Gadis Bar-Bar Tuan Muda Pendiam

Gadis Bar-Bar Tuan Muda Pendiam
drama


__ADS_3

.


.


.


"kenapa pipimu?" tanya Kenan sedikit menunduk memandang wajah Kinan.


Kinan memegang pipinya, "ak--aku ingin bertanya, bagaimana kamu tau ukuran dal*mku?" tanya Kinanti semakin memerah.


Kenan pun meluruskan badannya, "aku punya ingatan bagus." jawab Kenan tenang.


Kinanti hanya terdiam saja tanpa berani mengeluarkan sepatah kata.


"ayo kita berangkat.!" ajak Kenan melepas jaketnya dan memakaikannya di tubuh Kinanti.


Kinanti tentu merasa hangat dengan perlakuan Kenan, tidak ada benda yang begitu romantis hanya sebuah jaket kebesaran dikenakan di tubuh Kinanti.


"aku akan ganti dresnya..!" kata Kenan dengan lembut sembari merangkul bahu Kinan.


Kenan membeli dres untuk Kinanti namun tidak disangka cukup pendek sehingga kaki jenjang Kinanti terlihat bahkan pahanya pun nampak tanpa Kenan sadari kalau Kinanti memiliki tinggi yang ideal.


.


di Restaurant,


Kenan membukakan pintu Ruangan yang sudah penuh di isi Keluarga besarnya Kenan.


Kinanti melihat Kevin yang berpegangan tangan dengan Mama Elsi, mereka berdua sama-sama terlihat pucat dikelilingi oleh Keluarga Maldev.


"Ma? Vin?" Kinan berjalan cepat ke arah Kevin dan Mama Elsi.


"kenapa jadi begini Kinan? kenapa keluarga Maldev?" tanya Elsi dengan wajah pucatnya.


"Kak?? aku benar-benar tidak menyangka dengan pesonamu Kak, bagaimana kakak bisa mendapatkan hati Putra Penguasa Tersembunyi Maldev?" bisik Kevin dengan kikuk.


Kinanti hendak menjawab tapi Ia malah diam saat perhatian Kevin dan Elsi melihat kebelakang, Kinanti memutar kepalanya melihat Kenan berdiri dibelakangnya.


"jangan takut Ma? Kevin? duduklah..!" pinta Kenan.


Kevin dan Elsi seperti kerbau dicucuk malah mengangguk-ngangguk kompak seperti patung berjalan ke arah bangku sembari melihat Kenan yang menuntun Kinan duduk disampingnya sementara disisi lain Kinan ada Elsi yang mendingin.


"Kenan? kenapa Keluarga Kinan takut begitu? kamu bicara apa sama mereka?" tanya Xabara dengan mata melebar penuh ancaman.


Kenan melihat satu persatu Keluarganya tengah melototinya, "salah sendiri wajah kalian terlalu terkenal." jawab Kenan tanpa beban.

__ADS_1


An dan Rovert menggeleng sambil berdecak, Carrina menganga saja sedangkan Xabara mencebikkan bibirnya, perkumpulan hari ini tidak ada Sysy, Ketty maupun Kanze karna larangan Kenan.


Carrina berdiri dan mendekati Kinan, "kamu takut pada kami sayang?" tanya Carrina dengan lembut.


Kinanti semakin pucat saja bahkan terlihat kikuk seperti kehilangan arah saat berbicara dengan Carrina, pesona Penguasa benar-benar mengerikan bisa mencekik rakyat kecil seperti Kinanti.


"kenapa kalian tegang? kami tidak bersalah kalian juga tidak punya salah?" An bersuara.


Kenan berdiri dari duduknya, "biar aku bawa Kinan keluar Ma, Pa, Oma, Opa." kata Kenan dengan wajah datar.


Kinanti buru-buru mengiyakan perkataan Kenan sambil tersenyum kikuk.


"jangan kemana-mana!" titah An dengan tegas.


Kenan pun kembali duduk, Kinanti mengerjab melihat Kenan dan An bergantian sungguh terlihat seperti anak yang patuh pada Orangtua.


Kenan menggenggam tangan Kinanti dan membawanya duduk, Carrina membiarkan saja Kenan menjaga Kinan sebab Kinan memang terlihat sekali tengah berlindung pada Kenan seolah-olah Kinan takut pada Carrina.


pembicaraan Keluarga Kenan dengan Elsi terhambat selama beberapa jam, beruntung Xabara sangat pandai berbicara sehingga Rovertlah yang paling bangga memiliki si Ratu Higanbana kesayangannya sampai detik ini masih mempesona walau sudah bercucu.


"jadi apa yang harus kami berikan untuk meminang Putrimu bu Elsi?" tanya Carrina dengan senyuman.


