Gadis Bar-Bar Tuan Muda Pendiam

Gadis Bar-Bar Tuan Muda Pendiam
bernego


__ADS_3

.


.


.


Kenan memasuki Lift saat pintu Lift tertutup tubuh kekar Kenan tiba-tiba oleng dan Kenan memegang dinding Lift untuk menahan tubuhnya itu.


Kenan terdiam ditempat, "kenapa aku?"


selama ini belum pernah ada lawan yang setara kemampuannya dengan Kenan sehingga mampu menjatuhkan Kenan, tapi hari ini Kenan tidak bertarung dengan siapapun melainkan hanya karna sebuah ciuman? kenapa Kenan bisa oleng? apa yang salah dengannya? begitulah pertanyaan benak Kenan yang sedang terdiam ditempat.


Kenan memegang kepalanya lalu menggeleng-geleng kepalanya, "sejak kapan kau seberani ini Ken?" rutuk Kenan dengan mata terpejam.


ternyata dalam diri Kenan masih punya perasaan malu tapi harga diri Kenan lebih tinggi dari apapun sehingga rasa malu itu masih bisa di tutupi.


isi kepala Kenan saat ini hanya ciumannya dengan Kinanti, apa Kenan sudah jatuh cinta pada Kinanti?


"Kennn??" geram Kenan mencoba untuk berdiri tegak tapi ternyata tubuhnya masih butuh sandaran sehingga punggung Kenan bersandar dengan dinding Lift.


"Kenapa aku menciumnya?" gumam Kenan yang ternyata memang tidak sengaja mencium Kinanti.


Kenan sangat kesal dengan kata-kata Kinanti yang membuatnya terlihat Pria yang tidak normal alias penyuka sesama Pria, bisa-bisanya Kenan yang sesempurna itu di katakan penyuka sesama jenis padahal naluri Kenan itu bukan Cassanova walaupun Ia mampu melakukannya. perasaan jijik itu lebih mendominasi dalam dirinya apalagi perempuan bekas pria lain.


"bibirnya manis." gumam Kenan tidak sadar.


Kenan tersentak dengan kata-katanya sendiri pun menggeleng kepalanya, "apa aku menyukai Kinanti?" gumam Kenan.


"aku harus coba lagi." gumam Kenan dengan wajah serius.


Kenan ingin mencium Kinanti lagi untuk memastikan apakah Ia benar menyukai Kinanti atau tidak.


hari itu juga Kinanti di goda habis-habisan oleh banyak Orang, wajah Kinanti memerah malu sampai Ia tiba di Ruang ganti pakaian wanita.


"aarrggh...?!!" Kinanti meringis seketika saat rambutnya ditarik kasar kebawah hingga wajahnya harus tertunduk ke arah lantai.


dengan menahan rasa sakit Kinanti tangannya memukul ke arah perut pelaku yang memekik lalu terjatuh sambil memegang perutnya. Kinanti memperbaiki rambutnya dan bisa melihat Viora yang kesakitan.


"kenapa lagi?" tanya Kinanti dengan kesal melihat Viora.

__ADS_1


"dasar jal*ng...! kau bilang hubungan kalian hanya teman tapi nyatanya begitu..?" teriak Viora sembari bangkit sambil memegang perutnya.


Kinanti menghela nafas, "kalau kau mau dia coba rebut dia sendiri, kau fikir aku menikmatinya? aku terkejut sial*n...! apa kau wanita murah*n?? kenapa menginginkan Pria yang tidak ingin dirimu, apa tidak ada Pria lain yang bisa kau gaet lagi?" sambar Kinanti.


Viora melebarkan matanya lalu berusaha menjambak rambut Kinanti, Kinanti yang ahli bela diri tentu bisa melawan pergerakan lemah Viora.


"kauu...?? lepaskan aku..!" teriak Viora.


"ckk...! kau benar-benar penipu dan munafik..! wajah aslimu ini lebih mengerikan dari seorang Jal*ng...!" kata Kinanti dengan dingin.


Viora memerah darah, "sial*n kau...!"


"jangan coba-coba mengataiku jal*ng kalau kau masih ingin karirmu selamat, jika kau memang hebat hadapi aku dewi Action..!" seringai Kinanti membuat Viora semakin marah dan menjerit serta memaki Kinanti.


"tidak ada yang bisa mengalahkanku..! apapun yang aku inginkan pasti aku dapatkan, aku akan menghancurkanmu." teriak Viora.


