
.
.
.
"dasar tidak tau malu..!" umpat Kinanti sembari meletakkan segala perlengkapan alat memasak yang dipegangnya.
Kinanti berbalik badan dan melihat Kenan seperti baru masuk ke Dapur membawa gelas kosong, "sini aku ambilkan..?!"
"ini air minumnya." tunjuk Kenan.
Kinanti menggeleng kepalanya, "kamu baru aja sembuh Ken..? kamu harus minum air masak dan hangat."
Kenan memasang wajah datarnya saja melihat apa yang Kinanti kerjakan untuknya.
"Ken? aku harus keluar sebentar ya? aku punya urusan, aku sudah masak Lobster untukmu." kata Kinanti sambil memberikan segelas air hangat yang sudah Ia masak.
"mulai besok kamu juga harus minum air masak saja Ken, itu bagus untuk kesehatanmu." ujar Kinanti.
Kinan juga melihat punggung Kenan yang memang tidak memakai baju demi kebaikan punggung Kenan, Kinanti suka dengan tubuh Kenan tapi masih bisa menjaga ekspresinya.
"apa yang kau lakukan?" tanya Kenan berbalik badan seakan merasakan Kinanti mematikan Kipas angin di Kos-annya sehingga terasa panas.
"kamu ini Orang biasa Ken, nggak usah manja pake Kipas angin..! itu Kipas anginmu dibersihkan dulu baru bisa digunakan lagi." omel Kinanti.
Kenan membawa segelas airnya mendekati Kinanti yang sibuk membuka kipas angin Kenan yang sudah begitu kotor, Kenan mana tau ada pekerjaan seperti itu.
"aku harus pergi.?! nanti aku akan pulang." kata Kinanti sembari melepas kipas Kenan dan pergi.
Kenan menarik kerah baju belakang Kinanti yang langsung memutar kepalanya ke arah Kenan dengan alis bertaut bingung.
"bagaimana cara membersihkannya?" tanya Kenan dengan wajah datarnya itu.
Kinanti menjatuhkan rahangnya, "jadi benar tidak pernah dibersihkan selama 1 bulan?" tanya Kinanti tidak percaya.
Kenan diam sambil melepaskan kerah leher baju Kinanti, Kinanti melihat ponselnya yang bergetar.
"aku akan kembali Ken.?!" izin Kinanti memelas.
Kenan pun melepaskan Kinanti yang segera melarikan diri dari Kenan, Kenan melihat Kipas anginnya yang begitu kotor.
__ADS_1
tak ada kata-kata terucap dari bibirnya hanya langsung memilih kembali ke Dapur untuk makan, Kenan menautkan kedua alisnya mencoba Lobster buatan Kinanti yang memiliki rasa berbeda.
"apa ini?" gumam Kenan suka dengan kecap pedas yang dibuat oleh Kinanti untuk menjadi sambal Lobster yang dibuat Kinanti.
.
malam-malam,
Kinanti tiba di Kos-an Kevin July.
tok.. tok..!
Kevin yang merasa itu adalah Kinanti pun segera membukakan pintu Kos-annya.
"Kak?" senyum lega Kevin melihat Kakak bar-barnya walau bukan tipe ideal Kevin tapi hidup Kevin selalu aman jika mengadu pada Kakaknya.
"sejak kapan?" tanya Kinanti dengan serius.
"dari tadi siang kak, alasannya baru berobat terus membawa-bawa namaku kak jadi Dokter disana minta tagihan sama Kevin, Kak." jawab Kevin.
"anak tidak tau malu itu harus aku botakin biar kapok." gerutu Kinanti sambil menepis tubuh Kevin yang bersandar di tepi pintu sementara Kinan masuk ke Kos Kevin.
"Fikaaa?" bentak Kinanti melihat Fika tengah bersantai di depan TV.
"dasar tidak tau diri..? apa kau tidak sadar sama siapa kau mencari masalah hah?" Kinanti mendatangi Fika yang segera berdiri.
"jangan macam-macam !? aku kan hanya meminta sama Kevin bukan samamu kan?" Fika mencari alasan.
awalnya Fika hendak meminta uang tambahan dari Kevin yang seorang dokter, Kinanti jadi Bodyguard sementara Kevin seorang Dokter yang kelak gajinya akan melebihi Artis.
