
.
.
.
sejak saat itu Kinanti menjalani hari-harinya seperti biasa tanpa memikirkan Kenan, Kinanti belum mengenal siapa Viora malah berpikir kalau Artis Idolanya itu adalah Wanita Luar biasa yang bisa dicintai oleh Pria manapun.
di taman bermain,
"kau disini Kinan?" tanya seseorang membuat Kinanti memutar kepalanya.
"Ebby?" kaget Kinan berdiri dari duduk santainya yang sejak tadi menatap pemandangan alam.
"dimana kekasihmu?" tanya Ebby mencibir.
Kinanti menghela nafas, "kami hanya berteman baik Ebby..! kami tidak punya hubungan serius apapun." jawab Kinanti serius.
Ebby tertawa, "wanita jal*ng tidak akan pernah mengakui dirinya jal*ng."
Kinanti melebarkan matanya, "kau bilang apa?"
"bilang saja dia sudah bosan denganmu lalu mencari perempuan lain, dasar wanita zaman sekarang hanya mau tampang dan dompetnya saja." kata Ebby merendahkan.
Kinanti mendengar sindiran kasar Ebby pun spontan saja menampar Ebby dengan kuat, Ebby memegang rahangnya yang terasa panas.
"memang dasarnya Pria brengs*k akan selalu memandang perempuan manapun seperti itu." kata Kinanti dengan sinis.
"berani kau menamparku?" bentak Ebby.
Kinanti memutar tubuhnya dan menendang rahang Ebby sampai terjatuh, "kebetulan aku sedang butuh samsak tinju." kata Kinanti dengan serius.
Ebby bangkit berusaha membalas Kinanti, Kinanti sempat tertampar tapi dibalas tinju oleh Kinanti sehingga rahang Ebby terasa mau pecah.
"mau apa lagi hah? sejak dulu aku selalu menahan amarah ingin memukul kalian semua dengan melihat kelakuan kalian yang semena-mena pada Murid-murid, tapi sekarang kau tidak lebih baik dari tumpukan sampah..! jadi kau harus pandai jaga mulutmu itu." kata Kinanti meludah kesamping dan pergi dengan nada geram.
Ebby menggeram marah, "kau akan menyesali semua ini..!" teriak Ebby dengan penuh dendam disebut lebih buruk dari sampah.
Kinanti mengabaikan kata-kata Ebby dan pergi dari sana sampai Ia memilih duduk di bawah Pohon Beringin.
"huuh..! kenapa aku harus seperti ini sih? amarahku tidak bisa di kontrol kalau disebut jal*ng..? haissh..! Kinanti...!" Kinanti mengacak-ngacak rambutnya dengan kesal.
__ADS_1
"aku mau refresing malah bertemu sampah." gerutu Kinanti.
Kinanti baru-baru ini bermasalah lagi dengan Fika sampai-sampai wanita itu melapor polisi karna luka di tubuh Fika bahkan minta ganti rugi 100 Juta, beruntung Molen punya banyak CCTV di tempat itu sehingga Kinanti bebas dari jeratan itu karna Kinanti bisa mengajukan tuntutan pencemaran nama baik juga pemerasan paksa sehingga Fika harus membayar kerugian.
alhasil mereka berdua damai demi kebaikan masing-masing, Kinanti tidak mau ber urusan dengan Polisi karna sejak dulu tidak ada yang bisa membantu Keluarganya bahkan Polisi pun berpihak pada Keluarga Fika.
zaman sekarang ada uang maka hidupmu akan aman dari marabahaya apapun.
sekarang Kinanti baru saja bebas ingin menenangkan diri malah bertemu dengan Ebby, Kinanti tidak punya waktu memikirkan Kenan karna saat ini Ia merasa ingin menjadi teman baik Kenan saja.
.
di Negara lain (Dubai),
Kenan menghubungi Orang kepercayaan Saga di Dubai, Orang itu bernama Arac seorang Hacker muda yang terhubung dengan Saga dan pernah belajar dari Saga walau hanya 6 bulan tapi Arac bisa menguasai 20% kemampuan Saga.
Arac tidak bisa menguasai ilmu Saga 100% tapi sejujurnya bagi Arac 20% itu sudah kemampuan yang luar biasa didapatkan dari si Hacker ternama seperti Reyza (Saga).
"saya Arac, Tuan Muda." kata Arac melepas maskernya didepan Kenan.
Kenan memperhatikan penampilan Arac lalu mengangguk, "apa sudah dapat yang ditugaskan Uncle-Ku padamu?"
