Gadis Bar-Bar Tuan Muda Pendiam

Gadis Bar-Bar Tuan Muda Pendiam
balas


__ADS_3

.


.


.


Kinan pun memarkirkan Mobil Kenan di tempat parkiran biasa tempat mereka bekerja.


Kenan keluar dari Mobilnya dan menaikkan sebelah alisnya Kinanti menunggunya, "kau terlihat baik-baik saja setelah di khianati." sindir Kenan.


Kinan tersenyum saja, "kenapa aku harus tidak baik-baik saja Kenan? bukan aku yang menyesal tapi dia yang harusnya menyesali semuanya kan?"


Kenan tidak lagi bersuara langsung pergi melewati Kinanti begitu saja.


Kinanti menangkup kedua pipinya sambil tersenyum manis, "suaranya itu loh..!" gumam Kinan.


.


Kenan mengganti pakaiannya lalu tiba-tiba Pintu Lokernya di tutup paksa oleh seseorang.


"kau tidak pantas bersikap angkuh padaku." kata Pria itu yang tak lain adalah Fiki.


Kenan menatap datar saja Fiki.


"apa kau bisu hah? kau tidak dengar aku bicara apa? apa pangkatmu sampai berani bersikap seperti semalam hah?" emosi Fiki.


Kenan mendorong tubuh Fiki kesamping hingga punggungnya mengenai loker, seketika Fiki merosot kebawah sampai terduduk dilantai.


"sial...!" umpat Fiki merasa punggungnya sangat sakit.


sementara Kenan telah pergi dengan santainya melangkahi kaki Fiki.


Fiki menghubungi seseorang, "lakukan saja rencana awal..! bedeb*h angkuh itu memang pantas diberi pelajaran." bentak Fiki seketika pada rekannya yang bahkan tidak salah apa-apa.


Kenan tiba di Ruangan Pelatihan Murid yang banyak mengantri padanya untuk berlatih fisik sebab berdasarkan permintaan Kinanti yang melihat fisik Kenan yang bagus, maka tidak ada salahnya Kenan membagi ilmu cara melatih fisik murid-murid di Pelatihan Taekwondo itu.


"Kak Kenan? kami tidak sabar berlatih ilmu penguat fisik dari kakak." kata salah satu dari Murid perempuan begitu antusias belajar dengan Kenan.


Kenan melipat kedua tangannya dengan tatapan lurus kedepan seperti seorang Tentara terlatih saja, "pelatihan fisikku sangat keras..! katakan dari sekarang jika kalian tidak sanggup." kata Kenan dengan suara khasnya yang begitu Hot (seksi) didengar siapapun.


"kami terima Kak." jawab mereka semua serentak.

__ADS_1


"ikut aku..!" kata Kenan melangkah pergi di ikuti semangat oleh murid-murid nya yang jenis kelamin laki-laki dan perempuan.


Kenan meminta mereka berlari keliling Gedung 50 kali setelah pemanasan membuat kaki mereka lemas seketika.


"kerjakan atau tidak?" tanya Kenan membuat para Murid itu segera berlari menuruti perintah Kenan.


Kenan mengenakan Pluit dan menghitung jumlah mereka semua yang melewati garis utama tempat duduknya kini.


dari 30 Murid yang berlari mengelilingi Gedung hanya 10 Orang yang tersisa sanggup melewati pelatihan fisik pertama dari Kenan itu.


"kalian 20 Orang yang tidak sanggup? lakukan Push-Up 50 kali setiap malam dan minggu depan kita ulangi." titah Kenan.


"ba--baik Kak." jawab mereka yang tidak sanggup dipelatihan pertama Kenan.


"ada yang mau mundur?" tanya Kenan melihat anak-anak muridnya celingukan seperti sedang memikirkan kata-kata Kenan.


"fisik kalian benar-benar lemah..! bagaimana jika kalian diserang 100 Preman yang punya kemampuan yang sama dengan kalian? hanya melawan 2 Orang saja kalian sudah lelah lalu kalian akan mati di injak oleh 98 Preman yang tersisa." kata-kata Kenan yang sangat panjang benar-benar seperti guru sesungguhnya. Kenan sudah menikmati perannya sebagai Guru.


mendengar perkataan Kenan tentu para Murid-murid itu ngeri membayangkan mereka akan mati di injak-injak.


"ingat...! kejahatan ada dimana-mana bahkan karna masalah spele kalian bisa ditargetkan oleh 1 Komplotan Preman." sambung Kenan sambil bersidakap dada memandang tajam para Muridnya itu.


