Gadis Bar-Bar Tuan Muda Pendiam

Gadis Bar-Bar Tuan Muda Pendiam
langsung saja


__ADS_3

.


.


.


Kenan membawa Kinanti memasuki Apartemen mewah.


"kenapa firasatku buruk? kamu mau buat apa?" tanya Kinanti menahan pintu masuk Apartemen Kenan.


Kenan menarik pinggang Kinanti dan mengangkatnya sehingga Kaki Kinanti bisa berayun.


"Ken?? turunkan aku..!" geram Kinanti dengan kesal.


Kenan membawa Kinanti masuk ke Apartemennya, Kinanti berusaha mengelak karna Ia merasa Kenan punya maksud tersembunyi membawanya masuk ke Apartemen mewah itu dan kedap suara.


"Ken...??? lepasss...!" pinta Kinanti dengan nada cukup keras.


Kinanti memukul punggung Kenan tapi tidak ada efeknya sama sekali bagi Kenan, beberapa kali juga meninjunya tidak ada respon sama sekali. Kinanti seperti berbicara pada robot yang sulit dikalahkan juga tidak punya rasa sakit.


Kenan menurunkan Kinanti atas ranjangnya lalu dengan cepat Kinanti bangun dan berdiri dari tempatnya sehingga Kenan sedikit mendongak melihat Kinanti.


"Kenan?? apa yang kau lakukan?" tanya Kinanti dengan waspada.


Kenan memiringkan pandangannya, "kau takut? bukankah kau yang bilang aku tidak normal?" senyum miring Kenan.


Kinanti gelagapan lalu tertawa canggung sambil melompat turun dari ranjang Kenan, Kinan mendekati Kenan menepuk-nepuk pundak Kenan.


"Hahaha..! maaf Ken..? aku tau kamu normal tapi aku tidak mau jadi tamengmu." ujar Kinanti.


"tawaranmu bagaimana?" tanya Kenan dengan wajah datarnya.


"tawaran apa Ken?" tanya Kinanti masih tertawa kikuk.


"jadi Istriku." jawab Kenan.


"apaa??" bentak Kinanti dengan nada cukup tinggi.


"dengan syarat.!" jawab Kenan menatap Kinanti serius.


Kinanti melebarkan matanya, "kalau aku tolak?"


Kenan tidak mengindahkan pertanyaan Kinanti, "kita berciuman dengan benar, aku ingin memastikan sesuatu."


Kinanti menjatuhkan rahangnya selebar-lebarnya, "apa?"


Kenan mendekati Kinanti yang langsung melototi mata Kenan, "ap--apa yang harus aku lakukan? ke--kenapa Kenan ingin berciuman lagi denganku?" batin Kinanti.


"terima?" tanya Kenan sambil mendekati Kinanti yang terus saja melangkah mundur.

__ADS_1


"ak--aku tidak mau menerima syaratmu Ken..?" kata Kinanti tergagap.


Kenan tersenyum kecil namun terlihat tampan dimata Kinanti, Sialnya Kinanti sempat terpana lalu buru-buru Ia hendak lari namun lagi-lagi Kenan sudah menebak siasatnya itu.


"ken? apa maumu sebenarnya? aku bukan barang uji cobamu." kesal Kinanti.


"aku ingin mencobanya apa aku memang menyukaimu atau tidak, jika kamu memang menyukaiku pasti mau tapi jika kamu menolakku itu artinya kamu memang takut terpikat kan?" seringai Kenan.


Kinanti semakin menganga saja tapi belum sempat Ia membantah Kenan mencium bibirnya singkat lalu melepasnya perlahan dan mereka bertatapan cukup lama, jemari Kenan memegang bibir Kinanti.


"aku memang menyukai gadis ini." batin Kenan yang merasa berbeda dengan Kinanti seolah ada magnet dalam dirinya ingin selalu memang*t bibir Kinanti.


"su--sudahkan? tidak ada perasaan apa-apakan? a--aku boleh pergi?" tanya Kinanti tergugu gagap.


Kenan memejamkan matanya mencium aroma nafas Kinanti begitu dekat, mata Kenan perlahan terbuka dan tanpa menunggu Kinanti berkedip mata tiba-tiba bibir Kenan sudah menempel di bibir Kinanti, cium*n Kenan semakin intens dengan durasi makin lama.


Kinanti yang awalnya mengerjab-ngerjab mulai menikmati cium*n Kenan sampai kakinya merasa lemas saking lembut dan menuntutnya cium*n Kenan.


.


kini dahi Kenan dan Kinanti beradu sama-sama memejamkan mata, perlahan mata Kinanti membuka mata.


"apa yang kamu inginkan?" tanya Kenan.


Kinanti tidak bisa berkata-kata lagi, Move-on yang Ia lakukan bersusah payah kini langsung lebur entah kemana hanya karna ciuman dengan Kenan.


