
.
.
.
"tidak usah drama...! kakak balik dulu." potong Kinanti terlalu malas tapi ditahan tangannya oleh Kevin.
"kenapa lagi?" tanya Kinanti.
"aku baru aja gajian magang kak." lapor Kevin.
"lalu?" Kinanti menautkan kedua alisnya seperti mulai ketularan Kenan selalu bertanya singkat dan menyebalkan.
Kevin tersenyum, "kakak makan sama aku ya?"
Kinanti terdiam seakan teringat Kenan yang punggungnya sedang terluka karna menyelamatkannya, Kinanti tidak bisa mengabaikan luka Kenan yang sudah baik terhadapnya.
"aku traktir Kakak makan, kalau aku kasih uang kakak pasti tidak akan terima." kata Kevin lagi.
Kinanti tersenyum manis lalu menangkup kedua rahang Kevin, "hari ini Kakak tidak bisa adekku sayang."
Kevin mengerjabkan matanya, "kakak ada urusan lain?"
"iya..! Abang iparmu sedang sakit, Kakak tidak bisa mengabaikannya." jawab Kinanti.
Kevin memutar kedua bola matanya dengan jengah, "apa aku jadi yang kedua sekarang Kak?"
Kinanti menggeleng kepalanya, "cuma dia yang terdepan."
Kevin mendengus tapi tidak melarang apapun yang membuat Kakaknya bahagia.
"kalau dia menyakiti Kakak, aku akan memotongnya dengan pisau bedah." kata Kevin dengan penuh ancaman.
Kinanti memukul kepala belakang Kevin, "aku yang akan mematahkan tanganmu kalau berani melukainya."
Kevin mengelus kepala belakangnya sambil menekuk alisnya, "sepertinya abang itu sudah spesial bagi kakak ya."
Kevin langsung paham kalau Kenan punya tempat yang sangat istimewa dihati Kinanti, padahal Kevin tau Kinanti bukan tipe Gadis yang mudah jatuh Cinta apalagi bucin seperti sekarang.
"lebih baik simpan saja uangmu Vin..? kakak minta kamu harus menabung." kata Kinanti dengan serius mengacak rambut Kevin lalu meninggalkan Kevin yang menggerutu rambutnya diacak oleh Kakak bar-barnya itu.
Kevin menoleh mendengar langkah kaki seseorang mendekatinya.
"apa tadi Kakakmu Vin?" tanya teman beda Kamar Kos Kevin.
"iya." jawab Kevin lalu mengucapkan Terimakasih karna sudah memberinya izin menghubungi kakaknya dengan ponsel temannya itu.
__ADS_1
"aku boleh chat kakakmu?" tanya Pria itu dengan senyuman.
Kevin seketika menatap tajam teman satu kampusnya itu (sekolah kedokteran), "Kakakku tidak suka berondong."
"berondong-berondong begini juga bisa membuat kakakmu hamil, jangan remehkan umur dong..?" kata Pria itu tersungut-sungut.
Kevin menggeleng kepalanya sambil memukuli lengan teman magangnya itu.
"enak aja kau.! dasar otak mesum.! aku tidak akan merestuimu yang sudah celap-celup kesana kemari." bentak Kevin.
teman Kevin itu tidak sakit hati tapi malah protes, "aku bukan tipe celap-celup ya? tapi kecap-kecup kesana kemari iya."
"sama aja, pasti kau tertarik dengan Bibir kakakku kan? dasar psikopat bibir." Kevin melenggang pergi sambil menggerutu temannya itu.
Teman Kevin tidak menyerah mengekori Kevin.
.
di tempat lain,
Kinanti mendatangi Rumah Kos Kenan.
"Ken??" panggil Kinanti yang jujur saja merasa senang Rumah Kenan tidak dikunci seolah sengaja menunggunya.
Kenan sedang bersidakap dada memandang Kipas anginnya lalu memutar kepalanya melihat kedatangan Kinanti.
Kinanti terkejut melihat tubuh Kenan seperti di guyur hujan belum lagi rambutnya yang basah karna keringat benar-benar terlihat sangat seksi.
Kinanti melihat punggung Kenan dan berdecak sebal, "siapa yang menyuruhmu mandi? apa kamu tidak dengar apa kataku tadi? sekarang salepnya jadi air kalau begini lukamu bisa meninggalkan bekas Ken."
"siapa yang mandi? kau yang mematikan kipasku." jawab Kenan dengan datar.
Kinanti melebarkan matanya, "ini keringatmu Ken? kenapa bisa sebanyak ini? apa kamu pikir aku ini bodoh?"
