Gadis Bar-Bar Tuan Muda Pendiam

Gadis Bar-Bar Tuan Muda Pendiam
kunjungan


__ADS_3

.


.


.


Kenan tersenyum kecil mendapat pukulan dari Carrina, setiap hari Carrina selalu mengeluh anak-anaknya yang sudah dewasa mulai meninggalkannya entah kemana-mana saja dengan santainya keempat anaknya itu mengatakan kalau Carrina punya An.


Kenan memang jarang berbicara tapi jika berdua dengan Carrina jelas saja Kenan suka menggoda Mama nya itu yang selalu menganggapnya anak kecil.


Kenan tidur di Rumah lalu pagi-paginya langsung berangkat ke tempat Kerja di antar oleh Ketty yang kebetulan sedang keluar ingin membeli perlengkapan kamar mandi yang sudah habis.


"Abang?" panggil Ketty yang sedang mengemudi padahal yang laki-laki adalah Kenan tapi malah Ketty yang mengendarai Mobilnya sendiri.


Kenan melirik Ketty sekilas lalu kembali memejamkan mata.


"apa abang akan baik-baik saja setelah menghancurkan Keluarga Hakim itu?" tanya Ketty serius.


"hhmm." jawab Kenan.


Ketty menggeleng kepalanya pelan, "aku tidak bermaksud menakut-nakuti abang tapi Hakim yang abang pecat itu Orang yang sangat pendendam, dia dijuluki lintah hukum yang kalau sudah menargetkan seseorang harus di hisab darahnya sampai mati."


Kenan diam saja lalu Ketty mengangguk pelan.


"aku sudah memberitaumu bang..! kalau ada masalah dengan Keluarga itu pastikan saja abang tidak punya kelemahan, dia bisa saja menyerang kelemahan abang." Ketty.


Kenan masih diam dan Ketty menghela nafas dengan tingkah Abangnya yang memang tidak banyak bicara itu, bisa dikatakan Kenan adalah teman curhat yang baik karna sampai berbuih pun mulut Orang yang curhat tidak akan dipotong pembicaraannya oleh Kenan, Kenan juga bukan Pria yang suka bicara kesana-kemari yang otomatis sangat bisa dipercaya bisa menjaga rahasia.


Ketty pun menepikan Mobilnya di depan Gerbang tempat kerja Kenan, Mobil mewah Ketty jelas menjadi pusat perhatian para murid yang baru saja tiba di Gedung Pelatihan setelah kembali dari libur.


"jaga dirimu baik-baik." kata Kenan serius melihat ke Ketty sejenak lalu keluar dari mobil Ketty yang mendengus sambil geleng-geleng kepala.


"kasihan sekali nasib calon kakak ipar masa depan kami nanti, punya suami seperti abang." gerutu Ketty menyayangkan sosok perempuan yang memenangkan hati Kenan nanti.


Kenan tidak mendengar apapun perkataan Ketty, Kenan yang keluar dari Mobil Ketty pun di tatap takjub oleh para anak murid yang menyapa Kenan, Kenan tidak peduli memilih pergi saja dari tempat itu.


seorang Pria tengah bersembunyi dibalik Mobil, ternyata dia adalah Fiki yang telah berpakaian seperti Pria pengangguran yang stres mencari pekerjaan.

__ADS_1


"sebenarnya Pria itu memang playboy..! banyak wanita yang mengejarnya, sial*n..! sebenarnya siapa perempuan yang dicintainya? kenapa tingkahnya dengan Kinanti tidak seintim yang kami bayangkan?" gumam Fiki dengan geram.


ternyata beberapa hari belakangan ini Fiki mengikuti kegiatan Kenan dan Kinanti, awalnya Fiki mengira kalau Kenan punya perasaan pada Kinanti tapi pada kenyataannya Kinanti lah yang menyukai Kenan sementara Kenan banyak perempuan kaya yang mengejarnya, sekarang Fiki dipusingkan sosok yang baru mengantar Kenan tadi sebab Ia sempat melirik kaca Mobil itu terbuka yang mengemudi adalah perempuan cantik.


Fiki sempat memotret-motret Kenan dan Kinanti di Hotel tapi gilanya Fiki tidak menemukan foto intim apapun bahkan mereka 1 kamar pun Fiki tidak melihat ada hubungan serius diantara mereka, Fiki sampai menyewa Kamar terbaik di tempat itu demi bisa berhadapan dengan Kamar penginapan Kenan.


