Gadis Bar-Bar Tuan Muda Pendiam

Gadis Bar-Bar Tuan Muda Pendiam
dasar !


__ADS_3

.


.


.


"Ken??" Kinanti mendekati Kenan dan memegang lengan Kenan yang mengelus kepala anak laki-laki yang tampak menyukai Kenan.


"Om? Kakak keren ini siapa? apa Kakak keren ini pacar Om?" tanya Anak laki-laki itu dengan senyum lebar.


Kenan melihat ke Kinanti yang memerah lalu tersenyum tipis, "bukan..? kenapa kau memanggilku Om tapi memanggilnya Kakak?"


"kakak ini sangat imut kalau Om sangat hebat." jawab anak laki-laki itu sumringah.


"Oh..? Ma--Maaf..?anakku sedikit genit." ucap Ibu dari anak laki-laki itu.


Kenan memiringkan wajahnya melihat wanita itu yang terlihat mengenali Kenan tapi tidak berbicara apa-apa sebagai ucapan terimakasih wanita pada Kenan.


"Terimakasih Tuan, Nona.!" ucap wanita itu tersenyum tulus ke Kenan dan Kinanti.


"Ken?? kenapa memandangnya begitu? kamu suka ya?" tanya Kinanti membuat wanita itu terkekeh.


"jangan cemburu Nona, Tuan Muda hanya mencoba mengingat saya." jawab Wanita itu memberikan kartu namanya ke Kinanti.


"Tu--Tuan Muda?" beo Kinanti menerima kartu nama pemberian wanita itu sambil melihat ke Kenan yang diam saja.


Kenan menatap tajam Wanita itu yang seolah langsung paham langsung cepat menjelaskan kalau Ia menyebut Tuan Muda karna kemampuan bertarung Kenan dan ajaibnya Kinanti malah mempercayainya.


Kinanti melihat kartu nama Wanita itu terbelalak seketika, "M Glow? Maria?" gumam Kinanti.


"ternyata anda mengenal saya Nona..! 2 hari lagi ada acara Launching produk baru kami, saya ingin Nona dan Tuan datang sebagai ucapan terimakasih saya." kata Wanita itu yang bernama Maria.


Kenan hendak menolak tapi di bekap oleh Kinanti yang melirik datar Kinanti yang tertawa canggung ke Maria.


"jangan dengarkan dia ya? apa ada acara pembagian hadiah? uang atau apapun?" tanya Kinanti berbinar.


"tentu saja Nona." jawab Maria.


Kinanti meminta Maria untuk tidak memanggilnya Nona dan Maria memenuhinya, Maria mengenalkan Putranya yaitu Marks.

__ADS_1


Maria juga tidak berani memarahi Kenan yang sangat Ia kenal sebagai Putra Sulung An, Maria adalah salah satu Pengusaha Kosmetik pilihan pernah melihat rupa asli Kenan.


"kami pergi dulu Om ganteng? kakak imut?" lambaian Marks dengan ramah ke Kenan dan Kinanti.


Maria membawa pergi Marks yang sesekali berbalik memandang Kinanti yang sangat imut juga berterus terang mengatakan kalau Kinanti adalah tipe perempuan nya nanti ketika tumbuh besar.


di dalam Taksi,


"Ken?? apa kamu tidak dengar apa kata Marks tadi?" tanya Kinanti disamping Kenan yang memasang wajah datar saja.


Kinanti tidak menempel seperti kebanyakan wanita tapi Kenan tidak tau kenapa Ia mana bisa marah pada Gadis yang pernah tidak sengaja Ia sakiti, Kenan saat itu masih kecil dan meminta ingin punya Hotel di Bogor, tentu An menurutinya sehingga butuh pekerja bangunan, Papa Kinanti adalah Korban yang tidak sengaja meninggal akibat permintaan aneh Kenan walau An dulu pernah bertanggung jawab tapi uang itu tidak sepenuhnya menjadi milik Kinanti.


rasa bersalah Kenan lah yang membuatnya selalu melindungi Kinanti padahal Ia tidak menaruh hati pada Kinanti.


"apa?" tanya Kenan dengan malas.


"dia bilang aku tipe idealnya." jawab Kinanti dengan senyuman lebarnya.


Kenan hanya melirik Kinanti sekilas, "lalu?"


Kinanti melebarkan matanya, "apa-apaan itu pertanyaanmu Ken? Lalu?? apa kamu pikir aku sedang bercerita?" celoteh Kinanti.


"hmm..!" jawab Kenan memejamkan matanya.


