Gadis Bar-Bar Tuan Muda Pendiam

Gadis Bar-Bar Tuan Muda Pendiam
selalu sama


__ADS_3

.


.


.


ke esokan harinya,


Kenan mendatangi Perusahaan X Company Group di New York.


"anda siapa?" tanya satpam dengan bingung sebab Kenan punya Kartu Diamond yang menandakan Ia adalah Orang penting tapi mereka belum pernah melihat Kenan.


"apa penting? kerjakan saja tugas kalian." Kenan mengambil kartu Diamond miliknya itu dan menyimpannya kembali lalu melewati para penjaga Perusahaan itu.


Para Satpam itu tidak bisa bertindak apa-apa seolah kaki mereka sudah terkunci melihat Kartu Diamond itu, mereka menebak kalau Kenan adalah Putra Penguasa tapi tidak berani mengeluarkan sepatah katapun mendengar ancaman Kenan yang meminta mereka untuk melakukan pekerjaan saja dan tidak perlu ikut campur masalah siapa Kenan.


Kenan mendatangi meja Reseptionis, "aku dari Indonesia." perkataan singkat Kenan itu berhasil membuat kedua wanita seksi itu ketar-ketir seolah tau Kenan adalah mata-mata dari Indonesia.


"mari Tuan." ajak salah satu Reseptionis dengan hormat ke Kenan membawa Kenan ke Lift lalu mengantarkan Kenan ke Pimpinan tertinggi mereka di New York.


Seorang Pria Tua yang menjadi Direktur di Perusahaan itu memperhatikan Kenan dari ujung rambut sama ujung kaki, "apa kau mata-mata dari Indonesia?" tanya Pria itu langsung.


"dimana Ruanganku?" tanya Kenan bukannya menjawab pertanyaan Pria Tua itu.


Pria tua itu mengepalkan tangannya, "kau memang mata-mata dari Indonesia tapi apa Kau tidak diajarkan di Negara kalian untuk menghormati atasan sekaligus Orang yang lebih Tua ini?" tanya Pria tua itu dengan jengkel.


Kenan menatap Pria itu dengan tenang lalu memperhatikan jam tangan Pria Tua itu yang harganya selangit.


"apa kau lihat-lihat? ini aku cicil bukan Uang Perusahaan." kata Pria tua itu segera mengelus jam tangannya dengan bangga.


Kenan berbalik pergi meninggalkan Pria tua itu yang menggeram tak senang dengan tingkah angkuh Kenan.


"kenapa sikapnya itu seolah dia atasanku? dia hanya seorang Manager biasa, apa karna mata-mata jadi dia angkuh?" gumam-gumam Pria tua itu dengan dongkol.


Pria tua yang akrab dipanggil Jonson itu hanya mengelus dada supaya lebih sabar mengendalikan amarahnya pada Kenan yang seorang mata-mata dari Perusahaan Pusat.


kedudukannya dalam bahaya jika Kenan mengadu pada atasannya, Jonson bisa dipecat oleh Atasannya di Indonesia.

__ADS_1


Kenan menemukan Ruang Manager Cadangan lalu melirik Pria yang menatap remeh ke arahnya seperti seorang Senior pada Junior baru.


"aku Marvin, aku Manager Utama jadi kau harus patuh padaku tidak peduli kau ini seorang Mata-mata atau tidak. heehh..!! mana mungkin seorang Mata-mata menjadi Manager? yang ada jadi Pengawas." kata Marvin dengan angkuh.


Marvin tidak peduli siapa Kenan karna Ia merasa kedudukannya lebih tinggi dari Kenan.


"berisik." kata Kenan meninggalkan Marvin yang tercengang dengan kesombongan Kenan padahal seharusnya yang berani bersikap seperti itu adalah Marvin karna Ia seniornya disini.


Marvin segera menemui Jonson dan protes dengan keangkuhan Kenan.


"kau harus berhati-hati dengannya, dia Orang utusan Bos Besar kita di Indonesia." peringatan Jonson.


"tidak peduli dia mata-mata atau bukan tapi disini dia hanya bekerja sebagai bawahanku, kalau dia memang mata-mata kenapa dia tidak jadi Pengawas atau seorang perwakilan Presdir saja? kenapa dia harus jadi Manager cadangan?" Marvin seakan tidak percaya kalau Kenan adalah Mata-mata.


Jonson terdiam seolah membenarkan lalu Ia menggeleng cepat, "aku tidak peduli siapa dia? tapi setidaknya kita harus berhati-hati padanya, Orang Indonesia sangat licik."


