Gadis Bar-Bar Tuan Muda Pendiam

Gadis Bar-Bar Tuan Muda Pendiam
gosip yang beredar


__ADS_3

.


.


.


Kinanti malah kebingungan mengapa semua Orang menatapnya takjub bercampur malu-malu bahkan terdengar jeritan dari anak didik Gedung Taekwondo Haritek.


Kinanti tiba-tiba melebarkan matanya mendengar pembicaraan rekan kerjanya Kinanti dan Kenan benar-benar sepasang Kekasih sekarang sedang pamer hubungan ke semua Orang.


"kenapa mereka tiba-tiba bisa tau?" gumam Kinanti berhenti ditempat.


Kenan otomatis juga ikut berhenti dan menoleh ke Kinan, "kenapa?" tanya Kenan.


Kinanti beralih ke Kenan, "Kenapa mereka bisa tau Ken? kita tidak bicara apa-apa."


Kenan tersenyum tipis, "mungkin karna ini?" Kenan mengangkat genggaman tangan mereka berdua.


seketika wajah Kinanti merona karna baru menyadarinya, Kinanti berusaha melepaskan genggaman tangannya tapi dengan cepat Kenan memper erat genggaman tangan mereka berdua.


"Ken lepaskan..?!" pinta Kinanti.


"apa aku memalukan?" tanya Kenan dengan serius.


Kinanti jadi dilema antara malu dan menjaga perasaan Kenan, alhasil Kinanti yang malu hanya mampu menutupi wajahnya dengan sebelah tangannya dan buru-buru pergi bersama Kenan.


1 Gedung Taekwondo Haritek membicarakan tentang hubungan Kinanti dengan Kenan, Molen yang baru saja tiba di Kantin khusus makan pun mendengar pembicaraan itu.


Molen mengepalkan tangannya, "ternyata aku memang menyayangi Kinan sejak dulu." gumam Molen baru menyadari perasaannya setelah melihat Kinanti mengenakan Dres.


sejak Molen melihatnya, Ia langsung sadar kalau selama ini segala perhatiannya pada Kinanti bukan karna kasihan tapi memang karna rasa suka dan ketertarikannya namun usia menjadi halangan jadi Molen mengatakan hanya menganggap Kinan anaknya.


"dimana Kinan?" tanya Molen ke Maya.


Maya celingukan, "ada apa Pak? bukankah Bapak sudah bertemu dengan Kinan di Ruangan tadi? kenapa mencarinya lagi?"


"Kinan pergi dan dia tidak menghargaiku sebagai atasannya." jawab Molen.


semua yang mendengarnya terkejut.


"ini semua karna Kenan, dia menghasut Kinan yang tidak-tidak dengan mengatakan aku menyukai Kinan padahal selama ini aku menganggapnya anak." jelas Molen.


Maya mengerjabkan matanya, "mungkin Kenan cemburu Pak, Bapak harus mengerti dilema lelaki yang baru kasmaran." senyum lebar Maya.


Molen berniat dapat pembelaan anak-anak didik pelatih beserta Pelatihnya malah godaan dan iri dari mereka pada Kinanti yang berhasil membuat Kenan jadi bucin, siapa yang tahan dibucinin oleh pria setampan dan segagah Kenan.


tangan Molen benar-benar mengepal geram, wajahnya kian memerah karna cemburu juga marah segera Ia pergi dari sana tanpa berkata-kata lagi.


.


di Rooftop Gedung Haritek,

__ADS_1


"Ken ini semua karnamu." kesal Kinanti.


"kenapa aku?" tanya Kenan sambil tersenyum kecil.


"jangan tersenyum." Kinan melototi Kenan.


"apa kesalahanku?" tanya Kenan dengan gemas.


Kinanti membekap mulut Kenan, "kenapa bibirmu mudah tersenyum Ken? senyummu itu berbahaya bisa memikat orang, aku sedang kesal padamu jadi jangan rayu aku dengan senyummu itu." omel Kinan.


tangan Kenan menarik pinggang Kinan sampai merapat ditubuh Kenan, Kinanti sontak saja menatap bola mata Kenan yang juga tajam namun terlihat mempesona bagi ukuran Pria.


"aakhh..!" Kinanti menggeleng-geleng kepalanya.


"Ken, kamu menang..!" kesal Kinanti menyandarkan keningnya di belahan dada bidang Kenan.


Kenan terkekeh mengusap kepala Kinan, "aku tidak suka ada Pria lain yang menatapmu sepertinya, dia bukan tandinganmu lain kali lari saja darinya." kata Kenan dengan serius mengusap kepala Kinan.


Kinanti mengangguk pelan karna tau ilmu beladiri Molen lebih tinggi dari kemampuan ilmu beladirinya.


