
.
.
.
Kenan tiba di Gedung tempat tinggalnya dan Ia berlari dengan langkah lebar memasuki Lift menuju lantai Tempat tinggalnya.
tok. ..tok.. tok
Kenan mencoba mengetuk pintu Rumah Kinanti tapi tidak ada sahutan, Kenan menaikkan sebelah alisnya lalu menghubungi Kinanti yang seperti sengaja tidak mengangkat panggilannya.
"Kinaaaann..!" baru kali ini Kenan merasa kesal ada seseorang yang tidak menjawab panggilan telfonnya.
"Kinan..? dimana? aku lapar." pesan Kenan pada Kinanti.
Kinanti pun membaca pesan Kenan, Kenan harus sabar melihat cara Kinanti menjaga jarak dengannya.
"dasar bodoh.! kau satu-satunya perempuan yang punya nomor hpku dan satu-satunya perempuan yang ku cium, apa tidak paham makna nya?" decak Kenan.
Kenan memasuki Kamarnya sambil menatap lama layar Ponselnya menunggu balasan pesan Kinanti tapi tidak kunjung dijawab hanya dibaca saja.
"ooh..? mau main tarik ulur denganku?" seringai Kenan segera menghubungi Saga.
"Om? cepat bantu aku melacak nomor pemilik Ponsel ini." pinta Kenan dengan wajah datar.
"Kenan? kamu ini selalu saja menjadikanku budak, apa karna kamu kesayangan Auntymu hah??" sambar Saga dengan nada kesal.
"cepetan..!" desak Kenan.
"iya-iya..! aku lagi enak-enakan sama Auntymu jadi Ka...?? Hmm??" kata Saga tanpa malu terbuka dengan Kenan tapi tiba-tiba tidak bisa mengeluarkan suaranya.
Saga sangat dekat dengan Kenan karna Alena begitu sayang pada Kenan seperti anaknya sendiri, bahkan dulu Kenan selalu mengikuti Alena jika berada ditempat yang sama.
"Kenan? kamu kemana aja sih? Aunty kangen sayang." tanya Alena yang ternyata membekap mulut suami mesumnya itu.
Kenan memandang datar saja ke arah depan, "aku akan datang Aunty, tapi suruh suamimu melakukan permintaanku atau aku akan membuatnya menyesal."
__ADS_1
Saga menggerutu dan Alena malah terdengar tertawa, Kenan pun mematikan panggilannya secara sepihak.
tak berapa lama kemudian ada pesan masuk di Ponsel Kenan, segera Kenan membukanya sambil berganti pakaian dan Topi lalu berlari keluar Rumah mendatangi langsung Kinanti.
Kenan menemukan tempat Kinanti bersantai ternyata di Taman hiburan Xabara, tidak disangka Taman hiburan Cinta Rovert ke Xabara kian ramai saja sepanjang tahun seolah itu bukti cinta abadi Rovert dan Xabara.
Kinanti sedang makan Kebab memandang ke arah sepasang kekasih yang sedang bermesraan, Kenan bersidakap dada memandang tingkah Kinanti yang seperti itu sampai Kebab itu habis oleh Kinan.
"aku sudah bilang padanya kalau aku lapar tapi dia bukannya mendatangiku atau membalas pesanku malah enak makan sendiri." senyum miring Kenan.
Kenan melihat gerak-gerik tubuh Kinanti memandang sesuatu pun mencari hal yang bisa menarik mata Kinanti itu, Kenan menautkan kedua alisnya melihat pasangan kekasih tengah bermesraan bahkan terlihat malu-malu bercium*n dan pelukan.
"huhhh..! mereka enak punya pasangan, aku tidak punya pacar ciuman intensku direbut Pria menyebalkan itu." gerutu Kinanti.
Kenan mendengarnya pun menyunggingkan senyum tampannya, entah kenapa Ia merasa lucu dengan gerutuan Kinanti.
"jadi dia marah karna ciuman itu?" batin Kenan.
Kenan mana tau kalau itu adalah Ciuman pertama Kinanti, bukankah Kinanti punya kekasih namanya Steven? memangnya bagaimana hubungan mereka? apa tidak pernah berciuman?
"lalu apa hubunganmu dengan Bule itu? bukannya kau pernah berciuman dengannya?" tanya Kenan tiba -tiba dibelakang Kinanti.
"apa kekurangannya? dia sempurna kan? kenapa menyebalkan?" tanya Kenan yang banyak tanya.
"ckk..? sempurna? haha.. iya dia sempurna tapi dia tidak normal." jawab Kinanti dengan sewot.
