
.
.
.
bibir Kenan tertarik keatas, "kenapa aku ingin membunuhnya?" gumam Kenan keheranan dengan keinginan hatinya saat ini.
Kenan menghabisi sesuatu tentu bukan tanpa sebab tapi sekarang alasannya sungguh konyol, Molen tidak punya masalah dengan Orang lain apalagi dengan Kenan, tapi hanya karna Molen menatap Kinanti saja dan Kinanti tidak nyaman saja bisa membuat hatinya yang mendidih.
"apa aku sudah mencintai Kinan?" gumam Kenan memiringkan pandangannya sendiri melihat arah lain.
Kenan bukan tidak peka tapi ia ingin memastikan perasaannya sendiri, bagaimana Kenan bisa begitu mudah jatuh Cinta pada Kinanti? membayangkan hal yang tidak-tidak terjadi pada Kinanti yang ditatap lelaki Kotor itu hatinya sudah mengelegak (mendidih) karna amarah.
Kenan menggeleng kepalanya seketika, "mungkin karna aku tidak suka maduku dilirik Pria lain." Kenan membenarkan perkataannya sendiri.
"kalian yakin tidak melihat Kinan?" tanya Molen ke muridnya.
"tadi katanya antar makanan ke Kak Kenan, Pak."
"iya pak?" sahut yang lainnya.
"dimana?" tanya Molen dengan raut wajah serius.
"tidak tau pak."
Molen menghela nafas, "kalau kalian bertemu dengan Kinan suruh dia datang ke Ruanganku secepatnya."
"iya pak."
satu Gedung tempat Kenan dan Kinan bekerja tentu tau bagaimana perlakuan Molen pada Kinanti yang disebut-sebut sebagai anak emas nya sebab sudah membuat bangga gedung Taekwondo Haritek, jadi tidak berpikir yang tidak-tidak tentang niat apapun dalam diri Molen meminta Kinanti untuk menemuinya.
Kenan mendengar itu hanya diam ditempat persembunyiannya lalu pergi dari sana seolah sudah tau apa yang akan direncanakannya.
.
ditempat lain,
Kinanti tengah menarik rambut Viora membuat Maya syok membekap mulutnya sendiri supaya tidak mengeluarkan suara.
"aakhh..! lepaskan sialan...!" pekik Viora.
"cepat lepaskan aku..!" teriak Viora.
"apa yang kau lakukan hah? apa masalahmu? kenapa kau mengurungku?" tanya Kinanti dengan wajah sangarnya terlihat seksi.
"lepaskan aku..? rambutku kalau rontok kau akan aku tuntut." teriak Viora.
__ADS_1
"aku tidak peduli dengan wanita bermuka dua sepertimu, mau kamu dewi kek, putri duyung kek, bidadari jatuh dari langit atau kau itu seorang Malaikat tidak bersayap di bumi ini dan aku ini pemeran antagonisnya kan?" Kinanti.
"pemeran Antagonis tidak pernah kalah..! aku akan mencekik si malaikat tidak bersayap ini tanpa sebab apalagi berani mengurungku? haha..! aku apakan kau? mari kita main film baru, apa judulnya ya?" Kata Kinanti.
"kamu bicara apa Kinan?" tanya Maya dengan heran tapi bercampur ngeri dengan tindakan Kinanti yang bar-bar.
"kau gila ya?" jerit Viora berusaha menggapai rambut Kinanti.
Kinanti bisa menepis tangan Viora dengan tangannya yang bebas, hanya 1 tangan saja Ia bisa menggenggam rambut Viora dan menariknya kuat sampai Viora terpekik berkali-kali saking sakitnya.
"aku memang gila..! ooh..?! kita sebut saja judul peran kita saat ini si Ratu Antagonis kan? aku Ratu Antagonis yang merebut apapun si pemeran utama miliki kan?" tanya Kinanti seperti Gadis gila.
Viora menjerit, "dasar gila..! lepaskan aku." pekik Viora.
Kinanti menarik kasar rambut Viora, "aku tidak mengerti kenapa aku sempat kagum padamu ya? apa masalahnya ada padaku? wanita sepertimu ini bisa aku singkirkan."
Viora harus terhuyung-huyung karna Kinanti, "sakit rambutku sialan..! aku akan membuatmu membayar semuanya dengan stimpal." geram Viora.
Kinanti terkekeh, "hei..? malaikat tidak bersayap? apa kau sedang berusaha jadi antagonis? aku tidak suka peran protagonis yang lemah, aku lebih suka peran antagonis."