Kenan memejamkan matanya bersandar dibahu Kinanti, "aku tidak tau sejak kapan aku menyukaimu." bisik Kenan.


Kinanti tidak mengerti apa yang Kenan katakan tapi mendengar pengakuan hati Kenan membuat jantungnya kembali berdebar-debar.


tangan Kenan melingkar di pinggang Kinanti lalu mengangkatnya dan jatuh ke atas ranjang.


"le--lepaskan aku.!?" pinta Kinanti tergagap.


"malam ini kita tidur disini." kata Kenan memejamkan matanya disamping Kinanti.


Kinanti perlahan memutar wajahnya ke arah Kenan lalu lengan lengan Kenan yang memegang pinggangnya.


"apa kamu gila Kinan? mudah sekali jatuh hati pada Kenan lagi, dasar lemah..! lemah..! lemah..! dia tidak mengungkapkan Cintanya dengan bunga, emas atau apapun, kenapa bisa begini?" batin Kinanti sambil berubah-ubah ekspresinya memandang Kenan yang telah memejamkan mata.


Kinanti meyakinkan dirinya Kenan hanya bercanda dan ini semua hanya mimpi berharap semua akan lenyap ke esokan hari.


.


pagi-pagi,


Kinanti tersentak dari tidurnya dan langsung melihat sekeliling.


"ja--jadi saat itu bukan mimpi?" gumam Kinanti melihat situasi yang sama dengan ingatan yang ia harapkan adalah mimpi saja.

__ADS_1


Kinanti seketika memerah mengingat moment yang tidak romantis itu tapi sialnya hati Kinan begitu berbunga-bunga mengingatnya.


plak...!


Kinanti menampar wajahnya sendiri untuk segera sadar, "dasar baperan..! hanya ciuman aja baper?"


Kinanti mengelilingi Apartemen Kenan yang benar-benar mewah, Ia penasaran siapa Kenan sebenarnya sampai bisa membeli Apartemen mewah di Kawasan Elit hingga Kinan teringat Kenan pernah bekerja jadi Manager di Perusahaan milik Keluarga Maldev membuatnya percaya.


"sudah bangun?" tanya Kenan.


Kinanti memutar kepalanya dan melihat Kenan tengah memakai celemek dapur, Kenan sungguh seksi dilihat seperti itu.


"ka--kamu buat apa?" tanya Kinanti.


"sarapan..!" ajak Kenan menarik lengan Kinanti serta menuntunnya ke dapur.


Kinan pun sarapan bersama Kenan lalu berangkat ke tempat kerja, Kenan membawa Kinanti ke Toko pakaian dan berganti baju dengan santainya Kenan menanyakan tempat tinggal Ibunya Kinanti.


dalam Mobil,


"kenapa dengan alamat tempat tinggal Mamaku? kita harus bekerja." bantah Kinanti.


Kenan mengambil ponsel Kinanti yang sedang asik memainkannya, Kinanti berusaha merebut ponselnya lagi dengan tenang Kenan menjauhi jangkauan tangan Kinanti dan menghubungi Mama nya Kinanti.


"Halo Bu? bisa searlock? saya tidak bisa berbicara lewat telfon, saya akan temui Ibu langsung." kata Kenan lalu terdengar oleh Kinan kalau Mama nya memberi tau alamat tempat tinggalnya tergugu gagap.


Mama Elsi begitu bahagia dihubungi oleh Kinanti setelah sekian lama tapi yang berbicara adalah Pria tentu Ia gugup, Ia tidak menyangka Putrinya telah memiliki kekasih sebab itu bukan suara Kevin sementara suara Kevin tentu Elsi sangat tau.


Kenan pun memberikan Ponselnya ke Kinan, Kinan yang baru sadar pun memukul bahu Kenan yang melirik Kinan sekilas saja lalu fokus dengan Ponselnya.


"kenapa kamu menghubungi Mamaku? kamu benar-benar keterlaluan Ken, apa harus begini candamu denganku hah?" tanya Kinanti dengan kesal.


"aku tidak bercanda dan kalau mau marah matikan Ponselmu terlebih dahulu." jawab Kenan dengan tenang.


Kinanti gelagapan melihat layar Ponselnya yang masih aktif pun segera mematikan panggilannya lalu mengumpati Kenan, Kenan malah mengulum senyum karna Orang yang diumpati Kinanti ada disampingnya sendiri.


.


Kinanti memejamkan matanya begitu malu dihadapan Elsi yang tengah ternganga melihat Pria yang ingin menemui Elsi langsung.


"si--silahkan masuk." ajak Elsi dengan gugup.


Kenan mengangguk lalu menarik lengan Kinanti yang terhuyung mengikuti Kenan, Kinanti sampai tidak berani menatap Elsi yang jelas begitu syok dan terkejut dengan kedatangan Kenan.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2