
.
.
.
Kenan menatap dengan wajah datarnya.
"kenapa ekspresinya seperti itu? dasar egois..! dia ingin menjadikanku tamengnya supaya tidak dikejar Viora tapi aku juga yang akan jadi sasaran Viora." batin Kinanti.
Kinanti melangkah ke arah Kenan tapi malah melihat Viora yang muncul disamping Kenan.
"Kenan?" panggil Viora tersenyum manis disamping Kenan tapi mata Kenan tidak melihat ke arahnya sama sekali.
Kenan hanya menatap Kinanti yang tidak peduli apapun, bibir Kenan melengkung tipis melihat dari jauh wajah merah Kinanti yang sedang marah.
kemarahan Kinanti itu benar-benar menggemaskan apalagi marahnya karna perbuatan Kenan membuat satu Gedung tempatnya bekerja berprasangka Kinanti menyukainya.
Viora melihat arah tatapan Kenan pun mengepalkan tangannya, selama Viora hidup sungguh Ia tidak pernah terima akan kekalahan apalagi jika menginginkan seorang Pria, bahkan suami Orang saja bisa Viora rebut apalagi belum punya status.
Viora menilai Kenan hanya jual mahal saja padanya, karna Viora merasa dirinya adalah wanita sempurna sehingga hanya Pria bodoh dan tidak normal saja tidak tertarik dengannya.
"Kenan?" Viora dengan berani menghadang pandangan Kenan.
Kenan menatap tajam wanita didepannya, "pergi..!" usir Kenan dengan nada dingin.
Viora tersenyum manis tanpa tau malunya berkata, "bagaimana jika kita bertemu di Hotel Poh nanti malam? aku menunggumu jam 8 malam ya? aku sudah sewa kamar."
Kenan tidak mengindahkan kata-kata Viora sementara Viora melirik kesamping seolah sengaja memberitau Kinanti kalau Ia akan dipilih oleh Kenan, siapa Pria yang menolak pesonanya? apalagi sudah diberi lampu hijau untuk memilikinya.
Kinanti dibelakang Viora tengah bersidakap dada lalu Viora berbalik dan pura-pura terkejut melihatnya, Kinanti menatap datar saja wanita didepannya tengah berakting.
"dasar pembohong..! jelas-jelas dia melihatku tadi dengan mata siletnya yang tajam itu." batin Kinanti.
"oh.. Kinan? aku sedang bicara dengan Kenan." kata Viora dengan senyuman liciknya.
Kinanti mengangguk, "aku harap kamu mendapatkan apa yang kamu mau ya?"
__ADS_1
Kenan terkejut mendengar perkataan Kinanti yang menatap tajam dirinya.
"apa maksud kata-katamu Kinan? aku memang akan mendapatkan apa yang aku inginkan." kata Viora dengan raut wajah serius.
Kinanti tertawa, "semua Orang disini juga tau kalau Kenan tidak tertarik dengan wajah cantik dan tubuh seksimu itu."
Viora memerah seketika, "Kauuu...?" tuding Viora dengan berang.
Kinanti tersenyum manis dan melangkah ke arah Kenan sembari mengelilinginya, "Kenan bahkan menolak wanita sepertimu apalagi aku yang upik abu ini, menurutmu Pria sempurna seperti Kenan apa dia memang sempurna yang dilihat?"
pertanyaan Kinanti membuat semua murid yang mendengarnya berbisik-bisik, Kenan menatap bola mata Kinanti seperti menantangnya, Muridnya diatas umur 17 tahun saja lebihnya masih didalam Gedung dibawah umur.
"siapa suruh kamu buka rahasiaku, aku buka aibmu." begitulah arti tatapan Kinanti pada Kenan.
"jadi dia tidak normal?" tanya Viora dengan ekspresi terkejut.
"Kenan ini sangat tidak normal, dia menggunakanku sebagai tameng darimu supaya tidak mengejarnya lagi maka nya dia menyebarkan berita itu pada kalian semua." kata Kinanti lagi.
Kinanti dan Kenan saling berhadapan satu sama lain.
"maaf Ken..? kamu memang temanku tapi aku tidak mau bermasalah dengan Viora atau wanita yang terpikat denganmu..! kamu mungkin selamat dari perempuan yang mengejarmu tapi aku yang tidak akan didekati oleh Pria manapun karna mereka semua pasti mengira kamu adalah pacarku." ucap Kinanti dengan senyuman.
Kinanti mengangguk merasa yakin lalu melihat ke murid, rekan kerja dan Viora secara bergantian.