Kinanti mengambil vas Bunga disampingnya langsung melemparnya ke Fika yang menjerit seketika berusaha menghindar tapi lengannya terluka belum lagi kakinya terkena pecahan kaca Vas bunga, tubuh Fika juga basah.
Kevin membekap mulutnya seperti perempuan yang syok melihat pemandangan itu padahal setiap kali Kevin di buli oleh anak-anak lain memang Kinanti yang selalu memukuli anak-anak itu sampai ketakutan dan tidak berani menemui Kevin lagi.
"aku tidak peduli kau itu Keponakan Papaku atau tidak, tapi bagiku kau lebih buruk dari seorang pengemis yang memaksa Orang lain untuk memberimu uang..!" kata Kinanti dengan wajah marahnya.
"kau tidak tau kalau aku mengadu pada Mama, hidupmu akan dalam masalah hah?" teriak Fika histeris menahan sakit di lengan dan kakinya.
Kinanti mendekati Fika lalu menjambak rambut Fika serta menyeretnya keluar dari Kos-an Kevin, Kevin saja sampai malu melihat tingkah bar-bar dan kejam kakak perempuannya itu.
"lepaskan aku sialan..? lepass...!" teriak Fika.
__ADS_1
"aku tidak suka ada jal*ng mendekati Adikku yang seorang Dokter, asal kau tau adikku masih polos jadi jangan coba-coba membuat namanya buruk didepan Rumah Kos yang ada disini." marah Kinanti masih menarik rambut Fika dan mendorongnya keluar dari gerbang Rumah Kos Pria.
"kaliannn?" tunjuk Kinanti pada 2 Satpam yang berjaga yang linglung.
"i--iya Non." jawab mereka berdua yang juga kebingungan situasinya kini.
"lain kali kalau pengemis ini datang jangan beri izin, dia hanya penggoda yang ingin menempel hidup sama adikku." titah Kinanti kepada 2 satpam itu.
"bohong..!! Kinan?? aku ini sepupumu..! jangan mengatakan hal yang tidak-tidak." bela Fika sok menjadi perempuan teraniaya.
Kinanti menampar wajah Fika yang tersungkur seketika hingga bibir Fika mulai mengeluarkan kata-kata kasar dan sekarang Fika berusaha melawan Kinanti dengan cara menarik rambutnya.
"nggak usah bersandiwara ya? mana ada sepupu perempuan datang ke sepupu laki-lakinya dimalam hari bahkan tanpa malu masuk ke Kos khusus kawasan laki-laki? kau seharusnya tau aku perempuan, tapi kau hanya mencari adikku saja kan? kau tau aku juga disini. sekarang ngaku aja kau hanya menggoda adik laki-lakiku saja."
kata-kata tajam Kinanti seperti melanj*ngi Fika didepan masyarakat yang menonton.
"untung aku datang..! aku tidak akan bayar ganti rugimu, siapa suruh mau menjebak adikku." kata Kinanti dengan sinis.
Fika dilempari sendal oleh Orang-orang yang ada di kawasan tempat tinggal Kevin sehingga Fika lari dengan luka di lengannya itu saking takutnya terkena amukan masyarakat yang ada.
Kinanti beralih ke Kevin lalu memegang bahu Kevin dan mengatakan hal yang tidak-tidak seolah Kevin dilec*hkan oleh Fika membuat Kevin malu tapi semua yang menonton malah benci dengan Fika yang melakukan hal kotor demi punya pacar seorang calon dokter tampan, nanti akan punya penghasilan lebih dan populer.
"kakak bicara apa?" bisik Kevin dengan bibir merapat ke Kinan.
"diamlah..! kakak akan membuatmu tidak diganggu oleh wanita itu lagi." jawab Kinanti.
Kevin pun tidak lagi bertanya saking malunya Ia hanya menutupi wajahnya dengan kedua tangannya tapi dinilai menyedihkan oleh kebanyakan Orang.
.
di kamar Kevin,
Kinanti hanya menatap jengah Kevin yang terus mengomel akan ide Kinanti yang membuatnya seolah-olah dilec*hkan oleh Fika padahal Fika hanya mengganggunya untuk memerasnya.
"kenapa kakak bicara begitu?" tanya Kevin dengan serius.
"biar malu sekalian..!" jawab Kinanti santai.
"tapi apa harus melibatkanku kak?" kesal Kevin.
.
__ADS_1
.
.