Gadis Bar-Bar Tuan Muda Pendiam

Gadis Bar-Bar Tuan Muda Pendiam
logika


__ADS_3

.


.


.


"Kenapa malah membahas hal tidak penting?" Kenan bersuara.


Kenan berdiri dari duduknya sambil memegang tangan Kinanti yang otomatis juga ikut berdiri.


"aku akan keluar dengan Kinan, kalian bicaralah dengan benar." kata Kenan dengan wajah datarnya pergi dari Ruangan itu membawa Kinanti yang menunduk berkali-kali pada Keluarga Kenan tapi terus saja Kenan menariknya seolah sudah malas berada di Ruangan itu.


Kevin dan Elsi ditinggal di dalam Ruangan itu.


"Kalian berdua lihat kan? ku mohon jangan lihat dari segi keuangan kami, walaupun kami punya banyak uang tapi namanya bahagia itu lebih mahal dari harta yang kami miliki bu." kata Carrina sopan ke Elsi.


Elsi terpaku menatap Carrina yang sungguh bijak padahal diluar sana banyak yang mengatakan Carrina hanya tamatan SD tapi sikap dan tingkah Carrina sekarang saat berbicara membuktikan tinggi nya sekolah Carrina.


"sama seperti kami tidak melihat latar belakang kalian maka kalian lakukan hal yang sama, bisa kita bicara dengan nyaman?" tanya Xabara tiba-tiba.


Rovert dan An terpaksa diam demi pembicaraan Keluarga supaya cepat selesai.


.


Kenan membawa Kinanti ke Rooftop Restaurant milik Keluarga Aya dan suaminya.


Kinanti terpana melihat pemandangan didepannya, "waahhhh??" Kinanti memegang pagar pembatas melihat pemandangan Kota dari tempat tertinggi.


Kenan memesan makan siang untuk nya dan Kinan disana, Kenan tau kalau Kinanti tidak akan bisa makan jika berada di tempat yang sama dengan Keluarganya yang penuh dengan pertengkaran Cinta, yang ada Kinanti tidak akan bisa menelan seteguk air minum saja.


Kenan duduk di Kursi membiarkan Kinanti melihat pemandangan Kota dari Rooftop, terlihat sekali dari pancaran mata Kinanti yang tidak pernah melihat sesuatu seperti ini padahal bagi Kenan itu hal biasa, Ia suka ketinggian seperti berada di atap, Rooftop karna sunyi dan jujur Kenan suka menyendiri karna kepribadiannya yang tertutup padahal Kenan tidak kekurangan kasih sayang.


Kinanti berbinar melihat pemandangan di tempat Ia memijakkan kaki kini.


"bagaimana Kenan tau tempat seindah ini? aku tidak mengira bisa begitu menyenangkan berada di Kota, selama ini aku fokus dengan uang sampai lupa cara menghibur diri." batin Kinanti.


Kinanti menoleh kesamping ternyata Kenan berdiri disisinya, "Ken?"

__ADS_1


"hmm?!" sahut Kenan memutar tubuhnya ke arah Kinanti.


"sejak kapan kamu tau tempat seindah ini?" tanya Kinanti.


Kenan menyunggingkan senyum tipisnya, "ini bukan tempat yang indah, setelah menikah kita akan pergi ke tempat indah yang kamu maksud." kata Kenan dengan serius.


Kinanti menyibakkan rambutnya yang terkena angin, "disini bukan tempat yang indah? jadi tempat yang indah menurutmu apa Ken?" tanya Kinanti tertegun melihat pemandangan sebagus ini bukan tempat yang indah menurut Kenan bagaimana dengan tempat yang indah menurut Kenan pasti jauh lebih indah dari ekspetasi Kinanti.


Kenan memegang bahu Kinanti dan memutarnya sehingga membelakangi Kenan, Kinanti bingung apa yang Kenan lakukan ternyata Kenan tengah mengikat rambutnya dengan benar.


Kinanti memegang dadanya yang isinya terus saja terasa sedang melompat-lompat ditempat, Kinanti mengatakan kalau Kenan hanya membantunya dengan mengikat rambut Kinanti tapi mengapa jantungnya bisa berdebar kencang? apa Kinanti memang begitu terbawa perasaan? tapi memang Kenan semakin dikenal semakin romantis walau bibir Kinanti bilang tidak tapi hatinya selalu baper diperlakukan seperti apapun oleh Kenan yang kian memperlihatkan pesona sesungguhnya (Pria Romantis).


"aku buat jepit rambut khusus namamu." kata Kenan dengan senyum tipisnya.


