Gadis Bar-Bar Tuan Muda Pendiam

Gadis Bar-Bar Tuan Muda Pendiam
dimarahi


__ADS_3

.


.


.


selama Kinanti bersama Kenan tidak ada pembicaraan serius apapun selain bentuk perhatian Kenan saja pada Kinanti.


"mau bunga?" tanya Kenan melihat Kinanti memandang toko bunga sejak dari awal sampai di lampu merah.


Kinanti terdiam lalu melihat ke arah Kenan, "ha?"


"kita ke Taman Bunga." kata Kenan membuat Kinanti menganga lebar.


Kenan melajukan kendaraannya menuju suatu tempat ternyata itu adalah Taman Bunga terindah di Kota nya, selama ini Kinanti hanya mendengar saja karna tidak sembarang Orang bisa memasuki Taman Bunga itu.


Kenan berpikir bahwa Ia bukan Pria romantis juga tidak tau jenis Bunga yang Kinanti suka jadi menggunakan ID khusus nya sehingga bisa memasuki tempat itu tanpa dipersulit.


"wahhh..!" Kinanti sampai terperangah di tempat melihat semua jenis Bunga yang ada di Taman itu.


"ini Taman Bunga Arum, aku tidak mungkin membeli sebuket bunga di Tokonya. aku membawamu kesini biar kamu sendiri yang mengambil bunga yang kamu suka, aku tunggu disini." kata Kenan.


Kinanti mengangguk-ngangguk, "Terimakasih." ucap Kinan.


Kenan menghabiskan waktu berdua dengan Kinanti sampai malam hari lalu kembali ke Rumah karna desakan Kinanti yang tidak mau mengenakan dres.


"siapa itu Ken?" tanya Kinanti mengerutkan keningnya.


"sudah aku bilang tempat ini tidak aman." ujar Kenan.


Kinanti termangu, "ini malam-malampun mereka menunggu kita disini? apa mereka tidak punya pekerjaan lain?"


"aku menghabisi markas mereka, nyamuk yang bepergian tidak akan terima sarangnya di hancurkan." ucap Kenan.


"tapi aku tidak mau pakai Dres Ken..! walaupun panjang aku suka pakai celana tapi celana yang terakhir dibeli itu udah kamu gunting." gerutu Kinanti dengan wajah merona.


Kenan diam, "ya sudah..! tinggal aku habisi kalau mereka melawan, pergilah!" pinta Kenan yang berusaha mengerti Kinanti tanpa menggunakan apa yang Kenan miliki.


Kinanti malah berbinar, "kamu yang terbaik Ken." kata Kinanti sembari keluar dari Mobil Kenan.


.


"ini dia yang kita cari." kata salah satu Pria berbadan besar mendekati Kinanti dan Kenan.


"sepertinya memang dia yang diberitau oleh Bawn." pria lainnya menyahut sembari membandingkan sebuah foto yang ditangannya dengan Kenan di dunia nyata.


"pergilah..!" pinta Kenan ke Kinanti yang mengangguk pelan.

__ADS_1


"mau kemana cantik??" salah satu Pria berusaha menggapai tangan Kinanti yang cepat ditepis oleh Kinanti.


"sial!! berani Gadis itu." Pria yang ditepis merasa harga dirinya tercoreng diremehkan wanita pun hendak mengejar Kinanti.


Kenan tiba-tiba sudah berada di dekat Pria itu tanpa ragu menarik lengan Pria itu dan memutarnya kebelakang sampai berteriak bahkan terdengar suara retakan tulang.


"dia milikku." kata Kenan dengan dingin lalu menendang Pria itu tanpa berperasaan.


Kenan memutar setengah badannya kearah wakil Ketua nya Samson, Kenan sudah menghabisi Samson dengan mudah dan markasnya pun Kenan habisi apalagi hanya bawahan Samson.


"ka--kau??" tuding Sio kearah Kenan dengan sorot mata tajam.


Kenan tersenyum miring, "kemarilah nyamuk tidak berguna." ejek Kenan.


Sio adalah wakil Ketua Mafia Ilegal tapi ketika Ia kembali markas dan Ketua nya telah dihabisi oleh Kenan, Sio penasaran bagaimana kuatnya Kenan sampai bisa membumi hanguskan markasnya yang ditakuti siapapun.


Sio berlari ke arah Kenan dan menyerang Kenan, walau tubuh Pria itu jauh lebih besar dari Kenan tapi dengan lihainya Kenan berpaling dan menendang lutut Sio yang bersimpuh dengan sebelah lututnya dengan gerakan cepat Kenan meninju rahang Sio ke kiri dan kekanan sampai tak sadarkan diri berarti pukulan Kenan tidak main-main.