"apa maksudmu hah?" bentak Viora.
"kau kan suka peran Protagonis yang lemah dan gemulai saat di dunia nyata sementara di dunia layar kau ratu Action? mari kita padukan dalam 1 drama si Ratu Action dengan si Antagonis siapa yang menang?" pinta Kinan lalu tertawa seperti orang gila.
"gila...! kau gilaaa!" jerit Viora.
Viora bangkit dari duduknya sambil menjerit histeris lalu melawan Kinanti yang cepat mengelak sehingga Viora tersungkur karna kaki Kinanti yang sengaja mencekal kaki Viora.
"akhh..!" Viora memekik melihat lututnya lecet.
Maya melototkan matanya melihat keberanian Kinanti melawan Viora padahal dulu Kinanti selalu saja matanya berbinar jika membahas tentang Viora.
"rasakan itu si peran baik." kata Kinanti meledek lalu pergi meninggalkan Viora yang berteriak-teriak mengancam akan menghancurkan Kinan yang sudah membuat lututnya terluka.
Maya berlari menyusul Kinanti, "Kinan? kamu kenapa bisa seberani itu? apa kamu tidak takut dia membuat artikel yang tidak-tidak!?" tanya Maya dengan serius.
Kinanti diam saja lalu Maya terus saja bertanya hingga tiba-tiba Kinanti berhenti dan memutar tubuhnya menghadap Maya, "aku akan membuat artikel itu sendiri."
"hah?" Maya tidak paham pun memasang raut wajah bingungnya.
Kinanti berbalik badan dan melihat Kenan tengah bersandar didinding menatapnya.
"Ken?" Kinanti mendekati Kenan masih ada jarak.
"sudah?" tanya Kenan dan Kinanti mengangguk pelan.
Maya menganga melihat situasi Kenan dan Kinanti, Ia seorang penggosip bisa merasakan aroma romans diantara mereka itu.
__ADS_1
"ayo kita Keluar..!" ajak Kenan sembari melangkah pergi dan Kinanti berlari menyamakan langkahnya dengan Kenan.
"kemana?" tanya Kinanti mengabaikan Maya yang semakin menganga saja.
"kita pulang cepat, tiba-tiba aku ingin makan masakanmu." jawab Kenan menekan kepala Kinanti yang tersenyum ke arah Kenan.
"apa mereka pacaran?" gumam Maya kebingungan.
Kenan seperti sengaja membawa Kinan pergi entah kemana, dengan linglung Maya pergi ke Muridnya yang malah bertanya pada Maya mengenai Kinanti.
"jadi dia disuruh temui Pak Molen?" tanya Maya terkejut.
"iya Kak."
Maya menggaruk kepalanya yang tidak gatal, "tapi Kinan sudah pergi dengan Ken keluar entah kemana." jawab Maya.
"kalau begitu temui Pak Molen, Kak."
Maya pun terpaksa menemui Molen yang juga terlihat tidak suka Kinan malah pergi dengan Kenan padahal Molen adalah atasan Kenan.
"sebenarnya siapa atasan Kinan? kenapa dia malah memilih keluar dengan Kenan dibanding aku sebagai atasannya."
Maya tertegun mendengar kekesalan Molen, Ia merasa heran ada apa dengan Molen sampai bisa berubah seperti itu.
"sudah..? kenapa masih disini?" tanya Molen.
"Ehh? iya pak." jawab Maya segera pergi dari Ruangan Molen.
Molen menutup Ruangan Molen.
"apa perasaanku aja? kenapa cara bicara pak Molen berbeda dari biasanya? seperti sedang cemburu saja." cerocos Maya dengan sewot sambil melenggang pergi.
Maya hanya berbicara dengan blak-blakan saja saat sendiri tapi jujur saja Ia tidak mengerti kalau Molen punya perasaan lain dengan Kinan.
.
Kinanti sedang makan bersama dengan Kenan di Restaurant bersama Kinanti, ternyata Kenan tidak jadi makan diRumah bersama Kinanti malah makan di Luar.
"makanlah..?!" pinta Kenan menarik piring daging sapi yang sudah terpotong kecil untuk Kinan.
Kinan melihat daging BBQ nya yang sudah di potong halus oleh Kenan, Ia tersenyum ke arah Kenan lalu kembali makan dengan tenang sembari menatap Kenan yang diam tapi masih bisa bertindak romantis membuat hati Kinan meleleh saja.
.
.
.
__ADS_1