20 Murid itu pun menundukkan kepala karna merasa malu, apa yang Kenan katakan memang benar walau perkataan Kenan terbilang kasar tapi hal itu memang sengaja Kenan lontarkan untuk membangun kekuatan tersendiri dalam diri muridnya masing-masing.


"percuma punya sabuk hitam 10 kali kalau kemampuan itu hanya dimenangkan saat kalian menyerang Orang 1 lawan 1, anak TK pun bisa melakukannya tinggal lempar batu atau gigit tangan Orang jahat menurut kalian saja anak TK itu sudah menangkan?"


Kenan tidak menyangka kalau Ia mulai menikmati hari pertama nya bekerja menjadi pelatih, bahkan Ia menjadi Pribadi yang terbuka tapi mengenai ilmu beladiri saja bukan masalah Pribadi.


Kinanti yang kebetulan lewat pun terpana dengan kata-kata Kenan yang sangat bermakna, "wwo..!" gumam Kinanti semakin kagum pada Kenan.


Kinan menggeleng kepalanya, "sadar Kinan..! jangan merusak permainanmu sendiri ok? pikat dia dengan pesonamu." bisik Kinan pada dirinya sendiri.


Kinan pun segera pergi meninggalkan Kenan yang masih menyiram api dalam semangat murid-muridnya.


"baik Kak..! kami janji akan berlatih lebih keras lagi." kata salah satu murid Kenan dengan penuh keyakinan.


Kenan mengangguk, "kalian pergilah..! 10 dari kalian yang berhasil tetap disini."


"baik Kak." jawab 10 Murid Kenan dengan semangat.


20 Murid Taekwondo itu pun bubar dengan raut wajah penuh penyesalan seolah ingin cepat-cepat kuat seperti teman mereka yang berhasil melewati ujian pertama Kenan.

__ADS_1


Kenan meminta 10 Muridnya yang berhasil untuk push-up hari itu juga 50 kali didepan matanya, tidak ada keluhan dalam diri mereka sampai Kenan meminta mereka berhenti untuk duduk mendinginkan badan, tak lupa Kenan membuatkan sebuah minuman spesial dengan tangannya sendiri untuk muridnya itu lalu memerintahkan kepada mereka untuk kembali ke kamar supaya mandi dan dipastikan mereka semua akan terlelap dengan nyenyak tanpa beban saking lelahnya.


.


sore harinya,


Kenan tiba diparkiran dan melihat Kinanti yang mendekatinya dengan tangan terulur, Kenan melemparkan kunci Mobilnya lalu ketika Kinan yang sudah menerima kunci Mobil Kenan pun berbalik hendak memasuki Mobil Kenan.


"tunggu..!" pinta Kenan membuat Kinanti menoleh ke Kenan.


"kenapa?" tanya Kinanti.


Kenan mendekati Ban Mobilnya dan menendangnya ternyata memang kempes.


"kenapa sih?" tanya Kinanti berlari ke arah belakang Kenan untuk melihat apa yang Kenan lihat.


"Ehh?" mata Kinanti melebar seketika melihat Ban Mobil Kenan kempes kandas.


"ke--kenapa bisa kempes? apa bocor?" tanya Kinanti ke Kenan.


"tidak apa..!" kata Kenan lalu segera membuka bagasi Mobilnya, Kinanti penasaran lagi-lagi mengintip pun semakin terbelalak.


"ke--kenapa ban cadangannya sebanyak ini?" tanya Kinanti terkejut.


Kenan tidak bicara tapi langsung mengeluarkan alat-alat untuk mengganti ban Mobilnya, Kinanti memperhatikan itu pun tak bisa menahan bibirnya untuk tidak bertanya.


"apa Kamu dulu seorang montir Mobil?" tanya Kinanti.


"tidak." jawab Kenan.


Kinanti mengangguk lalu tiba-tiba Ia bertanya lagi setelah sadar akan sesuatu, "jangan bilang ini juga pertama kalinya bagimu?"


Kenan hanya melirik Kinanti sekilas lalu fokus dengan aktifitasnya, Kinanti membekap mulutnya syok betapa hebatnya Kenan yang baru pertama kali melakukan sesuatu langsung begitu sempurna. Kinanti ingat Kenan yang pertama kali memperbaiki selang airnya dan berhasil.


"apa perlu bantuanku?" tanya Kinan seperti merasa tidak berguna karna tidak melakukan apa-apa.


Kenan diam saja masih fokus dengan Aktifitasnya.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2