"Ken?? maaf..! aku tidak sengaja." ucap Kinanti dan Kenan mengangguk kembali menurunkan lengan bajunya.


Kinanti mencoba mengingat-ngingat perkelahian tadi lalu dengan tiba-tiba saja Kinanti menarik lengan Kenan dan memukul punggung Kenan dengan pelan, Kenan memejamkan matanya terdengar suara menahan sakit dari bibir seksi Kenan.


"sudah ku duga." gumam Kinanti dengan serius lalu meminta supir taksi membawa mereka ke Rumah Sakit.


Kenan tidak mau ke Dokter namun Kinanti tidak menyerah, Kenan tidak mau ke Dokter bukan karna takut jarum suntik atau apapun tapi karna hampir semua dari mereka mengenal Kenan jadi kemungkinan para dokter itu bisa saja melaporkan lukanya ke An atau Carrina.


"Kenn? bisa tidak jangan kekanakan hah?? apa salahnya diobati?" geram Kinanti.


Kenan diam saja, terpaksa Kinanti membeli Obat khusus di luar dan pulang.


.


.

__ADS_1


di Kamar Kenan,


"cepat buka bajumu..!" pinta Kinanti.


Kenan terlalu malas tapi Kinanti memukul punggung Kenan yang menahan sakit, Kinanti harus keras kepala dan tegas melawan Kenan yang juga keras sehingga rasa sakit Kenan itu pun membuatnya harus mengalah.


Kinanti membantu melepaskan baju Kenan yang ternyata luka itu lengket dengan baju Kenan.


"jadi Orang tidak usah keras kepala, apa hal ini memalukan hah? kamu bahkan sudah melihat kelemahanku lalu apa itu memalukan jika aku melihat lukamu? dasar Arogan...!" omel-omel Kinanti.


Kenan diam saja membiarkan Kinanti mengobatinya, Kinanti menghembus perlahan salep yang sudah menempel di punggung Kenan, Kenan melirik kesamping dan Kinan melihat ke mata tajam Kenan itu yang sungguh seksi.


"jangan dibawa mandi sampai salepnya kering, nanti akan aku obati lagi setiap 2 jam biar cepat sembuh dan tidak berbekas lalu MAMA-MU tidak akan tau luka di punggungmu ini pernah ada." kata Kinanti dengan penuh penekanan sambil menjauhkan wajahnya tadi dipunggung Kenan.


Kenan diam saja lalu hendak memakai bajunya tapi dicegah oleh Kinanti sehingga mereka bertatapan sangat dekat.


"Ahh..! maaf Ken..! jangan pakai bajumu dulu nanti salepnya bukan menempel di kulitmu malah menempel di bajumu sementara luka yang sakit di kulit bukan di baju." kata Kinanti berusaha membuat alibi yang sempurna sebab Kinanti sangat tau kalau Kenan tidak menyukainya sebagai lawan jenis.


Kenan tidak jadi memakai bajunya lalu Kinanti segera bangkit dan izin membuat menu makan malam, Kenan diam saja hanya melirik Kinanti sekilas.


Kinanti segera keluar dari kamar Kenan menuju Dapur wajahnya memerah, Ia sudah melatih semua ekspresi dan tingkahnya jika bersama Kenan.


"kenapa dentumannya makin keras sih?" gerutu Kinanti mengelus-ngelus dadanya sambil menarik nafas dalam-dalam juga menghembusnya perlahan.


setelah menenangkan diri Kinanti memasak untuk nya dan Kenan sambil mengoceh serta beberapa kali Ia harus menari ala Taekwondo di dapur.


Kenan yang hendak mengambil minuman pun terdiam ditempat melihat Kinanti menari dengan cara yang unik, tarian Kinanti adalah perpaduan antara seni beladiri dengan kelenturan tubuh seorang atlit sehingga terlihat begitu anggun dengan nilai khasnya.


Drrrt.. ddrrt...!


Kinanti seketika menurunkan kakinya dan menyibakkan rambutnya sembari mengambil Ponselnya yang bergetar.


"Halo?" Sapa Kinanti menyapa nomor asing di ponselnya.


"Kak?? ini aku Kevin..! ini Fika ngapain kesini sih? dia buat ulah Kak di Kos-ku.! aku telfon kakak pakai ponsel teman sebelah Kos." kata Kevin dengan lemas seolah memohon pada Kinanti untuk segera menyingkirkan Fika yang keras kepala.


Kinanti menggeram kesal, "Kakak akan singkirkan benalu tidak tau malu itu."


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2