Kenan beralih menatap dingin kawanan Sio yang melangkah mundur ditatap Kenan seolah baru melihat hantu.


Kinanti berlari membawa sebuah tas berisi pakaian seadanya dan melihat kawanan Sio kabur lalu ada 2 Pria terkapar entah masih hidup atau sudah tidak bernyawa.


"Ken?" Kinanti mendekati Kenan.


"sudah siap?" tanya Kenan.


"iya siap." jawab Kinanti sambil tersenyum.


Kinanti pun terpaksa mengangguk tidak peduli mereka yang sudah dibuat tidak berdaya oleh Kenan yang penting Kenan baik-baik saja.


Kinan terkejut ketika tasnya diambil alih oleh Kenan, Ia pun tersenyum lebar mengekori Kenan yang juga membukakan pintu Mobil untuknya.


"manisnya...!" batin Kinanti.


Kinanti memasuki Mobil Kenan sambil senyam-senyum. Kenan berlari mengitari Mobilnya memasukkan Tas Kinanti dibelakang Mobilnya lalu melirik Kinanti yang tengah tersenyum manis memeluk buket Bunga pilihan tangan Kinanti sendiri ditaman Bunga Arum.


Kenan menyunggingkan senyumnya, tidak ada pembicaraan lagi diantara mereka.


"2 hari lagi kita menikah." kata Kenan.


"2 hari? bukannya besok?" tanya Kinanti terkejut.


Kenan terkekeh membuat Kinanti malu segera membuang muka, "ada kendala dengan Mom Ana di Negaranya." jawab Kenan memanggil Mom ke Ana.


Kinanti menoleh ke Kenan, "apa Ratu Ana juga datang?" tanya Kinanti.


Kenan mengangguk, "walaupun dia Ratu disana tapi dia tetap Anak Oma-ku, bagian dari Keluarga Maldev."

__ADS_1


Kinanti mengangguk sambil tersenyum kikuk, "iya juga."


.


ke esokan harinya,


Kenan dan Kinanti berada di Ruangan Molen,


"apa kalian sudah tidak menganggapku atasan kalian lagi?" tanya Molen dengan serius.


Kinanti menunduk sedangkan Kenan tenang-tenang saja.


"Kinan? kamu pekerja yang tidak pernah bolos tapi kenapa sekarang jadi suka libur tanpa sebab? dan anehnya lagi kalian libur selalu bersama, bukannya kalian tidak punya hubungan itu?" tanya Molen.


Kenan tiba-tiba menggenggam tangan Kinanti yang tidak menoleh ke arah Kenan malah membalas genggaman tangan Kenan dengan kepala tertunduk.


"kami memang pacaran." jelas Kenan.


Molen terkejut mendengarnya, "ja--jadi kalian yang bercium*n itu memang benar?" tanya Molen.


Kenan tidak menjawab sementara Kinanti hanya menunduk.


"kamu pergilah Kenan.!" usir Molen ke Kenan.


Kenan tidak beranjak sama sekali dari tempatnya lalu Molen kembali mengusir sambil menatap Kenan dengan serius juga tersirat tatapan yang tak biasa.


"kamu dengar aku Kenan? kenapa kamu bertindak seolah jadi Bos disini?" tanya Molen mulai menunjukkan raut wajah tak senangnya pada Kenan.


Kenan menyunggingkan senyum miringnya, "ayo kita pergi..!" Kenan menarik genggaman tangannya sehingga Kinanti mengikuti Kenan.


brakhh...!!?


Molen memukul meja dan berdiri dari duduknya, "aku mengusirmu Kenan bukan Kinanti, lepaskan Kinanti.! aku ingin bicara dengannya sebagai atasan."


Kinanti tidak berbicara sepatah katapun tapi tetap mengikuti Kenan karna sejak merasakan ada yang berbeda dengan cara Molen menatapnya ketika memakai dres maka Kinanti mulai tidak nyaman berdua di Ruangan tertutup dengan Molen.


"Kinanti? aku akan memecatmu jika tidak kembali kesini..! aku ingin bicara hal serius." teriak Molen didepan pintu Ruangannya.


Kinanti menoleh kebelakang tapi Kenan tidak membiarkan Kinanti goyah terus membawa Kinanti pergi.


"Ken??" rengek Kinanti.


"ikut aku atau dia? aku bisa memberimu apapun yang kamu inginkan." kata Kenan serius tanpa melihat ke arah Kinanti tapi masih menggenggam tangan Kinanti.


Kinanti hanya mampu berdecak sebal padahal niatnya Ia merengek supaya Kenan mau menemaninya tapi sepertinya Kenan memang tidak ingin Kinan bertemu dengan Molen.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2