
.
.
.
Kinanti tersenyum lebar melihat Kenan diam saja.
"tidak usah pikirkan kehidupan Pria Kaya ya? kita Orang biasa ini tidak akan bisa menggapai mereka." kata Kinanti dengan senyuman.
Kenan diam saja menatap Kinanti dengan tajam karna Ia belum terima ada seseorang menilai buruk dirinya yang sengaja bersembunyi dari publik.
"bukankah kau pernah bekerja di BlackMalv? apa kau tidak pernah melihat Tuan An? bagaimana menurutmu?" tanya Kenan dengan panjang lebar.
Kinanti heran mengapa Kenan banyak bertanya padahal setau Kinanti itu kan Kenan tidak suka banyak bicara tapi saat membahas Keluarga Maldev malah banyak bicara.
"Tuan An sangat berwibawa dan saat dia datang ke BlackMalv membawa gadis cantik kata Orang-orang disana itu Putrinya, aku lihat Tuan An memang baik." kata Kinanti.
Kenan mengangguk karna Gadis cantik yang sering mengikuti An adalah Sysy yang memang kemana-mana selalu bersama An, bisa dikatakan Sysy itu anak Papa padahal sudah besar pun masih menempel pada An.
"kenapa Ken? kamu suka gadis itu?" tanya Kinanti.
"apa maksud pertanyaanmu? aku tidak mungkin bisa bersamanya." bela Kenan dengan nada cukup kuat.
Kinanti sampai terkejut membuat Kenan berdehem karna kaget dengan pertanyaan Kinanti yang tidak masuk akal itu.
"aku terlalu syok mendengar pertanyaan konyolmu." kata Kenan tanpa melihat Kinanti.
Kinanti mengangguk-ngangguk, "kamu benar Ken..! kita tidak akan mungkin bisa bersama dengan Keluarga itu, lihat saja menantunya Tuan Rovert ya? Nyonya Carrina sepintar itu bisa menguasai banyak bahasa asing, Tuan Sean seorang Raja dari Negeri sebelah dan Tuan Saga memiliki 2 Perusahaan besar di bidang Pertambangan dan Sawit kan? kabarnya sawitnya sekarang menjadi 500 hektar.. ! gila..? aku tidak bisa membayangkan uang masuknya." celoteh Kinanti.
lagi-lagi Kenan merasa pusing mendengar ocehan Kinanti yang menilai Keluarga Maldev seperti sengaja pilih-pilih menantu padahal Rovert dan Xabara tidak pernah melarang siapa saja pasangan yang dipilih anak-anaknya.
"hentikan ocehanmu." titah Kenan yang mulai berasap mendengar ocehan miring Kinanti itu.
"iya kamu benar Ken..! untuk apa kita bicara masalah Orang kaya kan? dunia kita berbeda dengan mereka yang bisa tidur dengan kasur dari tumpukan uang dengan nyenyak." kata Kinanti.
Kenan menggeleng kepalanya, "ckk..!" Kenan hanya berdecak.
.
di Parkiran tempat kerja,
__ADS_1
"tunggu...!" pinta Kenan sehingga Kinanti yang berlari duluan pun tiba-tiba harus berhenti mendadak dan berbalik ke arah Kenan.
"kenapa?" tanya Kinanti.
"kenapa kau memanggilku Ken?" tanya Kenan dengan datar.
Kinanti tersenyum lebar, "biar singkat aja, kamu boleh panggil aku apa saja."
"apa peduliku?" Kenan pun melangkah pergi melewati Kinanti yang tidak tersinggung langsung berlari mendahului Kenan.
Kenan melihat Kinanti yang berlari terburu-buru didepannya sementara Kenan tidak berlari sama sekali malah tetap berjalan santai.
.
Fiki seperti biasa menahan Kenan di Loker bersama Oji.
"gara-gara kau aku jadi dapat peringatan, kau penyebab namaku buruk disini padahal kau yang Arogan padaku." kata Fiki dengan tatapan menusuk.
Kenan berpakaian dengan tenang tanpa peduli ocehan Fiki.
"kau tidak dengar apa kataku hah? ini ancaman Terakhirku ya? jika kau tidak menjelaskan semuanya dengan benar maka kau akan mati." kata Fiki menarik kerah baju Kenan yang belum di ikat dengan sempurna sehingga dada bidangnya terlihat.
