Gadis Bar-Bar Tuan Muda Pendiam

Gadis Bar-Bar Tuan Muda Pendiam
sekilas


__ADS_3

.


.


.


"masalah?" beo Kenan semakin tidak mengerti.


"Dikky itu anaknya pak Hakim yang terkenal di Persidangan, dia sangat keras terhadap siapapun yang menyakiti anaknya." kata Kinanti dengan serius.


"Fiki itu memiliki Usaha yang di Kontrak oleh Keluarga Maldev dan kedua Orangtuanya bangga dengan hal itu karna keuntungan mereka bertambah berkali-kali lipat juga dapat popularitas hingga mereka menyombong termasuk Fiki." lanjut Kinanti lagi.


"Oji itu anak tempat Fitness ternama di sini, orang yang berolahraga disana khusus Orang kaya saja dan Artis juga sering kesana belum lagi aku dengar Putri Bungsu Maldev pernah kesana hanya untuk melihat saja." sambung Kinanti lagi.


Kenan diam saja mendengarkan celoteh Kinanti lalu jam pulang telah tiba, Kenan pun berdiri begitu juga Kinanti yang terus mengoceh.


"bagaimana ini? aku tidak tau kalau mereka benar-benar anak Orang kaya, kalau mereka memang Orang kaya kenapa bekerja disini coba? lebih bagus mereka bersenang-senang kan?" gerutu Kinanti.


"intinya?" Kenan menghentikan langkah kakinya menolehkan kepalanya ke Kinanti.


Kinanti tersenyum kikuk lalu berkata, "intinya kita harus berhati-hati."


Kenan melanjutkan langkahnya lali Kinanti berlari kecil menyusul Kenan.


"Ken, aku tau kamu tidak peduli dengan semua tindakan mereka tapi kalau mereka sudah melukaimu terus kita melapor polisi dan disidang hakimnya adalah Ayahnya Dikky, jelas dia tidak akan menghukum anaknya." kata Kinanti dengan serius.


"tidak usah pikirkan masalah mereka." kata Kenan.


Kinanti menghembuskan nafasnya dengan kesal, "enaknya jadi kamu ya? tidak peduli tindakan Orang lain, apa kamu tidak takut dipenjarakan? atau dibuat babak belur sampai koma diRumah Sakit?"


Kinanti terus mengoceh sampai di Mobil lalu Kenan tiba-tiba berbalik membuat Kinan menabrak dada bidang Kenan.


"awhh..?" Kinanti mengelus kening dan hidungnya menatap kesal Kenan yang mendadak berhenti.


"apa perlu mulutmu aku sumpal dengan kepalan tanganku?" ancam Kenan.


Kinanti sontak saja menutupi bibirnya sambil menggeleng-geleng kepala.

__ADS_1


"diam?!" titah Kenan dan Kinanti pun mengangguk-ngangguk kuat.


Kenan menahan tawanya seketika melihat ekspresi Kinanti yang lucu, Kinanti pun segera melarikan diri masuk ke Mobil Kenan tanpa tau kalau Kenan tengah menahan tawa dengan tingkah konyolnya itu.


Kenan menggigit bibir bawahnya untuk menetralkan tawanya itu setelah bisa mengendalikan mimik wajahnya Kenan pun masuk ke Mobilnya.


.


"Ken, mau makan apa nanti malam?" tanya Kinanti tapi matanya fokus berkendara.


Kenan yang sedang memainkan Ponselnya pun tampak terdiam seperti memikirkan pertanyaan Kinanti lalu berkata, "menu apa saja."


"apa saja?" tanya Kinanti.


"hmm." jawab Kenan.


"kalau aku tangkap kodok dan ular bagaimana? kamu mau makan?" tanya Kinanti membuat Kenan terbatuk-batuk seketika dan menatap tajam Kinanti.


Kinanti tersenyum tak berdosa, "jadi katakan apa maumu ya? jangan bilang menu seperti apa saja ya? karna kalau aku makan nasi biasa saja tidak akan bermasalah, kamu tau kan aku sangat irit."


.


Kinanti mengangguk, "awas saja minta yang mahal-mahal ya? aku tidak punya banyak Uang, besok aku harus transfer uang ke adikku yang harus bayar uang semester." celoteh Kinanti.


Kenan diam saja mengambil masker dan Topi yang terletak di bangku paling belakang Mobilnya lalu Keluar dari Mobilnya, Kinanti melihat gaya Kenan yang seperti itu hanya tersenyum kecil tapi tidak berkomentar apapun.


Kinanti mengikuti Kenan memasuki Supermarket lalu Kinanti melihat Kenan mengambil Troly, Kinan menghentikan Troly Kenan yang menaikkan sebelah alisnya sambil mengangkat topinya untuk melihat Kinanti.


