
.
.
.
"aah.. maaf..! kenapa kamu mengundurkan diri Kinan? (Kinan mengangguk sekali) kamu kesambet apa?" tanya Maya.
"aku bosan sendiri, besok mau menikah." jawab Kinan sambil melenggang pergi.
Maya membelalak, "nikah dengan Kenan?"
"memang sama siapa lagi." jawab Kinan kesal.
"aakhhhhh... haha..! Kinan?? kamu mengerikan juga ya?" teriak Maya dengan gemas bercampur malu sendiri.
Kinanti mengabaikan Maya karna dalam pikirannya bertanya-tanya dengan maksud Molen yang seolah sengaja menyudutkan Kenan.
"kenapa aku memikirkannya? Kenan pasti bisa menyelesaikan masalahnya sendiri, aku tidak meragukan kemampuan dan kekuasaannya." batin Kinanti membuang beban dalam pikirannya jauh-jauh.
Kinanti menutup mulut Maya yang terus saja meracau sehingga telinganya mulai terasa panas, Kinan mengangkat panggilan Kevin.
"Halo Vin?" sapa Kinan dengan serius.
"Kak? apa Abang Kenan ada disamping Kakak?" tanya Kevin.
Kinan melihat kesebelahnya hanya ada Maya, "tidak ada kecuali teman perempuan cerewet, kenapa?"
"Oh. syukurlah..! bisa kakak kemari? aku sama Mama menunggu di Cafe depan RS Magangku Kak." Kevin lega tidak ada Kenan sebab Ia merasa tertekan punya abang ipar Kaya-raya dan luar biasa berkuasanya.
"iya." jawab Kinan.
mereka sama-sama menutup panggilan lalu Kinan berlari kembali mencari Kenan yang sedang melatih murid-muridnya.
Kinan hanya bisa berdiri malu didepan Ruangan Pelatihan Kenan apalagi digoda muridnya Kenan, Kenan cuek saja malah dengan santainya mendekati Kinan.
"ada apa?" tanya Kenan yang tau Kinan ingin berbicara sesuatu.
"aku pinjam Mobil." pinta Kinanti malu-malu mengulurkan tangannya.
__ADS_1
Kenan mengambil kunci Mobilnya dari saku celananya dan memberikannya ke Kinan, "mau kemana?"
"ketemu Mama sama Kevin, sepertinya mereka ingin menceramahiku." jawab Kinanti.
Kenan mengangguk, "hati-hati...!" kata Kenan menekan kepala Kinanti yang mengangguk segera berbalik dan lari mendengar godaan Murid Kenan.
Kenan mengizinkan Kinanti pergi karna Bawn dan Ebby sudah diselesaikan olehnya, paling masalah Viora yang kini sudah Kenan beri permasalahan lewat Artikel tentang terkuaknya sosok Pemain Pengganti Viora selama ini sehingga Viora tidak ada di Indonesia harus menyelesaikan masalahnya di Luar Negeri untuk menyelamatkan karirnya.
Kinanti berlari memasuki Lift menuju lantai bawah tempat khusus Parkiran, Kinan sudah membeli Mobil tapi Mobilnya sedang bersama Kevin karna ulah Kenan namun Kinan tidak menyalahkan Kenan.
.
di Cafe,
"Mama??" sapa Kinanti tersenyum lebar memeluk Elsi yang terlihat lebih sehat.
Kevin menautkan kedua alisnya merasa ada yang aneh dengan Kakaknya tapi Ia tepis pikiran itu.
"Mama udah baikan?" tanya Kinan.
"baik nak..! Nyonya Carrina mengantarkan banyak buah-buahan segar ke Rumah, belum lagi Nyonya Xabara memberi pengobatan khusus untuk Mama. Mama tidak tau ramuan apa itu tapi badan Mama langsung segar minum ramuan itu." jawab Elsi.
Elsi mengangguk, "Mama sangat gugup nak tapi mereka kelihatan sangat baik, Mama sampai malu mereka datang ke Rumah kita yang ukurannya mungkin hanya sebesar 1 Kamar Mandi mereka."
Kevin mendekati Kinan, "bagaimana kak? apa kak sejak awal udah tau siapa abang Kenan?" tanya Kevin serius.
Kinanti duduk ditengah-tengah Kevin dan Mama nya, "Kinan memang tidak tau Ma, pertama kali Kinan dibawa masuk kesana jujur Ma jantung Kinan terasa mau lepas dari tempatnya, Kinan juga teringat semua kata-kata yang Kinan lontarkan didepannya mengenai Keluarga Maldev."
