Gadis Bar-Bar Tuan Muda Pendiam

Gadis Bar-Bar Tuan Muda Pendiam
gila kah?


__ADS_3

.


.


.


Kinanti terpaksa diam sambil menekuk kedua alisnya tiba-tiba 5 Pria berbadan besar berpakaian serba tertutup telah menunggu mereka berdua di Parkiran Mobil.


"Kenn??" Kinanti memegang lengan Kenan dengan cemas.


Kenan melihat pemandangan itu dengan wajah dingin, ternyata kelima Pria berbadan besar itu menghancurkan Mobil Kenan bahkan sampai membakarnya beberapa pengunjung Restaurant hanya berpandangan dan menonton dari jauh saja tanpa ada yang berani melarang perbuatan 5 Pria itu.


"Ken? jangan mendekat..!" pinta Kinanti.


tiba-tiba Mobil Kenan meledak karna bahan bakarnya dengan cepat Kenan melindungi Kinanti dengan punggungnya terkena benda panas dari Mobilnya.


jeritan pengunjung dan tawa kelima Pria bertopeng itu terdengar membahana di telinga Kenan, Kinanti membuka matanya dan melihat Tubuh Kenan melindunginya.


"Ken??" gumam Kinanti dengan jantung berdebar kencang memandang mata tajam Kenan memandangnya.


Kinanti bukan tipe Gadis yang mudah jatuh Cinta tapi bagaimanapun Kinanti tetap seorang Perempuan walau Ia tangguh dan bisa membela diri serta selalu melindungi seseorang kini didepan matanya dan sekarang seorang Pria asing yang dianggap sebagai Teman olehnya tengah melindunginya dari ledakan Mobil itu tetap saja Ia terpana kodratnya adalah perempuan yang haus akan lindungan seseorang.


"tetap disini.!" pinta Kenan mendorong tubuh Kinanti sampai bersandar di dinding Gedung Restaurant.


Kinanti memegang lengan Kenan yang terluka, Kinanti memandang lama lengan Kenan disaat Ia hendak mengambil tangannya Kenan malah pergi entah kemana sehingga Kinanti hanya menggapai angin.


"Ken??" Kinanti menoleh ke arah Kenan yang berlari memasuki gedung Restaurant.


Kenan ternyata berlari ke Ruangan Darurat lalu ditahan oleh beberapa penjaga Ruangan itu tapi Kenan yang sudah marah menyerang mereka semua sampai tidak bisa bangkit.


Kenan menekan sebuah tombol darurat sehingga tempat Parkiran Mobilnya tadi yang sedang kebakaran di siram hujan deras (pemadam kebakaran).


"tidak akan aku maafkan." kata Kenan dengan nada dingin serta tatapan tajamnya yang ingin menerkam kepala pelakunya.


.

__ADS_1


Kinanti yang kebingungan mencari Kenan tiba-tiba memejamkan matanya di siram air deras dari atasnya.


"Siapa yang berani menghidupkan tombol anti kebakaran nya??" teriak salah satu Pria yang menyerang Mobil Kenan.


Kinanti tidak menyerah mencari Kenan sementara 5 Pria pakaian tertutup itu sudah mengamuk menyakiti pengunjung Restaurant yang berlarian.


Kinanti mendengar jeritan anak kecil di tampar dan dipukuli oleh salah satu Pria berpakaian tertutup itu pun marah, Ia juga melihat Ibunya di pukuli walau sudah bersimpuh meminta ampunan supaya anaknya tidak disakiti.


Kinanti berlari ke arah Pria itu lalu menendang tangan Pria yang hendak memukul anak kecil, 5 Pria yang berpakaian tertutup tentu teralihkan memandang sosok gadis Cantik tengah mencampuri urusannya.


"siapa kamu cantik?" tanya Pria 4 yang tidak ditendang Kinanti.


"sialan..!" maki Pria 1 yang di tendang oleh Kinanti lalu tanpa embel-embel terpana dengan kecantikan Kinanti langsung menyerang Kinanti begitu brutal.


Kinanti berhasil mengelak dan menyamai tingkat kekuatan Lawannya hingga Pria itu kalah dan tidak terima memerintahkan rekannya menyerang Kinanti, Kinanti memasang kuda-kudanya dengan tatapan merendahkan.


"pecundang..! beraninya sama Orang lemah giliran kalah sama perempuan suruh kawan melawan, ciih...! dasar lemah..!" sinis Kinanti meludah kesamping.


Pria 1 yang sudah terluka pun semakin emosi, "biar aku yang habisi wanita ini..?!"