Kenan diam saja tanpa merespon, Kinanti dengan polosnya mengendus-ngendus kulit Kenan yang basah tidak ada bau keringat yang busuk tapi malah wangi dengan kesal Kinanti memukul bahu Kenan dan mengatakan Kenan berbohong.
"aku kepanasan..!" jawab Kenan serius.
Kinanti terdiam, "apa kamu berkeringat hanya karna tidak hidup kipas?"
Kenan diam saja,
"memangnya kamu anak Orang Kaya ya?" pertanyaan Kinanti tiba-tiba membuat Kenan menatap Kinanti terkejut.
"maaf Ken..! menurutku hanya anak Orang Kaya yang tidak tahan berada di Ruangan Panas karna kebanyakan dari mereka manja, Ruangannya ber AC bukan kipas maka nya Orang Kaya tidak tahan di tempat panas."
Kenan dikatakan Manja pun mendengus kesal.
__ADS_1
"cepat perbaiki kipasku..!" titah Kenan mengalihkan.
Kinanti mengerucutkan bibirnya tapi menuruti juga perintah Kenan, Kenan memperhatikan saja semua gerak-gerik Kinan yang membersihkan kipasnya.
setelah kipasnya dibersihkan Kinanti menghidupkan kipas angin Kenan yang begitu segar tidak seperti sebelumnya.
"sini aku bersihkan lagi..!" Kinanti menarik lengan Kenan duduk di sofa kecil dan Kinanti mengambil kursi serta tisu untuk mengelap punggung Kenan.
entah apa yang salah dengan tubuh Kenan yang tidak bisa melarang Kinanti saat menyentuh kulitnya, biasanya Kenan paling tidak suka disentuh perempuan baik disengaja maupun tidak disengaja.
"tidurmu harus telungkup Ken..! aku akan menunggumu dan mengolesinya setiap 2 jam." kata Kinanti.
"kau tidur disini?" tanya Kenan dengan datar.
"hm..! kenapa? jangan bilang kamu takut aku apa-apain ya? nggak usah sok deh.!? seharusnya aku yang takut padamu." celoteh Kinanti membuat Kenan terdiam saja.
benar apa yang Kinanti katakan seharusnya Kenan tidak berprangka seperti itu pada Kinanti yang seorang Gadis baik-baik.
1 malam itu Kinanti tidur dikursi sedangkan Kenan di sofa dengan posisi telungkup setiap 2 jam Kinanti terbangun mengoleskan salep di punggung Kenan sampai warna nya benar-benar lebih pudar dan kulit Kenan tidak melepuh.
pagi-pagi,
Kenan perlahan membuka matanya dan melihat ke belakang ternyata Kinanti tertidur dikursi memegang salep dengan mulut terbuka sungguh menggemaskan seperti anak bayi.
Kenan tersenyum tipis merasakan tubuhnya semakin baik dan rasa sakit dipunggungnya tidak sesakit sebelumnya, sebagai ucapan Terimakasih Kenan malah memasak sarapan pagi untuk Kinanti.
.
"Ehh??" Kinanti terbangun dan kaget melihat tubuhnya diselimuti lalu melihat sekeliling adalah kamarnya Kenan.
"kenapa aku tidak sadar digendong Kenan?" gumam Kinanti tidak terima seolah ingin merasakan digendong Kenan lagi.
Kinanti melompat kaget melihat jam dinding Kamar Kenan sebab Ia belum membuat sarapan tapi kita berada di Dapur malah melihat pemandangan indah yaitu Kenan tengah menata makanan di meja.
"ayo sarapan..? anggap saja ini sebagai ucapan Terimakasihku." kata Kenan dengan wajah datarnya.
Kinanti tersenyum lebar lalu segera mencari posisi di meja makan Kenan dan mengambil jatahnya.
"kalau kurang ambil aja lagi di panci." kata Kenan dibalas anggukan oleh Kinanti.
Kinanti merasa senang dengan masakan Kenan, ternyata Kenan bukan tipe Orang yang mengucapkan Terimakasih lewat ucapan tapi lewat tindakan dan itu membuat Kinanti merasa Kenan kelak akan menjadi Pria yang sangat romantis.
di atas Motor,
"Ken?? Mobilmu bagaimana Ken? terus bagaimana pihak Restaurant kemarin? kenapa tidak ada yang memanggilmu?" tanya Kinanti diatas motor sambil memeluk Kenan dari belakang.
.
__ADS_1
.
.