Fiki menerima panggilan dari Oji, "aku belum menemukan kelemahannya..! barusan aku melihat dia diantar oleh seorang Perempuan cantik, beda sama yang semalam memeluk Pria angkuh itu didepan Kinan."


Oji dan kawanannya meminta Fiki untuk lebih teliti lagi karna mereka sudah tidak sabar ingin menculik perempuan yang Kenan cintai lalu di perk*sa, dihabisi, difoto sedang bug*l serta dikirimkan kepala perempuan itu ke Kenan untuk memberi pelajaran pada mental angkuh Kenan itu.


ternyata ke enam Pria yang kehidupannya dihancurkan oleh Kenan tidak juga merasa ingin berubah malah masih berusaha membalas Kenan padahal sudah jelas mereka hancur karna Kenan bukannya takut malah semakin menjadi saja.


.


Kinanti menemui Kenan,


"Ken? kamu kemana aja?" tanya Kinanti penasaran sambil duduk sedikit jauh dari Kenan supaya Kenan tidak merasa kesal padanya.


"Rumah Keluarga." jawab Kenan.


"aah..! pantas saja, kemarin aku pulang hampir malam terus aku mencarimu." Kinanti.


"tidak usah sungkan..! aku dijemput adikku." jawab Kenan.


Kinanti pun tersenyum lebar, "Ken? aku sudah baikan dengan Mamaku."


Kenan menaikkan sebelah alisnya, "hubungan kalian sebelumnya tidak baik?"


Kinanti mengangguk lalu menceritakan semuanya dengan nyaman pada Kenan dan ajaibnya Kenan mendengarkan cerita Kinanti tanpa menyanggah.


"maaf ya Ken.! aku tidak pernah mengatakan kalau Mobil itu milikku tapi aku benar-benar kaget sampai di Rumah baru sadar makna kata-kata Mamaku."


Kenan mengangguk, "ambil saja Mobil itu."


Kinanti membelalakkan matanya lalu tiba-tiba Ia tertawa keras sedangkan Kenan hanya cuek dan bangkit pergi dari tempat itu sehingga Kinanti seperti Orang gila yang tertawa sendiri.


"Ken??" teriak Kinanti berdiri juga ikut menyusul Kenan.

__ADS_1


"kamu jahat banget sih..!" kesal Kinanti berjalan disamping Kenan.


"aku anggap pujian." jawabnya tenang.


Kinanti mendengus lalu berhenti ditempat memandang punggung Kenan yang telah meninggalkannya tanpa berniat mau menunggunya.


"apa maksudnya tadi? aku yakin tidak salah dengar, kenapa dia malah marah aku tertawa? tidak mungkin dia sungguh-sungguh kan?" cerocos Kinanti.


Kinan seketika menggeleng kepalanya pelan, "sadar Kinan..! sadar..! dia memang bercanda tapi tidak suka dengan tawaku atau bau nafasku ya?"


Kinanti tiba-tiba menghembus nafasnya dan ternyata bau jengkol, Kinanti membekap mulutnya syok.


"issh..! pasti dia pergi karna mulutku ketawa bau jengkol." umpat Kinanti segera berbalik pergi mencari Kamar mandinya dan langsung menggosok gigi sampai merasa baunya hilang.


Kenan melanjutkan pekerjaannya melatih murid-muridnya yang fisiknya semakin kuat saja.


"bagaimana? ada yang berbeda?" tanya Kenan ke anak-anak muridnya.


"sangat senang kak pelatih." senyum ceria semua murid-murid Kenan.


Kenan mengangguk, "luruskan kaki kalian." titah Kenan.


semua Murid Kenan sangat senang belajar dengan Kenan yang punya bakat mengajari mereka semua, belum lagi Kenan yang sangat tampan tentu jadi senang dipandang mata siapapun itu.


Kinanti mengetuk Ruangan Pelatihan Kenan sehingga semua Orang menoleh ke arah Kinanti.


"maaf menganggu..?! Ken?? diluar ada adikmu yang menunggumu." kata Kinanti ke Kenan dengan wajah ramah.


Kenan mengangguk lalu meminta muridnya untuk istirahat dan pergi menyusul Kinanti.


"kenapa dia kesini?" tanya Kenan serius ketika didalam Lift.


"dia antar makan siang untukmu, aku tidak menyangka adikmu sangat asik." jawab Kinanti dengan senyuman.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2