Elsi dan Kevin berpegangan tangan.


"Nyonya?" sapa Kevin.


"Kak Kinanti jika jadi menantu Maldev bagaimana nasibnya? kami memang miskin tapi status sosial bisa membuat hati Kakak saya hancur Nyonya, kami tidak punya kekuasaan apapun selain berharap kebahagiaan serta keamanan hidupnya." kata Kevin memberanikan diri.


"benar Nyonya." sahut Elsi.


Carrina tersenyum manis, "kalau menurutku seharusnya pertanyaan itu kamu lontarkan pada Kenan."


Kevin dan yang lainnya beralih ke Kenan, "bagaimana bang?" tanya Kenan.


Kenan mengangguk, "aku akan melakukan apa saja untuknya."


Kevin menatap Kinanti, "bukankah Kakak benci di bohongi? bagaimana perasaan kakak? apa kakak mau menikah dengan bang Kenan?" tanya Kevin ke Kinanti.


Kinanti menoleh ke Kenan yang juga memandangnya, "aku yang tidak waras menolaknya tapi bagaimana nasibku kedepannya? Viora? Steven? kenapa aku bisa seberuntung ini? apa aku bisa menjaga keberuntungan ini sampai tua nanti?" batin Kinan.


"Kak??" panggil Kevin.


"kakak mau menikah dengannya, syarat hanya mengajariku ilmu beladirinya." jawaban Kinanti membuat yang lainnya kebingungan.


"apa kalian pikir pernikahan itu mainan?" tanya Rovert dengan datar.

__ADS_1


"kenapa malah meminta hal konyol?" sambung Rovert lagi.


"hah? ap--apa itu konyol?" tanya Kinanti dengan gugup.


Kenan menatap kesal Rovert, "Opa? jangan membuatnya takut."


Carrina dan An hanya terdiam sebab Kenan tidak pernah menunjukkan ekspresi kesal selalu saja dingin seperti kulkas, tak salah lagi Kinanti punya tempat dihati Kenan entah sekecil apa rasa pada Kinanti dalam diri Kenan.


"sayaang?? dia memarahiku." rengek Rovert ke Xabara seperti bocah kecil sehingga Kevin yang tegang tak kuasa menahan tawa.


"Hmmnffft.....?" tawa tertahan Kevin membuat semua Orang melihatnya.


"hmm.. ma--maaf?" ucap Kevin dengan wajah memerah ditatap semua orang.


Kevin belum pernah melihat Pria yang seumuran Rovert begitu bucin pada Istrinya, sungguh terlihat lucu maka nya Kevin tidak bisa menahan tawa berbeda dengan Keluarga Rovert sudah biasa.


Kinanti fokus dengan pemikirannya begitu juga Elsi jadi tidak menyadari perbincangan Rovert itu pada Xabara.


"kamu lihat Rovert? kenapa kamu tidak berubah? lihatlah Cucumu mau menikah dan akan punya calon cicit, kelakuanmu ini tidak pernah tumbuh dewasa. tolonglah Rovert...! kamu sudah tua." kata Xabara mengomeli suaminya.


Xabara memang selalu mengomeli Rovert tapi tidak pernah sekalipun Rovert berhenti merengek seperti anak kecil.


"kenapa kalian melihat pasutri tua ini? biarkan saja mereka." kata An dengan wajah datarnya pada Kevin dan Elsi.


tagg...!


tiba-tiba Rovert memukul kepala belakang An,


"Papa??" protes An mengelus kepala belakangnya.


Carrina memegang kepala An dan mengelusnya lembut serta penuh cinta, Xabara balas memukul kepala belakang Rovert dan ajaibnya Rovert menciut.


"aku bersusah payah melahirkan dan membesarkannya kenapa kamu memukulnya? apa kamu pernah melihatku menarik telinganya? bahkan menyentil kulitnya saja aku tidak pernah." marah-marah Xabara.


"sayaang?? kamu pernah menyentilnya kok, saat mengajarinya beladiri." bela Rovert mencicit pelan seperti anak takut induk (ibu).


"kapan?? aku melakukan itu karna Profesiku sebagai gurunya bukan tanpa sebab." bela Xabara tidak mau disalahkan juga.


mereka malah berdebat lucu sehingga situasi menjadi lebih mencair.


Kevin menganga saja, tidak disangka yang di rumorkan Orang-orang sungguh benar. Keluarga Maldev ini Suami takut istri padahal biasanya Pria kaya yang paling berkuasa nyatanya malah terbalik.


pantas saja hubungan setiap pasangan Maldev sungguh harmonis karna pria nya bisa diandalkan walau takut tapi jika setiap pasangan suami-istri ada yang takut (bucin) maka pertengkaran sedahsyat apapun tidak akan berpisah (cerai).


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2