Gadis Bar-Bar Tuan Muda Pendiam

Gadis Bar-Bar Tuan Muda Pendiam
ingin jadi pelatih


__ADS_3

.


.


.


Presdir belajar Ilmu beladiri itu adalah Molen, Molen memandang Kenan dari ujung rambut sampai ujung kaki.


"baiklah..! mari ikut saya." ajak Molen yang tidak boleh meragukan kata-kata Kenan sebelum membuktikan kalau Kenan itu layak atau tidak.


sebagai seorang pemilik beladiri taekwondo ternama harus sangat menjaga nama baik tempat itu, jika sekali sudah rusak maka pemilik beladiri ditempat lain (saingan) Molen akan menggunakan cara itu untuk menghancurkan panggung beladirinya sehingga kemampuan murid-muridnya nanti tidak diketahui.


Kenan mengikuti Molen dengan jarak lumayan jauh seperti seorang Presdir yang di tuntun oleh pekerja kecil ke Ruangan Besar.


"kenapa lama?" tanya Molen berbalik badan ke Kenan.


Kenan tidak menjawab hanya melangkah lebih dekat bagi Kenan tapi masih jauh juga menurut Molen, Molen pun menggeleng kepalanya seolah paham kalau Kenan tidak nyaman terlalu dekat dengan Orang baru.


Molen mengantar Kenan ke Suatu Ruangan Beladiri yang sedang berlatih.


"sebentar...!! aku ambil waktu kalian sejenak." Molen bertepuk tangan di Udara untuk mengalihkan perhatian Murid-muridnya.


semua Orang menoleh ke Molen tapi bukannya fokus ke Molen pada ternganga melihat ketampanan Kenan, Kenan melihat situasi gedung itu yang tidak terlalu buruk dijadikan tempat belajar ilmu beladiri.


"siapa diantara para pelatih murid kita yang mau mencoba menguji calon rekan kerja kalian ini?" tanya Molen.


6 Pelatih yang ditanyai oleh Molen tentu menerima tawaran itu sebab mereka semua adalah lelaki, bisa dikatakan mereka iri dengan Kenan yang mengalihkan perhatian mata perempuan idaman mereka masing-masing jadi ingin menyombong supaya Kenan tidak terlalu di puja.


"aku saja duluan..?" 3 Perempuan cantik berlari duluan menerobos 6 Rekan kerja mereka yang Pria untuk menguji kemampuan Kenan.


"aku tidak menyerang perempuan." kata Kenan dengan datar.


"wahhhhh!!" semua perempuan yang mendengarnya pun meleleh dan lemas seketika mendengar suara Hot Kenan itu.


6 Pelatih Taekwondo Pria semakin tidak senang pun menyerang Kenan, anehnya mereka seperti sengaja menargetkan Kenan.


"kenapa kalian menyerangnya bersamaan..?" protes Molen.

__ADS_1


Molen tau 6 Pelatihnya itu memiliki kemampuan yang sama dan memiliki tingkat tertinggi dalam ilmu beladiri Taekwondo, 1 lawan 1 saja bisa pusing melihat lawan pelatihnya itu yang ketar-ketir tapi sekarang 6 pelatihnya menargetkan 1 Pria.


bugh...!


Kenan dengan mudah menghindar dan melakukan pukulan di titik-titik tertentu dalam waktu sangat singkat sehingga para pelatih Molen itu terbatuk-batuk serta lemas seolah tidak sanggup menyerang Kenan lagi.


"hah?" Molen terperangah.


prok..prok..!


tepuk tangan dan binar kagum semua Orang yang ada tertuju pada Kenan yang bisa mengalahkan 6 pelatih terbaik Pria di tempat mereka.


"satu lagi..! serang murid terbaikku." kata Molen ingin memastikan Ia tidak salah menilai jenis ilmu beladiri yang Kenan gunakan saat mengalahkan 6 pelatih terbaiknya.


Kenan diam saja sambil memasukkan kedua tangannya ke kantong celana nya seolah menunggu tantangan Molen.


"dimana Kinanti?" tanya Molen ke Orang didekatnya.


"Kak Kinanti tadi pergi buang air." jawab salah satu murid Pria yang berlatih ditempat itu.


"cepat kamu panggil Kinanti." pinta Molen ke Murid perempuan didekatnya.


Kenan mengerutkan keningnya seolah mengenal suara itu lalu sisi wajahnya menoleh kesamping untuk melihat pemilik suara itu.


"Ehhh?? Tuan?" Kinanti berlari kecil ke arah Kenan dan berdiri dihadapan Kenan dengan senyuman tapi masih jarak aman.