"dimana ini?" tanya Kenan menyeringai tipis.
"sepertinya di ujung perbatasan Barat, Tuan." jawab Arac.
Kenan mengangguk, "Terimakasih atas infomu."
"sama-sama Tuan." hormat Arac menunduk sopan lalu melihat Kenan pergi dengan cepat Arac menutupi wajahnya lagi dan melangkah pergi ke arah lain.
Kenan membayar tagihan pertemuan sembunyinya dengan Arac.
Kenan tidak membuang waktu langsung mendatangi Perbatasan Barat, Kenan menanamkan bom waktu dibawah Rumah tempat tinggal Gerry yang sedang bersembunyi.
Kenan menoleh mendengar suara langkah kaki, pendengaran Kenan sangat tajam segera Ia lari menjauh dan bersembunyi tanpa mengeluarkan suara dibalik Pohon besar.
Gerry membawa seekor kelinci dan membuat api unggun didepan Rumahnya, Gerry tertawa seperti Orang gila dan bersiul begitu bahagia.
"dia tidak akan bisa menemukanku." tawa Gerry begitu membahana.
Kenan mengerti bahasa Gerry pun menyunggingkan senyum misteriusnya, tanpa mengatakan apa-apa Ia menekan remot bomnya sehingga Gerry kaget mendengar suara bom waktu.
__ADS_1
"siapa itu??" teriak Gerry panik melihat sekitar tapi belum sempat Gerry lari Bom waktu itu sudah meledak dan meluluh lantakkan semua Rumah buatan Gerry termasuk tubuh Gerry sendiri.
Kenan tidak mau membuang tenaga lagi menghadapi tikus yang pandainya hanya bersembunyi, berbeda dengan musuh ditemui secara langsung pasti di hadapi juga secara langsung atau di hukum dengan cara yang berbeda, tergantung jika Kenan mau bermain-main.
tepat 12 hari Kenan di Dubai demi mencari seekor tikus yang sedang bersembunyi itu, Kenan tidak menyangka Gerry begitu pandai bersembunyi seolah-olah sudah mempersiapkan segalanya ketika berada di Penjara.
Kenan menghabiskan waktu 3 hari di Dubai dengan tenang di dalam Mansion Maldev yang ada di Dubai, setelah itu Kenan kembali ke Indonesia malah bertemu dengan sosok Viora yang tengah dikerumuni banyak Fans.
"ciih...!" Kenan memilih langsung pergi tanpa menoleh sedikitpun pada Artis Papan atas yang sedang berada di Puncak kesuksesan itu.
.
Kenan tiba di Mansion Maldev, sofa.
"Abang? apa abang tidak tau kalau si Rubah Betina sedang mengadakan acara Fanmeeting di Indonesia?" tanya Ketty sambil memberikan segelas jus untuk Kenan.
Kenan meneguknya tanpa peduli pertanyaan Ketty.
"sebenarnya apa maunya wanita itu coba? dia pikir kita mudah termakan aktingnya yang hanya 70% itu, hanya sedang terkenal saja angkuhnya minta ampun dan sok percaya diri lagi akan mendapatkan bang Kenan." Sysy.
"kenapa kakak tidak jadi Artis saja? pasti bisa mengalahkan Rubah betina itu." tanya Ketty terkekeh melihat wajah masam Sysy.
"bawel..!" ketus Kenan bangkit dari duduknya dan meninggalkan kedua adik perempuannya yang malah berdebat.
Sysy dan Ketty saling pandang ditempat lalu tiba-tiba mereka memutar kedua bola mata dengan kompak ketika dirangkul oleh Kanze dari belakang.
"kalian menggoda nya ya?" tanya Kanze.
"lepas dek..! kamu ngapain sih rangkul-rangkul kami? kalau mau rangkul perempuan cari pacar diluar sana." omel Ketty.
"Kanze." kesal Sysy dikecup gemas oleh Kanze yang lari sambil tertawa keras.
Ketty membantu mengelus pipi Sysy yang geli dicium oleh adiknya sendiri, Kanze sangat suka mencium pipi dan kening kakak perempuannya serta selalu mengatakan tidak ada perempuan yang lebih cantik dari mereka berdua.
Kanze itu penggoda sampai Sysy dan Ketty merasa geli bahkan mereka merasa kalau Kanze lah yang akan cepat menemukan jodohnya dibanding Kenan yang cueknya begitu parah mungkin sikapnya yang dingin itu mengalahkan dinginnya kulkas.
.
.
.
__ADS_1