"aku punya rekaman CCTVmu di Gedung ini, jadi jangan coba-coba berakting buruk didepan layar atau aku yang akan memposting semua kelemahanmu pada semua Orang yang memujamu, mereka akan tau betapa busuk dan jahatnya kau sebagai Idola mereka." kata Kinanti lalu berjalan tenang dan sengaja menyenggol bahu Viora yang hampir jatuh.


"aku ingin mencari peran penggantimu itu." kata Kinanti dengan senyuman tak berdosanya.


Viora melebarkan matanya, amarahnya semakin menggebu tapi tidak bisa melawan Kinanti yang ingin mencari peran penggantinya, jika semua terungkap karir Viora akan hancur dan pemeran penggantinya pasti lebih populer.


Kinanti menggerutu di jalan sampai Ia bertemu dengan Rayan si rekan kerjanya juga.


"tidak Kak, kenapa emangnya kak?" tanya Kinanti.


"sebenarnya apa masalah kalian? kenapa kamu kelihatan benci pada Kenan? biasanya kalian terlihat begitu dekat." tanya Rayan heran sebab 1 Tempat kerja sangat tau kalau Kinanti dan Kenan sangat akrab malah mirip seperti sepasang teman yang sedang mencoba mendekatkan diri (PDKT).


"tidak benci juga kak, cuma emang kami teman baik aja." jawab Kinanti tersenyum lalu hendak pergi.


Viora keluar dari Ruangan ganti, amarahnya yang tadi meluap-luap seketika meredup walau tidak sepenuhnya.


"Kak Rayan?" sapa Viora mendekati Rayan yang merupakan Fans nya.


"kamu kemana aja Ra? ayo latihan..!" ajak Rayan.


Kinanti mencibir mendengar suara lembut dan manja Viora tidak sama ketika bersamanya, terlihat sekali Viora bermuka dua.


.

__ADS_1


jam pulang,


Kinanti berlari secepat kilat seperti Orang kesetanan pulang dari tempat kerja menuju Mobil parkirannya.


"sebelum ketemu Kenan." gumam-gumam Kinanti sepanjang jalan sampai Ia benar pergi sampai Ia keluar dari pekarangan Gedung Taekwondo Haritek barulah Ia merasa bebas.


Kenan keluar dari Ruang gantinya pun mencari Maya menanyakan Kinanti yang dijawab Maya kalau Kinanti sudah pulang dengan Mobil yang baru dibelinya.


"sebenarnya apa yang terjadi dengan Kinanti? kenapa dia seperti menjaga jarak?" batin Kenan.


"Kenan??" panggil Maya melambai didepan wajah Kenan yang tersadar pun memijit pelipisnya seketika.


"kamu penasaran kenapa Kinanti seperti itu kan? kenapa dia menjaga jarak darimu?" tanya Maya dengan senyuman sehingga Kenan langsung menatap Maya.


Maya di tatap oleh Kenan saja langsung paham kalau Kenan penasaran dengan jawabannya, Kenan selama ini tidak sembarangan memandang mata lawan bicaranya selalu cuek dan acuh tapi sekarang menandakan betapa seriusnya permasalahan Kenan sekarang.


"dia merasa tidak cocok denganmu Ken..! kamu dikejar oleh wanita sekelas Viora, Kinanti tidak mau dibuli netizen karna menyakiti hati Viora si Dewi Action yang dicintai fansnya." jawab Maya.


Kenan hendak pergi.


"Kenan?? kamu tidak mau mengenalkanku Pria yang tampan dan baik menurutmu? aku janji akan jadi mata-matamu." teriak Maya.


Kenan seketika menghentikan langkah kakinya dan Maya melihat itu segera berlari menyusul Kenan berdiri disamping Kenan.


"tipe?" tanya Kenan.


Maya sumringah, "baik, ramah, hebat berkelahi, tampan."


"kaya atau miskin?" tanya Kenan.


"itu tidak penting yang penting itu tampan dan setia." jawab Maya.


"akan aku carikan untukmu." jawab Kenan membuat Maya bahagianya minta ampun.


Kenan pergi meninggalkan Maya yang tertawa gembira melompat-lompat senang.


"kalau Pria Tampan pasti kawan-kawannya juga tampan, kalau Pria hebat pasti temannya juga hebat..! haha..? Kenan pasti banyak kenalan Orang hebat dan tampan." tawa senang Maya akhirnya terbebas dari masa jomblo.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2