"Ken.? aku tidak punya banyak uang ya? tidak usah pakai Troly Ok?" bujuk Kinanti hendak merebut Troly yang dipegang Kenan.


Kenan membiarkan saja Kinanti mengambil Trolynya lalu Ia dengan santainya mengambil Troly lain, Kinanti yang sudah meletakkan Troly Kenan pada tempat awalnya tadi pun berbalik sambil tersenyum lega memanggil Kenan tapi terbelalak seketika dan senyumnya memudar melihat Kenan mendorong Troly lain.


"mampus aku..! kenapa dia pakai Troly sih?" kesal Kinanti berlari menyusul Kenan supaya tidak asal ambil belanjaan saja dengan begitu Kinanti harus tumpur (rugi) membayar semuanya.


Kinanti terkejut belanjaan Kenan sudah setengah dari isi Troly itu hingga Kinanti menghalangi Kenan dengan membentangkan kedua tangannya didepan Kenan.


"Ken? aku tidak bisa menghabiskan banyak uang." jelas Kinanti dengan memelas.

__ADS_1


"siapa yang minta kau membayarnya? ini belanjaanku, tugasmu hanya perlu memasak dan menggosok pakaianku." kata Kenan dengan datar.


wajah Kinanti yang tadi memelas berubah sumringah, "kamu yang bayar?" tanya Kinan dengan senang.


Kenan menggeleng pelan kepalanya, "apa kau pikir aku semiskin itu? aku bahkan bisa membeli Mobil." kata Kenan dengan sorot mata tajam menarik Trolynya dan mendorongnya ke arah lain.


Kinanti menggaruk kepalanya yang tidak gatal, "iya juga..? dia punya Mobil sementara aku yang pernah kerja di Bodyguard BlackMalv tidak mampu beli Mobil padahal sekali gajian, aku sudah bisa Mobil bekas."


Kinanti punya seorang Mama yang bekerja jadi tukang cuci pakaian, sejak dulu Mamanya Kinanti bekerja siang dan malam demi menyekolahkan Kinanti juga mengikuti kemauan Putrinya yang ingin sekolah beladiri sampai Mama nya sakit dan diam-diam punya banyak hutang tanpa sepengetahuan Kinanti.


pertama kali Kinanti gajian di BlackMalv mendatangi Rumah Mamanya tapi ternyata malah pemandangan tidak enak yang terlihat olehnya, Mamanya yang terlihat pucat dipaksa membayar hutang dan saat itu adiknya ditahan oleh penagih hutang supaya Mama nya Kinanti membayar hutang, Kinanti tentu marah dan menanyakan semua perbuatan mereka itu, betapa terkejutnya Kinanti Mama nya banyak hutang karna ingin Kinanti sukses.


Kinanti hanya bisa menangis membayar seluruh hutang dan menangisi nasib Mama dan adiknya, sejak saat itu Kinanti membelikan mesin cuci untuk Mamanya supaya tidak mencuci pakaian dengan tangan lagi serta menyekolahkan adiknya setinggi-tingginya supaya sukses dan melarang Mama nya bekerja terlalu keras.


.


Kinanti sedang memasak di Dapur Kenan, sementara Kenan sedang berberes Rumahnya dan hal itu diam-diam diperhatikan Kinanti.


"pria idaman." gumam Kinanti tersenyum kecil.


zaman sekarang mana ada Pria yang mau bekerja seperti Kenan itu seperti menyapu Rumah, mengepel, mencuci piring, menjemur pakaian yang di cuci serta telah dikeringkan dengan mesin cuci.


Kinanti merasa Kenan adalah Pria yang mandiri dan jauh dari kesan Pria manja, dengan tingkah Kenan seperti itu mana mungkin Kinanti bisa berpikir kalau Kenan adalah anak Orang Kaya Raya yang sedang mencari kesenangan sendiri karna setau Kinanti Orang kaya tidak pernah bekerja selalu jadi Bos.


Kenan melihat ke arah Ponselnya yang bergetar lalu segera Ia mengambil Ponselnya dan ternyata dari Carrina.


"jangan bicara sepatah katapun..? mamaku bisa salah paham." peringatan Kenan ke Kinanti yang mengangguk-ngangguk mengunci bibirnya dengan kode tangannya itu.


Kenan mengangkat panggil Carrina, "Ma?" sapa Kenan.


"kenapa lama sekali mengangkat panggilan Mama sayang?" tanya Carrina didengar oleh Kinanti tapi Ia tidak tau kalau suara itu adalah Carrina yang dikenal sebagai Istri Tuan An.


Kenan menjauh dari Kinanti yang tampak menahan tawa dengan pertanyaan Mama nya itu.


"ternyata anak Mama." gumam Kinanti yang baru mengetahui hal itu padahal Ia sempat mengira Kenan adalah anak mandiri tapi masih diperlakukan seperti bocah oleh Mamanya sendiri.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2