Kinanti seketika tersadar, "tapi ngomong-ngomong sia...? Ehhh??" Kinanti bertanya sambil menoleh dan terbelalak syok melihat Kenan yang tengah bersidakap dada.
Kenan tersenyum kecil lalu menarik tangan Kinanti, "ikut aku..?" ajak Kenan.
Kinanti yang terkejut pun tidak melakukan perlawanan apapun, bagaimana Kenan bisa tau kalau Kinanti ada di tempat itu? bahkan Kevin saja tidak bisa menemukannya kenapa Kenan bisa tau dimana keberadaan dirinya?
"apa dia memasang penyadap di tubuhku?" batin Kinanti memegang lehernya sendiri hingga Ia melihat tangannya yang ditarik oleh Kenan.
"kenapa aku mengikutinya?" batin Kinanti dengan kesal segera berhenti ditempat sehingga Kenan juga ikut berhenti sambil berbalik badan ke arah Kinanti.
"kenapa aku harus mengikutimu?" tanya Kinanti dengan galak.
__ADS_1
"kalau begitu tidak ada pilihan lain." kata Kenan sembari mendekati Kinanti yang melangkah mundur dengan waspada.
"coba saja Kam...?? Ahhh...?" pekik Kinanti ketika tiba-tiba di gendong oleh Kenan dan dibawa pergi oleh Kenan.
"lepaskan aku Ken..? kenapa kamu jadi begini sih? kamu jadi menakutkan, apa kamu memasang penyadap di tubuhku? bagaimana kamu bisa menemukanku?" cerocos Kinanti.
Kenan tidak mengeluarkan sepatah kata sedikitpun malah terus melangkah mengabaikan bisik-bisik serta tatapan gemas setiap Orang yang melihat mereka.
"seperti biasa sampai mulutku berbuihpun Pria ini tidak akan jawab." gerutu Kinanti menghela nafas panjang lalu melingkarkan tangannya di leher Kenan begitu erat sampai Kenan melihat ke arah Kinanti.
mata tajam Kenan dan mata indah Kinanti bertemu, pandangan mereka itu terlihat mesra dilihat Orang lain padahal mereka berdua tengah berperang di udara, Kenan fokus dengan langkahnya membuat Kinanti kesal semakin melilit erat leher Kenan supaya kesakitan dan melepaskannya.
"lepaskan aku Ken..!" geram Kinanti.
Kenan membawa Kinanti masuk ke Mobilnya, Kinanti berusaha menolak dan mengatakan Ia punya Mobil sendiri tapi Kenan seperti tidak mau mendengarkan alasan Kinanti.
dalam perjalanan Kinanti terus memberontak dan berteriak pada Kenan tapi lama-lama Ia lelah lalu memandang lurus kedepan, Kenan melirik Kinanti pun tersenyum tipis.
Kinanti mengeluarkan Ponselnya dan menghubungi Kevin lalu mencurahkan segala isi hatinya tapi ternyata jawaban Kevin malah memintanya nanti akan dihubungi lagi sebab Kevin lagi banyak pasien darurat.
Kinanti menyimpan ponselnya dan menoleh tajam memandang Kenan yang terkekeh pelan.
"kenapa aku merasa kamu bukan Orang biasa Ken? aku merasa kamu punya identitas lebih mengerikan dari yang aku pikirkan, sikapmu yang suka-suka ini benar seperti orang berkuasa. siapa kamu sebenarnya?" tanya Kinanti dengan tatapan tajam bahkan suaranya juga sudah serak.
"aku akan memberitaumu suatu saat nanti." jawab Kenan.
Kinanti tidak lagi bertanya lalu melihat ke arah pinggir jalan, Ia tidak tau mau dibawa kemana tapi yang jelas mulutnya sudah lelah berteriak dan menanyakan pada Kenan tujuannya.
Kenan membawa Kinanti ke sebuah Apartemen mewah, Kinanti terdiam melihat sekeliling ketika Kenan membuka pintu Mobil pun Kinanti masih berdiam diri di Mobil Kenan seolah tau Gedung Apartemen ini bukanlah tempat biasa hanya Orang kaya saja bisa membeli Apartemen di Gedung itu.
"ayo ikut..!" ajak Kenan.
"aku pulang saja." Kinanti keluar dari Mobil Kenan dan hendak lari tapi ternyata Kenan sudah tau gelagat Kinanti sehingga Kenan telah menarik lengan Kinanti sampai memasuki Lift.
.
.
__ADS_1
.