DEG...!!


semua Murid yang ada di tempat itu ternganga tidak percaya Kinanti bisa bertingkah seperti anak kecil ketika bersama Pria asing itu padahal setau mereka Kinanti yang paling berwibawa di antara para pelatih tempat itu sehingga Kinanti diterima bekerja dalam Perusahaan BlackMalv namun karna tidak sanggup di New York karna pernah di Khianati, Kinanti memilih mundur walaupun gajinya disana sangat besar mengawal seorang Pria Culun (kaya).


Kenan memandang Kinanti dengan heran, "kau bekerja disini?" tanya Kenan.


Kinanti mengangguk-ngangguk, "ada apa Tuan? apa Tuan mau belajar beladiri? aku bisa mengajarimu gratis tanpa dipungut biaya." kata Kinanti dengan bangga nya.


Kenan menyunggingkan senyum tipisnya, Ia tidak mengira akan ada seorang Gadis yang menawarkannya belajar ilmu beladiri dan lucunya lagi tidak dipungut biaya.


"Kinan? kamu mengenal Pria ini?" tanya Molen.

__ADS_1


Kinan menoleh ke Molen dan mengangguk, "Tuan ini yang menyelamatkan saya di New York, Pak."


"menyelamatkan?" beo semua Orang yang ada.


Kenan diam saja tanpa ikut campur pembicaraan mereka semua yang mulai mencecar Kinanti hingga tiba-tiba Kinanti terkejut ketika Molen meminta Kinanti untuk menguji Kenan sebab Kenan akan melamar pekerjaan menjadi pelatih di tempat itu.


"dia murid terbaik di tempat kami..! dia satu-satunya perempuan diangkatan pertama yang diterima bekerja jadi BodyGuard di Perusahaan BlackMalv." kata Molen memperkenalkan Kinanti ke Kenan.


Kenan mengangguk seolah tidak terpana sama sekali karna Perusahaan Bodyguard itu milik Papanya yaitu An, An sendiri yang mengajari Ilmu beladirinya ke Kenan yang dulunya adalah Master dari segala Master sudah jelas kemampuan ilmu beladiri An sangatlah hebat.


Molen menggaruk kepalanya yang tak gatal melihat Kenan yang biasa saja mendengar Kinanti pernah menjadi Bodyguard di Perusahaan BlackMalv, biasanya Pria akan gemetar mendengar hal itu atau paling banyaknya menatap kagum ke Kinanti namun Kenan tidak ada ekspresi sama sekali seolah hal itu bukanlah prestasi yang patut di banggakan.


"Tuan ada ingin mengajar disini?" tanya Kinanti semakin kagum dengan Kenan yang berbeda dari Pria manapun yang Kinanti temui.


Kenan beralih ke Kinanti, "kenapa aku harus di uji oleh perempuan?"


Molen dan yang lainnya terkejut mendengar perkataan Kenan yang tak biasa itu, ketika mereka hendak berbicara dipotong oleh Kinanti.


"Tuan..? anda sangat Gentle..! baiklah..! aku akan mengujimu tapi cukup menghindar saja dari seranganku bagaimana? tugasku hanya untuk mengujimu." tanya Kinanti dengan senyum lebarnya seperti tidak tersinggung dengan kata-kata Kenan.


Kenan melirik Kinanti, "aku tidak butuh di uji oleh perempuan." kata Kenan berbalik melangkah menuju kursi dan duduk dengan angkuh disana.


"Tuan? an...?" Molen ingin menyanggah tapi di tahan oleh Kinanti dengan kode tangannya seolah meminta pada Molen untuk memberi waktu pada Kinanti berbicara dengan Kenan.


6 Pria yang menjadi Rekan Pelatih Taekwondo ditempat itu menatap tajam Kenan seolah mereka ingin menelan Kenan hidup-hidup tapi didepan murid, perempuan (pelatih) dan Bos besar mereka tentu harus bersabar.


"jadi mau anda apa Tuan?" tanya Kinanti mendekati Kenan dan berdiri lumayan jauh dari Kenan yang sedang duduk angkuh.


"aku ingin menjadi pelatih disini, lagian mereka ber-enam sudah mengujiku?" Kenan melirik Ke-enam Pria yang memerah seperti menahan amarah pada Kenan.


Kinanti menoleh ke 6 Pria itu pun tercengang lalu kembali menatap Kenan, "Tuan mengalahkan mereka ber-enam sendirian?" tanya Kinanti.


Kenan melirik Molen membuat Kinanti bertanya pada Molen ternyata memang benar.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2