Kinanti tentu bingung, "hmm?" Kinan menoleh ke Kenan.


Kenan mengikat rambut Kinanti dengan benar lalu memberikan jepit rambut yang dimaksudnya, Kinanti memegang jepit itu dengan raut wajah lucunya seperti seorang anak kecil yang tidak minta dibelikan mainan tapi malah dibelikan mainan sehingga Ia terlihat linglung.


"aku sengaja memesan 2, kalau kamu menghilangkan 1 bisa pakai yang ini." kata Kenan menekan kepala Kinanti lalu berbalik pergi melangkah kembali ke bangku meja makan.


"Kinanti." itulah nama ukirannya.


.


"sedang apa?" tanya Kenan.


Kinanti terkejut pun memutar kepalanya ke arah Kenan, "hah?"


"makanannya bisa dingin." kata Kenan dengan wajah datarnya.


Kinanti berlari kecil ke arah Kenan dan duduk disamping Kenan yang sudah menepuk kursi untuknya duduk.


setelah makan siang.


Kinanti sudah biasa makan berdua dengan Kenan di Kos-an Kenan jadi kebiasaannya itu membuat Kinanti bisa makan dengan nyaman tanpa ada tekanan.


"bagaimana Ma?" tanya Kenan kembali ke Ruangan perkumpulan Keluarganya.

__ADS_1


"Kenan? kamu kapan mau menikah?" tanya Rovert.


"kamu bicara apa sih Rovert? seharusnya kamu tanya cucumu udah makan apa belum." sambar Xabara dibalas cengiran oleh Rovert.


Carrina mendekati Kenan, "kemana kalian nak? makan siang sudah berlalu, apa kamu sudah makan? kinan bagaimana?" tanya Carrina.


"sudah ma." jawab Kenan melihat ke arah Kinanti sekilas.


Carrina beralih ke Kinanti dan memegang kedua tangan Kinanti, "Ibu dan adikmu tidak meminta apapun walau mulut kami sudah berbuih menanyakan keinginan mereka tapi Tante sama Keluarga besar Tante memberikan banyak benda padamu, mohon diterima ya?"


Kinanti kebingungan lalu Kenan mendorong pelan Kinanti untuk membuka isi kotak yang dibawa Keluarganya pada Kinan dan Elsi.


Elsi membuka isi kotak untuknya pun langsung terkulai lemas dibantu oleh Kevin yang juga menahan rasa keterkejutan melihat banyak uang di dalam kotak itu.


Kinanti melihat isi Kotaknya pun banyak berisi perhiasan, berlian, uang dengan jumlah yang mencengangkan.


"a--apa ini Tan? kenapa sebanyak ini?" tanya Kinanti seperti protes.


"apa kurang sayang?" tanya Xabara.


"bu--bukan Kurang Nyonya? ta--tapi ini terlalu banyak, saya tidak bisa menerima nya." jelas Kinanti.


Carrina mendekati Kinan dan mengatakan banyak hal tentang Keluarga mereka, Kenan tidak pernah meminta sesuatu dan sekarang adalah Permintaan Kenan yang sesungguhnya, dan yang paling utama sejak dulu Kenan sungguh tidak pernah membawa perempuan ke hadapan mereka.


Kinanti akan jadi bagian Keluarga Maldev, tidak sampai disitu nanti Kinanti akan punya beban yang berat, harus melepas masa sendiri, mengurus suami, merawat suami, mengandung selama beberapa bulan belum lagi masalah tidur saat hamil, membesarkan anak. jadi segala hantaran yang Keluarga Kenan berikan saat ini belum seberapa dibanding tugas Kinanti kedepannya sebagai Ibu Rumah Tangga juga menjaga nama baik diri sendiri dan Suami.


"ak--aku bisa melakukannya Tante, kalian mau menerima perempuan sepertiku itu sudah suatu kebahagiaan." jelas Kinanti dengan gugup.


Xabara dan Carrina tidak terima penolakan semua kotak yang telah mereka isi untuk Keluarga mempelai wanita, Elsi sampai tidak bisa berkata-kata betapa dermawannya keluarga Maldev sama seperti dulu.


Kevin bahkan mulai mengagumi Keluarga Maldev, sebelumnya Ia hanya sering mendengar cerita saja mengenai Keluarga hebat itu tentu hanya mendengar saja tidak akan membuat Kevin percaya sepenuhnya tapi sekarang Ia percaya 1000% bahwa Keluarga Maldev sangatlah dermawan tidak kebanyakan Keluarga Kaya dadakan lainnya.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2