Elsi mengangguk mendengarkan, "nak..? Keluarga Mereka tidak bersalah memang nasib Mama saja yang malang."
"Mama bicara apa sih? apa kami ini kemalangan bagi mama?" tanya Kevin dengan kesal.
"tidak nak..! kalian adalah pelita dalam keterpurukan Mama." jawab Elsi.
Kinan memegang tangan Elsi, "Ma? aku tidak punya apapun untuk membuat Mama bahagia tapi aku sangat bahagia melihat cara Kenan memperlakukan Mama padahal dia sangat berkuasa mau menyentuh Kaki Mama, dia mengatakan kalau Mama pantas di hormati karna telah melahirkan aku ke dunia ini."
Kevin semakin yakin Kakaknya sakit, "Kakak salah makan ya?" Kevin memegang kening Kinanti.
sebenarnya sejak awal datangnya Kinan tadi memang sudah aneh menurut Kevin.
__ADS_1
Kinan menepis tangan Kevin, "kakakmu ini belajar dari Calon suami, dia mengajarkan Kakak arti tau cara menghormati Ibu harus rela menjatuhkan harga diri untuknya." omel Kinan ke Kevin.
Kevin mencebikkan bibirnya, "mentang-mentang punya suami keren."
"memang..? kamu jatuh Cinta sama calon suamiku ya? kalau iya tolong buang jauh-jauh perasaanmu itu, dia sangat normal, Kakakmu ini memperingatimu supaya tidak tersakiti dikemudian hari." ceramah Kinanti.
Kevin mendengus malah Elsi yang terhibur dengan candaan kedua anaknya itu, Elsi mengelus kepala Kinanti.
"Mama senang nak..! dia memang punya pengaruh yang baik padamu, pertama kali dia datang ke Rumah, Mama langsung menyukainya tanpa tau identitasnya, pantas saja dia begitu santun ternyata dari Keluarga yang sangat baik." Elsi.
Kinanti tersenyum manis ke Elsi, "maafkan Kinan Ma."
"iya Nak..! Mama sudah memaafkanmu, Mama juga minta maaf ya?! perjuanganmu ini begitu menakjubkan, Mama bangga padamu dan memiliki calon suami sehebat nak Kenan jangan membuatmu merasa rendah ya? pasti nak Kenan bukan orang bodoh yang tidak tau betapa luar biasanya Putri Mama yang satu ini." kata Elsi dengan tulus.
"ini pasti berkat doa Mama." kata Kevin dengan senyuman lebarnya.
Kinanti memeluk Elsi dengan gemas, "mulai sekarang Kalian akan terus bahagia, Kenan berjanji akan memperlakukan Kalian seperti keluarganya sendiri dan Kinan percaya sama Janjinya Pria berkuasa yang satu itu."
Elsi tertawa dan Kevin terkikik saja, mereka berada di Cafe bertiga berbincang akrab untuk pertama kalinya.
Fika sedang bersama dengan Wanita paruh baya ada didepan Cafe, Kevin melihat Wanita Paruh Baya itu sontak saja bangkit dan menutup tirai Kaca jendela didepannya supaya tidak melihat ke arah Elsi ataupun Kinan.
"Kenapa Vin?" tanya Kinan ke Kevin dengan heran.
Kevin memutar kepalanya ke arah Kinan dan Elsi yang memandangnya pun tertawa canggung, "tidak Apa Kak, Ma !? cuma malas aja melihat orang lalu lalang sedari tadi lihat-lihat aku, mungkin karna memakai jas Dokter ini..! Haha..! aku harus melepasnya."
Elsi tersenyum sedangkan Kinan memutar kedua bola matanya dengan malas, Kevin melepas Jas Putihnya sambil menggerutu betapa sulitnya menjadi dokter muda tampan yang jomblo selalu dipandang perempuan.
Kinan yang muak betapa percaya dirinya Kevin menyumpal mulut adiknya itu, Kevin malah mengunyah dengan santainya tanpa peduli telinga kakaknya berasap akibat segala ucapan percaya diri Kevin itu.
"Ma? anakmu ini terlalu percaya diri, Kinan yakin sepulang dari seminar dia akan semakin membangga." celoteh Kinan ke Elsi.
Elsi merasa senang dengan keluarga kecilnya kini, ini pertama kalinya Kinan begitu terbuka padanya biasanya mereka selalu saja gagal jika ingin bertemu, Elsi yang merasa bersalah dan Kinan yang kesal Mamanya selalu meminta maaf padanya sehingga hubungan mereka merenggang.
"Syukurlah Wanita Iblis tadi belum sempat melihat Mama sama Kak Kinan." batin Kevin dengan lega.
.
.
__ADS_1
.