"hindari berdua dengannya di Ruangan tertutup." pinta Kenan dan Kinanti mengangguk-ngangguk patuh.


"pintar, mau hadiah apa?" tanya Kenan dengan senyuman.


Kinan perlahan mendongak bersitatap dengan mata Kenan, "maksudnya?" tanya Kinanti.


"hadiah karna kepatuhanmu." jawab Kenan mengelus puncak hidung Kinan.


cup...!


Kinan membelalak sambil mengatup bibirnya yang dikecup Kenan.


"itu hadiah dariku." jawab Kenan.


wajah Kinan semakin merah lalu segera melepaskan diri dari Kenan dan lari dari Kenan.


"jangan berlari Kinan..!" pinta Kenan.


Kinanti sudah menghilang dari pandangan Kenan, Kenan mengulum senyum menyusul Kinanti ke lantai bawah tapi tidak berlari.


.


Kinanti berteriak kaget ketika membuka Pintu Lift malah bertemu dengan Maya yang juga ikutan berteriak.


"Kinannn?? kenapa kamu berteriak?" kesal Maya ke Kinanti sambil mengelus dada.


"maaf", Kinanti buru-buru keluar dengan wajahnya yang masih merah menjauhi Lift, Maya mengekori Kinan.


"Kinan? bagaimana rasanya berciuman dengan Kenan?" tanya Maya penasaran tanpa sadar semakin merah saja wajah Kinan.


"kamu ngapain ngikutin aku Maya?" tanya Kinanti dengan kesal.

__ADS_1


"kenapa kamu marah Kinan? aku mau sampaikan banyak berita padamu." tanya Maya dengan serius sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal karena tidak mengerti mengapa Kinan marah.


"berita apa sih?" tanya Kinan.


"Bawn meninggal, Ebby masuk penjara di tuduh membun*h Bawn karna masalah memperebutkan wanita." lapor Maya dengan semangat menggebu karna Ia seorang penggosip kelas atas.


Kinan melebarkan matanya, "oh ya? memang penyebabnya begitu?" tanya Kinan kaget.


"iya. ?! ada yang bilang Bawn keracunan dan ada juga yang bilang Bawn dicekik Ebby sampai mati, intinya Ebby terkena ganjarannya." jawan Maya.


"kenapa bisa begitu ya? apa menurutmu itu wajar?" tanya Kinan serius.


"kalau menurut aku ya tidak wajar tapi kalau alasannya itu wanita tentu saja aku percaya, mereka bertiga ditemukan berada di kamar yang sama kok..! mereka digerebek polisi." jawab Maya.


Kinanti terdiam, "apa ini perbuatan Kenan?" batin Kinanti tiba-tiba saja benaknya memikirkan Kenan.


anehnya Kinanti tidak takut pada Kenan walau Ia tau Kenan menghabisi Orang, sebab yang dihabisi Kenan memang pantas di bumi hanguskan kecuali orang baik dan tidak bersalah apalagi Kinan tau kalau Kenan keturunan Mafia.


"heiii??"


Kinan terlonjak kaget ketika Maya menepuk tangan tepat didepan wajahnya.


"apa sih?" Kinanti malah kesal ke Maya.


Maya menganga, "kamu kenapa sih Kinan? kamu yang melamun malah kesal padaku, aku menyadarkanmu biar tidak kesurupan." omel Maya.


Kinanti berdehem, "aku kaget."


"aku yang syok." sewot Maya.


Maya memutar kepalanya, "kamu tadi dari mana Kinan? apa Kenan bersamamu? oh iya.. aku lupa kamu harus bertemu dengan Pak Molen, sejak tadi dia mengomel-ngomel tidak jelas di Kantin karna tidak bisa bicara denganmu, dia bilang Kenan menghasutmu ya kalau Pak Molen menyukaimu." Maya.


Kinanti menatap Maya serius, "begitu katanya?"


"Iya..! dia seperti sengaja menyudutkan Kenan." jawab Maya.


"lalu?" tanya Kinanti menunggu lanjutan cerita Maya.


"semua yang mendengarnya malah iri tuh, katanya Kamu beruntung bisa membuat Kenan bucin akut padamu bisa-bisanya cemburu dengan Pria tua yang pantas menjadi Ayahmu." kekeh Maya.


Kinanti mengangguk pelan tanpa tertawa sehingga Maya heran dan bertanya masalah Kinan dengan Molen sampai Molen akan memecat Kinan jika tidak tegas dengan pekerjaannya malah asik pacaran.


"tidak ada masalah, aku memang mau mengundurkan diri." ujar Kinan serius.


Maya tentu syok mendengarnya, "apa??"


"kamu tuli ya?" tanya Kinan dengan datar seolah ketularan ekspresi Kenan.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2