatas ring tinju daripada bertemu Keluarga Maldev.
"Ma? Pa? aku ingin menikahinya." kata Kenan dengan wajah datarnya.
Kenan melihat Sysy menjatuhkan Ponselnya, Ketty tersedak minuman, Kanze menjatuhkan rahangnya selebar-lebarnya.
Kinanti menyandarkan keningnya dipunggung Kenan dengan wajah yang sungguh merah, Kinanti bisa saja bunuh diri keluar dari Mansion Maldev jika Keluarga Kenan menolaknya.
"Kakak Iparr??" pekik Ketty berlari ke arah Kenan dan hendak memegang lengan Kinanti tapi ditatap tajam oleh Kenan.
"galak banget sih." Ketty memajukan bibirnya terlihat menggemaskan berdiri seperti anak kecil memilin jemarinya didepan Kenan yang melarangnya memegang pujaan hati Kenan.
"kamu serius Kenan?" tanya An.
"serius Pa, aku menyukainya." jawab Kenan yakin.
melihat seriusnya Kenan membuat Ketty memekik kegirangan.
"yeee...! kita pesta besar." teriak Ketty.
Sysy mendekati Kenan, "Abang? kami mau melihat Kakak ipar." pinta Sysy dengan wajah serius pula.
"dia gemetar jangan membuatnya takut..?!" titah Kenan.
Kinanti makin pucat saja dibelakang Kenan.
"abang apain dia kok takut? apa cerita kami Keluarga Kejam ya?" celutuk Kanze.
"Kakak ipar? jangan percaya dia ya? kami tidak pernah makan jari manusia kok." kata Ketty dengan senyuman.
__ADS_1
Kenan menyentil kening Ketty yang mengaduh lalu Xabara menegur Kenan malah membuang muka dari Ketty yang menjulurkan lidah dengan bangga dibela Xabara, Carrina tidak heran lagi perdebatan anak-anaknya itu.
Kinanti komat-kamit dibelakang Kenan seolah sedang mencari bantuan untuk mengusir segala setan yang ada disekitarnya.
An berdiri dari duduknya dan berdiri didepan Kenan sementara Ketty serta Sysy memberi jalan untuk An.
"jangan takut Kinan..! apa dia menghamilimu?" tanya An dengan serius dan matanya menatap dingin Putranya.
Kenan hanya datar, "aku tidak pernah melakukan apa yang Papa larang."
"Ti--Tidak Tuan." jawab Kinanti dengan nada gemetar dipunggung Kenan.
"lalu kenapa tiba-tiba?" tanya Sysy.
"apa harus ada alasan?" tanya Kenan balik.
"lalu kenapa calon istrimu takut? kamu memaksanya?" tanya An.
"pasti abang tidak bilang-bilang Identitasnya." jawab Kanze.
Carrina dan Xabara hanya saling pandang sekilas, yang lain menatap kesal Kenan yang paling bersalah membuat Kinanti syok dan kelihatan takut seolah disuruh melihat hantu langsung, Kenan malah tidak merasa bersalah.
Kenan melihat kesamping, "Kinan? jangan takut..?! mereka semua punya hutang maaf padamu."
Kinanti seketika menyembulkan kepalanya melihat mata Kenan, "jangan bicara macam-macam Ken? mereka punya hutang maaf? seharusnya aku yang hutang ucapan Terimakasih."
Kinanti tersadar pun melihat Keluarga Besar Kenan sangat malu kembali bersembunyi dibelakang Kenan.
"jangan takut..!" pinta Kenan.
"Kakak ipar?" panggil Ketty.
Ketty dan Sysy telah berada disamping Kenan yang diam saja melihat kedua adiknya mendekati Kinanti.
"jangan takut Kak..! ayo ikut kami.!" ajak Ketty.
"kakak hebat loh bisa menjinakkan hati Pria Kulkas diam ini, apa yang kakak suka darinya?" tanya Sysy.
"Ahahaha..!" Kanze seketika tertawa keras membuat semua Orang menatap tajam Kanze yang segera menjelaskan kalau Kenan juga punya hati bisa jatuh Cinta.
.
.
.
__ADS_1