Gadis Bar-Bar Tuan Muda Pendiam

Gadis Bar-Bar Tuan Muda Pendiam
di datangi


__ADS_3

.


.


.


Kenan diam saja dengan wajah datar seolah sudah tau tujuan adiknya datang ke tempat kerjanya.


Kinanti tersenyum saja disamping Kenan yang melangkah dengan wajah dinginnya itu menuju tempat adiknya Kenan menunggu.


"sedang apa?" tanya Kenan pada sosok Gadis yang tengah berpakaian tertutup dengan Topi juga masker, kali ini Gadis itu tidak mengenakan kacamata.


"Abang?" Sysy tersenyum lebar dibalik maskernya berdiri dari duduknya segera menyimpan ponselnya dan memberikan rantang nasi yang dibawanya.


"siapa suruh?" tanya Kenan.


Sysy mendengus sebal, "Mama yang suruh."


"Mama tidak mungkin melakukan ini kalau tidak kamu yang ada maunya." kata Kenan dengan serius.


"Abang kenapa kejam banget sih? adik punya niat baik juga kenapa di marahin?" sambar Sysy.


Kenan mendekati Sysy yang segera ditengahi oleh Kinanti, Kenan menatap datar Kinanti yang melindungi Sysy berpura-pura lemah bersembunyi dibelakang Kinanti demi menguji sifat Kinanti.


"kenapa marah sama adikmu Ken? apa kamu tidak bisa terima dan pergi gitu aja? kenapa malah berpikir buruk?" omel Kinanti dengan mata melotot.


"dia ratu drama yang ada maunya." kata Kenan dengan dingin.


"memangnya kenapa kalau dia ada maunya? lagian kamu baru gajian kan? apa salahnya beri dia uang untuk tambahan beli skincare nya?!" celutuk Kinanti tiba-tiba.


Kenan memijit pelipisnya mendengar Kinanti malah berpikir maunya Sysy adalah uang padahal Sysy itu punya banyak uang, Kinanti mana tau kalau Sysy ada mau nya selain uang karna menurut Kinanti sosok Kenan adalah Pria biasa dan berpikir Keluarga Kenan juga Orang biasa.


Sysy pun kaget mendengar omelan Kinanti berpikir Ia datang karna Uang tapi memilih mengikuti alur air saja nanti masalahnya pasti makin menarik.


"dia datang bukan karna uang." tegas Kenan.


"memangnya apa kalau bukan uang? jadi abang tidak usah pelit-pelit Ken..? kasih aja uangmu sama dia, aku tidak minta kamu kasih semuanya tapi sedikit saja untuk tambahan." kata Kinan lagi tanpa mendengarkan penjelasan Kenan.


Kinanti berbalik badan lalu menghadap Sysy dan memegang bahu Sysy, "kamu pasti menderita ya punya abang seperti Ken? iya kan?!"


Sysy pun mengangguk-ngangguk dengan kening mengkerutnya seolah sedih memiliki abang seperti Kenan.


"aku saja sebagai temannya kesal apalagi kamu ya 24 jam selalu bersamanya sejak bayi malahan." kata Kinanti lagi lalu mengeluarkan sejumlah uang di dalam dompetnya dan tanpa berpikir memberikannya ke Sysy.

__ADS_1


Sysy ingin sekali tertawa lepas saat ini tidak menyangka akan mendapatkan beberapa lembar uang hanya karna drama yang dilakukannya, tapi jujur saja Sysy suka dengan Kinanti yang terlihat olehnya tadi memberikan semua uangnya didalam dompet untuk Sysy artinya Kinanti tulus.


"jangan katakan apa-apa ya? nanti Kakak akan bicara dengan abangmu, sekarang kamu pergi sebelum dia mengeluarkan tanduknya." bujuk Kinanti mendorong-dorong Sysy untuk segera pergi.


Kenan menatap datar Sysy yang mengedipkan sebelah matanya lalu berlari meninggalkan Kenan, Kinanti berbalik badan mendongak menatap Kenan.


"dasar pelit..!?" ejek Sysy lalu menarik kesal rantang nasi Kenan dan memeluknya.


"kalau nggak mau makan aku yang akan makan." kata Kinanti segera membawa pergi makanan yang Sysy bawa tadi untuk Kenan.


Kenan memejamkan matanya sambil menghela nafas mendongak keatas, "Sysy...!" batin Kenan menggeleng kepalanya tak percaya dengan drama adiknya itu.