"Heiii?? apa kau tidak dengar apa kata Fiki hah?" Oji menarik lengan baju Kenan.
Kenan menghela nafas lalu menendang lutut Oji sampai terduduk dan Ia pergi tanpa mengatakan apa-apa.
"Kau lihat kan?" tanya Fiki dengan tatapan sinis ke punggung Kenan.
"kumpulkan kawanan geng kita terus keroyok dia di Rumahnya, biar kita habisi dia langsung kalau perlu dibuat Koma, aku ingin melihat wajah ketakutannya waktu sadar melihat kita." kata Oji sambil meringis memegang lututnya yang sangat sakit.
Fiki mengangguk, "sudah aku bilang dia tidak pantas dibiarkan hidup."
Oji pun meminta Fiki untuk membantunya lalu mereka mengabari Dikky dan yang lainnya supaya mau bekerja sama memberi pelajaran pada Kenan yang sombong itu.
.
di Sauna (mandi bersama para lelaki),
kebetulan Kenan selesai melatih murid-muridnya berlatih fisik jadi Ia ingin membersihkan diri di Pelatihan Taekwondo itu saja.
Kenan melihat Jubah mandinya basah terkena sabun lalu Ia melirik kesamping mendengar suara Oji.
__ADS_1
"itu pelajaran karna kau melukai lututku, kau tidak lihat lututku jadi aneh hah? aku jadi sulit mengajari muridku." kata Oji dengan seringai.
Dikky muncul dibelakang Oji, "apa kau pelakunya? apa yang ada di otakmu melukai nya? kau ingin jadi satu-satunya Pelatih di tempat ini jadi menyingkirkan kami satu persatu hah?."
Kenan diam saja lalu mengeluarkan tas yang Ia bawa ternyata ada Jubah mandi berwarna hitam yang sengaja Ia beli dan kebetulan sekali Kenan ingin mengganti Jubah mandinya yang warna putih dengan Hitam, Kenan suka warna Hitam daripada Putih.
Kenan mengambil Jubah putihnya yang sudah basah lalu melemparnya ke Oji yang melepaskan Jubah basah itu dan membuangnya ke lantai.
"kau lihat kan Dikky?" tanya Oji ke Dikky dengan wajah memerah darah dan kepalanya penuh sabun juga basah.
Dikky yang melihat perbuatan Kenan pun mendekati Kenan untuk memberi pengarahan tapi Kenan malah diam saja membuat Dikky juga marah lalu bersiap memukul Kenan tapi Kenan menghindar hingga Dikky terpeleset memijak tetesan sabun dan air di lantai.
"Dikky??" panggil Oji berusaha menggapai Dikky tapi Dikky malah berusaha memegang Kenan karna yang paling dekat dengannya adalah Kenan.
Kenan bukannya membantu malah sengaja menghindar hingga Dikky tersungkur dan kepalanya membentur lantai.
"akhh..!" Dikky memegang kepalanya yang terasa sakit.
"Dikky??" Oji pun ikut terpeleset dan lututnya yang ditendang Kenan tadi pagi semakin sakit hingga Ia menjerit kesakitan.
Kenan memilih pergi dan Dikky memukul lantai disampingnya.
"ayo kita habisi dia..!" kata Dikky dengan sorot mata tajam memegang kepalanya yang terasa berdenyut.
Oji yang kesakitan pun merasa lebih baik, "bagus..! ayo kita bicarakan pada yang lainnya."
Oji dan Dikky pun saling membantu satu sama lain keluar dari Sauna itu, Kenan malah sudah berpakaian santai dengan rambut nya yang basah tanpa merasa bersalah sama sekali pada Oji dan Dikky.
Kenan merasa dirinya tidak bersalah, jika tujuan mereka memang bekerja seharusnya mereka fokus bekerja saja tidak usah mendatangi rekan kerja lainnya serta menuntut harus di hormati, siapapun Dikky dan kawanannya tapi namanya Profesionalitas kerja itu sangat penting dan yang paling utama mereka tidak diberi pekerjaan lain oleh atasan mereka (maksudnya membuli Pekerja lain).
.
Kinanti menemui Kenan di Ruang bersantai, "Ken? aku baru tau siapa mereka berenam." bisik Kinanti ke telinga Kenan.
Kenan melirik Kinanti dengan alis terangkat dan Kinanti mengangguk.
"kita dalam masalah." kata Kinanti dengan raut wajah kesal.
.
.
__ADS_1