Anak kecil tadi terlepas berlari ke Ibunya dan memeluk Ibunya sambil menangis.


Kenan tiba tepat waktu langsung mematahkan leher Pria yang hendak menyerang Kinanti, Kinanti melihat Kenan pun segera menghampiri Kenan malah melangkahi Pria yang telah di terkapar ulah Kenan.


Kenan memberikan mantel plastik nya ke Kinanti, Kinanti hanya bisa terpana dengan tindakan Kenan yang diluar nalar itu tanpa mendengar perkataan Kinanti lagi Kenan langsung menyerang 4 Pria berpakaian tertutup itu.


Kinanti memegang mantel yang terpasang di tubuhnya membuat Kinanti tidak terkena air hujan buatan lagi tapi Kenanlah yang basah, Kinanti memperhatikan Kenan yang berkelahi dibawah guyur hujan benar-benar seksi.


"kenapa aku khawatir? Kenan kan anggota pasukan khusus, pantas dia begitu hebat." senyum Kinanti memeluk erat tubuhnya sendiri seolah memeluk mantel yang Kenan berikan.


Kenan berhasil menjatuhkan 3 Pria Berpakaian tertutup itu lalu mencekik Pria yang tersisa, "katakan.!!"


Pria yang dicekik Kenan terbatuk-batuk di Udara, Kenan benar-benar Kuat bisa mengangkat tubuhnya dengan 1 tangan.


"katakan..!" titah Kenan sekali lagi semakin mengeratkan jemarinya di leher Pria itu.

__ADS_1


"Tu--Tuan Fiki meninggal dan Ayahnya menyuruh kami untuk menghabisi anda karna rekannya mengatakan ba--bahwa anda pembunuhnya." jawab Pria itu yang mulai tau pemilik Mobil yang mereka bakar adalah Kenan karna merasakan lewat kemarahan Kenan.


Kenan mencekik Pria itu sampai wajahnya memerah dan kian memucat lalu mata Kenan beralih ke wanita yang memeluk anaknya dengan erat, Kenan menjatuhkan Pria itu disamping anak kecil itu.


"kau anak laki-laki kan?" tanya Kenan ke anak laki-laki yang tengah menangis memeluk Ibunya.


Anak laki-laki itu menoleh ke Kenan dan anehnya Anak itu mengangguk mengakui bahwa Ia lelaki.


"anak lelaki tidak boleh cengeng..! habisi dia yang memukuli Ibumu." kata Kenan membuat Ibunya panik tapi ternyata anak itu memang menuruti perintah Kenan.


anak laki-laki itu mengambil kayu yang digunakan untuk memukul Mobil Kenan sampai hancur lalu memukulinya ke Pria yang ketakutan itu dan tak punya tenaga akibat cekikan Kenan, Ibunya hanya syok membekap mulutnya melihat perbuatan anaknya yang sesegukan masih bisa memukuli Pria yang telah menjadikan Ibunya samsak tinju.


Kenan seperti seorang Guru yang mengajari Muridnya malah bersidakap dada melihat situasi itu hingga hujan buatan di tempat Parkiran khusus itu mulai reda.


"kemari...!" titah Kenan.


Anak laki-laki itu pun menurut berbalik ke Kenan, "aku memukulinya sampai tidak bisa bergerak Om ganteng."


Kenan menekan kepala Anak laki-laki itu, "jadi anak laki-laki jangan penakut dan cengeng..! kau harus kuat untuk menghabisi mereka, besok datanglah ke Pelatihan Taekwondo Haritek.!"


Kinanti yang melihat tingkah Kenan masih bisa promosi pun hanya bisa menjatuhkan rahangnya selebar-lebarnya, ternyata Kenan tau kalau anak laki-laki itu melihat perkelahiannya dengan para Pria berpakaian tertutup itu walau di tutupi oleh Ibunya.


"baik Om.!" jawab Anak itu dengan senyuman walau matanya sembab tapi Ia langsung ngefans berat sama Kenan yang sangat hebat bertarung melawan penjahat yang menyakitinya juga Ibunya.


"apa ini yang dikatakan sekali dayung 2, 3 pulau terlampaui?" gumam Kinanti dengan pandangan tidak percaya.


Kinanti menggeleng kepalanya, "Kenan sudah gila..? mobilnya terbakar bisa-bisanya dia tidak marah dan masih bisa tersenyum dan promosi tempat Kerjanya ke Orang lain."


Kinanti tidak mengerti pikiran Kenan yang membuatnya selalu bertanya-tanya bagaimana cara mengenal Kenan dengan baik karna terlalu banyak hal misterius tentang Kenan yang belum banyak diketahui Kinanti.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2