.


Kinanti membuka isi rantang nasi Kenan sambil mendumel-dumel kesal.


"dasar tidak punya hati, aku pikir hanya sama perempuan lain aja dia kayak gitu tapi ternyata sama adiknya juga dia memang jahat." gerutu Kinanti.


rasa suka dan rasa kagum Kinanti pada Kenan turun menjadi 50% gara-gara tingkah Kenan pada adik kandungnya sendiri padahal Kinanti sebelumnya hampir 1000% menyukai Kenan.


"wahh..!" Kinanti seketika menganga lebar melihat semua isi makanan yang dibawa adiknya Kenan.


"ini bukan makanan tapi surga." gumam Kinan melupakan rasa kesalnya pada Kenan hanya karna melihat makanan yang dibawakan untuk Kenan.


Daging BBQ, Lobster, Sayuran, buah-buahan penutup. Kinan saja melihat menu itu ileran.


"aah..! tidak mungkin Kenan Orang kaya, kalau memang dia Orang Kaya kenapa dia mau bekerja seperti ini? kecuali dia bodoh meninggalkan kemewahan hanya untuk jadi Orang biasa. Haha..? apa yang aku pikirkan, hidup ini real bukan drama ya? sejak kapan CEO menyamar jadi babu di dunia nyata."


Kinanti menggeleng kepalanya berusaha membuang jauh-jauh fantasi di kepalanya itu.


Kinanti menutup makanan itu dan menemui Kenan, "Ken?? makananmu terlalu mewah, aku jadi tidak berani memakan semuanya."


Kenan melirik Kinanti sekilas, "ambil atau buang."


"itu makanan buatan Mamamu kan? kenapa kamu tidak menghargai makanan buatan Mamamu?" tanya Kinanti meletus tiba-tiba.


"kalau kau mau ambil saja jangan banyak drama, justru karna yang masak itu Mamaku bisa aku minta kapan saja aku mau." jawab Kenan melenggang pergi meninggalkan Kinanti.


Kinanti hanya menganga ditempat, "ya sudah kalau begitu."


Kinanti enggan membuang makanan enak itu, dengan senang hati Ia memakannya.


.

__ADS_1


Pulang Kerja (malam hari), di jalanan sepi.


"kenapa menunggu?" tanya Kenan dengan datar.


Kinanti menguap lebar, "jangan bertanya..? aku mengantuk, dasar tidak punya hati." oceh Kinanti memejamkan matanya disamping Kenan yang sedang menyetir.


Kenan pun tidak lagi bertanya lebih memilih diam.


tiba-tiba saja Kenan menghentikan Mobilnya, sehingga Kinanti tersentak dan meluruskan badannya yang tadi bersandar.


"sudah aku bilang Ken?? kenapa malah berhenti? kamu sengaja membuatku kesal?." sambar Kinanti membuka matanya dan menatap tajam Kenan yang memandang lurus kedepan.


"heii??" Kinanti menepuk pundak Kenan tapi Kenan masih memandang lurus kedepan.


"apa yang kamu lihat sii...? Ehhh??" Kinanti menoleh ke arah tatapan Kenan dan matanya melebar kaget.


"Ken??" Kinanti memegang lengan Kenan tanpa melihat Kenan tapi sorot mata terkejutnya masih tertuju ke depan.


"diam didalam." titah Kenan tanpa melihat Kinanti.


Kenan pun melepas seatbeltnya saat Kinanti hendak keluar malah dikunci dari luar oleh Kenan, Kinanti berusaha memanggil Kenan supaya membukakannya pintu.


Kenan melangkah mendekati kumpulan para Preman berpakaian serba hitam itu.


"sedang apa kalian?" tanya Kenan dengan datar.


tiba-tiba kumpulan Preman itu memberi jalan untuk seseorang ternyata ada Fiki yang tersenyum jahat bersama kawanan nya.


"akhirnya kau pulang lewat jalan ini juga." seringai Fiki.


"habislah kau malam ini." kata Oji.


Dikky, Linggo, Ebby dan Bawn tersenyum sinis.


"aku akan hancurkan kesombonganmu itu." kata Linggo dengan sinis.


"dia pikir kita akan menyerah padanya." tawa Ebby.


"kita bawa rombongan, kita lihat apa kau masih bisa bersikap angkuh pada kami." kata Dikky dengan bangga nya melihat bawahannya.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2