"kalian lihat kan bagaimana Kenan menolak Viora? siapa yang tidak mau dengan Viora? terlebih bagaimanapun kekurangannya dia tetap wanita dengan tubuh sempurna, hanya Pria tidak normal saja yang menolak nya." kata Kinanti.
Viora menatap Kenan dari ujung rambut sampai ujung kaki, "Kenan kalau kamu tidak terima sindiran Perempuan ini buktikan nanti malam menemuiku, aku akan membuktikan pada semua Orang disini kalau kamu normal."
Kinanti tersenyum manis ke arah Kenan yang memicing memandangnya, Kinan seperti membuat Kenan makan buah simalakama dimakan celaka tidak dimakan pun bencana.
Kinanti menaik turunkan kedua alisnya sambil bersidakap dada, "bagaimana Ken? aku membuatmu aman kan tanpa melibatkanku?" begitulah arti tatapan Kinanti di mengerti Kenan.
"aku akan membuktikannya disini." kata Kenan tanpa melihat ke arah Viora yang tengah membelanya.
Kinanti mengangguk-ngangguk pelan sambil tersenyum manis tapi sesaat kemudian Ia tersadar dengan apa yang Kenan katakan.
"apa? membuktikan kamu tidak normal Ken?" tanya Kinanti.
__ADS_1
semua Orang yang menonton adegan mereka bertiga mulai berbisik-bisik tidak percaya Kenan yang setampan itu tidak normal tapi apa yang Kinanti katakan memang benar.
"kamu boleh tidur dengan Viora, dia pasti bisa membuktikan kalau kamu normal." sambung Kinanti lagi sumringah semakin senang saja Ia jika tidak terlibat dengan Viora apalagi disangka wanitanya Kenan.
Kinanti berpindah tempat dan hendak pergi dengan raut wajah senang tapi tiba-tiba langkahnya terhenti dan matanya turun melihat ke arah pinggangnya ada lengan kekar Kenan.
Kinanti memutar kepalanya ke arah belakang untuk melihat pelaku yang menahan tubuhnya, senyum dibibirnya memudar dan matanya mengerjab polos.
"kamu mau aku melihat kamu normal atau tidaknya Ken?" tanya Kinanti.
Kenan menarik pinggang Kinanti dan menci*m bibir Kinanti yang melototkan matanya seketika, Viora membelalak dan suara jeritan rekan kerja melihatnya serta wajah kaget para fans muda Kenan diatas umur 17 tahun.
Kinanti mendorong tubuh Kenan dan pinggang Kinanti diangkat lalu dibawa berputar sehingga bersandar di dinding kembali melakukan aksinya, segala kekuatan Kinanti gunakan tapi Kinanti tidak bisa mengalahkan Kenan.
Kinanti mengangkat kakinya hendak menendang tulang kering Kenan, sialnya tenaga Kenan begitu kuat bahkan Kinan merasa lemas dici*m oleh Kenan, Kinanti sudah move-on tapi bukan berarti Ia tidak mudah goyah apalagi adegannya sedekat itu dengan Kenan.
"Kenan??" gumam Viora membelalak dengan tangan terkepal kuat.
"kalian lihat?? Kenan menyukai Kinanti, dia memilih Kinanti daripada Viora yang seksi." tawa lepas Maya.
Viora mendengarnya naik pitam, Ia tidak terima penghinaan itu tapi Ia tahan dengan sekuat tenaga langsung pergi menabrak tubuh siapa saja yang menghalanginya.
Kenan melepaskan cium*n intensnya dengan Kinanti yang mematung ditempat dengan mata mengerjab-ngerjab, Kenan sebenarnya malu tapi Ia tahan semampunya.
"cup..!" sekali lagi Kenan mengecup bibir merah Kinanti dan mengusapnya pelan.
"aku normal kan? jangan tantang aku..!" bisik Kenan perlahan melepaskan tangannya yang melilit pinggang kecil Kinanti.
Kenan tersenyum penuh kemenangan lalu pergi dari sana meninggalkan Kinanti yang memegang bibirnya dan perlahan Ia merosot kelantai.
"Kinaaaannn?" pekik Maya dan rekan-rekan kerja Kinanti mengerumuni Kinanti.
Kinanti menampar-nampar pipinya untuk tetap sadar, "ka--kalian jangan percaya dia..? dia memanfaatkan ciuman pertamaku supaya kalian percaya dia." jelas Kinanti terbata-bata.
.
.
__ADS_1
.