Marvin tidak mengindahkan kata-kata Jonson yang menurutnya terlalu berhati-hati padahal menurutnya saat melihat Kenan pertama kali Kenan tidak pernah memakai barang-barang mahal melainkan kelas menengah saja yang Marvin mampu membelinya 5-6 pasang sekaligus (merendahkan).


.


Kenan berada di Restaurant sambil mengawasi sesuatu.


Kenan memperhatikan Ipednya, "sepertinya seperti belatung kecil ya?" gumam Kenan tersenyum sinis.


(maksud Kenan adalah hewan kecil yang menjijikkan mengorek Kekayaan Perusahaan di New York).


Kenan tidak takut mencari 1 hewan kecil itu walau di tengah banyaknya Pekerja di Perusahaan An, Kenan tidak mau terburu-buru karna Ia harus mengumpulkan bukti terlebih dahulu dengan cara perlahan-lahan tapi nanti akan menjadi bukti yang sangat kuat walau disembunyikan di lubang semut sekalipun (mustahil ditemukan).


(Anggap saja dialog dalam bahasa asing ya?)


"lepaskan aku..!"


Kenan memejamkan matanya seketika mendengar pertengkaran lagi, mengapa hidup Kenan harus menemukan pertengkaran? padahal Kenan selalu ingin tenang sementara Kenan juga sedang fokus bekerja jadi tidak mood memasak.


"dengarkan aku dulu Ariana..!" pinta seorang Pria tampan menghentikan langkah gadis yang dipanggil Ariana.


"aku tidak butuh penjelasanmu..! silahkan kamu lanjutkan lagi, tidak perlu mengejarku." gadis yang dipanggil Ariana itu mendorong Pria didepannya dengan kasar lalu melarikan diri dari sana dengan mata memerah.

__ADS_1


Kenan melirik sekilas Pria itu lewat kaca Ruangannya yang bisa melihat dari dalam dengan jelas tapi tidak bisa dilihat dari Luar, Kenan kenal dengan Pria itu adalah Steven seorang Mafia cukup terkenal di Indonesia karna wajahnya benar-benar bule seperti impian banyak Wanita +628, Steven juga pernah ke Indonesia berlibur terutama ke Bali.


"Ariana...!" teriak Steven mengejar gadis itu.


Kenan tidak mau ikut campur hanya diam pura-pura tidak dengar namun dalam hatinya berharap mereka cepat pergi supaya Ia kembali tenang.


"Steven...??" teriak seorang wanita yang tiba-tiba keluar dari Ruangan lain membenarkan gaunnya lalu mengejar Steven.


Kenan langsung paham situasinya kalau gadis yang pertama tadi di selingkuhi sama seperti yang Kenan dengar di Dubai, zaman sekarang setia benar-benar sangat mahal dan sulit di temukan dimana-mana seolah kesetiaan itu telah hampir punah saking sulitnya mencari pasangan setia.


"Steven?? jangan kejar dia lagi..! Steven...!" teriak Wanita itu melepas heelsnya mengejar Steven.


wanita itu adalah Angel seorang Model top yang menjadi teman ranj*ng Steven selama ini padahal Steven punya kekasih yaitu gadis bernama Ariana itu.


Steven adalah Pria yang memiliki darah budaya barat tentu apapun masalah ranj*ng adalah hal yang patut Ia inginkan namun tidak bisa memaksa Kekasihnya yang berasal dari Indonesia hampir merata adalah perempuan terhormat (Timur) dan kebetulan sedang ada urusan di New York selama 3 tahun belakangan ini.


Kenan akhirnya menjadi lebih tenang tidak ada pertengkaran lagi, Ia tidak peduli masalah Orang lain tapi Kenan tidak suka ketenangannya terganggu.


beberapa jam kemudian,


drrt...!


Kenan tersentak melihat pesan dari An kalau ada seseorang yang menggunakan Kartu Perusahaan di Bar ternama kelas VVIP di Negara nya kini.


"sialan..! akan aku tangkap kau." kata Kenan segera bangkit dari duduknya langsung membayar tagihannya lalu pergi dari sana sembari menghubungi Papanya.


"Papa yakin?" tanya Kenan serius.


"dasar sinting..! papa tidak mungkin membuang-buang waktu mengirim pesan padamu kalau bukan karna yakin." sambar An yang mengomel panjang tentang sifat Kenan yang membuat emosi stabil An mudah sekali naik begitu saja.


An juga tidak mengerti kenapa Emosinya mudah terpancing jika Kenan yang bicara padahal anak-anaknya yang lain jujur saja An tidak pernah terpancing kalau tidak berbuat hal diluar batas.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2